Saturday, June 8, 2019

√ I Will Die


Ini yaitu ceita fiktif horor yang kami sesuaikan menyerupai nyata. Jika ada kesamaan insiden dan peristiwa, ini hanya kebetulan semata.

Ini yaitu ceita fiktif horor yang kami sesuaikan menyerupai kasatmata √ I Will Die

Aku senang karenanya dapat kuliah sehabis 1 tahun nganggur dan tiduran di rumah dan hari ini saya bersama keluarga akan  pergi ke Yogyakarta mengantar ku pindahan ke kosan yang telah saya sewa 1 bulan yang lalu.

Beruntung sekali saya dapat mendapat kosan dengan harga 500ribu dengan luas yang hampir sama dengan 2 kamar di rumahku dan kemudahan yang lengkap menyerupai AC, toilet dalem, wifi, 2 lemari, meja belajar, kasur dan alat-alat untuk memasak yang sengaja tidak dibawa oleh pemiliki kosan.

Setelah perjalanan sekitar 10 jam karenanya saya dan keluargaku hingga ditujuan pada pukul 6 sore. Setibanya disana kami pribadi untuk memindahkan barang-barang dari kendaraan beroda empat kedalam kosan kemudian makan di daerah terdekat sebentar. Setelah itu tidur alasannya yaitu kami merasa sangat lelah dengan perjalanan yang cukup jauh.

Keesokannya, “ Bi, besok mama sama yang lainnya mau pulang alasannya yaitu ayah ada kerjaan mendadak di kantor” Ucap mama.  “yaudah mam, berarti kita hari ini harus main biar tau wisata sama makanan di jogja” Jawab Aku. Akhirnya kami pergi hingga pulang larut malam dan pribadi mengemas pakaian untuk persiapan pulang besoknya.

3 hari sehabis keluargaku pulang saya mulai mengalami keganjilan di kosan ku diawali dengan suara-suara absurd terdengar ketika saya sedang setengah tidur hingga bunyi cakaran tembok yang menciptakan saya merinding dan itu selalu terjadi setiap hari di kosan ku.

Tapi alasannya yaitu memang dasarnya saya bukan orang penakut, saya hiraukan itu semua yang penting saya dapat tidur dengan nyenyak setiap hari.

Hingga ketika saya tetapkan bergadang untuk mengerjakan kiprah dan bermain game bersama teman-teman. Tiba-tiba lemari kecil yang berada di samping kanan daerah tidurku bergerak-gerak secara refleks saya pun terkejut alasannya yaitu gres kali ini saya melihat sebuah benda mati dapat bergerak dengan sendirinya.

Setelah itu pintu lemari itu membuka dan menutup sendiri secara perlahan hingga kecepatannya bertambah hingga kencang sekali. Aku berpikir bahwa daerah ini memang ada yang tidak beres.

Karena ini sudah terlalu mengganggu saya coba menghentakkan tanganku ke tembok dimaksudkan supaya bunyi itu hilang tapi nyatanya lemari itu malah semakin kencang gerakannya. Aku semakin emosi dengan lemari itu hingga saya menantang untuk menampakkan diri siapa yang berulah disini.

“Hei, lo kalo berani jangan sembunyi dibalik lemari itu. Tunjukin wujud lo goblok gue gak takut ” Aku berteriak dengan wajah penuh emosi. Tidak ada respon, tetap saja lemari itu bergerak dengan kencang.

Aku coba tantang lemari itu lagi untuk kedua kalinya “Tunjukkin wujud lo sekarang, kita tubruk ilmu disini. Palingan lo bakalan kabur” dengan nada yang lantang. Lagi dan lagi tidak ada perubahan sama sekali, lemari itu tetap membuka tutup pintunya.

Hingga saya coba lagi untuk ketiga kalinya dengan menendang pintu lemari itu sangat keras dan karenanya lemari tersebut tidak lagi bergerak. Aku merasa sangat lega dengan berhentinya lemari tersebut.

Selang beberapa menit sehabis itu, kejadiannya semakin menakutkan yakni lemari itu kembali membuka pintunya secara perlahan dan ketika saya melihat kearah lemarinya, tiba-tiba ada sosok hitam yang keluar dari pintu itu dari kecil hingga membesar hingga menembus tembok kosan ku.

Tanpa berpikir panjang, saya pribadi ambil hp, dompet dan kunci motor. Aku terpaksa pada malam itu pergi ke kosan sahabat untuk menginap disana. “ Assalamualaikum, Assalamualaikum, assalamualaikum To. Buka pintunya cepetan.” Aku sambil mengetuk pintu kosan Anto. “Sebentar, gue bukain sekarang” Jawab Anto.

Ketika anto menanyakan wacana apa yang terjadi padaku, saya tidak menjawab sepatah kata pun alasannya yaitu akan terlalu menakutkan untuk didengarkan. Hingga karenanya saya pun tetapkan untuk tidur di jam 3 pagi.

Walaupun saya semalam ketakutan, tapi saya ingin tau dengan apa yang terjadi semalam. Aku memberanikan diri untuk pulang ke kosanku dan menanyakan kepada orang disamping kosan wacana apa yang mereka dengar waktu kemarin malam.

Anehnya mereka semua tidak mendengar apa-apa meski semalam saya menghentakan tangan, berteriak, dan menendang lemari itu.

Aku tetapkan untuk mencoba tidur di kosanku lagi malam ini hanya untuk memastikan apakah gangguan itu akan muncul lagi atau tidak.

Ternyata sehabis saya menunggu cukup lama, gangguan itu tidak datang. Aku berpikir mungkin makhluk itu tidak akan berulah kalau saya terus menunggunya datang. Aku putuskan untuk tidur saja dan mengurungkan niat untuk mencari tahu wacana sosok itu malam ini.

“Praaaaang!” Aku terbangun alasannya yaitu mendengar barang  yang pecah sempurna diatas kosanku. Aku hiraukan itu semua, mungkin itu penghuni kos yang ada dilantai 2.

Suara itu muncul lagi hingga ketiga kalinya. Aku tetapkan untuk cek kondisi sumber suara, takutnya ada hal-hal yang membahayakan disana. Siapa tau saya dapat membantu.

Tapi ketika membuka pintu tidak ada orang disekitar kos itu yang keluar, saya coba tanyain ke sahabat kos yang ada di sebelah kamarku. “Gapapa kok mas, itu sudah biasa terjadi disini. Gak usah di ladenin gak penting juga mas” Jawaban penghuni kos sehabis saya tanya wacana bunyi itu.

“Yaudah mas, saya tetap akan cek kesana. Penasaran soalnya.” Sembari saya pergi keluar kamarnya. Tanpa berpikir panjang, saya pribadi saja menghampiri sumber bunyi tadi dilantai atas.

Terlihat ketika saya gres masuk kelantai 2 ada sebuah ruangan menyerupai gudang dimana bab luarnya ada kepingan bekas lampu yang pecah. Setelah saya dekati saya mengira  bunyi itu berasal dari lampu ini. 

Aku tersadar bahwa bunyi itu muncul 3 kali, dikala hendak meninggalkan ruangan tadi untuk mencari tau sumber bunyi lainnya, tiba-tiba didalam gudang tersebut terdengar teriakan perempuan menyerupai meminta tolong dengan nada yang bergema.

“Hei, siapa itu didalam?” Aku panik sambil mengetuk pintu dengan keras. Karena tampaknya didalam ada dilema karenanya saya berusaha untuk dobrak pintu itu. “Berhenti!!! Jangan buka gudang itu” Datang ibu kos dengan berteriak dan menunjuk ke arahku.

“Bu, didalam ada yang teriak minta tolong. Pinjam kuncinya sebentar untuk membuka pintu ini bu” Dengan raut wajahku yang panik. “Biarkan saja, itu mungkin kau hanya imajinasi. Cepat tidur udah malam kok masih keluyuran” Jawab ibu kos dengan nada yng tenang.

Mungkin perkataan ibu kos itu benar, saya hanya terbawa oleh keinginanku yang ingin melihat makhluk yang mengganggu ku kemarin malam. Aku tetapkan untuk pergi ke kamar untuk tidur.

Masih pada malam yang sama ketika saya masih tidur, tiba-tiba leherku menyerupai ada yang mencekik dengan besar lengan berkuasa dan ketika saya buka mata ternyata makhluk yang keluar dari lemari itu mencekik ku.

Aku mencoba melawannya dan melepaskan cekikannya. 

Cekikakan itu terlalu besar lengan berkuasa hingga makhluk itu mengangkatku hingga saya terlepas dari tubuhku. Aku sepintas melihat diriku yang sedang tidur.

Makhluk itu melemparkanku ke arah luar dan mecoba untuk memasuki tubuhku. Makhluk itu mulai masuk secara perlahan-lahan. Aku mencoba melawan namun langkah dan pukulanku terasa lambat dan pelan.

Makhluk itu mulai menyakiti ragaku, saya harus dapat masuk ke ragaku lebih cepat. Namun saya kesulitan alasannya yaitu energi makhluk menakutkan itu sangat kuat.

Hingga saya teringat bahwa Kekuatan Tuhan lebih besar dari segalanya. Aku mencoba untuk membaca surat al-qur’an yang saya hafal dan meminta pemberian pada Tuhan. “ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” saya berdoa sambil mengangkat kedua tanganku.

Aku mencoba untuk menarik makhluk keluar dari tubuhku. Dengan izin Tuhan, secara perlahan makhluk itu dapat keluar. Terlihat makhluk itu sangat lemas dan tidak berdaya.

Aku berkomunikasi dengan makhluk itu. “Mengapa kau ada disini dan mengganggu saya?” Tanyaku. “ Aku ingin tenang! Cepat tinggalkan kamar ini” Jawab makhluk itu.

Lalu seketika makhluk itu pergi dan meninggalkanku tanpa ada klarifikasi lainnya. Akhirnya saya terbangun dengan badan yang penuh dengan keringat dingin.

Setelah hari mulai terang, saya mengadukan insiden ini ke pemiliki kos supaya ada pertanggung balasan atas semua ini.

Pemiliki kos itu karenanya menceritakan semuanya bahwa sempurna di kamar saya memang dulunya ada pembunuhan seorang gadis bagus oleh tentara belanda. Hingga hingga dikala kosan ini dibentuk kejadian-kejadian yang kau alami, telah kami alami juga.

Kamar kosan saya itu katanya sudah usang tidak ditempati sekitar 15 tahun. Maka dari itu pemilik kos memperlihatkan harga murah dengan kemudahan yang super banyak. Namun kebanyakan orang batal  ngekos di kamar itu alasannya yaitu udah tau ceritanya dari warga sekitar.

Ibu menandakan sebuah surat usang yang mereka temukan dikala sehabis pembunuhan gadis itu. Surat tersebut berisi “Aku takut, Mereka tiba dengan sangat marah. I will die”.

Aku mencoba menceritakan ini juga ke keluargaku setidaknya saya dapat pindah dari kosan ini secepatnya.

Mereka kaget dan menceritakan juga bahwa dikala pindahan aku, keluargaku mintapulang lebih cepat alasannya yaitu mereka semuanya diganggu oleh makhluk itu dan menampakkan dirinya. Karena saya akan tinggal disana karenanya mama ku beralasan bahwa ayah ada pekerjaan mendadak.

Mama ku karenanya mengijinkan untuk pindah kosan lagi dan saya diskusikan dengan pemilik kos. Biaya kos bulan ini hangus tidak dapat dikembalikkan dan saya meminta pemilik kos untuk mengusir makhluk ini.

Namun pemilik kos menolak alasannya yaitu hampir semua orang yang berusaha mengusirnya menjadi sakit parah dan tidak sadarkan diri dengan waktu yang lama.

Karena saya geram dengan makhluk itu, “Aku akan kembali dengan membawa orang yang dapat mengusir makhluk ini” Ucapku dihadapan pemilik kos itu.

Sekarang saya mendapat kosan dengan daerah yang nyaman dan harga yang sesuai tanpa ada gangguan apa-apa lagi.

Aku selalu kepikiran dengan kejadian-kejadian masa itu sembari saya terus mencari orang yang mau mengusir makhluk itu di daerah kosan ku yang lama.




Tunggu part selanjutnya ketika aku
mencoba mengusir makhluk itu.


Sumber http://www.robbyjungjunan.com


EmoticonEmoticon