Showing posts with label MATERI EKONOMI SMA X. Show all posts
Showing posts with label MATERI EKONOMI SMA X. Show all posts

Wednesday, May 24, 2017

√ Rangkuman Materi: Pendapatan, Konsumsi, Tabungan Dan Investasi

Pendapatan, Konsumsi, Tabungan dan Investasi - Materi berikut ini akan membahas tentang Pendapatan, Konsumsi, Tabungan dan Investasi, meliputi: Pengertian, Rumus dan Contoh Penghitungannya.

PENDAPATAN (INCOME) yaitu jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi selama 1 tahun. Disimbolkan dengan Y

KONSUMSI (CONSUMPTION) yaitu bab dari pendapatan yang dibelanjakan. Disimbolkan dengan C

TABUNGAN (SAVING) adalah bab dari pendapatan yang disimpan (tidak dibelanjakan). Disimbolkan dengan S

INVESTASI (INVESTMENT) yaitu bab dari pendapatan perusahaan yang ditanamkan atau sebagai penambah modal kerja. Disimbolkan dengan I

Menurut JM Keynes, pendapatan suatu negara terdiri dari 2 (dua) hal :

PENDAPATAN PERSEORANGAN yang dirumuskan   Y = C + S   
PENDAPATAN PERUSAHAAN yang dirumuskan   Y = C + I

Apabila pendapatan berubah, maka perubahan tersebut akan kuat terhadap
konsumsi dan tabungan.

Untuk mengetahui perubahan tingkat KONSUMSI dirumuskan:

MARGINAL PROPENCITY TO CONSUME (MPC)

AVERAGE PROPENCITY TO CONSUME (APC)

Untuk mengetahui perubahan tingkat TABUNGAN, dirumuskan:

MARGINAL PROPENCITY TO SAVE (MPS)

AVERAGE PROPENCITY TO SAVE (APS)


FUNGSI KONSUMSI
Adalah fungsi yang menunjukkan relasi KONSUMSI (C) dengan PENDAPATAN (Y)
Dirumuskan :     
          
Dimana :
a  : besarnya konsumsi ketika pendapatan nol. Keadaan ini disebut dengan ‘konsumsi otonom’ yaitu konsumsi yang niscaya ada meskipun tidak memiliki pendapatan
b    : MPC

Untuk mengetahu besarnya a, dirumuskan :

FUNGSI TABUNGAN
Adalah fungsi yang menunjukkan relasi
TABUNGAN (S) dengan PENDAPATAN (Y)
                
    
Dengan mensubstitusikan fungsi konsumsi maka :

C = a + b.Y    ke      S = Y – C
Maka :
S = Y –  (a + b.Y)
S = Y –  a - b.Y
S = ( 1 – b).Y – a
S = -a + (1 – b). Y

Contoh:

1.    Diketahui fungsi konsumsi : C = 400 + 0,2 Y
v   Tentukan Fungsi Tabungan          
v   Besarnya tabungan ketika Y = 600
Jawab:
Fungsi Tabungan:
S  = - a + (1- b).Y
       = - 400 + (1-0.2).Y
       = - 400 + 0,8.Y
Jadi fungsi tabungannya  S = - 400 + 0,8Y

Besar tabungan jikalau diketahui Y = 600
S  = - a + (1- b).Y
    = - 400 + (1- 0.2).600
    = - 400 + 0,8.600
    = - 400 + 480
S =  80
Jadi tabungan ketika Y = 600 sebesar S = 80

2.   Sebelum bekarja konsumsinya Rp.120.000/bulan. Setelah bekerja konsumsinya Rp.300.000/bulan dan dapat menabung Rp.60.000
v  Tentukan fungsi konsumsinya
v  Berapa besar tabungan ketika penghasilannya Rp.600.000/bulan
Jawab:

Pada ketika Y = 0 à C = 120.000
C = a + b.Y
C = 120.000 + b.Y

Pada ketika Y = 300.000 à S = 60.000
C = Y – S
C = 300.000 – 60.000
C = 240.000

Maka :      C = 120.000 + b.Y
                 240.000 = 120.000 + b.300.000
                 240.000 = 120.000 + 300.000 b
                 b = (240.000 – 120.000) : 300.000
                 b = 0,4
Jadi  fungsi konsumsinya à C = 120.000 + 0,4 . Y

SOAL LATIHAN

1.   Sebelum bekarja konsumsinya Rp.100.000/bulan. Setelah bekerja konsumsinya Rp.200.000/bulan dan dapat menabung Rp.50.000
v Tentukan fungsi konsumsinya
v Berapa besar tabungan ketika penghasilannya Rp.1.500.000/bulan

2.   Diketahui fungsi konsumsi C = 200.000 + 0,7 Y. Carilah fungsi tabungan serta besar tabungannya jikalau diketahui pendapatan sebesar Rp. 900.000 !

3.    Diketahui fungsi konsumsi keluarga Bapak Ucok pada ketika pendapatannya Rp. 3.000.000,-  yaitu              C = 500.000 + 0,8 Y.  Jika besar pendapatan Rp.5.000.000,-  maka hitunglah besarnya konsumsi keluarga Ucok !

 Itulah pembahasan wacana tentang Materi Pendapatan, Konsumsi, Tabungan dan Investasi, meliputi: Pengertian, Rumus dan Contoh Penghitungannya.

Sumber http://www.ekonomi-holic.com

Monday, May 22, 2017

√ Rangkuman Bahan Ekonomi Kelas X Sma (Kebutuhan Dan Kelangkaan)

Rangkuman Materi Ekonomi Kelas X Sekolah Menengan Atas (Kebutuhan dan Kelangkaan) - Materi berikut ini akan membahas perihal Rangkuman Materi Ekonomi Kelas X Sekolah Menengan Atas Kebutuhan dan Kelangkaan, antara lain: Pengertian, Jenis, Faktor penyebab kelangkaan, dan biaya peluang (Opportunity Cost).
1.  Standart Kompetensi
Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan  dan sistem ekonomi
1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia

Pengertian Kebutuhan.

·      Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh insan biar sanggup hidup secara layak.
Segala sesuatu yang diharapkan insan untuk mencapai kemakmuran.
·      Kebutuhan insan bersifat tidak terbatas karena sesuai kodratnya insan selalu merasa kekurangan dan selalu menginginkan kemakmuran.

Jenis-jenis Kebutuhan
a.  Kebutuhan berdasarkan Intensitas/tingkatan:
1.  Kebutuhan primer: kebutuhan yang harus dipenuhi biar insan sanggup hidup secara layak,disebut juga kebutuhan alamiah
contoh; sandang,pangan,papan, pendidikan
2.  Kebutuhan sekunder: merupakan kebutuhan tambahan yang fungsinya untuk meningkatkan kenyamanan.
Contoh; kipas angin, radio, tv,meja bangku dll
3.  Kebutuhan tersier: kebutuhan akan barang2 glamor
Contoh; mobil, perhiasan, pesiar dll

b. Kebutuhan berdasarkan sifat
1. Kebutuhan jasmani: kebutuhan yang bekerjasama dengan fisik/tubuh/jasmani
        contoh:kebutuhan makan,minum,pakaian,biologis
2. Kebutuhan rohani: kebutuhan yang bekerjasama dengan kejiwaan atau batin
        contoh: beribadah, musik,noton film

c.  Kebutuhan berdasarkan Subjek
1. Kebutuhan Individu: kebutuhan yang pemenuhannya bersifat perseorangan
        contoh: pelajar membutuhkan buku, seragam
2. Kebutuhan Sosial: kebutuhan yang diperuntukkan oleh banyak orang.
        contoh; jembatan, jalan raya, pasar,tempat ibadah.

d.  Kebutuhan berdasarkan waktu
1. Kebutuhan sekarang: kebutuhan yang harus dipenuhi ketika ini
        contoh: obat bagi orang sakit, makan bagi orang lapar, minum bagi orang yang haus.
2. Kebutuhan Yang akan Datang: kebutuhan yang diperuntukkan untuk masa yang akan tiba
         contoh: tabungan, asuransi

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
1. Peradaban atau perkembangan jaman.
2. Kondisi alam
3. Agama/kepercayaan
4. Adat istiadat/tradisi

Alat pemuas kebutuhan: Barang & Jasa

Jenis-jenis Barang pemuas kebutuhan
a. Barang berdasarkan tujuan penggunaan
1. Barang konsumsi: Barang yang secara pribadi dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Disebut juga barang jadi. Terdiri dari; Barang yang tahan lama(durable good) contoh:perabotan rumah tangga, dan barang tdk tahan usang (nondurable good) contoh: roti
2. Barang Produksi/barang modal: Barang yang dipakai untuk menghasilkan barang lain.
b. Barang berdasarkan cara memperolehnya
1. Barang Bebas: Barang yang bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan pengorbanan. contoh: udara, air laut,matahari
2. Barang Ekonomi: Barang yang jumlah terbatas dan untuk mendapatkannya diharapkan pengorbanan. Sebagian besar barang yang dihasilkan insan adlh barang ekonomi

c. Barang berdasarkan hubungannya dengan barang lainnya.
1.  Barang Substitusi. Barang yang sifatnya saling menggantikan. contoh: bolpoint---pensil
2. Barang Komplementer
        Barang yang nilai gunanya meningkat apabila dipakai gotong royong dengan barang lain. contoh: kompor---minyak tanah

d. Barang berdasarkan proses pembuatannya
1.  Barang Mentah/Bahan baku, merupakan materi dasar pembuatan barang pemuas kebutuhan.
2.  Barang setengah jadi, merupakan hasil prosesan barang mentah dan masih dipakai dalam proses produksi selanjutnya.
3.  Barang jadi, merupakan barang selesai dari rangkaian proses produksi dan siap untuk dikonsumsi.
1.2   Mendeskripsikan banyak sekali sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan insan yang tidak terbatas.

KELANGKAAN

Kata kunci
·         Kelangkaan
·         Pengertian
·         Faktor penyebab
·         Sumber daya
·         Pengalokasian sumber daya

Pengertian Kelangkaan
1.     Suatu kondisi dimana sumber daya ekonomi jumlahnya terbatas dibandingkan dengan kebutuhan insan yang harus dipenuhi.
2.     Suatu kondisi dimana ketersediaan sumber daya tidak bisa mencukupi atau memuaskan kebutuhan manusia.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELANGKAAN
1.     Keterbatasan Sumber daya
2.     Kerusakan SDA akhir ulah insan
3.     Bencana alam
4.     Perkembangan jumlah penduduk

Inti Permasalahan Ekonomi

Bagaimana insan memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas

SUMBER DAYA
1.     Sumber daya alam: semua kekayaan alam yang sanggup dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2.     Sumber daya manusia: disebut juga insan yang dimanfaatkan tenaga dan pikirannya untuk memenuhi kebutuhan.
3.     Sumber daya modal (Capital): segala sesuatu yang memperlihatkan donasi bagi acara produksi melalui investasi uang,peralatan,mesin,teknologi dan gedung.

KURVA BATAS KEMUNGKINAN PRODUKSI (Production possibility frontier curve)

Ciri-ciri:
1.     Berslope negatif
2.     Bergerak turun dari kiri atas ke kanan bawah
3.     Penambahan pada salah satu sumbu mengakibatkan pengurangan pada sumbu yang lain
4.     Perub Y/Perub X= y1-y2 = nilai negatif

BIAYA PELUANG (Opportunity cost)

Pengertian:
Nilai barang dan jasa yang dikorbankan sebab menentukan alternatif kegiatan.

Biaya Eksplisit: Biaya yang benar-benar dikeluarkan
Biaya Implisit:Biaya peluang
Biaya sesungguhnya= Biaya Eksplisit dan biaya implisit. 

Itulah pembahasan perihal Rangkuman Materi Ekonomi Kelas X Sekolah Menengan Atas (Kebutuhan dan Kelangkaan), semoga bermanfaat....

Sumber http://www.ekonomi-holic.com

Thursday, May 18, 2017

√ Rumus Perhitungan Elastisitas Harga

Rumus Cara Menghitung Elastisitas Harga Permintaan dan Penawaran. Setelah mempelajari acara ini diperlukan siswa dapat:
1. menyebutkan arti elastisitas permintaan dan penawaran;
2. menyebutkan macam-macam elastisitas ajakan dan penawaran;
3. menciptakan aneka macam jenis grafik elastisitas harga; dan
4. menghitung koefisien elastisitas ajakan dan penawaran.
Setelah Anda mempelajari harga keseimbangan yang merupakan pertemuan antara ajakan dan penawaran, maka Anda akan sanggup menghitung perubahan harga akhir dari naik/turunnya ajakan dan penawaran.
Masihkan Anda ingat apakah permintaan, penawaran, aturan permintaan/penawaran, faktorfaktor yang mempengaruhi, serta pergeseran kurva-kurvanya?
Bagus! Jika Anda sudah menguasai, marilah kita lanjutkan pada Elastisitas Harga.

1. Elastisitas Permintaan

Pengertian Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan yaitu tingkat perubahan ajakan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut Koefisien Elastisitas ajakan yang dilambangkan dengan abjad ED ( Elasticity Demand).

Macam-macam Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas ajakan dipakai ukuran menurut besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya.
Macam-macam elastisitas permintaan.
1. In Elastis Sempurna (E = 0)
 Permintaan in lentur tepat terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
E = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
Contoh: obat-obatan pada waktu sakit
Pada kurva in elastisitas sempurna, kurvanya akan sejajar dengan sumbu Y atau P.

2. In Elastis (E < 1)
 Permintan in lentur terjadi kalau perubahan harga kurang kuat pada perubahan permintaan.
E < 1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil.
Contoh: ajakan terhadap beras.

3. Elastis Uniter (E = 1)
 Permintaan lentur uniter terjadi kalau perubahan ajakan sebanding dengan perubahan harga.
E = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah ajakan yang sama.
Contoh: barang-barang elektronik.

4. Elastis (E > 1)
 Permintaan lentur terjadi kalau perubahan ajakan lebih besar dari perubahan harga.
E > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah ajakan dalam jumlah yang lebih besar.
Contoh: barang mewah.

5. Elastis Sempurna ( E = )
 Permintaan lentur tepat terjadi kalau perubahan ajakan tidak kuat sama sekali terhadap perubahan harga.
Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X.
E = , artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan.
Contoh: bumbu dapur.

Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas ajakan dipakai ukuran menurut besar/ kecilnya tingkat koefisien elastisitasnya.
Hasil perhitungan koefisien elastisitas ajakan selalu negatif, sebab berbanding terbalik antara harga barang dengan jumlah permintaan. 

Rumus perhitungan koefisien permintaan: 

 
2. Elastisitas Penawaran
Pengertian Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran yaitu tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan sebab adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angkaangka yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (Elasticity Supply).
Macam-macam Elastisitas Penawaran
Seperti dalam permintaan, elastisitas penawaran sanggup dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1.   In Elastis Sempurna (E = 0)
            Penawaran in lentur tepat terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.
Kurvanya sejajar dengan sumbu Y atau P.

2.   In Elastis (E < 1)
      Penawaran in lentur terjadi kalau perubahan harga kurang kuat pada perubahan penawaran.

3.   Elastis Uniter (E = 1)
            Penawaran lentur uniter terjadi kalau perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah penawaran.

4.   Elastis (E > 1)
            Penawaran lentur terjadi kalau perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.

5.   Elastis Sempurna ( E = )
Penawaran lentur tepat terjadi kalau perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X.

Perhitungan Koefisien Elastisitas Penawaran

Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama prinsipnya dengan koefisien elastisitas permintaan. Hasil perhitungan koefisien elastisitas penawaran selalu positif, sebab berbanding lurus antara jumlah penawaran dengan harga barang. 

Rumus perhitungan koefisien penawaran:
Keterangan:
ES = elastisitas penawaran

Q   = jumlah penawaran
P   = harga

Kerjakan latihan di bawah ini dan buktikan dengan ketiga cara/rumus, karenanya sama.


LATIHAN SOAL
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan terang dan benar.
                 
1.  Apakah arti elastisitas ajakan dan penawaran?
2.  Sebutkan macam-macam elastisitas ajakan dan penawaran!
3.  Buatlah grafik elastisitas harga (permintaan dan penawaran)!
a. E = 0
b. E < 1
c. E = 1
d. E > 1
e. E =

4.   Berapa koefisien elastisitas permintaan?
Harga
Jumlah Permintaan
Rp. 800,00
Rp. 900,00
1000 unit
800 unit

5.   Berapa koefisien elastisitas penawaran?
Harga 
Jumlah penawaran
Rp. 500,00
Rp. 600,00
2000 unit
2500 unit


Sumber http://www.ekonomi-holic.com