Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Tuesday, February 21, 2017

√ Planet Ke 9 Pengganti Pluto Ditemukan


Planet Raksasa diperkirakan besarnya tidak kurang  √ Planet ke 9 Pengganti Pluto Ditemukan


Planet Raksasa diperkirakan besarnya tidak kurang 10 kali besar Bumi teleh ditumukan oleh dua astronom AS yang letaknya terlalu jauh untuk dapat dijangkau oleh gravitasi matahari.




Seperti kita tahu, Pluto tidak lagi menjadi bab Planet dalam tata Surya kita. Salah seorang ilmuwan yang bertanggungjawab atas demosi Pluto mengungkapjan bahwa kemungkinan telah menemukan pengganti planet itu.

Dua astronom dari California Institute of Technology, Mike Brown dan Konstantin Batygin telah mengolah sejumlah angka dan menyampaikan mereka yakin telah menemukan sebuah planet raksasa yang letaknya terlalu jauh untuk dapat dijangkau oleh gravitasi matahari.

Menurut Brown, benda-benda yang paling jauh semuanya bergerak dalam satu arah dengan cara yang sangat absurd yang seharusnya tidak terjadi. Dia menyampaikan satu-satunya cara biar dapat melihat planet-planet bergerak dalam satu arah yakni kalau ada sebuah planet besar, yang juga sangat jauh letaknya dalam sistem tata surya, tengah menjaga posisi mereka di tempatnya sewaktu mengelilingi matahari.

“Tadinya aku benar-benar skeptis, hingga risikonya tiba-tiba berpikir ini mungkin benar-benar nyata,” ucapnya. Para ilmuwan menyampaikan mereka belum melihat planet itu tetapi telah menemukan bahwa ada sesuatu yang mereka sebut “planet nyentrik yang jauh” sekarang sedang mendorong sekelompok kecil obyek di dalam tata surya.


Para ilmuwan tahu – tanggapan pengaruh gravitasinya – planet ini sangat besar, sedikitnya 10 kali lebih besar dari bumi atau hampir sebesar Neptunus.

Planet ini belum diberi nama tetapi dikatakan bahwa planet itu dapat dilihat lewat teleskop dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber : VOA dan BBC




Sumber acikandzirah.blogspot.com

√ Mealworm Si Pengurai Sampah Plastik


Sampah menjadi salah satu permasalahan utama penduduk bumi √ Mealworm Si Pengurai Sampah Plastik

Sampah menjadi salah satu permasalahan utama penduduk bumi. Sejak lebih dari 10 tahun, para peneliti mencoba untuk mengungkap duduk kasus pengotoran maritim menurut burung maritim yang mati. Rata-rata ditemukan 31 partikel plastik di lambung bangkai binatang yang biasanya terdampar di pesisir pantai. Dari data ini para peneliti memperkirakan pada setiap kilometer persegi permukaan air ada sekitar 18.000 partikel plastik. Kadang ukurannya sangat kecil, kadang sebagai kantong plastik utuh.


Plastik Bertahan di Laut Ratusan Tahun


Banyak plastik yang gres terurai sehabis 450 tahun, kata Benjamin Bongardt pakar sampah dari ikatan pemberian alam Jerman (NABU). Sebagian besar pengotoran berasal dari plastik yang diproduksi kurun ini. “80 persen plastik tiba dari darat dan tidak dari laut. Artinya, plastik tidak dibuang dari kapal, melainkan dari turis, penduduk yang dibawa sungai dan angin ke lautan.” Khususnya plastik yang tipis dan ringan dan sehabis digunakan sekali pribadi dibuang, gampang terbang dari lokasi pembuangan sampah.


Komisi Eropa di Brüssel sekarang tetapkan untuk mendesak negara anggota mengurangi secara drastis penggunaan kantong plastik. 100 milyar kantong plastik digunakan di Uni Eropa setiap tahun. Komisaris urusan lingkungan Janez Potocnik: “Lebih dari delapan milyar plastik menjadi sampah dan menjadikan duduk kasus lingkungan luar biasa, khususnya binatang yang menelan partikelnya.”


Solusi Menguraikan Sampah dengan Memanfaatkan Mealworm


Dibutuhkan ratusan tahun untuk mengurai Styrofoam, piring-piring, gelas, daerah penyimpanan plastik ketika ini memenuhi sekitar 25 sampai 30 persen daerah pembuangan sampah. Tapi makhluk-makhluk mungil ini mungkin bisa mengatasi duduk kasus itu, dengan mengunyah, memakan, mengurai plastik tersebut. Ternyata mealworm, atau larva dari kumbang Tenebrio molitor, suka makan Styrofoam.“Mealworm memakan Styrofoam dan mencerna Styrofoam di usus mereka. Prosesnya sangat cepat. Kurang dari 24 jam, Styrofoam menjelma CO2,” kata Wein-Min Wu dari Stanford University. Satu cacing bisa memakan sampah plastik seukuran satu pil setiap harinya.

Enzim khusus di usus mereka mengurai styrofoam.


“Saya pikir enzim yang mereka keluarkan sangat menarik. Enzim itulah alat yang mengurai Styrofoam menjadi ukuran kecil-kecil,” kata Craig Criddle. Para peneliti mencoba membuatkan enzim yang seakan-akan kemampuan mealworm mengurai sampah plastik.


“Sampah Styrofoam merupakan duduk kasus besar lantaran kita mulai kehabisan daerah pembuangan sampah, khususnya di perkotaan. Dan juga kekacauan yang disebabkan oleh sampah, khususnya di maritim dan juga di seluruh dunia,” kata Criddle.


Yang mengejutkan, para ilmuwan lingkungan hidup mendapati bahwa mealworm yang memakan Styrofoam sama sehatnya dengan mealworm yang makan sekam biasa.



Sumber : DW.COM


Sumber acikandzirah.blogspot.com