Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Tuesday, July 3, 2018

√ Pengaruh Aktual Dan Negatif Pembatalan Ujian Nasional

Dampak Positif dan Negatif Penghapusan Ujian Nasional_ Wacana penghapusan sistem ujian nasional yang digagas oleh menteri pendidikan dan kebudayaan bapak Mudhajir efendy tinggal menunggu intruksi presiden (Inpres). Kebijakan penghapusan ujian nasional memang bukan hal gres lagi,  sebab dalam abad pemerintahan sebelumnya, kontroversi perihal perlu atau tidaknya ujian nasional selalu menjadi hal yang selalu diperdebatkan oleh aneka macam kalangan civitas akademik. Selama ini memang pelaksanaan ujian nasional salah satu tujuannya ialah sebagai tolak ukur pemetaan pendidikan diindonesia namun jika ujian nasional dihapus bagaimana cara pemerintah dalam memetakan pendidikan di indonesia?
Dampak Positif dan Negatif Penghapusan Ujian Nasional √ Dampak Positif dan Negatif Penghapusan Ujian Nasional

Hal yang juga menjadi pro dan kontra ujian nasional selama ini ialah ujian nasional menjadi salah satu penentu kelulusan siswa, sehingga banyak siswa yang mengalami tekanan psikologis ketika dihadapkan pada ujian nasional. bahkan selama ini banyak kasus yang negatif sebab efek adanya ujian nasional.

Baca juga:  
Hal yang sudah niscaya terjadi jika ujian nasional dihapus tentunya akan menunjukkan dampak nyata dan negatif bagi dunia pendidikan namun sebelum membahas dampak nyata dan negatif peniadaan ujian nasional, tolong-menolong ujian nasional juga mempunyai beberapa manfaat, berikut 5 manfaat dari ujian nasional:

1. Penetapan mutu satuan dan atau aktivitas pendidikan di seluruh Indonesia,
2. Seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau berikutnya, 
3. Pertimbangan penentuan kelulusan penerima didik dari satuan dan atau aktivitas pendidikan,
4. Pembinaan dan pemberian dukungan kepada satuan dan atau aktivitas pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan untuk mencapai tingkat kelulusan tertentu, dan
5. Perbaikan sarana dan prasarana untuk guru, laboratorium, perpustakaan, tenaga kependidikan dan keperluan sekolah lainnya.

Jika ujian nasional dihapus maka beberapa manfaat ujian nasonal yang selama ini menjadi standar dan patokan dalam memilih kebijakan lain akan sedikit bias. oleh sebab itu pemerintah dibutuhkan mempunyai solusi lain yang bisa menjadi alternatif sehingga peniadaan ujian nasional tidak terlalu memberi imbas terhadap dunia pendidikan.

Dampak nyata dan negatif peniadaan ujian nasional 

A. Dampak nyata peniadaan ujian nasional

1. Beban psikologis siswa berkurang
Dengan dihapusnya kebijakan ujian nasional, siswa tak terlalu terbebani untuk mencar ilmu yang melebihi proporsinya, toh selama ini ketika ujian nasional sudah erat siswa dituntut untuk mencar ilmu ekstra. siswa harus mengorbankan hal yang cukup urgent untuk mencar ilmu dan mencar ilmu hanya demi sasaran bisa lulus ujian nasional. Frekuensi mencar ilmu yang tidak lazim dan cenderung dipaksakan justru akan menciptakan pelajaran sulit untuk dipahami serta akan berdampak negatif terhadap psikologis siswa.

2. Menghadirkan rasa keadilan siswa di indonesia
Hal yang sangat tidak bijaksana dalam pelaksanaan ujian nasional adalah siswa diseluruh indonesia diberikan soal yang sama secara nasional. padahal bila dilihat secara kasat mata pemerataan pendidikan di indonesia belum sepenuhnya terlaksana dan sekolah-sekolah yang ada hanya 30% yang berada di atas standar nasional. hal tersebut memunculkan rasa ketidakadilan bagi siswa dengan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang masih sangat memprihatinkan sebab mereka harus bersaing dan menjawab soal yang sama dengan siswa yang berada di perkotaan dengan akomodasi pendidikan yang layak dan berstandar nasional

3. Meminimalisir pemahaman yang keliru tentang makna belajar
Hal yang menjadi diam-diam umum lagi ialah terkadang seorang anak, orang renta dan masyarakat mengukur kemampuan seorang anak berdasarkan prestasi akademik yang diraihnya. lulus ujian nasional menjadi contoh anak tersebut dikatakan berprestasi atau tidak. hal ini justru menjadikan pemahaman yang keliru tentang makna belajar sebab hakikat mencar ilmu ialah menciptakan seorang anak menjadi lebih memahami hal yang baik dan salah. sebagian orang renta juga menjadikan ujian nasional yang diraih anaknya sebagai sebagai contoh anaknya layak untuk melanjutkan sekolah atau tidak.

B. Dampak negatif peniadaan ujian nasional

1. Motivasi mencar ilmu siswa berkurang
Tak sanggup dipungkiri bahwa pelaksanaan ujian nasional selama ini justru berefek pada meningkatnya semangat mencar ilmu siswa selain mempunyai sasaran untuk lulus ujian nasional  sebagian dari mereka juga menganggap ujian nasional sebagai ajang rivalitas untuk melihat siapa yang terbaik. Dan menyerupai yang kita ketahui bahwa mental sebagian bawah umur indonesia memang butuh dipaksa biar bisa berprestasi, jadi ujian nasional juga sebagai wadah yang melecut semangat siswa untuk mencar ilmu dan berprestasi.

2. siswa akan menjadi hirau tak hirau untuk belajar
Salah satu dampak negatif peniadaan ujian nasional ialah sebagian siswa akan menjadi hirau tak hirau untuk belajar. dimana pada dikala pelaksanaan kebijakan ujian nasional pun masih ada siswa yang malas mencar ilmu dan menganggap mencar ilmu sebagai hal yang tidak penting apalagi bila ujian nasional dihapus. Memang peranan ujian nasional selama ini ialah memunculkan rasa khawatir tersendiri bagi yang memancing siswa untuk lebih ulet belajar.

3. Anak-anak akan sulit mengetahui potensi dalam dirinya
Ujian nasional selain yang berfungsi sebagai standarisasi nasional untuk mengetahui kemampuan siswa dalam skala nasionalselain itu ujian nasional  juga menjadi tolok ukur tersendiri bagi siswa untuk mengukur kemampuan dirinya. melalui hasil yang diraih melalui ujian nasional siswa akan memahami kemampuan serta potensi yang dimilikinya. akan tetapi ketika ujian nasional dihapus siswa akan kesulitan mematakan kemampuan dalam dirinya dalam memilih pilihan dalam studi ditingkat pendidikan selanjutnya.

Sumber http://www.rijal09.com

Friday, June 29, 2018

√ 5 Perbedaan Un Dan Uasbn

5 Perbedaan UN dan UASBN_ Kebijakan moratorium UN (ujian nasional) oleh bapak muhajir efendy selaku menteri pendidikan memunculkan pertanyaan di masyarakat wacana apakah yang akan menggantikan ujian nasional tersebut dalam mengukur pencapaian berguru siswa selama 3 tahun selain itu hal yang biasanya muncul dibenak seseorang saat mendengar wacana/informasi, UN (ujian nasional) akan di ganti dengan UASBN (ujian sekolah berstandar nasional) salah satunya yaitu menanyakan apa perbedaa antara UN dan UASBN.
 
Pergantian sistem ujian nasional (UN) menjadi ujian sekolah berstandar nasional (UASBN) memang memunculkan perilaku pro dan kontra, banyak yang masih mempertanyakan apakah pergantian UN menjadi UASBN efektif dan bisa mewujudkan tujuan pendidikan. 

Baca juga:  
Mata yang akan diujikan pada UN dan uasbn
Namun beberapa pihak berpandangan bahwa pembatalan ujian nasional dan diganti menjadi ujian sekolah berstandar nasional dinilai sebagai suatu terobosan baru, alasannya yaitu UN yang selama ini diterapkan pemerintah justru memunculkan banyak polemik dalam penerapannya. Jika dilihat secara secama maka UN memang mempunyai beberapa perbedaan dengan UASBN, berikut  

5 perbedaan UN (ujian nasional) dengan UASBN (ujian sekolah berstandar nasional)

1. Ruang lingkup
Perbedaan pertama UN dan UASBN adalah ruang lingkup pelaksanaannya, jikalau UN dilaksanakan secara nasional (sentralisasi) maka UASBN berlaku sesuai dengan ketetapan tempat masing-masing (desentralisasi) namun tetap berpatokan pada standar ujian nasional.

2. Jumlah Mata Pelajaran
Dalam UN hanya terdapat beberapa mata pelajaran tertentu yang dimasukkan dalam daftar mata pelajaran ujian nasional maka pada UASBN semua mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran untuk ujian UASBN (mata pelajaran lokal belum dipastikan masuk dalam UASBN)

3. Jenis soal
Jika pada UN (ujian nasional)  jenis soal yang dipakai yaitu pilihan ganda maka pada UASBN (ujian sekolah berstandar nasional) selain terdapat pilihan ganda juga terdapat esai namun komposisi soalnya belum niscaya berapa.

4. Tingkat kesukaran
Diperkirakan tingkat kesukaran soal antara suatu tempat dengan tempat lain berbeda namun tetap dihentikan berada di bawah standar nasional. hal ini terjadi alasannya yaitu tingkat kemampuan penerima didik di suatu tempat dengan tempat lain berbeda misalnya saja anatara jakarta dan merauke.

5. Pengelolaan
Jika selama ini soal UN dikelola oleh pemerintah pusat maka pada USBN pemerintah tempat diberi mandat untuk mengelola ujian namun tetap dalam koordinasi pemerintah pusat.

Catatan tambahan
1. Mendikbud: Ujian Nasional (UN) tetap dilaksanakan, ujian sekolah ditingkatkan mutunya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)
2. USBN diberlakukan untuk beberapa mata pelajaran
3. Mendikbud: Pembuatan soal USBN akan dilimpahkan ke asosiasi guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dgn 25% standar soal dari pusat
4. Mendikbud: USBN secara sedikit demi sedikit akan ditingkatkan sampai mencangkup seluruh mata pelajaran
5. Mendikbud: Marilah kita mengelola pendidikan ini dengan JUJUR.

Demikianlah 5 Perbedaan UN dan UASBN walaupun pergantian UN menjadi UASBN gres sekedar wacana namun bisa dipastikan jikalau hal tersebut terjadi maka kemungkinan 5 poin perbedaan di atas benar akan terealisasi. supaya bermanfaat

Sumber http://www.rijal09.com