Friday, March 17, 2017

√ Google: Kami Telah Memperbaiki Sebagian Besar Dugaan Eksploitasi Android Oleh Cia

Dugaan Eksploitasi Android oleh CIA – Mungkin kau sudah mendengar informasi mengenai Wikileaks yang membocorkan dokumen tubuh biro belakang layar Amerika yang berisi rincian cara melaksanakan peretasan ponsel pintar, smart TV bahkan mobil.


Sebelumnya Apple, Samsung dan Microsoft telah memperlihatkan komentarnya terkait kejadian ini. Apple menyampaikan bahwa versi iOS terbaru telah terlindungi dari sebagian eksploitasi CIA, delapan persen dari penggunanya telah melaksanakan upgrade ke versi iOS yang paling baru.


Sementara Samsung memberi pernyataan menyerupai dilansir dari BBC “Melindungi ruang pribadi konsumen dan keamanan alat kami yakni prioritas utama Samsung, Kami menyadari laporan yang dibicarakan dan segera mengkajinya.”


Sedangkan Microsoft hanya menyampaikan “kami menyadari laporan tersebut dan sedang mengkajinya.


Sebelumnya Google sempat menolak menanggapi terkait kebocoran dokumen CIA ini. Namun pada hari kamis kemudian Google jadinya memperlihatkan pernyataannya. “CIA tidak akan bisa melaksanakan h4ck ke perangkat Android terbaru,” kata Google dilansir dari CNN.


Raksasa teknologi menyampaikan bahwa dugaan eksploitasi dan malware yang dirinci Wikileaks yaitu “Vault 7” sudah kadaluarsa. “Seperti dokumen yang telah kita tinjau, kami yakin bahwa update keamanan dan dukungan dikedua Chrome dan Android sudah melindungi pengguna dari banyak dugaan kerentanan,” kata Heather Adkins, Direktur keamanan informasi dan privasi Google dalam sebuah email kepada CNN. “Analisis kami sedang berlangsung dan kami akan mengimplementasikan dukungan lebih lanjut.” Adkins menambahkan.


Dalam dokumen tersebut, eksploitasi Android yang di list dinamai dengan nama monster Pokemon. Eksploit yang diterangkan tersebut bisa memperlihatkan h4ck3r jalan masuk remote ke perangkat, bahkan memungkinkan untuk memata-matai pesan yang terenkripsi.


Program eksploit tersebut bekerja pada versi Android yang berbeda beda. Eksploit yang dinamai dengan Dugtrio dapat mempengaruhi perangkat Android versi 4.0 hingga 4.1.2, Totodile sanggup mempengaruhi perangkat Android Kitkat dan EggsMayhem sanggup mencuri jalan masuk remote ke perangkat yang memakai Chrome versi 32 hingga 39.


Versi Android paling gres ketika ini yakni 7.0 Nougat, sedangkan Chrome ketika ini yakni versi 57. Data yang dibocorkan oleh Wikileaks ini diduga dokumen tahun 2013-2016.


Seperti yang kita ketahui bahwa tidak setiap Android mendapat update terbaru. Karena yang tetapkan memperlihatkan update ialah produsen ponsel atau operator. Beberapa versi Android dibawah Nougat tentu masih rentan terhadap eksploitasi ini.


“Untuk beberapa sistem, menyerupai Android dengan banyak produsen, tidak ada pembaruan otomatis ke sistem. Itu berarti bahwa hanya orang-orang yang menyadari hal tersebut yang sanggup memperbaikinya,” kata pendiri WikiLeaks Julian Assange.


Mungkin ini menjadi problem bagi mereka yang peduli dangan privasi. Sebalnya produsen ponsel masih pilih kasih memperlihatkan update pada ponsel selain flagship. Menurut kau sendiri bagaimana?



Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon