Homeostasis
Homeostasis ialah keadaan dalam tubuh suatu makhluk hidup yang mempertahankan konsentrasi zat dalam tubuh, khususnya darah biar tetap konstan.
Proses adaptasi yang dimiliki oleh insan untuk mempertahankan hidupnya
Sebagai manusia, keadaan tubuh kita akan selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Lingkungan ini dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan di luar dan lingkungan di dalam tubuh kita.
Keadaan di luar tubuh contohnya cuaca yang panas, sedangkan keadaan di dalam tubuh contohnya penurunan kadar glukosa dalam darah kalau kita melewatkan sarapan. Lingkungan di dalam dan di luar tubuh tersebut sanggup mempengaruhi sikap kita demi mendapat kondisi tubuh yang nyaman. Ini ialah proses pembiasaan yang dimiliki oleh insan untuk mempertahankan hidupnya. Tubuh insan mempunyai sistem yang mengatur kondisi keseimbangan di dalam tubuhnya dan pencapaian kondisi seimbang tubuhnya ini disebut dengan homeostasis.
Apa yang mempengaruhi sistem homeostasis?
Proses homeostasis ini dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kondisi psikologis serta sosial. Kebanyakan gangguan homeostasis bersifat ringan dan hanya sementara alasannya sel-sel dalam tubuh akan segera membaca perubahan yang terjadi dan segera mengikuti keadaan dengan kondisi tersebut. Namun bisa juga homeostasis terganggu dalam waktu yang cukup lama, contohnya ketika tubuh terkena abses yang menimbulkan tubuh menjadi lemah dan sakit.
2 Jenis Keadaan Konstan atau Mantap dalam Homeostasis
Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:
- Sistem tertutup – Keseimbangan statis
Di mana keadaan dalam yang tidak berubah menyerupai botol tertutup.
- Sistem terbuka – Keseimbangan dinamik
Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya menyerupai sebuah bak di dasar air terjun.
Organisme mempunyai 2 lingkungan, yaitu:
- Lingkungan luar yaitu lingkungan yang mengelilingi organisme secara keseluruhan. Organisme akan hidup berkelompok dengan organisme-organisme (biotik) dan objek-objek yang mati (abiotik).
- Lingkungan dalam yaitu lingkungan dinamis dalam tubuh insan yang terdiri dari fluida yang mengelilingi komunitas sel-sel yang membentuk badan.

Homeostasis energi dan kehidupan. Sumber foto: Wikimedia Commons
Contoh Homeostasis dalam Tubuh Manusia
Berikut ialah beberapa referensi homeostasis dalam tubuh manusia. Pelajari cara tubuh kita mempertahankan keadaan homeostasis untuk memastikan kelangsungan hidup kita.
Keseimbangan asam-basa
Tubuh mengontrol jumlah asam dan basa dalam darah. Ketika jumlah senyawa asam dalam darah meningkat, keasaman tubuh juga meningkat. Hal ini terjadi ketika seseorang mengkonsumsi atau menghasilkan senyawa yang lebih asam atau ketika tubuh gagal untuk menghilangkan senyawa asam. Ketika jumlah senyawa alkali dalam darah meningkat, alkalinitas tubuh meningkat. Keseimbangan asam-basa mengacu pada keseimbangan antara alkalinitas dan keasaman dalam darah, yang diukur pada skala pH. Ginjal dan paru-paru, bersama dengan sistem penyangga, membantu mengendalikan keseimbangan asam-basa.
Ginjal mengekskresikan asam dan basa berlebih. Kerusakan ginjal sanggup mengurangi kemampuan ginjal untuk mengeluarkan zat ini, yang mengarah ke gangguan dalam keseimbangan asam-basa. Paru-paru mengontrol kadar pH dengan mengeluarkan karbon dioksida. Ketika seseorang mengembuskan napas, diafragma mendorong karbon dioksida keluar dari tubuh. PH darah mengalami perubahan ketika kedalaman dan kecepatan pernapasan berubah, sehingga memungkinkan untuk menyesuaikan pH darah dalam waktu kurang dari satu menit. Sistem buffer mencegah perubahan mendadak dalam keasaman dan alkalinitas. Sistem ini terdiri dari asam lemah dan basa lemah yang terjadi secara alami dalam tubuh manusia.
Suhu tubuh
Satu lagi referensi yang paling umum dari homeostasis pada insan ialah pengaturan suhu tubuh. Suhu tubuh normal ialah 37 derajat C atau 98,6 derajat F. Jika suhu berada di atas atau di bawah tingkat normal sanggup menimbulkan komplikasi serius. Kegagalan otot terjadi pada suhu 28 derajat C atau 82,4 derajat F. Pada 33 derajat C atau 91,4 derajat F, insan kehilangan kesadaran. Pada suhu 42 derajat C atau 107,6 derajat F, sistem saraf pusat mulai rusak. Kematian terjadi pada suhu 44 derajat C atau 111,2 derajat Fahrenheit. Tubuh mengontrol suhu dengan memproduksi panas atau melepaskan kelebihan panas.
Konsentrasi glukosa
Konsentrasi glukosa mengacu pada jumlah glukosa (gula darah) yang hadir dalam fatwa darah. Tubuh memakai glukosa sebagai sumber energi, tapi terlalu banyak atau terlalu sedikit glukosa dalam fatwa darah sanggup menimbulkan komplikasi serius. Tubuh memakai hormon untuk mengatur konsentrasi glukosa. Insulin mengurangi konsentrasi glukosa, sedangkan kortisol, glukagon dan katekolamin untuk meningkatkan konsentrasi glukosa.
Tingkat kalsium
Tulang dan gigi mengandung sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh, sementara yang 1 persen beredar dalam darah. Terlalu banyak kalsium dalam darah dan terlalu sedikit kalsium dalam darah keduanya mempunyai imbas negatif. Jika kadar kalsium darah menurun secara signifikan, kelenjar paratiroid mengaktifkan reseptor kalsium dan melepaskan hormon paratiroid. Hormon paratiroid meberikan sinyal pada tulang untuk melepaskan kalsium untuk meningkatkan jumlah kalsium dalam fatwa darah. Jika kadar kalsium meningkat terlalu banyak, kelenjar tiroid melepaskan kalsitonin dan menyimpan lebih banyak kalsium dalam tulang. Hal ini mengurangi jumlah kalsium dalam darah.
Volume cairan
Tubuh mempunyai mempertahankan untuk lingkungan internal yang konstan, yang berarti harus mengatur kerugian dan laba dari cairan. Hormon membantu mengatur keseimbangan ini dengan menimbulkan ekskresi atau retensi cairan. Jika tubuh tidak mempunyai cukup cairan, hormon antidiuretik memperlihatkan sinyal pada ginjal untuk mempertahankan cairan dan menurunkan produksi urine. Jika tubuh mempunyai terlalu banyak cairan, akan menekan aldosteron dan memperlihatkan sinyal untuk ekskresi urin berlebih.
Bagaimana cara tubuh kita menjaga kondisi Homeostasis?
Tubuh kita mempunyai sistem pengaturan yang selalu membawa kondisi di dalam tubuh ini menuju ke arah seimbang.
- Sistem pengaturan ini terutama dikerjakan oleh sistem saraf dan sistem hormon.
- Sistem saraf memberikan pesan yang terjadi dalam tubuh serta meresponnya dengan cara menghantarkan sinyal-sinyal listrik antarserabut saraf, sedangkan sistem hormon dengan cara mengeluarkan molekul pembawa pesan dari kelenjar-kelenjar hormon yang ikut fatwa darah ke seluruh tubuh. Sistem saraf bekerja lebih cepat, sedangkan sistem hormon bekerja lebih lambat.
- Sistem hormon dan saraf, keduanya sanggup bekerja sendiri-sendiri atau bersamaan dan ini telah diatur oleh sistem di dalam tubuh insan untuk mencapai tujuan tamat yang sama, yaitu kondisi homeostasis.
- Tubuh kita melaksanakan sistem pengaturan dengan sistem umpan balik. Sistem umpan balik ialah suatu siklus yang memantau tubuh kita, mengevaluasi, mengubah, memantau kembali, mengevaluasi kembali, dan demikian seterusnya hingga tercapai kondisi homeostasis.
3 Komponen Sistem Umpan Balik
Sistem umpan balik terdiri dari 3 komponen, yaitu reseptor, pusat kontrol, dan efektor.
Reseptor
Adalah struktur tubuh yang memonitor terjadinya perubahan dalam tubuh kemudian mengirimkan inputnya ke pusat kontrol. Biasanya ini dilakukan melalui sinyal listrik atau kimia dalam tubuh. Contoh: cuaca yang masbodoh terpapar pada kulit kita. Saraf pada kulit kita akan mengirimkan sinyal ke otak sebagai pusat kontrol.
Pusat kontrol
Menerima masukan dari reseptor, mengevaluasinya, dan memperlihatkan komando berupa keluaran tertentu kalau diperlukan. Biasanya sistem kontrol ini dilakukan oleh otak. Contoh: sinyal dari sistem saraf dibaca oleh otak bahwa terjadi penurunan suhu di luar tubuh yang kalau didiamkan saja akan menimbulkan suhu normal tubuh turun dan menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh sehingga otak memperlihatkan komando dengan mengirimkan perintah keluaran ke efektor.
Efektor
Penerima keluaran dari pusat kontrol yang kemudian mewujudkannya dalam bentuk suatu respons tubuh. Dalam hal ini hampir semua organ tubuh sanggup berperan sebagai efektor. Contoh: komando dari otak diterima oleh efektor, contohnya sistem gerak. Otak memperlihatkan komando kepada sistem gerak untuk bergerak menghangatkan tubuh, yaitu dengan cara menggigil sehingga menghasilkan panas tubuh.
2 Macam Respons Umpan Balik
Ada dua macam respons umpan balik yang sanggup muncul, yaitu respons umpan balik negatif dan respons umpan balik positif. Kedua respons ini juga mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencapai keadaan homeostasis.
Respons umpan balik negatif
Merupakan respons yang memperlihatkan suatu kondisi yang berkebalikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Misalnya ialah darah yang mengalir dalam pembuluh darah kita memperlihatkan tekanan pada dinding pembuluh darah. Jika denyut jantung lebih cepat, tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat. Peningkatan tekanan dinding pembuluh darah ini akan terbaca oleh reseptor pada dinding pembuluh darah tertentu yang disebut dengan baroreseptor. Baroreseptor mengirimkan pesannya ke otak, kemudian otak melaksanakan penilaian dan mengirimkan komando ke jantung untuk menurunkan denyutnya. Hasilnya, tekanan darah pun akan turun. Pada proses ini, respons yang diberikan ialah yang berlawanan dengan insiden semula, yaitu adanya peningkatan denyut jantung yang direspons dengan penurunan denyut jantung.
Respons umpan balik positif
Merupakan respons yang memperlihatkan suatu kondisi yang menguatkan kondisi sebelumnya. Misalnya pada proses persalinan, ketika bayi akan lahir, lisan rahim terdesak oleh bayi dan melebar. Pada lisan rahim ini banyak terdapat reseptor yang mengirimkan pesan ke kontrol pusat yaitu otak. Otak akan mengevaluasi, kemudian memperlihatkan komando kepada kelenjar hormon untuk mengeluarkan hormonnya ke dalam darah biar hingga ke rahim. Hormon yang dikeluarkan ini memberi imbas pada rahim untuk semakin berpengaruh mendorong bayi keluar. Proses ini gres berhenti kalau bayi sudah dilahirkan, alasannya tidak ada lagi yang memicu melebarnya lisan rahim. Pada proses ini respons yang diberikan ialah yang menguatkan kondisi sebelumnya, yaitu rahim yang mendorong bayi keluar dan melebarkan lisan rahim akan direspons untuk mendorong bayi semakin kuat.
Apabila prosedur ini mengalami gangguan atau perubahan yang terjadi terlalu berat untuk diatasi, akan timbul ketidakseimbangan homeostasis yang menimbulkan tubuh kita mengalami suatu penyakit. Jika hal ini terjadi, tubuh kita memerlukan proteksi dari luar untuk mengembalikan ke kondisi homeostasis, contohnya dengan obat. Inilah salah satu proses pertahanan tubuh yang dimiliki oleh tubuh kita untuk menjaga kondisi tubuh tetap dalam kondisi homeostasis.
Kondisi yang harus dijaga konstan dalam tubuh:
- Suhu tubuh: 37oC – 38,5oC
- Air
- Gula: 4,4 – 5,5 mmol/dm3
- Darah
- Konsentrasi dioksida – Karbon
- Konsentrasi – Oxygen
- pH: – 7,3 – 7,4, berbeda dengan salur alimentari jumlah, pH ialah berbeda-beda pada kawasan tertentu.
- Garam
- Mineral
Contoh Soal dan Jawaban Homeostasis
1. Apa referensi homeostasis pada makhluk hidup?
Kontrol suhu tubuh pada insan ialah salah satu referensi homeostasis yang paling dikenal. Suhu tubuh normal berada di sekitar 37 ° C (98,6 ° F), tetapi sejumlah faktor sanggup mempengaruhi nilai ini, termasuk paparan unsur-unsur, hormon, tingkat metabolisme, dan penyakit, yang menimbulkan suhu tubuh terlalu tinggi atau rendah.
Hipotalamus di otak mengatur suhu tubuh, dan umpan balik perihal suhu tubuh dari tubuh dilakukan melalui fatwa darah ke otak, yang menghasilkan penyesuaian dalam tingkat pernapasan, kadar gula darah, dan tingkat metabolisme.
Sebaliknya, berkurangnya aktivitas, keringat, dan proses pertukaran panas yang memungkinkan lebih banyak darah bersirkulasi di bersahabat permukaan kulit berkontribusi terhadap hilangnya panas. Kehilangan panas dikurangi dengan isolasi, sirkulasi berkurang ke kulit, pakaian, kawasan tinggal, dan sumber panas eksternal.
2. Apa referensi homeostasis dalam sistem mekanis?
Contoh regulasi homeostatik yang lazim dalam sistem mekanis ialah agresi termostat, mesin yang mengatur suhu ruangan. Di tengah termostat ialah strip bimetal yang merespons perubahan suhu.
Strip mengembang di bawah kondisi yang lebih hangat dan kontrak di bawah kondisi masbodoh untuk mengganggu atau menuntaskan sirkuit listrik. Saat ruangan mendingin, sirkuitnya selesai, tungku menyala, dan suhu naik. Pada tingkat preset, mungkin 20 ° C (68 ° F), sirkuit putus, tungku berhenti, dan tidak ada panas tambahan yang dilepaskan ke dalam ruangan. Seiring waktu, suhu perlahan turun hingga ruangan cukup masbodoh untuk memicu proses lagi.
3. Apakah ada referensi homeostasis dalam ekosistem?
Konsep homeostasis juga telah dipakai dalam studi ekosistem. Ekologi Amerika kelahiran Kanada, Robert MacArthur pertama kali mengusulkan pada tahun 1955 bahwa homeostasis dalam ekosistem dihasilkan dari keanekaragaman hayati (keragaman kehidupan di kawasan tertentu) dan interaksi ekologis (predasi, kompetisi, dekomposisi, dll.) Yang terjadi antara spesies yang hidup di sana.
Istilah homeostasis telah dipakai oleh banyak andal ekologi untuk menggambarkan interaksi bolak-balik yang terjadi antara aneka macam penggalan ekosistem untuk mempertahankan status quo. Diperkirakan bahwa homeostasis semacam ini sanggup membantu menjelaskan mengapa hutan, padang rumput, atau ekosistem lainnya bertahan (yaitu, tetap berada di lokasi yang sama untuk jangka waktu yang lama). Sejak 1955 konsep telah berubah untuk memasukkan bagian-bagian tak hidup ekosistem, menyerupai batu, tanah, dan air.
4. Apakah itu homeostasis?
Homeostasis ialah setiap proses yang mengatur sendiri dimana organisme cenderung menjaga stabilitas sambil menyesuaikan dengan kondisi yang terbaik untuk kelangsungan hidupnya.
Jika homeostasis berhasil, kehidupan berlanjut; kalau tidak berhasil, itu menimbulkan tragedi atau ajal organisme. “Kestabilan” yang dicapai organisme jarang di sekitar titik yang sempurna (seperti suhu tubuh insan yang diidealkan 37 ° C [98,6 ° F]).
Stabilitas terjadi sebagai penggalan dari keseimbangan dinamis, yang sanggup dianggap sebagai awan nilai dalam kisaran ketat di mana perubahan terus menerus terjadi. Hasilnya ialah kondisi yang relatif seragam berlaku.
5. Berikan beberapa referensi homeostasis dari kehidupan sehari-hari!
- Ketika kita memasuki ruangan yang gelap dari cahaya terang, kami tidak sanggup melihatapa-apa untuk beberapa saat. Dalam beberapa detik kami sanggup menyesuaikan pandangankita dengan cahaya redup dan bergerak dengan mudah.
- Setelah olahraga berat, suhu tubuh naik dan ada berkeringat banyak. Penguapan dari hasilkeringat dalam pendinginan yang membawa menurunkan suhu tubuh normal.
- Di ekspresi dominan masbodoh kulit tertular untuk menghemat panas tubuh.
- Mekanisme homeostatik bekerja melalui prosedur umpan balik negatif dimanakecepatan pembentukan atau pemanfaatan setiap produk diatur oleh jumlah produk yangtersedia yang pada periode waktu tertentu.
- Mekanisme homeostatik beroperasi pada semua tingkat hirarki dalam sistem kehidupan,yaitu sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme. Ini terjadi pada hampir semuabentuk kehidupan dan memperlihatkan bantuan untuk keseimbangan di alam.
- Sebuah sistem tertutup ialah satu di mana, tidak ada pertukaran materi dan energidengan lingkungan. Misalnya, Kristal gula, watu dll.
6. Jelaskan perihal homeostasis glukosa darah!
7. Jelaskan perihal suhu Homeostasis!
Bacaan Lainnya
- Hormon Testosteron – Penjelasan, Kadar, Pengobatan dan Contoh
- Muntah Darah Gejala Penyakit Apa? (Hematemesis)
- Jumlah Sel Darah Merah Pada Tubuh Manusia – Bayi, Pria, Wanita dan Anak-Anak
- Daftar Nama Obat Esensial diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
- Kanker Leukemia – Sel Kanker Darah
- Pengobatan Alternatif dan Contoh Pengobatannya
- Rumus Kimia Asam Urat dan Penyakit Asam Urat
- Kanker Payudara: Diteksi Dini, Cegah Dan Pemeriksaan Ditanggung Pemerintah
- Kanker Prostat Penyebab, Gejala, Perawatan, Pencegahan, Pengobatan, Diteksi Dini
- Kanker Paru Penyebab, Gejala, Perawatan, Pencegahan, Pengobatan, Deteksi Dini
- Leukemia Adalah Sel Kanker Darah – Apakah Saya Berisiko? Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kanker Ini?
- Apakah Produk Pembalut Wanita Aman?
- Penyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Akibat Pembalut Wanita
- Leukemia Adalah Sel Kanker Darah: Apakah Saya Berisiko? Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kanker Ini?
- Cara Mengenal Karakter Orang Dari 5 Pertanyaan Berikut Ini
- Kepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?

Apakah Anda mempunyai sesuatu untuk dijual, disewakan, layanan apa saja yang ditawarkan atau lowongan pekerjaan? Pasang iklan & promosikan jualan atau jasa Anda kini juga! 100% GRATIS di: www.TokoPinter.com

3 Langkah super mudah: tulis iklan Anda, beri foto & terbitkan! semuanya di Toko Pinter
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar kalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan isu yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon