Sunday, May 14, 2017

√ Rangkuman Bahan Ekonomi Sma: Ajakan Dan Penawaran

A.   Pengertian Permintaan

Permintaan yaitu sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada banyak sekali tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.

Permintaan sanggup dibagi menjadi 2 (dua) macam:
1.   Permintaan diktatorial (absolut demand).
Permintaan diktatorial yaitu seluruh undangan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.

2.   Permintaan efektif (effective demand)
Permintaan efektif yaitu undangan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.

B.   Hukum Permintaan (The Law Of Demand)

Hukum undangan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum undangan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah undangan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah undangan akan turun/berkurang”. 
Hukum undangan berbanding terbalik dengan harga. 

Contoh: 
Jika harga kendaraan turun dari mahal ke murah, jumlah yang membeli semakin banyak dan sebaliknya jikalau harga kendaraan naik dari murah ke mahal, maka jumlah yang membeli semakin sedikit. Jelaskah Anda!

C.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Manusia yaitu makhluk sosial yang dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan yang sanggup mempengaruhi kebutuhan hidupnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi undangan adalah:
1.   Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta.
2.   Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. 
3.   Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah undangan berbeda.
4.   Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah undangan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah undangan akan turun.
5.   Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah undangan akan meningkat.
6    Selera (Taste)
Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai efek terhadap jumlah permintaan. 
7.   Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan kuat terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jikalau ada barang pengganti maka jumlah undangan akan dipengaruhinya.

Contoh:

1.  Pada ketika harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak bisa akan beralih membeli jagung sebagai pengganti beras.
2.   Pada ketika harga buku tulis dengan kertas putih meningkat sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak bisa akan beralih membeli buku dengan kertas koran. 

D.   Kurva Permintaan

Kurva ini menggambarkan relasi fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena:
  • Orang yang mula-mula tak bisa membeli, dengan harga turun maka menjadi bisa membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil. 
  • Orang yang tadinya membeli barang lain lantaran tingkat kemampuannya, kini menjadi membeli lantaran mampu.
 Berdasarkan keterangan tersebut di atas sanggup dibentuk kurva yang memperlihatkan jumlah barang yang akan dibeli pada banyak sekali tingkat harga sebagai berikut:

Harga
Jumlah yang dibeli

Rp. 200,00
100 unit
Rp. 300,00
90 unit
Rp. 400,00
80 unit
Rp. 500,00
70 unit
Rp. 600,00
60 unit
Rp. 700,00
50 unit
Rp. 800,00
40 unit

Dari teladan di atas, kerjakan latihan berikut dalam bentuk kurva permintaan! 
Harga
Jumlah yang dibeli
Rp. 300,00
900 unit
Rp. 400,00
800 unit
Rp. 500,00
700 unit
Rp. 600,00
600 unit
Rp. 700,00
500 unit

 

E.   Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva undangan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva undangan juga akan mengalami perubahan/pergeseran.
Kurva undangan sanggup berubah karena:
1.   Perubahan Harga
Perubahan harga menimbulkan perubahan permintaan, yaitu:
a.   Jika harga naik, maka jumlah undangan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri.
b.   Jika harga turun, maka jumlah undangan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.
Contoh 1:
Pergeseran kurva undangan akhir dari perubahan harga.
Pada ketika harga Rp.30,00 jumlah undangan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah undangan turun menjadi 30 unit. Pada ketika harga turun menjadi Rp.20,00, maka undangan meningkat menjadi 70 unit. 

2.   Perubahan Pendapatan Masyarakat
Pendapatan masyarakat akan menimbulkan perubahan permintaan.
a.   Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah undangan akan bertambah dan kurva undangan akan bergeser ke kanan.
b.   Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah undangan akan berkurang, dan kurva undangan akan bergeser ke kiri. 
Contoh 2:
Pergeseran kurva undangan akhir dari perubahan pendapatan masyarakat.
Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah undangan naik menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah undangan menjadi 30 unit. 
Dari data-data yang memperlihatkan perubahan berikut, cobalah buatkan kurvanya. Pada ketika harga Rp.550,00 jumlah unit yang diminta sebesar 950 unit. Harga naik menjadi Rp.700,00 jumlah unit yang diminta turun menjadi 750 unit. Pada ketika harga turun dari Rp.550,00 menjadi Rp.350,00 jumlah yang diminta naik menjadi 1.300 unit. 


F.   Hukum Penawaran (The Law Of Supply)
Penawaran yaitu sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada banyak sekali tingkat harga pada waktu dan kawasan tertentu.Jumlahnya penawaran sebagai akhir adanya undangan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan undangan tidak sanggup dipisahkan. 
Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus. Dengan demikian terjadi perbedaan antara aturan penawaran dengan aturan permintaan. 

G.   Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan

Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
1.   Biaya produksi (input)
Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada kesudahannya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
2.   Teknologi
Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Makin canggih teknologi, produktifitas semakin besar, harga menjadi murah, jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya.
3.   Harapan keuntungan
Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya keuntungan akan memilih harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jikalau harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada kesudahannya akan meningkatkan keuntungan.
4.   Kebutuhan akan uang tunai
Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan kuat kepada harga jual yang kesudahannya kuat pada jumlah penawaran barang/jasa.
5.   Harapan harga masa yang akan datang
Bagi produsen yang bisa menahan barang untuk dijual pada ketika harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran.

H.   Kurva Penawaran

Kurva penawaran yaitu garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang memperlihatkan bahwa jikalau harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti teladan berikut dengan secama.
Tabel Penawaran
Harga
Jumlah yang ditawarkan
Rp. 100,00
200 unit
Rp. 200,00
300 unit
Rp. 300,00
400 unit
Rp. 400,00
500 unit
Rp. 500,00
600 unit

Setelah Anda mengerti perbedaan antara kurva undangan dan kurva penawaran, cobalah selesaikan data berikut menjadi kurva penawaran dan kurva permintaan.
Data Permintaan dan Penawaran
Harga
Jumlah permintaan
Jumlah penawaran
Rp. 200,00
900 unit
300 unit
Rp. 300,00
800 unit
400 unit
Rp. 400,00
700 unit
500 unit
Rp. 500,00
600 unit
600 unit
Rp. 600,00
500 unit
700 unit
Rp. 700,00
400 unit
800 unit


H. Pergeseran Kurva Penawaran

Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang mempengaruhinya.
Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah, sehingga kurva bergeser ke kanan.
Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan berkurang, kurva bergeser ke kiri.
Contoh:
Pergeseran kurva penawaran akhir perubahan harga barang.
- Pada ketika harga Rp.30,00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.
- Pada ketika harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah barang yang ditawarkan meningkat menjadi 60 unit,   kurva bergeser ke kanan.
- Pada ketika harga turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit, kurva   penawaran bergeser ke kiri.
No.
Harga
Jumlah penawaran
1
Rp. 25,00
500 unit
2
Rp. 35,00
650 unit
3
Rp. 20,00
400 unit
Cobalah buat kurva penawaran dengan data-data di atas!

KESEIMBANGAN HARGA

Setelah mempelajari acara ini, siswa dapat:
1. menjelaskan arti harga keseimbangan;
2. menjelaskan proses terbentuknya harga pasar;
3. menciptakan harga keseimbangan dalam bentuk grafik/kurva;
4. menyebutkan golongan pembeli;
5. menyebutkan golongan penjual;
6. menyebutkan premi konsumen dan premi produsen; dan
7. menciptakan pergeseran kurva harga keseimbangan.
Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapat barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara undangan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.  

1. Pengertian Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) yaitu tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas akad antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva undangan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
 2. Proses terbentuknya Harga Pasar
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi undangan dan penawaran. Masing-masing faktor sanggup mengakibatkan bergesernya jumlah undangan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya undangan dan penawaran akan menimbulkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya.
P pada Rp. 400,00 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 5.000 unit. 
Penjual memperlihatkan dengan harga Rp.600,00 dengan jumlah barang yang terjual/ ditawarkan 7.000 unit. Sedangkan pembeli menawar dengan harga Rp.200,00 dan jumlah barang yang diminta 7.000 unit. Karena tidak terjadi kesepakatan, maka penjual berusaha menurunkan harga dan pembeli berusaha menaikkan penawaran, demikian seterusnya hingga kesudahannya bertemu pada harga Rp.400,00 dengan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, sebesar 5.000 unit. 
Sekarang coba buatlah kurva harga keseimbangan dengan data sebagai berikut:
Tabel Permintaan dan Penawaran

3. Penggolongan Pembeli dan Penjual

Pembeli dan penjual sanggup digolongkan menurut perbandingan antara harga pasar dan harga pokok bagi penjual/produsen dan kemampuan membeli bagi konsumen/ pembeli.

Pembeli dan penjual sanggup digolongkan:
a.   Pembeli super marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di atas harga pasar.
b.   Pembeli marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan sama dengan harga pasar.
c.   Pembeli sub marginal, yaitu kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar.
d.   Penjual super marginal, yaitu kelompok penjual yang mempunyai perhitungan harga pokok di bawah harga pasar.
e.   Penjual marginal, yaitu kelompok penjual yang mempunyai perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar.
f.    Penjual sub marginal, yaitu kelompok penjual yang mempunyai perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
Dari penggolongan di atas sanggup disimpulkan: 
a.   Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan. Pembeli yang mempunyai kemampuan membeli lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapat premi konsumen. Penjual yang mempunyai perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapat premi produsen.
b.   Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian. Pembeli sub marginal yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar. Penjual sub marginal yang mempunyai perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
c.   Terdapat pembeli dan penjual yang impas (Break Even Point). Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian lantaran harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar.

4. Pergeseran Titik Keseimbangan

Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akhir dari naik turunnya akhir perubahan penawaran/permintaan.
1.   Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah undangan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik.
Misalnya pada harga Rp.20,00 jumlah undangan 30 unit. Jika jumlah undangan meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00. Perhatikan di grafik: E akan bermetamorfosis E1.

2.   Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun.
Misalnya harga Rp.25,00 jumlah undangan 45 unit. Apabila jumlah undangan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.


3.   Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah undangan tetap, maka harga akan turun.
Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00.
4.   Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah undangan tetap, maka harga akan naik.
Misalnya pada harga Rp.25,00 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.35,00.

Agar Anda lebih terampil dalam menggambar, buatlah pergeseran titik keseimbangan akhir pertambahan dan pengurangan jumlah undangan dalam satu gambar.
Kasus:
Harga Rp.35,00 jumlah undangan 40 unit.
Jumlah undangan meningkat menjadi 50 unit, harga naik menjadi Rp.45,00.
Jumlah undangan berkurang menjadi 30 unit, harga turun menjadi 25,00.P
Gambarkan pula pergeseran titik keseimbangan akhir pertambahan/pengurangan jumlah penawaran dalam satu gambar.
Kasus:
Harga Rp.30,00 jumlah penawaran 40 unit. Jumlah penawaran meningkat menjadi 50 unit, harga turun menjadi Rp.20,00. Jumlah penawaran berkurang menjadi 30 unit, harga naik menjadi 40,00. 











Sumber http://www.ekonomi-holic.com


EmoticonEmoticon