Sunday, July 9, 2017

√ Guru Ibarat Apakah Anda?

 Pertanyaan tersebut menempel di benak para guru se √ Guru Seperti Apakah Anda?Guru Seperti Apakah Anda? Pantaskah saya disebut guru? Pertanyaan tersebut menempel di benak para guru se-Malang Raya usai mengikuti seminar bertajuk sama. Seminar yang digelar di aula Cor Jesu Malang itu sengaja mengangkat tema menohok di hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2015)  guna memotivasi para guru dalam mengajar.


Guru dibayar murah untuk memperbaiki aksara dan budpekerti belum dewasa sedangkan artis dibayar mahal untuk merusak aksara dan budpekerti anak-anak. Pernyataan tersebut terlontar dari Dr Hari Wahyono MPd, pemateri seminar. Miris. Namun ia memberi penghiburan dengan mengatakan, orang ahli bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tapi guru bermutu bisa melahirkan ribuan karya hebat.


Pertanyaannya, bagaimana menjadi guru bermutu? Menurut William Arthur Ward ada empat tingkatan guru. Guru biasa hanya mengatakan, guru baik menjelaskan, guru unggul, guru yang mendemonstrasikan. Sedangkan guru bermutu yaitu guru yang bisa menginspirasi muridnya. Guru yang menginspirasi yaitu guru yang tindak tanduk serta ilmu yang diberikan sanggup menjadi wangsit bagi siswa untuk mau belajar. Guru yang menginspirasi harus berani beda, demi kebaikan. Berani beda dari hal-hal kecil, mulai dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sampai cara mengajar.


Apabila RPP saja sama atau nyontek milik teman, bagaimana bisa guru tersebut menginspirasi murid? gugat Hari. Cara mengajarnya pun harus menyenangkan. Mengajar menyenangkan tentu berbeda dengan mengajar bersantai-santai atau membiarkan murid ramai sendiri.


Mengajar menyenangkan yaitu mengajar dengan melibatkan siswa untuk sepenuhnya terlibat dalam acara pembelajaran. Cara mengajar yang menyenangkan ada tiga.


Pertama, kuasai materi! Menguasai berarti mengerti secara konseptual bahan yang diajarkan dan bisa menjawab pertanyaan siswa terkait materi.


Kedua, mempertinggi jam terbang atau pengalaman mengajar. “Semakin berpengalaman guru tersebut dalam mengajar, semakin ia sanggup menyiasati cara mengajarnya,” tegas Hari.


Terakhir, menyederhanakan materi. Guru yang cerdas yaitu guru yang bisa menyederhanakan bahan sehingga bahan yang rumit sanggup dicerna dengan gampang oleh murid.


Nah, sebagai guru, sudahkah Anda tampil beda dan menginspirasi murid? Jika ya, tentu perlu dilanjutkan. Jika belum, pantaskah Anda menjadi guru?


Oleh : Ardi Wina Saputra

Guru SMPK Cor Jesu Malang

fb.com/Yustinus Ardi


Tribunnews



Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)