Saturday, July 15, 2017

√ Hindari 7 Kesalahan Fatal Ini Bagi Para Penulis Pemula

7 Kesalahan Fatal Bagi Para Penulis Pemula. Menulis merupakan acara yang mensinergikan antara acara otak dan tulisan. Menulis bagi sebagian orang yaitu pekerjaan yang amat membosankan. Berkutat pada buku-buku bacaan dan referensi bacaan serupa lainnya. Namun, bagi sebagian orang yang suka menulis hal ini merupakan gairah yang mesti dikembangkan. Ketika menulis telah menjadi passion, maka meskipun menulis berjam-jam rasanya ibarat waktu yang 24 jam ini terasa kurang. Saking asyiknya menulis waktu pun menjadi terasa kurang. Menulis merupakan sebuah kegiatan yang faktual untuk sanggup memberikan pesan kepada orang lain. Dan menulis merupakan warisan bagi generasi mendatang. Melalui goresan pena kita bebas mengekspresikan apapun dalam pikiran kita ke dalam goresan pena tanpa adanya tekanan dari luar. Kita bebas menulis apa saja yang ada dalam otak kita. Akan tetapi menulis tidak akan terwujud kalau referensi bacaan Anda minim. Biasanya ada orang yang arif bicara tapi tidak arif menulis. Begitu juga sebaliknya. Tapi ada juga yang bisa  kedua-duanya. Akan tetapi menulis bukan hanya diperlukan sumber bacaan yang banyak tetapi juga diperlukan ilmu dalam menulis. Karena masih banyak para penulis pemula sering melaksanakan kesalahan-kesalahan fatal ketika menulis. Jika Anda ingin menjadi penulis hebat, maka Anda harus menjadi pembaca yang jago dan juga tahu ilmunya menulis. Tanpa berpanjang lebar lagi, penulis akan menjelaskan perihal 7 Kesalahan Fatal Para Penulis Pemula:


1.  Perbanyaklah Membaca Buku
Menulis sama halnya dengan makan. Loh, kok menulis disamakan dengan makan. Emangnya goresan pena sanggup dimakan. Sabar, sabar, jangan protes dulu, simak dulu penjelsan saya selanjutnya. Maksudnya menulis itu sama halnya dengan makan yaitu ketika kita makan nanti kita akan mengeluarkan kotoran dari hasil pencernaan masakan kita. Maaf, ini memang agak sedikit jorok. Begitu juga sebaliknya ketika kita membaca secara tidak eksklusif kita banyak memakan materi bacaan yang secara otomatis tersimpan di memori otak kita. Bener bukan? Nah, ketika materi bacaan telah tersimpan dalam memori otak (sebaiknya simpan memori di otak kanan) maka nantinya Anda akan mengelurkan bacaan tersebut dalam sebuah tulisan. Nah, inilah yang dinamakan "Teori  Berak". Jadi, mustahil Anda sanggup menulis pada ketika otak Anda kosong akan materi bacaan, bisa-bisa kalau dipaksa otak Anda sanggup keram dan meledak nantinya. hehehehe. Kaprikornus kalau Anda ingin menulis maka Anda harus banyak memakan referensi bacaan. Habis membaca terbitlah goresan pena :-)

2.  Buatlah Outline atau Mind Map Kerangka Tulisan sebelum Menulis
Seberapa pentingkah kegunaan outline atau mind map kerangka goresan pena ketika Anda menulis? Amat sangat penting. Ketika Anda menulis dengan memakai outline dengan menulis tanpa memakai outline terperinci amat jauh perbedaannya. Menulis dengan memakai santunan outline goresan pena justru akan lebih mempermudah Anda dalam menulis. Outline goresan pena berfungsi supaya ketika Anda menulis, goresan pena Anda akan sesuai dengan isi yang akan Anda sampaikan dalam tulisan. Sehingga goresan pena Anda tidak jauh keluar dari zona goresan pena yang Anda inginkan. Bebeda kalau Anda menulis tanpa panduan outline, goresan pena Anda sanggup jadi jauh melebar dan keluar dari inti goresan pena Anda sesungguhnya. Jadi, ketika Anda ingin menulis terlebih dahulu Anda menyusun kerangka berpikir Anda dalam sebuah outline atau maind map. Sehingga goresan pena yang berkualitas sanggup Anda hadirkan.

3. Menulislah Sekarang Juga Jangan Menunda-Nunda

Menulislah dengan menulis Anda akan hidup selamanya dalam goresan pena Anda. Menulis yaitu kegiatan mulia. Kenapa mulia? Karen dengan menulis goresan pena yang bermanfaat kita sanggup memperlihatkan manfaat kepada orang lain. Menulislah kini juga jangan menunda-nundanya. Sebab, wangsit yang ada dalam pikiran Anda kalau tidak segera Anda tuliskan supaya menguap ibarat gas dalam botol ketika tutupnya dilepas dan kemudian menghilang. Dengan menulis kita sanggup secara otomatis saling mengembangkan ilmu dan gosip pada orang lain. Hal ini sanggup menjadi amal jariyah loh buat Anda. Selain sebagai tabungan amal juga dengan menulis Anda sanggup jadi kaya raya. Misalnya, menulis buku hingga best seller, menulis artikel di blog, dan sebagainya.


4. Menulis Sambil Mengedit Haram!
Dalam ilmu tulis-menulis, menulis sambil mengedit itu hukumnya haram. Kenapa sanggup ibarat itu? Karena ketika Anda menulis sambil mengedit, maka goresan pena Anda tidak akan sanggup berkembang dan selesai. Sebab, Anda hanya berkutat pada objek itu-itu saja. Bahkan setahun pun Anda menulis tidak akan sanggup selesai dengan baik dan sempurna. Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika menulis? Kuncinya yaitu tulis saja apa yang ada di otak Anda tanpa pikir-pikir lagi. Pokoknya tulis dan keluarkan seluruh isi otak Anda. Dan jangan menghiraukan baik atau buruknya goresan pena Anda. Setelah semuanya telah selesai Anda kerjakan barulah kemudian Anda edit kembali.

5. Pintar-pintarlah Menjaring Ide

Kebanyakan penulis pemula maupun senior, permasalahan yang paling sering muncul yaitu kesulitan menjaring ide. Ide terkadang sanggup muncul kapan saja. Ketika wangsit Anda banyak bermunculan, segeralah Anda mencatatnya dalam buku saku catatan Anda. Atau kalau tidak mau repot Anda sanggup mencatatnya di handphone Anda. Simple bukan? Nah, persoalan menjaring wangsit terkadang gampang-gampang susah. Tapi, Anda jangan khawatir. Saya ada tips untuk Anda bagaimana cara menjaring ide. Caranya yaitu carilah wangsit di lingkungan sekitar Anda dengan referensi pertanyaan berupa 5 W + H (What, Who, Why, When, Where dan How).  Sehingga dengan memakai langkah di atas maka Anda akan lebih praktis menjaring ide. Misalnya, di samping Anda ada tas, tas ini sanggup Anda kembangkan menjadi sebuah goresan pena dengan pertanyaan di atas. Atau Anda sanggup menjaring wangsit dengan cara lain yaitu carilah buku yang lagi banyak diburu oleh para pecinta buku dan terapkan model ATM (amati, tiru, dan modifikasi).


6. Tentukan Target Penyelesaian Tulisan Anda

Ketika Anda menulis, Anda hendaknya memilih sasaran goresan pena Anda. Dengan adanya sasaran akan mempermudah dan mempercepat proses penulisan Anda. Misalnya, Anda menerapkan sasaran satu hari satu halaman, kalau tiga puluh hari berarti ada tiga puluh halaman. Atau satu hari dua halaman kalau tiga puluh hari sudah enam puluh halaman. Nah, ketika enam puluh halaman ini sudah sanggup menjadi buku. Atau juga ketika Anda ingin menulis artikel perihal 7 Keistimewaan Kota Tarakan. Tulisan ini juga perlu akan sasaran dan outline jangan hingga goresan pena artikel Anda tidak asli atau mengkopi paste dari goresan pena orang lain. Hal ini merupakan sebuah plagiat atau bahasa kasarnya pencurian terhadap karya cipta. Dan Anda sanggup dikenakan eksekusi menurut undang-undang lho. Boleh Anda mengambil goresan pena orang lain tapi ada unsur modifikasi dalam goresan pena itu. Sehingga tulisa itu tidak terkesan plagiat yang sanggup merugikan orang lain.


7. Ketika Tulisan Anda Selesai Refreshing-lah

Nah,, kesalahan terakhir yang biasanya dilakukan oleh penulis pemula yaitu ketika ia selesai menulis, ia eksklusif membaca ulang dan mengedit tulisannya. Hal ini tidak akan berhasil, sebab ketika Anda menulis Anda telah mengalami proses berpikir yang panjang yang menjadikan otak Anda keram dan lelah. Sehingga ketika Anda mengedit ulang goresan pena Anda maka goresan pena Anda akan semakin ngawur dan tak mempunyai ruh. Jadi, kalau Anda telah selesai dari acara menulis, maka tutuplah laptop atau nootbook Anda. Pergilah refreshing untuk menghirup udara segar dan mengusir kepenatan. Keesokan harinya ketika Anda telah cukup segar kembali barulah Anda edit ulang goresan pena Anda. Pasti hasil editan Anda akan lebih berisi dan lebih mengena. Sehingga goresan pena yang berkualitas sanggup Anda ciptakan.



Itulah selayang pandang mengenai 7 Kesalahan Fatal Bagi Para Penulis Pemula. Semoga bermanfaat bagi Anda dan sanggup menjadi rujukan Anda dalam menulis buku, novel, cerpen,  artikel, essai, dan lain sebagainya.

Sumber http://www.pagunpost.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)