Sunday, July 2, 2017

√ Konsep Diakronis Dan Sinkronis Sejarah Dan Teladan Soal

Pengertian Diakronis Secara etimologis,
diakronis berasal dari  bahasa Yunani, yaitu beliau dan khronos. Dia mempunyai makna ‘melewati’ atau ‘melintas’, sedangkan khronos diartikan sebagai ‘perjalanan waktu’. Dengan  demikian, diakronis  dapat  diartikan  sebagai  peristiwa  yang  dalam  prosesnya melewati  atau  melintasi  perjalanan  waktu  karena  subjek  dalam  sejarah  berafiliasi dengan  segala  sesuatu  dalam  sudut  pandang  waktu.  

Sejarah  sangat  mementingkan waktu proses sehingga sejarah selalu membicarakan mengenai satu insiden dari sudut pandang ruang dan waktu. Dalam ilmu sejarah, berpikir diakronis mempunyai makna pemahaman terhadap suatu peristiwa  dengan  cara  penelusuran  pada  masa  lampau.  Suatu  peristiwa  sejarah  tidak berdiri  sendiri,  tetapi  pasti  diiringi  oleh  peristiwa  sebelumnya  atau  yang  sering  disebut dengan  sifat  kausalitas  (sebab-akibat).  Dalam  kata  lain,  berpikir  diakronis  harus  sanggup menjelaskan  peristiwa  secara  kronologis  dan  kausalitas.  

Jadi, pola berpikir  diakronis sangat mementingkan proses terjadinya suatu peristiwa.Dalam  memakai pendekatan diakronis, sejarawan  bertujuan  menganalisis dampak perubahan  variabel  pada  sesuatu sehingga  memungkinkan  sejarawan  untuk menafsirkan  lantaran peristiwa  tertentu lahir dari insiden sebelumnya. Bahkan, sampai bagaimana insiden tertentu  berkembang/berlanjut.  

Contohnya dalam menjelaskan peristiwa  detik-detik  Sumpah  Pemuda,  Oktober  1928  harus  dijelaskan  pula  peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya. Pendekatan  diakronis   adalah   salah satu yang menganalisis perubahan suatu insiden dari waktu ke waktu, yang memungkinkan seseorang untuk menilai bagaimana suatu  perubahan  itu  terjadi  sepanjang  masa.  Selain  itu,  cara  berpikir diakronis dalam mempelajari sejarah artinya sejarah itu memanjang dalam waktu,  sedangkan  ilmu-ilmu sosial biasanya bersifat sinkronis yang artinya melebar dalam ruang. 
Pembacaan Proklamasi oleh Soekarno
Cara  berpikir sinkronis ialah memahami insiden dengan mengabaikan aspek perkembangannya,   dengan lebih memperluas ruang dalam suatu peristiwa. Cara berpikir sinkronis  sangat  memengaruhi  kelahiran  sejarah  baru  yang  sangat  dipengaruhi perkembangan ilmu-ilmu sosial. Pengaruh tersebut sanggup digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu konsep, teori, dan permasalahan. 

Sebagai  contoh  berpikir  sinkronis  adalah  Proklamasi  Kemerdekaan  Indonesia  17 Agustus 1945 yang  dijelaskan dengan memakai aspek sosial, ekonomi, dan politik. Cara berpikir  sinkronis  dalam  mempelajari  sejarah,  yaitu  meneliti  gejala-gejala  yang meluas dalam ruang, tetapi dalam waktu yang terbatas. Kedua ilmu ini (sejarah dan ilmu sosial) saling berhubungan. Contoh soal USBN sejarah konsep diakronis dan sinkronis cek di link berikut: Soal Sejarah USBN

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)