Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, ketika ini pemerintah masih terus melaksanakan persiapan terkait seleksi CPNS tersebut. Untuk jumlah gugusan dan kebutuhannya akan ditetapkan pada bulan ini.
"Kita sedang persiapan, tetap masih menunggu gugusan ditetapkan Menteri PANRB. Nanti ada pengumuman dari PANRB," ujar beliau Minggu (20/5/2018).
Dia menjelaskan, jikalau penetapan gugusan simpulan bulan ini, maka registrasi CPNS sanggup dibuka mulai Juni. Sedangkan seleksi akan dilakukan pada Juli atau sehabis Pilkada.
"Formasinya harus ditetapkan bulan ini. Mungkien untuk registrasi saja sanggup di Juni, akantetapi tesnya mungkin Juli, sehabis Pilkada. Saya berharap sehabis Pilkada seleksinya. Karena kalau sebelum Pilkada, nanti muncul dilema keamanan lagi," kata dia.
Menurut Pak Bima, Perjalanan seleksi sampai pengumuman lolos menjadi PNS tidak akan memerlukan waktu yang lama. Hanya saja setiap kementerian / forum (K / L) atau pemerintah tempat melaksanakan tes pemanis bagi para CPNS sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
"Bisacepat, kalau pada satu kementerian sudah selesai, sanggup saja pribadi diumumkan, tidak harus menunggu semuanya selesai. Tapi kan ada juga selain tes yang dilakukan oleh BKN, K/L ingin melaksanakan tes sendiri, sistem seleksi kompetensi bidangnya. Itu kan perlu waktu. Tapi kalau dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk SKD (seleksi kompetensi dasar CPNS) dalam empat bulan selesai," tandas dia.
Hati-Hati, Beredar Hoaks Pengangkatan CPNS

Perlu untuk diketahui bahawa Kementerian PendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan tidak pernah menerbitkan laporan penetapan e-formasi tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak pengangkatan CPNS periode 2016-2019.
Informasi yang beredar di medsos ini juga ditanggapi oleh Deputi SDMA Kementrian PANRB.
" Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak pernah mengeluarkan surat itu,” ujar Setiawan, ibarat dikutip dari laman resmi Kementerian PANRB, Jakarta, pada 16 Mei 2018.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Komunikasidan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman juga menambahkan, informasi yang tidak terang sumbernya tersebut merupakan gosip tidak benar alias hoaxs.
"Untuk itu, dihimbau kepada sluruh masyarakat untuk selalu waspada danmengecek kebenaran setiap informasi ke sumber resmi," tegasnya.
Untuk sebelumnya memang telah beredar di medsos wacana laporan penetapan e-formasi pengangkatan PNS yang seolah - olah dikeluarkan Kementerian PANRB pada 1 November 2017.
Data tersebut berisikan jumlah kuota gugusan dari sejumlah instansi pemerintah sentra serta pemda yang ditetapkan dalam e-formasi. Informasi itu memaparkan kantor Regional, isyarat cepat, nama instansi, formasi, ajakan masuk dan ditetapkan.
Tidak terang apa maksud pembuat surat tersebut mengembangkan gosip bohong itu melalui media sosial, alasannya Kementerian PANRB tidak pernah menerbitkan kebijakan e-formasi untuk non-CPNS.
E-formasi merupakan anjuran dari instansi pemerintah untuk gugusan CPNS, hanya pihak berwenang yang sanggup mengakses e-formasi.
Oleh karenanya, Herman menekankan supaya masyarakat mengabaikan gosip bohong tersebut, alasannya bukan tidak mungkin ada upaya penipuan dari pihak-pihak yang berusaha mengambil laba dengan penipuan.
Dengan demikan sanggup disimpulkan bahwa semua gosip yang beredar di medsos wacana jumlah gugusan penerimaan CPNS 2018 ialah gosip bohong. Perlu diingatkan bahwa pada masa ibarat kini ini niscaya banyak orang yang tidak bertanggung jawab sedang mencari mangsa, untuk itu kita harus selalu waspada. Sebaiknya jikalau ada gosip yang menyangkut dilema CPNS 2018 segera cross cek ke website resmi, www.menpan.go.id
Sumber http://www.terasfisika.com
EmoticonEmoticon