Tuesday, October 31, 2017

√ Live Forex, Saham, Indeks, Komoditas Beserta Pengertian Dan Contoh

Grafik Live Forex, Saham, Indeks, Komoditas


Analisa teknikal (technical analysis) merupakan salah satu anilisis atau metode yang mengevaluasi suatu harga Forex, Saham, Indeks, Komoditas dan beberapa instrumen keuangan lainnya.


 


Forex


Pasar valuta asing (bahasa Inggris: foreign exchange marketforex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.



 




 


Saham


Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam banyak sekali instrumen finansial yang mengacu pada bab kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Ini yaitu metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market)


Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan dikala memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor alasannya yaitu saham bisa menawarkan tingkat laba yang menarik.


Saham sanggup didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut mempunyai klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


 



 


Keuntungan Saham


Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau mempunyai saham




  1. Dividen


    Dividen merupakan pembagian laba yang diberikan perusahaan dan berasal dari laba yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan sesudah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapat dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif usang yaitu sampai kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapat dividen.


    Dividen yang dibagikan perusahaan sanggup berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – atau sanggup pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.



  2. Capital Gain


    Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya acara perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapat capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.



 


Risiko Saham


Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:




  1. Capital Loss


    Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan sampai mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.



  2. Risiko Likuidasi


    Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan melarat oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir sesudah seluruh kewajiban perusahaan sanggup dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun bila tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.


    Di pasar sekunder atau dalam acara perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi alasannya yaitu adanya undangan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi alasannya yaitu adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro ibarat tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi ibarat kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.



 




 


Index Harga Saham


Indeks pasar saham adalah registrasi saham, dan sebuah statistik menggambarkan harga komposit dari komponennya. Dia dipakai sebagai alat untuk mewakilkan karakteristik dari saham komponennya, semuanya mempunyai kesamaan ibarat perdagangan di pasar saham yang sama, merupakan bab dari industri sejenis, atau memiliki kapitalisasi pasar yang mirip. Banyak index dibuat menurut informasi atau jasa finansial dipakai untuk mengukur performa portofolio seperti reksadana.


Indeks harga saham merupakan indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melaksanakan investasi di pasar modal, khususnya saham.


Saat ini Bursa Efek Indonesia mempunyai 11 jenis indeks harga saham, yang secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik.


Indeks-indeks tersebut adalah:




  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

    Menggunakan semua Perusahaan Tercatat sebagai komponen perhitungan Indeks. Agar IHSG sanggup menggambarkan keadaan pasar yang wajar, Bursa Efek Indonesia berwenang mengeluarkan dan atau tidak memasukkan satu atau beberapa Perusahaan Tercatat dari perhitungan IHSG. Dasar pertimbangannya antara lain, bila jumlah saham Perusahaan Tercatat tersebut yang dimiliki oleh publik (free float) relatif kecil sementara kapitalisasi pasarnya cukup besar, sehingga perubahan harga saham Perusahaan Tercatat tersebut berpotensi mempengaruhi kewajaran pergerakan IHSG.


    IHSG yaitu milik Bursa Efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia tidak bertanggung jawab atas produk yang diterbitkan oleh pengguna yang mempergunakan IHSG sebagai pola (benchmark). Bursa Efek Indonesia juga tidak bertanggung jawab dalam bentuk apapun atas keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun Pihak yang memakai IHSG sebagai pola (benchmark).




  2. Indeks Sektoral


    Menggunakan semua Perusahaan Tercatat yang termasuk dalam masing-masing sektor. Sekarang ini ada 10 sektor yang ada di BEI yaitu sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdangangan dan Jasa, dan Manufatur.




  3. Indeks LQ45

    Indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih menurut pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Review dan penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.




  4. Jakarta Islmic Index (JII)

    Indeks yang memakai 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas.




  5. Indeks Kompas100

    Indeks yang terdiri dari 100 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih menurut pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Review dan penggantian saham dilakukan setiap 6 bulan.




  6. Indeks BISNIS-27

    Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan harian Bisnis Indonesia meluncurkan indeks harga saham yang diberi nama Indeks BISNIS-27. Indeks yang terdiri dari 27 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih menurut kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas transaksi dan Akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.




  7. Indeks PEFINDO25

    Kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dengan forum rating PEFINDO meluncurkan indeks harga saham yang diberi nama Indeks PEFINDO25. Indeks ini dimaksudkan untuk menawarkan perhiasan informasi bagi pemodal khususnya untuk saham-saham emiten kecil dan menengah (Small Medium Enterprises / SME). Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria seperti: Total Aset, tingkat pengembalian modal (Return on Equity / ROE) dan opini akuntan publik. Selain kriteria tersebut di atas, diperhatikan juga faktor likuiditas dan jumlah saham yang dimiliki publik.




  8. Indeks SRI-KEHATI

    Indeks ini dibuat atas kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). SRI yaitu abreviasi dari Sustainable Responsible Investment. Indeks ini diperlukan memberi perhiasan informasi kepada investor yang ingin berinvestasi pada emiten-emiten yang mempunyai kinerja sangat baik dalam mendorong perjuangan berkelanjutan, serta mempunyai kesadaran terhadap lingkungan dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.


    Indeks ini terdiri dari 25 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih dengan mempertimbangkan kriteri-kriteria seperti: Total Aset, Price Earning Ratio(PER) dan Free Float.




  9. Indeks Papan Utama

    Menggunakan saham-saham Perusahaan Tercatat yang masuk dalam Papan Utama.




  10. Indeks Papan Pengembangan

    Mengguanakn saham-saham Perusahaan Tercatat yang masuk dalam Papan Pengembangan.




  11. Indeks Individual

    Indeks harga saham masing-masing Perusahaan Tercatat




 



 




 


Komoditas


Komoditas adalah sesuatu benda aktual yang relatif gampang diperdagangkan, sanggup diserahkan secara fisik, sanggup disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan sanggup dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya sanggup dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. Secara lebih umum, komoditas yaitu suatu produk yang diperdagangkan, termasuk valuta asing, instrumen keuangan dan indeks.






 


 merupakan salah satu anilisis atau metode yang mengevaluasi suatu harga Forex √ Live Forex, Saham, Indeks, Komoditas Beserta Pengertian dan Contoh

Grafik Live Forex, Saham, Indeks, Komoditas dan Pengertiannya. Ilustrasi dan sumber foto: Allan Ajifo / Wikimedia


 



Bacaan Lainnya



 


Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai


Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar bila Anda mengunduh aplikasi kita!


Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang menciptakan Anda menjadi lebih smart!



Sumber bacaan: Bursa Efek Jakarta


Sumber kurs dan grafik: IFC Markets


                             


Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”

Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya









Sumber aciknadzirah.blogspot.com


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)