Tidak ada satupun masyarakat yang tidak mengalami perubahan.
Setiap masyarakat selalu dalam kondisi berubah yang tidak ada titik akhirnya. Yang membedakan antara masyarakat satu dengan lain hanya tingkat kecepatan dan arah perubahannya. Ada masyarakat yang berubah sangat cepat dan ada yang berubah sangat lambat. Demikian pula, ada masyarakat yang berubah ke arah kemajuan (progress) dan ada yang berubah ke arah kemundurun (regress) Perubahan masyarakat sanggup menyangkut ihwal kehidupan sosial dan kehidupan budaya.
Setiap masyarakat selalu dalam kondisi berubah yang tidak ada titik akhirnya. Yang membedakan antara masyarakat satu dengan lain hanya tingkat kecepatan dan arah perubahannya. Ada masyarakat yang berubah sangat cepat dan ada yang berubah sangat lambat. Demikian pula, ada masyarakat yang berubah ke arah kemajuan (progress) dan ada yang berubah ke arah kemundurun (regress) Perubahan masyarakat sanggup menyangkut ihwal kehidupan sosial dan kehidupan budaya.
Terdapat perbedaan antara perubahan sosial (social change) dengan perubahan kebudayaan (cultural change). Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur sosial dan kekerabatan sosial, sedangkan perubahan kebudayaan meliputi perubahan dalam segi budaya masyarakat. Perubahan sosial antara lain meliputi perubahan dalam segi distribusi kelompok usia, tingkat pendidikan, tingkat kelahiran penduduk, tugas suami atau istri, rasa kekeluargaan, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, tingkat integrasi sosial, tingkat perceraian, tingkat bunuh diri, dan sebagainya.
![]() |
| Dunia terus berubah dengan cepat |
Perubahan kebudayaan meliputi antara lain tujuh unsur kebudayaan menyerupai diurutkan oleh Koentjaraningrat yaitu: sistem religi dan upacara keagamaan, sistem sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, serta peralatan dan teknologi. Namun demikian antara konsep perubahan sosial dan perubahan kebudayaan saling tumpang tindih. Keduanya sulit dibedakan secara dikhotomis. Hampir semua perubahan besar meliputi aspek sosial dan budaya. Kedua konsep acapkali ditukarpakaikan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi di masyarakat.
1. Penemuan (Discovery)
Menurut Horton dan Hunt (1992), penemuan merupakan persepsi manusia, yang dianut secara bersama, mengenai suatu aspek kenyataan yang semula sudah ada. Penemuan merupakan pemanis pengetahuan dunia yang telah diverifikasi. Penemuan menambahkan sesuatu yang gres pada kebudayaan alasannya yakni meskipun kenyataan itu sudah usang ada, namun kenyataan itu gres menjadi penggalan dari kebudayaan pada ketika kenyataan tersebut ditemukan. Penemuan gres menjadi suatu faktor dalam perubahan sosial jika hasil penemuan itu didayagunakan. Manakala suatu pengetahuan gres dimanfaatkan untuk berbagi teknologi, biasanya disusul oleh perubahan besar. Contoh: penemuan mesin uap mengakibatkan revolusi industri di Inggris.
2. Invensi
Menurut Horton dan Hunt (1992), invensi yakni suatu kombinasi gres atau cara penggunaan gres dari pengetahuan yang sudah ada. Pada tahun 1895, misalnya, George Selden mengkombinasikan mesin gas cair, tangki gas cair,gigi persneling, tangkai kemudi, dan tubuh kereta, kemudian mempatenkan kombinasi itu sebagai mobil. Tidak satu pun dari semua benda itu yang gres diciptakan. Satu-satunya yang gres yakni penggunaan semua alat itu dengan cara menggabungkannya. Gagasan mengkombinasikan alat-alat untuk suatu kegunaan mengakibatkan timbulnya sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Invensi sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu: invensi material, contohnya penemuan baja yang merupakan hasil adonan antara besi dengan sejumlah kecil logam lainnya, dan invensi sosial, contohnya pemerintahan konstitusional dan perusahaan.
3. Difusi
Menurut Horton dan Hunt (1992), masyarakat yang paling inventifpun hanya menemukan sendiri sebagian dari seluruh penemuan di masyarakatnya. Kebanyakan perubahan sosial merupakan hasil dari proses difusi, yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lain. Difusi berlangsung baik di dalam masyarakat maupun antarmasyarakat. Misalnya, mode pakaian berbahan dasar batik. Awalnya diperkenalkan oleh kalangan artis ibukota kemudian menjadi animo mode yang menyebar ke seluruh Indonesia.
Difusi terjadi ketika beberapa masyarakat saling berhubungan. Karena itu difusi merupakan proses dua arah. Unsur-unsur budaya tidak sanggup menyerap tanpa adanya kontak tertentu antarmanusia dan kontak tersebut selalu melahirkan difusi pada kedua belah pihak. Difusi juga merupakan proses selektif. Sebuah masyarakat mendapatkan beberapa unsur budaya dari masyarakat lain, dan pada ketika bersamaan masyarakat itu menolak unsur-unsur budaya dari masyarakat lain itu. Misalnya, masyarakat Indonesia di satu sisi mendapatkan demokrasi sebagai sistem politik, di sisi lain menolak budaya sec bebas.
Difusi biasanya juga disertai dengan modifikasi terhadap unsur-unsur serapan. Setiap unsur budaya mempunyai prinsip, bentuk, fungsi, dan makna. Salah satu atau bahkan semua segi itu sanggup mengalami perubahan ketika suatu unsur budaya diserap. Makanan cepat saji (fastfood), menyerupai ayam goreng, yang berasal dari Amerika Serikat ketika masuk ke Indonesia mengalami modifikasi dengan ditambahkan rasa pedas dan dihidangkan dengan nasi putih. Masyarakat juga sanggup mengelak dari difusi dengan cara mengeluarkan larangan dilakukannya kontak dengan masyarakat lain, contohnya suku Badui di Banten.

EmoticonEmoticon