Showing posts with label Geografi Sosial. Show all posts
Showing posts with label Geografi Sosial. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

√ Nilai Kultural Bangsa Indonesia Yang Harus Dilestarikan

Bangsa Indonesia yaitu bangsa yang mempunyai adab ketimuran yang punya nilai luhur dalam setiap sendi kehidupan sehari-harinya. Tak heran orang aneh sangat menyukai kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun masih ada sikap yang menyimpang diantara beberapa masyarakat, hal tersebut bukanlah sifat orisinil bangsa kita melainkan faktor adanya invasi budaya aneh yang telah menggerogoti nilai kultural luhur bangsa kita. Beberapa nilai kultural bangsa Indonesia yang wajib dilestraikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain: 
Baca juga: Gabung quipper video dan dapatkan diskon 40% dengan arahan berikut

1. Nilai Religius
Sejak zaman nenek moyang, bangsa Indonesia kaya akan nilai-nilai religius. Masih ada sebagian masyarakat yang menganut tata cara ritual dengan mediator roh, benda atau bahan lain dan dogma pada Tuhan YME. Inti dari anutan religius yaitu menghargai persamaan hidup dan memperlihatkan jaminan bahwa setiap insan yang diciptakan mempunyai kedudukan yang sama dihadapan Tuhan. Baca juga: welfare state dan kemakmuran

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat religius tertinggi di dunia. Itulah mengapa kehidupan kita tidak liberal menyerupai negara barat alasannya kita dipagari oleh nilai religius tadi. Kebebasan tidak mutlak kebebasan tanpa batas, namun kebebasan yang masih masuk akal dalam batas koridor agama sehingga tiak muncul kerusakan di muka bumi.

2. Nilai Gotong Royong
Nilai bahu-membahu pada sebagia besar masyarakat Indoesia masih sangat berpengaruh dan bertahan sebagai wujud kepedulian untuk membantu sesama. Nilai bahu-membahu muncul dalam bentuk tindakan menyerupai membantu dalam pembangunan rumah, membangun jembata, sekolah dan lainnya. Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2015

Nilai ini yaitu wujud jaminan persamaan hidup dengan tidak membedakan status sosial, suku, agama, ras dan golongan. Esensi nilai bahu-membahu yaitu adanya impian yang berpengaruh dalam setiap anggota masyarakat dalam meringankan beban orang lain sehingga bisa hidup berdikari di masa depan.
 
Bangsa Indonesia yaitu bangsa yang mempunyai adab ketimuran yang punya nilai luhur dalam s √ Nilai Kultural Bangsa Indonesia Yang Harus Dilestarikan
Gotong Royong yaitu nilai luhur bangsa Indonesia
3. Nilai Ramah Tamah
Salah satu keunggulan dan pujian bangsa kita yaitu sikap sopan dan ramah kepada siapapun. Esensi dari nilai ini yaitu adanya ketulusan melaksanakan suatu perbuatan dengan berprasangka baik terhadap orang lain baik yang sudah dikenal maupun belum dikenal.

Baca juga:
Cara atasi kipas laptop panas dan berisik
Cara mencari uang dari ngeblog

4. Nilai Rela Berkorban
Rela berkorban dan cinta tanah air merupakan wujud ketulusan pengorbanan seseorang baik dalam bentuk harta benda maupun nyawa untuk kepentingan harga diri, harkat martabat bangsa dan negara. Hidup tanpa mau berkorban demi kepentingan orang lain dan memelihara rasa kebersamaan, tidak akan mempunyai arti dalam masyarakat. Esensi dari nilai ini yaitu adanya rasa pujian yang mendalam jikalau mampu melaksanakan pengorbanan untuk kepentingan orang lain atau bangsa dan negara sebagai wujud rasa cinta yang lapang dada dan mendalam. Baca juga: Konsep pembagian kekuasaan di Indonesia
Gambar: flickr

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, June 13, 2018

√ Perubahan Budaya Dan Faktor Yang Memengaruhinya

Kebudayaan intinya yaitu akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Manusia telah berkembang semenjak ia pertama kali menghuni bumi. Kebudayaan terus berubah dari waktu ke waktu alasannya yaitu banyak sekali faktor diantaranya. Dahulu orang berkirim pesan lewat surat, kini sudah ada email. Dulu membajak sawah pakai kerbau, kini pakai mesin. Teknologi isu sangat berperan besar dalam perubahan kebudayaan insan dikala ini. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan:

1. Perubahan kondisi alam
Kehidupan insan intinya alasannya yaitu penyesuaian dengan lingkungan fisiknya. Orang yang tinggal di pegunungan tentu akan berbeda dengan yang tinggal di gurun gersang. Masyarakat di tempat pegunungan akan bermatapencaharian lebih banyak didominasi petani sementara di tempat gurun pasir mungkin akan menggembala. Pakaian mereka pun akan berbeda satu sama lain. Perubahan kondisi lingkungan alam akan membuat kehidupan masyarakatnya pun berubah. Daerah pedesaan yang dulunya banyak lahan pertanian bila bermetamorfosis tempat industri maka kehidupan masyarakatnya pun akan berubah. Jika sebelumnya banyak yang pergi ke sawah atau lading maka kini akan berganti arah menuju pabrik. 

Baca juga:
Memahami bounce rate blog dan dampaknya 
Pilih bisnis blog CPC, Afiliasi atau CPM?

2. Adanya kontak dengan kelompok lain
Manusia cenderung berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Budaya yang dibawa oleh para migran ini akan mengalami kontak dengan budaya di tempat lain. Dulu masyarakat Indonesia banyak menganut agama Hindu kemudian setela pedagang Arab masuk membawa dagangan budaya dan fatwa Islam maka penduduk Hindu perlahan menjadi Islam. Kebiasaan, pakaian dan makanannya pun akan mengikuti budaya dari Arab.

3. Adanya penemuan
Manusia selalu berfikir untuk menemukan hal gres dan membuat produk canggih setiap hari. Adanya inovasi ini akan berdampak pada perubahan gaya hidup manusia. Dulu dikala saya kecil, setiap sore niscaya bermain layangan di lapang. Kini semenjak gadget merajalela, bawah umur lebih menentukan bermain sendiri, tidak bersosialisasi dan hanya bermain handphone saja. Manusia kini lebih banyak bermain di dunia maya bukan dunia nyata. Baca juga: Mengatasi kipas laptop panas
Kebudayaan intinya yaitu akumulasi dari kebiasaan √ Perubahan Budaya dan Faktor Yang Memengaruhinya
Layar monitor kini menjadi toko online
4. Adopsi elemen kebudayaan bangsa lain
Semua hal kini terkoneksi satu sama lain dengan internet. Orang dapat lebih cepat melihat perkembangan dunia lewat handphone atau laptop. Dengan demikian mereka dapat mencari tahu kebudayaan orang lain dan mencoba mengadopsinya. Contoh faktual yaitu tata cara busana atau fashion. Zaman saya dulu populer celana cut bray ala Elvis kini dibalik menjadi bray cut. Nanti mungkin beberapa waktu ke depan jadi cut-cut. Baca juga: Cara mengatasi blog sepi visitor

5. Perubahan pandangan hidup alasannya yaitu realitas
Perubahan zaman memaksa insan juga untuk mengikuti alur tersebut. Ini yaitu realitas dan harus dilakukan bila tidak ingin terlihat primitive. Dulu kita berjualan di toko, warung atau supermarket. Kini kita dapat berjualan hanya dengan bermodal web atau toko online saja alasannya yaitu lebih simpel dan efisien. Manusia sudah tidak mau ribet pergi ke swalayan dan hanya dengan klik di gadget saja sudah dapat membeli barang. Berfikir realistis dan rasional yaitu teladan pikir yang memang harus dilakukan untuk dapat survive hidup. Baca juga: Jenis-jenis status sosial

Gambar: ecycle.com.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, April 25, 2018

√ 3 Tahapan Proses Sosialisasi

Sosialisasi merupakan suatu proses sosial yang terjadi kalau seseorang mendapat pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan sikap kelompoknya. Keberhasilan sosialisasi sangat ditentukan oleh kebudayaan suatu masyarakat. Oleh karenanya, sosialisasi pada masyarakat yang satu berbeda dengan masyarakat yang lain. Contohnya teladan pengasuhan bawah umur di desa akan berbeda dengan teladan pengasuhan bawah umur di perkotaan. Ada tiga tahapan sosialisasi yaitu:
 
Sosialisasi merupakan suatu proses sosial yang terjadi kalau seseorang mendapat pembentu √ 3 Tahapan Proses Sosialisasi
Sosialisasi penting dalam masyarakat
1. Tahap Pertama
Pada tahap pertama, seseorang mulai berguru mengambil peranan orang-orang disekitarnya terutama orang yang paling bersahabat dengan keluarga menyerupai ayah, ibu, saudara atau kakek nenek.
2. Tahap Kedua
Pada tahap kedua, seseorang mengetahui peranan yang harus dijalankannya dan mengetahui peranan yang harus dijalankan orang lain. Bila anak bermain dalam suatu pertandingan sepak bola, ia tidak hanya mengetahui apa yang diperlukan orang lain darinya, namun juga sesuatu yang diperlukan dari teman-temanya yang ikut bermain. Ketika ia bermain sebagai penyerang maka ia akan mengetahui kiprah temannya sebagai bek, gelandang atau penjaga gawang.
3. Tahap Ketiga
Pada tahap ketiga, seseorang dianggap bisa mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat luas. Misalnya, seorang anak wanita yang telah memahami peranan yang dijalankan oleh ibunya dan memahami peranan sebagai pengurus OSIS di sekolah.

Sosialisasi intinya merupakan proses berguru mengenai teladan interaksi dalam masyarakat. Dengan begitu ia akan memahami hak dan kewajiban, dan kiprah serta fungsinya masing-masing dalam masyarakat. Tujuan sosialisasi yaitu sebagai berikut:

1. memperlihatkan keterampilan kepada seseorang untuk sanggup hidup bermasyarakat.
2. menyebarkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif.
3. menciptakan seseorang bisa mengembalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan introspeksi yang tepat.
4. menanamkan nilai-nilai dan dogma kepada seseorang yang mempunyai kiprah pokok dalam masyarakat.
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id

Tuesday, April 24, 2018

√ Upaya Pengendalian Sosial Di Masyarakat

Pengendalian sosial ialah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap jalannya pemerintahan, khususnya pemerintah beserta abdnegara terkait. Definisi pengendalian sosial tersebut meliputi segala proses yang direncanakan atau tidak serta yang bersifat mendidik, emngajak, atau bahkan memaksa warga masyarakat mematuhi kaidah dan nilai sosial yang berlaku.

Contoh perjuangan pengendalian sosial ialah sebagai berikut:
a. Pengendalian sosial sanggup dilakukan oleh individu terhadap individu lainnya. Contoh orang bau tanah mendidik anak-anaknya biar beradaptasi terhadap kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.
b. Pengendalian sosial dilakukan oleh individu terhadap kelompok sosial. Contoh seorang guru Sekolah Menengan Atas memimpin siswanya dalam praktik kerja di lapangan.
c. Pengendalian sosial sanggup dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya atau oleh suatu kelompok terhadap individu.

Jenis pengendalian sosial beraneka macam diantaranya:
a. Gosip, merupakan bentuk pengendalian sosial/kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya.
b. Teguran, merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya.
c. Pendidikan dan anutan agama, sanggup berperan sebagai alat pengendalian sosial. Pendidikan sanggup membina dan mengarahkan siswa pada pembentukkan sikap dan tindakan ayng baik.
d. Hukuman, merupakan alat pengendalian sosial yang paling tegas dan kasatmata sanksinya, yaitu berupa hukuman fisik, menyerupai penjara, denda sampai hukuman mati.

Pengendalian sosial bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan di masyarakat. Dengan kata lain pengendalian sosial bertujuan mencapai keadaan hening melalui keserasian antara kepastian dan keadilan. Gambar: disini
l ialah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap jalannya pemerintahan √ Upaya Pengendalian Sosial di Masyarakat
Media sosial sarana pengendalian sosial modern
Menurut sifatnya, pengendalian sosial sanggup bersifat preventif, represif dan keduanya. 
a. Preventif merupakan perjuangan pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan. Usaha-usaha preventif, contohnya dijalankan melalui proses sosialisasi, pendidikan dan teguran.
b. Represif merupakan perjuangan pencegahan yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terjadi gangguan. Usaha ini berwujud hukuman atau hukuman terhadap warga masyarakat yang melanggar kaidah-kaidah yang berlaku dan anutan agama. Agama yang mewajibkan para pemeluknya taat dan patuh terhadap aturan agama.

Pengendalian sosial sanggup dilaksanakan dalam banyak sekali cara. Namun pada prinsipnya berkisar pada cara tanpa paksaan atau persuasif dan dengan cara paksaan atau coersive. Cara yang sebaiknya diterapkan tergantung kepada siapa pengendalian sosial itu hendak diperlakukan dan dalam keadaan yang bagaimana akan dilaksanakan. Teknik-teknik pengendalian sosial ialah sebagai berikut:

a. Tanpa Kekerasan (Persuasif)
Dalam masyarakat yang damai, pengendalian sosial dengan cara persuasif tanpa kekerasan akan lebih efektif dibanding paksaan. Hal ini alasannya di dalam masyarakat tenteram sebagian besar kaidah dan nilai telah melembaga. Meski demikian, dalam suatu masyarakat yang tenteram niscaya dijumpai warga yang melaksanakan tindakan menyimpang. Terhadap mereka yang melaksanakan penyimpangan, diharapkan paksaan biar tidak terjadi guncangan yang mengganggu kententeraman yang ada.
b. Paksaan (Coersive)
Paksaan sering diharapkan dalam masyarakat yang sedang mengalami perubahan. Dalam masyarakat menyerupai ini, pengendalian sosial membentuk kaidah-kaidah gres untuk menggantikan kaidah-kaidah usang yang telah goyah. Cara memakai kekerasan ada batas-batasnya, tidak selalu sanggup diterapkan dan biasanya sanggup menimbulkan reaksi negarif. Reaksi negatif ini selalu mencari kesempatan dan menunggu dalam keadaan lemah.
c. Teknik Compulsion dan Pervasion
Compulsion ialah pengendalian dengan cara diciptakan situasi sedemikian rupa sehingga seseorang terpaksa taat atau mengubah sikap yang menghasilkan kepatuhan secara tidak langsung. Pervasion ialah teknik pengendalian sosial dengan cara norma atau nilai yang ada diulang-ulang penyampaiannya dengan keinginan nanti sanggup masuk alam bawah sadar seseorang. Dengan begitu, orang tadi akan mengubah sikap sehingga harmonis dengan hal-hal yang diulang-ulang penyampaiannya tersebut.

Alat yang dipakai untuk pengendalian sosial sangat banyak apalagi di masa digital ketika ini. Kita sanggup menyatakan pendapat di medsos dengan bebas. Setiap masyarakat akan memakai alat yang sesuai kebutuhannya. Namun yang paling penting ialah cara biar pengendalian sosial melembaga dan mendaragh daging di hati sanubari seseorang sehingga akan lebih efektif.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Sunday, April 22, 2018

√ Perbedaan Ascribed, Achieved Dan Assigned Status

Setiap insan niscaya ingin mendapat status di masyarakatnya. Status sosial seseorang ini sanggup diperoleh dengan banyak sekali cara. Status sosial seseorang sanggup menawarkan efek pada banyak sekali macam hal mulai dari fasilitas, daya tarik politik dan lainnya. Berikut ini 3 macam status sosial:

a. Ascribed Status
Ascribed status merupakan tipe status yang dimiliki seseorang semenjak ia lahir baik itu jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia dan lainnya. Contoh status ini ada pada lingkungan keluarga Kerajaan. Misalkan Ratu Elisabeth melahirkan seorang anak Pangeran William. Sejak lahir William kecil sudah menjadi anak turunan raja dan kaya raya. Di usia 24 tahun ia dinobatkan sebagai pewaris tahta kerajaan Inggris. Dalam hal ini William tidak sanggup menolak takdir bahwa ia yakni turunan raja. Baca juga: Ciri masyarakat desa berdasarkan Parson

Setiap insan niscaya ingin mendapat status di masyarakatnya √ Perbedaan Ascribed, Achieved dan Assigned Status
Ratu Elisabeth Inggris
b. Achieved Status
Achieved Status merupakan status sosial yang didapat seseorang lewat kerja keras. Status ini sanggup didapat oleh siapa saja yang mau bekerja, mencar ilmu tiada henti. Model status sosial ini banyak sanggup didapat seseorang ketika ini. Contohnya pun banyak ibarat Menteri Susi Pudjiastuti yang dulu merupakan seorang pedagang ikan di pantai namun kini punya perjuangan transportasi penerbangan lewat kegigihannya.

Baca juga:
Mindset beriklan di facebook bagi pemula 
Blog kau sepi pengunjung, baca dulu disini cara mengatasinya!

c. Assigned Status
Assigned Status merupakan status sosial yang diperoleh dari pinjaman atau dipercaya oleh masyarakat. Contohnya yakni seseorang yang dinobatkan sebagai sesepuh di desa. Contoh lainnya, Sir Alex Ferguson diberikan gelar kebangsawanan oleh Ratu Inggris alasannya yakni prestasinya di bidang olahraga sepakbola ketika menangani Manchester United. 

Saat ini tipe stratifikasi sosial masyarakat cenderung terbuka jadi seseorang sanggup mendapat status sosialnya sesuai dengan kerja kerasnya. Beda halnya dengan staratifikasi sosial pada masyarakat Hindu yang tertutup. Kreatifitas yakni kunci utama untuk mendapat status sosial tertinggi. Baca juga: Majalengka kota 1000 telaga
Mau sanggup nilai UN tinggi tahun ini?
KODE PROMO QUIPPER 2019 
Hai adik-adik, bagi yang mau gabung Quipper Video untuk memaksimalkan hasil mencar ilmu kamu, aba-aba diskonnya masih ada lho!. Kini ulangan, ujian, UN dan SBMPTN sanggup kau taklukan bersama Quipper. Cek aba-aba diskonnya di kak Agnas kini juga dengan klik WA aku di bawah ini. Kode promo atau diskon Quipper hanya tersedia di kawan resmi ya!. Sudah banyak lho siswa pengguna Quipper yang lulus UN dengan nilai terbaik dan masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit. Yuk gabung kini juga mumpung masih ada promonya.
Setiap insan niscaya ingin mendapat status di masyarakatnya √ Perbedaan Ascribed, Achieved dan Assigned Status


Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, March 9, 2018

√ 3 Fase Perubahan Sosial Dan Budaya

Tidak ada satupun masyarakat yang tidak mengalami perubahan.
Setiap masyarakat selalu dalam kondisi berubah yang tidak ada titik akhirnya. Yang membedakan antara masyarakat satu dengan lain hanya tingkat kecepatan dan arah perubahannya. Ada masyarakat yang berubah sangat cepat dan ada yang berubah sangat lambat. Demikian pula, ada masyarakat yang berubah ke arah kemajuan (progress) dan ada yang berubah ke arah kemundurun (regress) Perubahan masyarakat sanggup menyangkut ihwal kehidupan sosial dan kehidupan budaya.

Terdapat perbedaan antara perubahan sosial (social change) dengan perubahan kebudayaan (cultural change). Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur sosial dan kekerabatan sosial, sedangkan perubahan kebudayaan meliputi perubahan dalam segi budaya masyarakat. Perubahan sosial antara lain meliputi perubahan dalam segi distribusi kelompok usia, tingkat pendidikan, tingkat kelahiran penduduk, tugas suami atau istri, rasa kekeluargaan, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, tingkat integrasi sosial, tingkat perceraian, tingkat bunuh diri, dan sebagainya. 
Tidak ada satupun masyarakat yang tidak mengalami perubahan √ 3 Fase Perubahan Sosial dan Budaya
Dunia terus berubah dengan cepat
Perubahan kebudayaan meliputi antara lain tujuh unsur kebudayaan menyerupai diurutkan oleh Koentjaraningrat yaitu: sistem religi dan upacara keagamaan, sistem sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, serta peralatan dan teknologi. Namun demikian antara konsep perubahan sosial dan perubahan kebudayaan saling tumpang tindih. Keduanya sulit dibedakan secara dikhotomis. Hampir semua perubahan besar meliputi aspek sosial dan budaya. Kedua konsep acapkali ditukarpakaikan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi di masyarakat.   

1.  Penemuan (Discovery)

            Menurut Horton dan Hunt (1992), penemuan merupakan persepsi manusia, yang dianut secara bersama, mengenai suatu aspek kenyataan yang semula sudah ada. Penemuan merupakan pemanis pengetahuan dunia yang telah diverifikasi. Penemuan menambahkan sesuatu yang gres pada kebudayaan alasannya yakni meskipun kenyataan itu sudah usang ada, namun kenyataan itu gres menjadi penggalan dari kebudayaan pada ketika kenyataan tersebut ditemukan. Penemuan gres menjadi suatu faktor dalam perubahan sosial jika hasil penemuan itu didayagunakan. Manakala suatu pengetahuan gres dimanfaatkan untuk berbagi teknologi, biasanya disusul oleh perubahan besar.  Contoh: penemuan mesin uap mengakibatkan revolusi industri di Inggris.



2.  Invensi

Menurut Horton dan Hunt (1992), invensi yakni suatu kombinasi gres atau cara penggunaan gres dari pengetahuan yang sudah ada. Pada tahun 1895, misalnya, George Selden mengkombinasikan mesin gas cair, tangki gas cair,gigi persneling, tangkai kemudi, dan tubuh kereta, kemudian mempatenkan kombinasi itu sebagai mobil. Tidak satu pun dari semua benda itu yang gres diciptakan. Satu-satunya yang gres yakni penggunaan semua alat itu dengan cara menggabungkannya. Gagasan mengkombinasikan alat-alat untuk suatu kegunaan mengakibatkan timbulnya sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Invensi sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu: invensi material, contohnya penemuan baja yang merupakan hasil adonan antara besi dengan sejumlah kecil logam lainnya, dan invensi sosial, contohnya pemerintahan konstitusional dan perusahaan.



3.  Difusi 

Menurut Horton dan Hunt (1992), masyarakat yang paling inventifpun hanya menemukan sendiri sebagian dari seluruh penemuan di masyarakatnya. Kebanyakan perubahan sosial merupakan hasil  dari proses difusi, yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lain. Difusi berlangsung baik di dalam masyarakat maupun antarmasyarakat. Misalnya, mode pakaian berbahan dasar batik. Awalnya diperkenalkan oleh kalangan artis ibukota kemudian menjadi animo mode yang menyebar ke seluruh Indonesia. 


Difusi terjadi ketika beberapa masyarakat saling berhubungan. Karena itu difusi merupakan proses dua arah. Unsur-unsur budaya tidak sanggup menyerap tanpa adanya kontak tertentu antarmanusia dan kontak tersebut selalu melahirkan difusi pada kedua belah pihak. Difusi juga merupakan proses selektif. Sebuah masyarakat mendapatkan beberapa unsur budaya dari masyarakat lain, dan pada ketika bersamaan masyarakat itu menolak unsur-unsur budaya dari masyarakat lain itu. Misalnya, masyarakat Indonesia di satu sisi mendapatkan demokrasi sebagai sistem politik, di sisi lain menolak budaya sec bebas.

Difusi biasanya juga disertai dengan modifikasi terhadap unsur-unsur serapan. Setiap unsur budaya mempunyai prinsip, bentuk, fungsi, dan makna. Salah satu atau bahkan semua segi itu sanggup mengalami perubahan ketika suatu unsur budaya diserap.  Makanan cepat saji (fastfood), menyerupai ayam goreng, yang berasal dari Amerika Serikat ketika masuk ke Indonesia mengalami modifikasi dengan ditambahkan rasa pedas dan dihidangkan dengan nasi putih.  Masyarakat juga sanggup mengelak dari difusi dengan cara mengeluarkan larangan dilakukannya kontak dengan masyarakat lain, contohnya suku Badui di Banten.

Sumber http://www.gurugeografi.id