Letusan Gunung Samalas 2 Kali Lebih Hebat Dari Tambora
Letusan gunung Samalas di pulau Lombok pada tahun 1257 merupakan letusan gunung berapi besar di gunung berapi Samalas (di sebelah Gunung Rinjani di pulau Lombok). Letusan ini meninggalkan kaldera besar di sebelah gunung berapi Rinjani, lebih dikenal dengan nama danau Segara Anak.
Gunung ini menghasilkan erupsi 8 kali lebih dahsyat dari Krakatau dan 2 kali lebih besar dari Tambora. Letusan yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei hingga Oktober 1257 menimbulkan bubuk tersebar hingga ke dua kutub Bumi, kata Franck Lavigne.
Franck Lavigne dari Universitas Paris 1 melalui publikasi hasil penelitiannya di Proceeding of National Academy of Science of the United Stated of America. Tulisan ilmiah yang dimuat 4 september 2013 ini berjudul Source of the great A.D. 1257 mystery eruption unveiled, Samalas volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia.

Letusan Gunung Samalas 2 Kali Lebih Hebat Dari Tambora Letusan gunung Samalas pada tahun 1257 merupakan letusan gunung berapi besar di gunung berapi Samalas, di sebelah Gunung Rinjani di pulau Lombok, Indonesia. Letusan ini meninggalkan kaldera besar di sebelah gunung berapi Rinjani, lebih dikenal dengan nama danau Segara Anak.
Letusan Misteri Gunung Samalas
Namun sumber “letusan misteri” ini tetap tidak diketahui. Menggambar pada bukti berpengaruh dari bukti gres dari tanggal radiokarbon, geokimia tephra, data stratigrafi, sebuah kronik kurun pertengahan, penelitian ini beropini bahwa sumber letusan ini yaitu gunung berapi Samalas, serpihan dari Kompleks Gunung Vulkanik Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Indonesia.
Hasil ini memecahkan teka-teki yang membingungkan para mahir glasiologi, vulkanologi dan mahir iklim selama lebih dari 3 dekade.

Sketsa bekas runtuhnya gunung Samalas. Foto: Franck Lavigne
Dampak Letusan Gunung Samalas
Bahkan, dampak dari letusan Gunung Samalas yang terjadi pada tahun 1257 itu melampui imajinasi penulis babad yang ditulis dalam daun lontar ini. Letusan Samalas berdampak global dan diduga memicu kelaparan dan selesai hidup massal di Eropa setahun sesudah letusan tersebut.
“Ditemukannya ribuan kerangka insan di London yang dipastikan berasal dari tahun 1258 kemungkinan berkaitan erat dengan dampak global dari letusan Gunung Samalas pada tahun 1257,” menyerupai ditulis dalam jurnal PNAS edisi selesai September 2013.
Tulisan di jurnal ini merupakan hasil penelitian 15 mahir gunung api dunia. Dari Indonesia yang terlibat yaitu Indyo Pratomo, geolog dari Badan Geologi Bandung, Danang Sri Hadmoko dari Geografi Universitas Gadjah Mada dan Surono, mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sedangkan dari luar negeri yang terlibat mencakup 12 mahir dari banyak sekali kampus ternama di Eropa, di antaranya Frank Lavigne dari Université Panthéon-Sorbonne, Jean-Philippe Degeai dari Université Montpellier, Clive Oppenheimer dari University of Cambridge, Inggris, dan sejumlah mahir lainnya.
Mereka awalnya melacak letusan Samalas ini dari jejak rempah vulkanik yang terdapat di lapisan es kutub utara. Sebagaimana letusan Tambora yang membuat tahun tanpa animo panas di Eropa sehingga menimbulkan kegagalan panen dan kelaparan pada tahun 1816 atau setahun sesudah letusan, letusan Samalas diduga juga memicu permasalahan serupa, bahkan mungkin lebih dahsyat.

Letusan gunung Samalas – Kaldera Danau Segara Anak.
Babad Lombok
Babad adalah sejenis teks yang berafiliasi dengan sejarah. Dalam Babad Lombok tersebut, tertulis kata SAMALAS sebagai berikut:
274. Gunung Renjani kularat, miwah gunung samalas rakrat, balabur watu gumuruh, tibeng desa Pamatan, yata kanyut bale haling parubuh, kurambangning sagara, wong ngipun halong kang mati.
276. Hing jaringo hasingidan, saminya ngungsi salon darak sangaji, hakupul hana hing riku, weneh ngunsi samuliya, boroh Bandar papunba lawan pasalun, sarowok pili lan ranggiya, sambalun pajang lan sapit.
277. Yek nango lan pelameran, watu banda jejangkah tanah neki, duri hanare menyan batu, saher kalawan balas, watu lawang batu rentang watu cangku, samalih tiba hing tengah, brang bantun gennira ngungsi.
278. Hana ring pundung buwak bakang, tana’ gadang lembak babidas hiki, saweneh hana halarut, hing bumi kembang kekrang, pangadangan lawan puka hatin lungguh, saweneh kalah kang tiba, mara hing langko pajanggih.
279. Warnanen kang munggeng palowan, sami larut lawan ratu hing nguni, hasangidan ya riku, hingLombok goku medah, genep pitung dina punang gentuh, nulih hangumah desa, hing preneha siji-siji.

Lontar Jatiswara di balai dusun susila kaki Gunung Rinjani di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT.
Terjemah dalam Bahasa Indonesia:
274. Gunung Rinjani Longsor dan Gunung Samalas runtuh, banjir watu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah-rumah rubuh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.
275. Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh watu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.
276. Bersembunyi di Jeringo, semua mengungsi sisa kerabat raja, berkumpul mereka di situ, ada yang mengungsi ke Samulia, Borok, Bandar, Pepumba, dan Pasalun, Serowok, Piling, dan Ranggi, Sembalun, Pajang, dan Sapit.
277. Di Nangan dan Palemoran, watu besar dan gelundungan tanah, duri, dan watu menyan, watu apung dan pasir, watu sedimen granit, dan batu cangku, jatuh di tengah daratan, mereka mengungsi ke Brang batun.
278. Ada ke Pundung, Buak, Bakang, Tana’ Bea, Lembuak, Bebidas, sebagian ada mengungsi, ke bumi Kembang, Kekrang, Pengadangan dan Puka hate-hate lungguh, sebagian ada yang sampai, tiba ke Langko, Pejanggik.
279. Semua mengungsi dengan ratunya, berlindung mereka di situ, di Lombok tempatnya diam, genap tujuh hari gempa itu, kemudian membangun desa, di tempatnya masing-masing.
Letusan Gunung Tambora Yang Sedikit Diketahui Padahal Sangat Berdampak Pada Iklim Planet Bumi
Letusan Gunung Tambora Tahun 1815 Letusan gunung Tambora di Indonesia pada tanggal 10 April 1815 sangat sedikit diketahui.
Klik disini untuk membaca kelanjan ihwal “Gunung Tambora”.
Bacaan Lainnya
- Letusan Gunung Krakatau – Antara Jawa & Sumatera Pada Tanggal 26-27 Agustus 1883
- Letusan Gunung Tambora Yang Sedikit Diketahui Padahal Sangat Berdampak Pada Iklim Planet Bumi
- Gunung Berapi Stromboli – Meletus Secara Konstan (terus menerus) Selama Lebih Dari 20 000 Tahun
- TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia
- Gunung Agung Di Bali
- Sejarah, Tradisi, Resep Lezat Tumpeng &- Praktis Dan Pasti Jadi!
- Di Indonesia, (HAN) Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli
- Indonesia Juga Menjadi Anggota dari PBB (United Nation)
- Bapak Soekarno Adalah Presiden Pertama Di Indonesia
- Obama, Bill Gates dan Oprah yaitu 3 tokoh “kidal”
- TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia
- Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri?
- Test IPA: Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari?
- 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Dan Praktis Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!
- TOP 10 Virus Paling Mematikan Manusia
Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai
Respons “oooh begitu ya…” akan lebih sering terdengar jikalau Anda mengunduh aplikasi kita!
Siapa bilang mau pandai harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan warta yang membuat Anda menjadi lebih smart!
Sumber bacaan: Nature, BBC, Rinjani Geo Park, Pnas.org, Arstechnica, USA Today
Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon