Tuesday, July 10, 2018

√ Kapan Zaman Es Terjadi?

Pernah nonton film Ice Age?. Itu wacana kehidupan sekelompok binatang purba yang hidup dan berpetualang di zaman es. Memang ada zaman es?. Zaman es dimulai sekitar 2,4 juta tahun kemudian berlangsung sampai 11.500 tahun lalu. Selama masa tersebut iklim di bumi bermetamorfosis sangat hambar dimana gletser menutupi sebagian besar dunia (tidak semuanya ya!). Setelah zaman es berakhir dan gletser di beberap daerah meleleh maka bermetamorfosis zaman interglasial. Baca juga: Sirkulasi angin muson di Indoneisa

Jadi kita kini sedang hidup di zaman interglasial ya!. Menurut penelitian geologi setidaknya ada 17 siklus periode glasial dan interglasial di Bumi. Periode glasial berlangsung lebih usang dibandingkan periode interglasial. Periode glasial terakhir dimulai sekitar 100.000 tahun yang kemudian dan berlangsung sampai 25.000 tahun yang lalu.
Peta Zaman Es
Darimana kita tahu adanya zaman es tersebut?. Saat gletser tumbuh dan bergerak diatas permukaan bumi ia akan mendorong batuan dan sedimen. Saat gletser tersebut meleleh ia akan meninggalkan tumpukkan kerikil di belakangnya. Tumpukan kerikil tersebut disebut moraines. Moraine ini memperlihatkan bukti bahwa gletser pernah menutupi sebagian besar dunia pada masa lalu.

Para ilmuwan juga mempelajari susunan kimia initi es di Greenland dan endapan kerikil di dasar lautan. Bahan kimia tersebut akan memperlihatkan kapan dan bagaimana zaman es dapat terbentuk.

Selama zaman es ini, beberapa mamalia hidup mulai dari rusa, tikus dan bajing tanah. Namun ada juga mamalia yang tidak biasa alias berbadan besar dan kini sudah punah menyerupai Mammoth. 

Baca juga:
Metode konservasi tanah mekanik dan vegetatif
Perbedaan lava Aa dan Pahoehoe

Sekitar 10.000 -12.000 tahun kemudian sebagian mamalia raksasa yang hidup pada zaman es punah. Mengapa hal tersebut terjadi?. Ada beberapa hipotesa.
Mamalia Zaman Es
Pertama, ada kaitannya dengan perubahan iklim. Sekitar 12,8 ribu - 11,5 ribu tahun lalu, cuaca menjadi sangat hambar dan mengubah lingkungan dimana mamalia ini tinggal. Ahli paleontologi menganggap cuaca hambar ekstrim ini mengurangi jumlah kuliner binatang tersebut.

Kedua, ada kaitannya dengna kehadiran insan dimana mereka berburu hewan-hewan tersebut untuk dijadikan makanan. Bagaimana bukti untuk mendukung teori tersebut?.Ada beberapa situs fosil di barat daya Amerika dimana tulang mammoth berisi kepala tombak telah ditemukan. 

Memang ada perdebatan mengenai kedua teori tersebut, namun jalan tengahnya ada anggapan bahwa kedua teori tersebut merupakan faktor yang menjadikan punahnya mamalia khas zaman es. Lalu apakah zaman es akan kembali lagi?. Menurut periodenya sih akan muncul kembali namun masih ratusan mungkin jutaan tahun lagi.
Gambar: cdm.org, ichef.bbci.co.uk

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon