Saturday, July 14, 2018

√ Perbedaan Kurikulum 2013 (K-13) Dengan Konsep Living Kurikulum

Perbedaan Kurukulum 2013 (K13) dengan Konsep Living Kurikulum_ Wacana perubahan kurikulum 2013 menjadi living kurikulum sebetulnya bisa dikatakan sebagai bukan pergantian kurikulum, melainkan penyempurnaan dari kurikullum 2013 (k-13). kurikulum 2013 yang memunculkan permasalahan gres dalam penerapannya mulai dari proses penilain dalam kurikulum 2013 yang menyulitkan guru serta beberapa aspek di kurikulum 2013 yang masih butuh pembenahan. maka dari itu living kurikulum hadir sebagai solusi dari permasalahan penerapan kurikulum 2013. jadi apa perbedaan kurikulum 2013 (k-13) dengan living kurikulum? berikut ulasan Perbedaan Kurikulum 2013  (K13) dengan Konsep Living Kurikulum.
  menjadi living kurikulum sebetulnya bisa dikatakan sebagai bukan pergantian kurikulum √ Perbedaan Kurikulum 2013  (K-13) dengan Konsep Living Kurikulum
Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 dengan mengakibatkan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan.

Kurikulum 2013 mempunyai empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan yakni materi Matematika.

Materi pelajaran tersebut (terutamaa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) diubahsuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap sanggup menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Konsep kurikulum 2013
Proses pembelajaran intra-kurikuler yakni proses pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah dan masyarakat.

Proses pembelajaran di SD/MI menurut tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK menurut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru. 

Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmental dilaksanakan berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnya, dan saling memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.  

Proses pembelajaran tidak eksklusif (indirect) terjadi pada setiap kegiatan berguru yanng terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak eksklusif bukan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) alasannya yakni sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran tidak eksklusif harus tercantum dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibentuk guru.


Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulisan), menganalisis (menghubungkan, memilih keterkaitan, membangun cerita/konsep), mengkomunikasikan (lisan, tulisan, gambar, grafik, tabel, chart dan lain-lain). 

Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu penerima didik menguasai kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan menurut kelemahan yang ditemukan menurut analisis hasil tes, ulangan dan kiprah setiap penerima didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok atau kelas sesuai dangan hasil analisis tanggapan penerima didik.

Penilaian hasi berguru meliputi seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan alhasil segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastiksn penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan.




Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Terkait dengan pengembangan kurikulum 2013, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu: 1. Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan daftar mata pelajaran. 2. Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan aktivitas pendidikan. 3. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam banyak sekali mata pelajaran. 4. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kemampuan Dasar sanggup dipelajari dan dikuasai setiap penerima didik (mastery learning) sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Terkait dengan pengembangan kurikulum 2013, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu: 1. Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan daftar mata pelajaran. 2. Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan aktivitas pendidikan. 3. Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam banyak sekali mata pelajaran. 4. Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kemampuan Dasar sanggup dipelajari dan dikuasai setiap penerima didik (mastery learning) sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
Pengertian Konsep Living Curriculum  
adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang dinamis dengan melibatkan penerima didik, guru, staf dan masyarakat untuk memperoleh ide-ide dan pemikiran gres dalam proses berguru mengajar. Living Curriculum lebih dari isi kurikulum atau silabus namun lebih mengarah kepada proses pembelajaran holistik yang secara utuh atau menyeluruh dengan melibatkan sesama manusia, lingkungan maupun dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Pengertian living curriculum atau kurikulum hidup yakni wacana keaktifan, proses dinamis pembelajaran yang dimiliki bersama oleh penerima didik dan guru, yang memberi gagasan hidup kepada hubungan timbal balik antara berguru dan mengajar.

Konsep Living Curriculum

Konsep Living Curriculum banyak diterapkan pada forum pendidikan dengan lingkungan terbuka dan mendukung pembelajaran untuk semua penerima didik, staf dan masyarakat.
Living Curriculum atau kurikulum hidup mempunyai beberapa karakteristik yang ada dalam setiap program, seperti: 

Melibatkan perbahasan kompleks antara guru, penerima didik, masyarakat dan kawan terkait lainnya dalam pembahasan yang menantang munculnya ide-ide gres maupun memprovokasi pemikiran baru. 

Memunculkan rasa ingin tahu atau penyelidikan oleh pelajar untuk membentuk dasar dari pengalaman belajar. 

Terintegrasi pembelajaran dengan pekerjaan. Pengetahuan dan praktek dari kawasan kerja merupakan cuilan implisit dari pengalaman berguru yang sanggup terjadi dalam konteks apapun. 

Proses pembelajaran bersifat adonan antara tatap muka dan pembelajaran lainnya yang mengatakan donasi berharga untuk proses belajar. 

Mengadakan penelitian informasi dan mendorong keterlibatan penelitian dimana ada hubungan timbal balik antara penelitian dan pembelajaran. 

Memiliki basis disiplin, interdisipliner dan juga transdisiplinaritas yang diharapkan sebagai kemampuan untuk bekerja di dalam dan melintasi batas-batas disiplin ilmu. 

Mengembangkan kemahiran untuk selalu berguru seumur hidup termasuk yang meliputi isu-isu keberlanjutan lingkungan, sosial, ekonomi dan lainnya yang relevan.

Sumber http://www.rijal09.com


EmoticonEmoticon