PELAPORAN HASIL PENILAIAN DAN PEMANFAATANNYA
Penilaian intinya bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil berguru siswa dan hasil mengajar guru. Informasi hasil berguru atau hasil mengajar berupa kompetensi dasar yang dikuasai dan yang belum dikuasai oleh siswa. Hasil berguru siswa dipakai untuk memotivasi siswa, dan untuk perbaikan serta peningkatan kualitas pembelajaran oleh guru.
Pemanfaatan hasil berguru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran harus didukung oleh siswa guru, kepala sekolah, dan orang renta siswa. Dukungan ini akan diperoleh apabila mereka memperoleh isu hasil berguru yang lengkap dan akurat. Untuk itu dibutuhkan laporan perkembangan hasil berguru siswa untuk guru atau sekolah, untuk siswa, dan untuk orang renta siswa.
Laporan hasil berguru siswa meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Informasi ranah kognitif dan psikomotor diperoleh dari sistem penilaian yang dipakai untuk mata pelajaran yang dipakai untuk mata pelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Informasi ranah afektif diperoleh melalui kuesioner, inventori, dan pengamatan yang sistematik.
1. Pelaporan Hasil Penilaian
Hasil penilaian ranah kognitif dan psikomotor sanggup berupa nilai angka maupun deskripsi kualitatif terhadap kompetensi dasar tertentu. Mislanya untuk nilai angka sanggup diberikan dalam bentuk nilai 75 sebagai batas penguasaan (mastery). Artinya, kalau seorang siswa sudah mencapai nilai 75 atau lebih (untuk kompetensi dasar tertentu maka dikatakan siswa tersebut berhasil. Akan tetapi, kalau seorang siswa belum mencapai 75, diaktakan siswa tersebut
Pelaporan hasil inventori afektif ini akan sangat bermanffat khususnya untuk mengetahui perilaku dan minat siswa terhadap pelajaran matematika dan jadinya sanggup dimanfaatkan untuk memperbaiki perilaku serta minat siswa terhadap pembelajaran matematika. Pelaporan ranah afektif dilakukan secara kualitatif.
a. Laporan untuk Siswa dan Orang Tua
Laporan yang berisi catatan wacana siswa diusahakan selengkap mungkin biar sanggup memperlihatkan isu yang lengkap. Akan tetapi, menciptakan laporan yang lengkap setiap ketika merupakan beban yang berat bagi seorang guru. Oleh alasannya yakni itu, pembuatan laporan sanggup bersifat singkat, diadaptasi dengan kebutuhan.
Laporan yang dibentuk guru untuk siswa dan orang renta berisi catatan prestasi berguru siswa. Catatan itu sanggup dibedakan atas dua cara, yaitu lulus atau belum lulus. Prestasi siswa yang dilaporkan guru kepada siswa dan orang renta sanggup dilihat dalam buku rapor yang diisi pada setiap semester.
b. Laporan untuk Sekolah
Selain menciptakan laporan untuk siswa dan orang tua, guru juga harus menciptakan laporan untuk sekolah, sebagai forum yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses berguru mengajar. Oleh alasannya yakni itu, pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan siswa yang ada di dalamnya. Dengan demikian hasil berlajar siswa akan diperhatikan dan dipikirkan oleh pihak sekolah
Laporan yang dibentuk guru untuk pihak sekolah sebaiknya lebih lengkap. Guru tidak semata-mata melaporkan prestasi siswa, tetapi juga menyinggung problem kepribadian mereka. Laporan tidak hanya dalam bentuk angka tetapi juga dalam bentuk deskipsi wacana siswa.
c. Laporan untuk Masyarakat
Pada umumnya laporan untuk masyarakat berkaitan dengan jumlah lulusan sekolah. Setiap siswa yang telah lulus membawa bukti bahwa mereka mempunyai suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Namun pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dari suatu sekolah tidaklah sama. Tingkat keberhasilan ini dinaytakan secara lengkap dalam laporan prestasi.
Informasi hasil berguru siswa sanggup diperoleh melalui ujian, kuesioner, wawancara, atau pengamatan. Informasi hasil berguru ranah kognitif dan psikomotor diperoleh melalui ujian, sedangkan ranah afektif diperoleh melalui angket, inventori, dan pengamatan. Informasi hasil berguru sanggup diamnfaatkan siswa untuk (a) mengetahui kemajuan hasil berguru diri, (b) mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai, (c) memotivasi diri untuk berguru lebih baik, dan (d) memperbaiki seni administrasi belajar.
Untuk memberi isu yang akurat biar sanggup dimanfaatkan oleh siswa seoptimal mungkin, maka laporan yang diberikan kepada siswa harus berisi : (a) hasil pencapaian berguru siswa (b) kekuatan dan kelemahan siswa dalam semua mata pelajaran, dan (c) minat siswa pada masing-masing mata pelajaran.
d. Untuk Orang Tua
Informasi hasil berguru dimanfaatkan oleh orang renta untuk memotivasi anak biar berguru lebih baik. Untuk itu dibutuhkan isu yang akurat wacana hasil berguru siswa, yang meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Informasi ini dipakai orang renta untuk (a) membantu anaknya belajar, (b) memotivasi anaknya belajar, (c) membantu sekolah meningkatkan hasil berguru siswa, dan (d) membantu sekolah melengkapi kemudahan belajar
e. Untuk Guru dan Kepala Sekolah
Hasil evaluasi dipakai guru dan sekolah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas dan sekolah dalam semua mata pelajaran. Hasil evaluasi harus sanggup mendorong guru untuk mengajar lebih baik, membantu guru untuk memilih seni administrasi mengajar yang lebih tepat, dan mendorong sekolah biar memberi kemudahan berguru lebih baik.
Laporan hasil berguru untuk guru dan kepala sekolah harus meliputi hasil berguru dalam ranah untuk semua pelajaran. Informasi yang dibutuhkan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan yang belum dikuasai oleh siswa. Guru memerlukan isu yang sesifik untuk masing-masing kelas yang diajar, sedangkan kepala sekolah memerlukan isu yang umum untuk semua terang dalam satu sekolah.
Contoh laporan profil hasil berguru siswa untuk siswa, orang tua, guru, dan sekolah sanggup dilihaT
KELAS/PROGRAM : XI
SEMESTER : 1
MATA PELAJARAN : Matematika
No. KD Kompetensi Dasar NILAI Komentar K P A 10-100 10-100 A/B/C 1.1 Menggunakan sifat dan hukum wacana pangkat, akar, dan logaritma dalam pemecahan masalah 75 - B Sudah kompeten, perlu pengayaan 1.3 Menggunakan sifat dan hukum wacana akar persamaan kuadrat, diskriminan, sumbu simetri, dan klimaks grafik fungsi kuadrat dalam pemecahan dilema 80 - B Sudah kompeten, perlu pengayaan 1.6 Menggunakan sifat dan hukum wacana sistem persamaan linear dan kuadrat dalam pemecahan masalah 50 - C Belum kompeten, wacana bahan sistem persamaan linear tiga variabel 1.7 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan sistem persamaan 55 - B Belum kompeten, perlu banyak latihan soal ……………………………… Nilai Rata-rata
………………., ……………… 2014Komentar orang tua/wali siswa :……………………………………………………………………………………..…………………………………………………………………………………….. Orang Tua/Wali Siswa,……………………. Guru Mata PelajaranMatematika,…………………….Keterangan :K : KognitifP : PsikomotorA : Afektif
Nama Siswa : .................................Nomor Induk : .................................Kelas/Semester : ................................. Nama Siswa : .................................Tahun Pelajaran : .................................Program : IA/IS/BHS*)
No Mata Pelajaran Nilai Hasil Belajar Keterangan Kognitif Psikomotor Afektif 1 Pendidikan Agama 2 Kewarganegaraan 3 Bahasa dan Sastra Indonesia 4 Bahasa Inggris 5 Matematika 6 Kesenian 7 Pendidikan Jasmani 8 Sejarah 9 Geografi 10 Ekonomi 11 Sosiologi 12 Fisika 13 Kimia 14 Biologi 15 Teknologi Informasi dan Komunikasi 16 Bahasa Asing 17 Kegiatan Ekstrakurikuler
No. Jenis Kegaitan Keterangan 1 2 3 4
No. Alasan ………….. Lama (Jam/Hari) 1 2 3 4
# PELAPORAN HASIL PENILAIAN DAN PEMANFAATANNYA
Sumber http://www.rijal09.com
EmoticonEmoticon