Tuesday, August 28, 2018

√ Rekrutmen Cpns 2018, Berikut 7 Hal Penting Yang Perlu Diketahui

Pada tahun 2017 kemudian pemerintah membuka rekrutmen CPNS untuk gelombang pertama dan gelombang kedua. Kini, pada tahun 2018 ini, pemerintah akan membuka lowongan CPNS gelombang ketiga.

Bedanya, untuk gelombang pertama dan kedua dibuka untuk pemerintahan sentra (kementerian atau lembaga), sedangkan gelombang ketiga dibuka oleh pemerintahan daerah. Pada gelombang pertama, ada sebanyak 17.521 CPNS diterima untuk Kementerian Hukum dan HAM.


Pada gelombang kedua, ada sebanyak 17.928 gugusan untuk mengisi jabatan pada 30 kementerian, 30 forum negara, dan 1 pemerintah provinsi, yakni Pemprov Kalimantan Utara. Total CPNS diterima pada 2 gelombang pada tahun 2017 sebanyak 35.449 dari 1,2 juta pendaftar.

Nah, untuk tahun 2018 ini atau gelombang ketiga, ada sekitar 200 ribu CPNS akan diterima dan formasinya akan ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Mei 2018 atau bulan ini.

Bagi anda yang akan mendaftar CPNS pada gelombang ketiga, ada beberapa hal yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

1. HONORER JUGA HARUS IKUT TES
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI, Asman Abnur memastikan tidak ada lagi pengangkatan eksklusif tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menteri Asman menegaskan, tenaga honorer harus ikut tes seleksi calon PNS  atau CPNS sesuai dengan amanat Undang-undang.

Hal itu dikatakan oleh Menpan Asman Abnur kepada wartawan usai membuka Koordinasi Kebijakan Standarisasi Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Kemenpan RB RI di Hotel Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/5/2018).

“Yang terang ada penerimaan CPNS tahun ini dan semua harus melalui melalui tes. Hasil seleksi semua diumumkan secara transparan dan tidak ada lagi sistem titipan pejabat dan lainnya," kata dia.

"Jadi kalau ada pegawai yang sudah bekerja lima tahun, dua tahun atau tiga tahun, silakan ikut tes bila ingin jadi PNS."


2. PERINGATAN UNTUK ORANG DEKAT PEJABAT
Bagi anda yang mempunyai kerabat atau sobat dari kalangan pejabat, jangan harap untuk memanfaatkan jalur nepotisme.

"Bupati, gubernur, termasuk menteri sekali pun tidak bisa bantu jadi CPNS. Yang bisa membantunya yakni kemampuan individunya sendiri. Ada tesnya, ada soal-soalnya," tutur Menteri Asman.


3. BERDASARKAN KOMPETENSI
Menteri Asman Abnur menjamin transparansi dalam rekrutmen CPNS, di mana yang lulus seleksi dipastikan betul-betul menurut kompetensi. Dimana ketika ini, masa keterbukaan membuat tidak ada lagi orang yang lulus seleksi menurut rekomendasi pejabat tertentu.

Dia memaparkan bahwa, pemerintah ingin PNS yang menduduki suatu jabatan harus menurut kompetensi.
Dimana suatu jabatan harus dipegang oleh orang yang ingin bekerja profesional serta punya kompetensi yang pas pada bidangnya.

"Pentingnya administrasi aparatur sipil negara berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Sebab PNS merupakan orang-orang pilihan. Kalau salah merencanakan dan salah merekrut, maka 30-50 tahun ke depan kita akan salah menanggung beban," tutur Asman dalam rapat koordinasi di hadapan perwakilan PNS dari 185 kabupaten/kota se-Indonesia di Kota Makassar.


4. DIBUKA PASCA PILKADA
Penerimaan CPNS rencananya gres akan dibuka sehabis selesainya pemungutan bunyi Pilkada Serentak, 27 Juni 2018. Ada alasan tertentu yang membuat penerimaan itu ditunda sampai selesainya Pilkada.

Salah satunya yakni demi menghindari munculnya persepsi yang mengaitkan penerimaan tersebut dengan berlangsungnya Pilkada.
"Pemerintah tidak ingin penerimaan CPNS disangkut-pautkan dengan kepentingan Pilkada," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan, Selasa (10/4/2018).

"Padahal penerimaan CPNS benar-benar hanya memenuhi kebutuhan PNS untuk meningkatkan pelayanan publik," sebutnya.


5. FORMASI DIUMUMKAN MEI
Formasi ketika ini sedang disusun dan rencananya akan diumumkan pada bulan Mei 2018 atau bulan ini.


6. LEBIH BANYAK GURU DAN TENAGA KESEHATAN
Formasi CPNS tahun 2018 tidak akan melebihi jumlah pensiun. Profesi guru dan tenaga kesehatan menjadi salah satu pengangkatan CPNS yang diprioritaskan.

KemenPAN RB mengusulkan 200 ribu kuota CPNS di sentra dan tempat pada tahun 2018 mendatang. Jumlah tersebut, akan diprioritaskan untuk profesi tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy meminta kepada Menteri Asman untuk menambah gugusan guru sebanyak 100 ribu orang di tahun 2018.

Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sebanyak 736 ribu di seluruh Indonesia.


7. ADA DAERAH YANG TAK DAPAT JATAH
Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, di Jakarta, Rabu (1/5/2018) menerangkan, jumlah gugusan penerimaan CPNS 2018 mencapai sekitar ratusan ribu dingklik sebab tempat akan mendapat jatah formasi.

"Sebagian besar tempat akan mendapat gugusan sebab semenjak 2014, tempat tidak sanggup gugusan apa-apa. Adapun banyak yang pensiun, jumlahnya setahun 150 ribu orang. Kalau empat tahun saja, sudah 600 ribu orang,"terangnya.

Namun demikian, Bima Haria Wibisana memastikan, gugusan CPNS 2018 tidak akan diberikan kepada tempat yang mempunyai realisasi belanja pegawai di atas 50 persen terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Bagaimana mereka bisa membayar honor CPNS kalau belanja pegawainya sudah 50 persen. Itu kan sama saja, 2 persen dari populasi menikmati 50 persen dari APBD. Masa bayar honor doang, pembangunannya mana, tidak adil dong," jelasnya.

Pemerintah menjamin gugusan CPNS yang diberikan kepada K/L dan tempat bukanlah untuk jabatan yang bersifat administratif.

"Nanti kita seleksi pas (proses penetapan) formasi. Kita rekrut CPNS untuk menuntaskan tugas-tugas teknis atau membuat kader di masa depan. Kita pilih keduanya, sehingga bukan jabatan administratif," pungkas Bima.
(sumber: aceh.tribunnews.com)

Sumber http://egoswot.blogspot.com


EmoticonEmoticon