Thursday, September 20, 2018

√ Terbaru! Wakil Presiden Jusuf Kalla Beri Lampu Hijau Kepada Guru Honorer Bakal Diangkat Jadi Pns

Assalamualaikum wr.wb, selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua rekan rekan pendidik di seluruh tanah air indonesia , Selamat tiba di website pendidikan operator guru , kami menyajikan informasi terbaru  seputar Informasi Guru, Pendidikan indonesia dan kabar gosip menarik lainya, berikut informasi mengenai, Terbaru! Wapres Jusuf Kalla Beri Lampu Hijau Kepada Guru Honorer Bakal Diangkat Makara PNS  , berikut informasi selengkapnya .

Jakarta - Wapres RI Jusuf Kalla menggelar rapat membahas tata kelola dan rekrutmen guru bersama lima menteri di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Lima pembantu presiden yang hadir di antaranya Menko PMK Puan Maharani, Menpan-RB Asman Abnur, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. 

"(Rapat) berkaitan dengan tata kelola dan rekrutmen guru yang sudah beberapa tahun ini alasannya ialah moratorium, ini berbagai yang sudah pensiun. Dan lalu rasio guru ini tetap harus kita isi terus," ujar Menko PMK Puan Maharani usai rapat dengan Wapres, Senin (2/4/2018).

Puan mengatakan, rapat ini juga mengkaji soal penempatan guru di daerah-daerah semoga rasio jumlah guru sepadan dengan murid, yakni satu berbanding 16. 
"Guru ini ada banyak. Dari Kemendikbud ada guru umum, guru normatif, guru agama, dan lain-lain. Ini akan kita kaji kembali kebutuhannya sesuai dengan kebutuhan kita," jelasnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Untuk membahas penempatan guru di daerah, maka diharapkan koordinasi dengan kementerian/lembaga (KL) terkait. Puan menuturkan, pemerintah juga tengah mengkaji membuka lowongan atau mengangkat guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun, dikala ini kebutuhan itu tengah dihitung oleh Kemenpan-RB, Kemendibud, beserta kementerian terkait lainya. 

"Kita akan pertimbangkan dan kita akan kaji. Bahwa honorer kini tentu akan kita pertimbangkan kerja berapa jumlahnya, ini akan dihitung oleh Pak Menpan. Kemudian di setiap provinsi, kabupaten/kota akan dihitung oleh Pak Mendikbud dan Kemenag untuk guru di madrasah. Kita harapkan rasionya tetap seimbang antara guru dan murid," terang Puan. 


Sumber http://egoswot.blogspot.com


EmoticonEmoticon