Showing posts with label Ayat. Show all posts
Showing posts with label Ayat. Show all posts

Tuesday, August 1, 2017

√ 12 Tips Andal Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2q) Mmq / Lkta / Mktia

Menjadi mahir menulis musabaqah makalah Al-Qur'an ialah keinginan para penerima MTQ di bidang Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2Q) atau juga disebut MMQ. Ternyata untuk menjadi mahir dalam M2Q amatlah mudah, Anda perlu memperhatikan tips menulis serta cara untuk memperesentasikannya. Perbanyak membaca contoh karya ilmiah mtq atau contoh karya tulis al quran. Oleh alasannya ialah itu berikut ada beberapa Kiat-Kiat Jitu Menjadi Jago Musabaqah Makalah Al-Qur'an:

Dan perlu diingat jikalau Lomba Karya Tulis Alquran (LKTA) ini berbeda dengan LKTI. Karena dalam LKTA yang menjadi fokus ialah isi kandungan Alquran. Penulis harus bisa mengungkap kandungan Alquran secara komprehensif yang merujuk pada tafsir dan juga hadist sebagai pelengkap. Ayat Alquran yang dikutip juga harus didukung dengan rujukan ilmiah lain contohnya hasil penelitian sebelumnya yang dijadikan pijakan dasar. Selanjutnya, penulis harus bisa menghadirkan kebaharuan ilham makalah yang membedakan makalah ini dengan lainnya.

 Menjadi mahir menulis musabaqah makalah Al √ 12 Tips Jago Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2Q) MMQ / LKTA / MKTIA
Kiat-Kiat Jitu Menjadi Jago Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2Q)

Kiat-Kiat Jitu Menjadi Juara Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2Q) 

1. Pahami dan telaah tema (topik) yang telah disediakan panitia. 

Perluas dan perdalamlah perspektif Anda perihal tema yang akan Anda tulis dengan cara membaca, berefleksi (berfikir, merenung), bertanya, berdialog, dan mendengarkan info dan informasi aktual.

2. Buatlah semacam skema dan point-point bahasan apa yang akan Anda uraikan dalam goresan pena berkaitan dengan tema yang Anda Pilih.


3. Bikinlah judul goresan pena yang singkat, padat, menarik, dan memikat. 

Judul yang memikat dan menarik diharapkan bisa merangsang dan menarik hati para pembaca, khususnya dewan hakim, untuk segera masuk ke isi goresan pena secara lengkap. Meskipun isi goresan pena Anda bergotong-royong menarik dan berbobot, akan tetapi jikalau Anda tidak punya kepekaan dan kemampuan untuk menciptakan judul yang memikat, maka bisa jadi goresan pena Anda tidak dibaca dan bahkan dilewatkan begitu saja oleh dewan hakim.

4. Selain menarik perhatian, judul itu juga harus bisa mencerminkan tema tulisan. 

Sebab, dewan hakim yang sudah biasa membaca tulisan, akan cepat ingin tahu, apakah gerangan yang akan disajikan dalam goresan pena itu, sesudah perhatiannya tertambat pada judul. Kalau pun judul itu menarik perhatian, tetapi jikalau tidak mencerminkan tema, sudah tentu dewan hakim tidak akan tertarik untuk membaca lebih lanjut.

5. Buatlah pendahuluan yang memancing minat baca dewan hakim. 

Setelah tertangkap oleh judul, minat dewan hakim selalu akan tergugah oleh kalimat dalam alenia pendahuluan. Karena itu, pada waktu membaca pendahuluan itulah mereka mengharapkan akan bertemu dengan hal-hal yang memang menarik. Kalau tidak berhasil menemukan apa yang mestinya mereka inginkan, maka minat baca itu akan menurun. Akibatnya, goresan pena Anda akan dibiarkan begitu saja.

6. Buatlah batang badan (content) goresan pena yang dinamis, ringan, dan yummy dibaca. 

Ingat! M2Q ialah lomba menulis karya ilmiah populer. Populer artinya global, ngepop, atau dimengerti oleh khalayak. Oleh alasannya ialah itu, buatlah goresan pena Anda dengan gaya bahasa terkenal dan sederhana. Padukan dalil, fakta, dan kecerdikan berfikir dengan nuansa sastra. Jangan lupa dengan akhlak dan estetika biar goresan pena lebih renyah dan bergairah. Sehingga dengannya goresan pena menjadi lebih ringan, indah, dan mudah dicerna.

7. Perbanyak rujukan Anda kecukupan referensial merupakan ciri utama keilmiahan suatu karya tulis. 

Oleh alasannya ialah itu, gunakanlah rujukan yang cukup untuk menambah bobot goresan pena Anda. Karena ini lomba menulis kandungan Al-Qur’an, jangan lupa untuk menimbulkan kitab-kitab tafsir sebagai salah satu referensinya. Jangan jadikan ayat alquran sebatas "tempelan" namun juga ada porsi yang cukup.

8. Tulis karakter Arab dengan anggun dan benar. 

Dalam makalah M2Q niscaya ada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi. Tulislah ayat-ayat dan hadis tersebut dengan sebagus dan serapih mungkin. Dan paling penting, jangan hingga Anda salah menulis atau kurang karakter  dalam menuliskannya. Karena, satu karakter saja kurang akan berakibat fatal terhadap evaluasi dewan hakim.

9. Tutuplah goresan pena Anda dengan gaya pamit yang mengesankan. 

Buatlah kesimpulan yang yummy dibaca, mudah dimengerti, dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca, khususnya dewan hakim.

10. Cantumkan daftar pustaka dalam goresan pena Anda. 

Daftar pustaka yang Anda gunakan minimal 10 buku. Usahakan jangan ada daftar pustaka dari makalah atau goresan pena yang tidak dipublikasikan (unpublished). Lebih anggun lagi kalau daftar pustaka yang digunakan ada yang bersumber dari buku-buku bahasa Asing, menyerupai Arab atau Inggris.

11. Gunakan teknik penulisan yang benar sesuai hukum yang berlaku. 

Terutama dalam pemakaian tanda baca, pemenggalan kata, dan pemilihan diksi.

12. Ketiklah dengan rapih. Usahakan kertas jangan kotor, banyak coretan, atau tip-x, alasannya ialah itu menciptakan dewan hakim malas membaca karya Anda.


13. Usahakan karya tulis yang Anda buat memenuhi standar maksimal. 

Jika waktu yang disediakan masih ada, manfaatkan sebaik mungkin untuk menyidik karya Anda sebelum dikumpulkan, siapa tahu masih ada yang lupa dituliskan, menyerupai penomoran halaman, proteksi tanda harakat, dan sebagainya.

14. Baca dengan teliti apa yang Anda telah tulis sebelum dikumpulkan.


15. Kumpulkan goresan pena Anda sebelum waktunya habis.


16. Berlatihlah untuk memberikan presentasi perihal apa yang sudah Anda tuliskan . 

meskipun presentasi mempunyai bobot nilai yang kecil dalam M2Q, tetapi sangat kuat terhadap evaluasi dewan hakimdan kredibelitas Anda sebagai seorang penulis.



17. Gunakanlah in-focus dengan memakai aktivitas microsoft powerpoint (lihat: kiat mudah menciptakan powerpoint) ketika Anda akan memberikan presentasi. 

Sebab, dengan adanya presentasi memakai media IT melalui aktivitas Microsoft Powerpoint tersebut akan memudahkan Anda dalam memberikan pesan dalam goresan pena Anda. Serta desainlah dengan anggun dan semenarik mungkin sehingga para dewan hakim dan penonton lebih puas dan bahagia dengan pesan yang Anda paparkan.

18.  Jawablah semua pertanyaan yang diajukan dewan hakim dengan sebaik mungkin, dengan mengacu pada referensi-referensi yang sesuai. 

Jelaskan dengan bunyi yang tegas, penuh semangat, tidak loyo, dan tidak samar-samar. Bersemangatlah dalam presentasi dan menjawab setiap pertanyaan dewan hakim.

19. Terakhir, berdoalah kepada Allah biar dewan hakim ‘bermurah hati’ dengan menunjukkan nilai maksimal terhadap goresan pena Anda, dan alhasil Anda menjadi ‘Sang Juara’ dalam M2Q. 


Selamat dan Sukses.'

Daftar Judul Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al Alquran MTQ Mahasiswa Nasional XIV



1.      ANTISIPASI DAMPAK ELNINO BERDASARKAN PERSPEKTIF AL QURAN DAN HADIST
2.      MENELADANI SIFAT ENTERPRENEUR RASULULLAH
3.      SISTEM BUKA TUTUP PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN SURAT AL-ARAAF AYAT 163 SEBAGAI SOLUSI FENOMENA OVERFISHING IKAN TUNA DI INDONESIA
4.      SAMPAH VISUAL DI YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
5.      REVOLUSI MENTAL TERINTEGRASI SEBAGAI SOLUSI FENOMENA ISLAMOFOBIA TERHADAP PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI INDONESIA
6.      IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AL-QURAN DALAM PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
7.      CINCIN KEJUJURAN DAN SISTEM SYARI’AH ISLAMDALAM UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA
8.      PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN SAPI UNTUK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN BERDASARKAN AL-QURAN SURAT AL-NAHL AYAT 5 – 8
9.      MEMAKSIMALKAN PERAN WANITA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN GENERASI QUR’ANI
10.  TERAPAN NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP QUR’ANY UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA MIKRO, KECIL DAN MAKRO.
11.  REVOLUSI MENTAL SEBAGIAN DARI IBADAH
12.  PEMBENTUKAN AKHLAK ISLAMI MAHASISWA MUSLIM POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK DENGAN KONSEP AL- QUR’AN
13.  ANALISIS PENGEMBANGAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MELALUI MUSLIMPRENEURSHIP CHARACTER DEVELOPING PROGRAM (MCDP)
14.  RUMAH SYIFA’ AL-BARAQAH SEBAGAI ALTERNATIF SELAMATKAN REMAJA SUMATERA SELATAN DARI PROBLEMA NARKOBA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF (NAPZA)
15.  PANDANGAN ISLAM MENGENAI “MOG ( MERIT OF GALAKTOMANNAN )” ANALISIS EKSTRAK GALAKTOMANNAN DARI AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA L)
16.  NAPZA SI PERUSAK GENERASI BANGSA DITINJAU DARI PREFEKTIF MEDIS DAN ISLAM
17.  “IMPLEMENTASI AKSIOMA DASAR SEBAGAI SOLUSI PEMBENTUK ETIKA BISNIS ISLAM”
18.  Tembang Sunda Cianjuran sebagai Media Dakwah
19.  MADRASAH NADHOFAH: KONSEP PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK MENUJU INDONESIA EMAS 2045
20.  ANALISIS PENGARUH KERUSAKAN TANAH OLEH MANUSIA TERHADAP PANGAN : TAWARAN SOLUSI MELALUI PROGRAM PTSA (POLA TANAM SEHAT DAN AMANAH)
21.  POLRI 7-12 (Monopoli Syariah untuk Anak Usia 7-12 Tahun) Sebagai Sarana Bermain Generasi Berakhlaqul Karimah
22.  “MESIS” MEDIA BELAJAR KOMIK SAINS SEBAGAI SOLUSI KERUSAKAN LINGKUNGANINDONESIA DALAM PERSPEKTIF QUR’ANI
23.  ISLAMIC REHABILITATION OF PEDOPHILIA : SARANA TAZKIYATUN NAFSI PENDERITA PEDOFILIA SERTA UPAYA MEMINIMALISIR KASUS PELECEHAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA
24.  REVOLUSI MENTAL BERLANDASKAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGHADAPI KRISIS MULTIDIMENSI PADA ERA GLOBALISASI DI INDONESIA
25.  PENGARUH BUDAYA HEDONISME TERHADAP KERUSAKANLINGKUNGAN
26.  UPAYA PERWUJUDAN AL-QURAN SURAT AL-A’RAF:56 BERUPA LARANGAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI MELALUI INOVASI SMART CARD IN SPBU HARMONY (SMASH) DI KOTA BENGKULU
27.  ODOT (ONE DAY ONE THOUSAND): PROGRAM BEASISWA SARJANA BAGI LULUSAN SMA/MA/SMK YANG HAFIZ/HAFIZAH SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER CIVITAS ACADEMICA YANG ISTIQOMAH DALAM BERSEDEKAH, MEMILIKI SIKAP TA’AWUN, DAN MEMULIAKAN HAFIZ/HAFIZAH
28.  Potensi Aplikasi Honey Bee Venom secara Akupuntur sebagai Agen Anti-Depresan pada Penyakit Depresi : Berdasarkan Tinjauan Al-Quran Surat An-Nahl Ayat 69
29.  MARITIME LEARNING CENTER : RUMAH BELAJAR TERINTEGRASI PESANTREN SEBAGAI RESTORASI MASYARAKAT PESISIR INDONESIA DALAM MEMBANGUN CENDIKIAWAN QURANI MENUJU ASEAN ECONOMIC COMMUNITY
30.  KAMPOENG Q’PRENEUR SEBAGAI INSTRUMEN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEMUDA MUSLIM
31.  Studi Kritis Pakan Ayam Komersial Untuk Mewujudkan Produk Ayam Yang Halalan Thoyyiban Berdasarkan Al Qur’an
32.  TERAPI BACAAN AL-QURAN MELALUI PERANGKAT MP3-ECG MOBILE (MEMo) DALAM MENURUNKAN MORBIDITAS PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER
33.  RAHASIA ILMIAH DIBALIK LARANGAN MENIKAHI SAUDARA SEPERSUSUAN
34.  Redesain Srategi Pemberantasan Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di Indonesia dengan Metode Qur’ani
35.  KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
36.  REAKTUALISASI PERTANGGUNGJAWABAN INDUSTRI TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN (FASÂDUL BI’AH): UPAYA IMPLEMENTATIF MODEL COMMUNITY-BASED INDUSTRIAL WASTE MANAGEMENT (CBIWM)
37.  AL-QUR’AN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN: PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHINGDI LAUT INDONESIA
38.  REVOLUSI MENTAL MENGENAI DEKADENSI MORAL GENERASI MUDA BANGSA DENGAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN
39.  TELAAH Q.S ABASA 25-27 MELALUI PEMANFAATAN POCI (PUPUK ORGANIK CAIR) PADA SISTEM PERTANIAN SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN DEGRADASI KESUBURAN TANAH
40.  TERAPI SHALAT SEBAGAI UPAYA PENYEMBUHAN TERHADAP PECANDU NAPZA
41.  FRIEND (Forum Remaja Islam Anti Napza) Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) Pada Remaja
42.  PAPARASI (PERSATUAN PEREMPUAN ANTI KORUPSI) DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN SEBAGAI UPAYA MENANGGULANGI KORUPSI DI INDONESIA
43.  MEMBANGUN SPIRITJIWA  MAHASISWAMELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM KWU SYARIAH BERBASIS TEKNOLOGI
44.  RUMAH SEHAT QUR’ANI (RSQ) : GABUNGAN TERAPI MODIFIKASI PERSEPSI DAN TERAPI QUR’AN UNTUK ATASI STRES
45.  ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP STYLE) TERHADAP HETEROGENITAS MASYARAKAT, MELALUI TAWARAN SOLUSI PENGENALAN KONSEP SPIRITUAL LEADERSHIP DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
46.  SURAT KETERANGAN BEBAS NARKOBA (SKBN) SEBAGAI SOLUSI PENANGGULANGAN PERMASALAHAN NARKOBA DI INDONESIA
47.  ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DALAM MENGATASI MASALAH KEMISKINAN DI INDONESIA MELALUI PENAFSIRAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN INTERPRETASI HUKUM-HUKUM FISIKA KLASIK
48.  Pengembangan Bahan Kontruksi Halte Bus menurut Riwayat Pembuatan Dinding Penghalang Ya’juj dan Ma’juj
49.  REVOLUSI MENTAL DENGAN PENDEKATAN ALQURAN
50.  “MATRAS” SEBAGAI LANGKAH MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN MAMA-MAMA PEDAGANG ASLI PAPUA DI MERAUKE MELALUI BAITUL MAAL WA-TANWIL (BMT)
51.  “ASRATULKHAITAM” : APLIKASI SMARTPHONE TERAPI ANTIKANKER DENGAN INFRA MERAH DAN AUDITORI MUROTTAL
52.  Islamic Studentpreneur Community: Solusi Cerdas Merealisasikan Entrepreneur Muda Islam Jakarta yang Mandiri dan Kreatif Menuju Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Indonesia
53.  PENANGGULANGAN PENULARAN HIV/AIDS BERBASIS PSIKOSPIRITUAL MELALUI MODEL PONDALUSI
54.  SYU’AIB CONTROLLER (SC): PERANGKAT DIGITAL INOVATIF UNTUK PENGAWASAN KECURANGAN TAKARAN (MIKYĀL) DAN TIMBANGAN (MĪZĀN) DI PASAR TRADISIONAL BERDASARKAN KISAH KAUM MADYAN (KAJIAN Q.S. HUD (11): 84-85)
55.  Pendidikan Karakter Dalam Keluarga Berbasis Qoulan Sadida
56.  ANALISIS PENGARUH GAYA HIDUP KONSUMTIF (CONSUMER STYLE) TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (GHIROTU AT-TIJARAH) : TAWARAN SOLUSI MELALUI OUR CANTEEN TOGETHER PROGRAM (OCTP)
57.  MINANGKABAU SCHOOL : KONSEP PENDIDIKAN YANG RELIGIUS BERBASIS FALSAFAH ADAT ISTIADAT DENGAN MENGOPTIMALKAN POTENSI KEARIFAN LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN REVOLUSI MENTAL GENERASI MUDA INDONESIA
58.  PEMANFAATAN LIMBAH EKTRAKSI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam) MENJADI PRODUK OLAHAN PANGAN DODOL DALAM UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN
59.  IMPLEMENTASI Q.S AL BAQARAH :164 DAN Q.S AL ISRAA : 82 MELALUI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL KITOSANTRIPOLIFOSFAT(TPP) BERBASIS HEMISELULOSA MGN-3 PADA DEDAK PADI SEBAGAI TERAPI MUTAKHIR KANKER PAYUDARA
60.  PESANTREN TANI INDONESIA (SANIA) PROGRAM PERBAIKAN LAHAN PERTANIAN SEBAGAI SOLUSI PROBLEMATIKA BANGSA BIDANG LINGKUNGAN MENGACU AL-QUR’AN SURAT AL-A’RAAF AYAT 58
61.  PANDANGAN ISLAM TENTANG  PEMANFAATAN ULTRASONOGRAFI  UNTUK MENGETAHUI JENIS KELAMIN BAYI
62.  MEMOTRET HIPOTESIS ARKEOLOGI DENGAN LENSA ILAHI (Penggunaan Al-Qur’an sebagai Referensi Hipotesis Arkeologi Berbasis Refleksi Sejarah Pemecahan Misteri Hieroglif Mesir Kuno)
63.  PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP GELOMBANG THETA PADA OTAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT ALZHEIMER
64.  GEL PATI-SELULOSA AMPAS SAGU SEBAGAI SOLUSI PENGGANTI GELATIN BABI PADA CANGKANG KAPSUL : UPAYA EKSTENSIFIKASI PEMANFAATAN AMPAS SAGU
65.  IMPLEMENTASI AL QURAN UNTUK GENERASI USIA 0-12 TAHUN DALAM RANGKA LOMBA MUSABAQAH KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) KANDUNGAN AL QURAN
66.  ISLAMIC SOCIAL BUSINESS (ISB) SOLUSI MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI INDONESIA BERDASARKAN NILAI-NILAI AL-QUR’AN
67.  DAUR ULANG AIR WUDHU DENGAN FILTER POLISTIRENA
68.  PEMENUHAN ENERGI LISTRIK PASCA GEMPA BUMI MELALUI PEMANFAATAN GETARAN GEMPA BUMI SEBAGAI WUJUD PENERAPAN ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN
69.  “Healing Qur’anic sebagai Perangkat Medis Masa Kini”
70.  SANTRI ENTREPRENEURCETAR TERENCANA (SECERCA): PROGRAM PEMBERDAYAAN PEMUDA SIAP MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015
71.  APLIKASI BIOTIK (Biodigester Plastik) SEBAGAI SOLUSI CERDAS TEREALISASINYA BIOGAS SECARA NYATA DI KABUPATEN PADANG LAWAS BERLANDASKAN QS. AL-MU’MINUN : 21
72.  PROPOLIS SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF GINGIVITIS PADA IBU HAMIL
73.  FIGURE CARD GAME (FCG) BERBASIS ISLAMI SEBAGAI MEDIA EDUKASI SOLUTIF BAGI ANAK DALAM UPAYA MERETAS KRISIS KETELADANAN DI INDONESIA
74.  ISME: ISLAMIC MENTORSHIP MULTITALENT SEBAGAI SARANA MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN MUSLIM YANG BERJIWA PROFESIONAL DI INDONESIA
75.  COPI MADU (COOLING PAD BERMOTIF BATIK MADURA): MENYULAP SAMPAH BERMASALAH MENJADI BERKAH


Mengutip dari situs lptqjatim.com, berikut ialah citra umum pada perlombaan musabaqoh makalah al quran. Dan mungkin format penulisan dan petunjuk teknis tiap tahun beda-beda.

Ketentuan MMQ
1. Pengertian
Musabaqah Makalah al-Qur'an (MMQ) merupakan cabang musabaqah yang menitikberatkan pada kemampuan menulis dengan mengeksplorasi isi kandungan al-Qur'an
2. Golongan Musabaqah
Musabaqah Makalah al-Qur’an (MMQ) terdiri dari satu golongan yang bisa diikuti oleh laki-laki dan wanita
3. Peserta Musabaqah
Peserta  Musabaqah Makalah al-Qur’an (MMQ) ialah pria  dan wanita  yang  memenuhi  ketentuan  umum yang telah ditentukan oleh panitia.  

Sistem Musabaqah
1.    Waktu yang dibutuhkan untuk lomba MMQ ialah 6 (enam) hari aktif, dengan alokasi: 1 hari untuk penyisihan, 1 hari untuk memberi kesempatan kepada Dewan Hakim menilai karya tulis penyisian, 1 hari untuk menunjukkan kesempatan persiapan bagi penerima yang akan mengikuti babak semi final, 1 hari untuk pelaksanaan semi final, 1 hari untuk memberi kesempatan kepada Hakim menilai karya tulis hasil semifinal,  dan 1 hari untuk final.
2.    Alat yang digunakan ialah laptop yang dibawa oleh masing-masing penerima dengan ketentuan sebagai berikut:
a.    Spek Laptop (akan dijelaskan menjelang teknical meeting)
b.    Laptop dalam keadaan steril dari data dan aplikasi.
c.    Apabila laptop tidak dalam keadaan steril akan di format ulang oleh panitia dan panita tidak bertanggung jawab atas data yang hilang.
d.    Jika ditemukan data di dalam laptop pada ketika perlombaan berlangsung, maka dewan hakim akan mendiskualifikasi penerima dari lomba.
e.    Panitia tidak menyediakan laptop cadangan.
3.    Musabaqah dibagi ke dalam tiga babak, yaitu babak kualifikasi atau penyisihan, babak semifinal, dan babak final
4.    Babak penyisihan diikuti oleh semua penerima dengan menulis tema pertama yang telah ditentukan oleh dewan hakim.
5.    Babak semifinal diikuti oleh 12 penerima terbaik (6 putra/6 putri) dan menulis tema kedua.
6.    Babak final diikuti oleh 6 penerima terbaik (3 putra/3 putri) dengan ketentuan sebagai berikut:
a.    Peserta mempresentasikan makalah yang ditulis pada babak semifinal selama 5 menit dan dilakukan tanya jawab dengan dewan hakim selama 15 menit.
b.    Dalam melaksanakan presentasi penerima memakai power-point.
7.    Dari babak penyisihan ke babak semifinal disediakan jeda dua hari untuk persiapan, sedang dari semifinal ke final disediakan jeda satu hari.
8.    Waktu pembuatan goresan pena selama 9 jam, dimulai pukul 08.00 WIB hingga dengan pukul 17.00 WIB untuk babak penyisihan dan mulai pukul 08.00 WIB hingga dengan pukul 16.00 WIB (8 jam) untuk babak semifinal. Jika waktu telah habis maka penerima harus meninggalkan ruangan dan membiarkan hasil pekerjaannya di laptop asing-masing yang telah tersimpan dalam format per.
9.    Peserta sanggup membawa rujukan dalam bentuk:
a.    Buku; asli, fotokopi utuh, atau ebook print out utuh.
b.    Diktat; orisinil atau fotokopi utuh.
c.    Modul; orisinil atau fotokopi utuh.
d.    Peraturan perundang-undangan; orisinil atau fotokopi utuh.
e.    Jurnal; asli, fotokopi satu judul utuh dan cover atau pdf jurnal print out satu judul utuh dan cover
f.     Majalah, tabloid dan koran; orisinil dan fotokopi utuh.
g.    Skripsi, Thesis, Disertasi dan hasil penelitian; orisinil dan fotokopi utuh.
h.    Website; print out utuh, alamat web dan tanggal akses.
10. Peserta tidak diperkenankan membawa alat-alat komunikasi menyerupai HP maupun sejenisnya dalam bentuk apapun ke dalam arena lomba.
11. Jika goresan pena sudah selesai sebelum waktu berakhir, penerima sanggup meninggalkan ruangan dengan laptop tetap berada diruangan
12. Waktu istirahat (ISOMA) diatur sendiri oleh penerima atas izin dewan hakim. Pada ketika keluar ruangan, penerima tidak diperkenankan membawa serta tulisannya, dan ketika masuk kembali tidak diperbolehkan membawa masuk rujukan baru.
13. Selama perlombaan berlangsung, tidak diperkenankan memasuki ruangan lomba kecuali peserta, dewan juri dan panitia.
14. Validasi rujukan oleh dewan hakim dilakukan 30 menit sebelum lomba dimulai.
15. Makalah hasil lomba menjadi hak milik sepenuhnya oleh LPTQ Jawa Timur.

Materi Musabaqah
1.      Karya tulis dibentuk dengan mengacu pada tema yang telah ditentukan dewan hakim dan panitia
2.      LPTQ Jawa Timur tetapkan dua tema besar yang akan digunakan ketika musabaqah, dengan ketentuan tema kesatu untuk babak kualifikasi dan tema kedua untuk babak semifinal
3.      Ketentuan Makalah/ Tulisan bersifat:
a.    Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka pemikiran) dalam pembahasan masalah.
b.    Ilmiah populer, bersifat kontemporer atau kasatmata dengan perumusan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.
c.    Reflektif referensial, dengan mengacu pada ayat-ayat al-Qur'an, kitab tafsir dan rujukan lain yang relevan dengan perspektif yang digunakan.
d.    Sistematika Makalah
1)    Pendahuluan
2)    Pembahasan
3)    Penutup
a)  Kesimpulan
b)  Daftar pusaka
e.    Panjang goresan pena antara 10-15 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5 dengan margin, 4 atas, 4 kiri, 3 bawah, dan 3 kanan. Font 12, Times New Roman
f.     Tulisan Arabic diketik di atas keybord, tidak memakai aplikasi al-Qur’an word. Menggunakan font tradisional arabic 16 dengan spasi singel (1.0). Konsistensi dalam penggunaan transliterasi Arab
g.    Penulisan kutipan memakai footnote

Waktu Musabaqah
Musabaqah ini dilaksanakan pada pagi, siang, dan sore hari sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Bagi ikhwan atau akhwat yang akan mengikuti Lomba Makalah Karya Tulis Al Quran, atau MTQ Mahasiswa Nasional bidang lomba Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ) semoga dimudahkan dalam penyusunan makalah hingga tahap final. Terus berikhtiar dan berdoa. Semoga mendapat hasil yang diridhoi Alloh SWT. Menang atau kalah sudah menjadi takdir bersama. 

Sumber http://www.pagunpost.com

√ 7 Jurus Mahir Public Speaker Dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an Mmq / Lkta / Mktia

7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an - Menjadi seorang Public Speaker atau pembicara hebat dalam Musabaqah Makalah Al-Qur’an (M2Q) tidaklah mudah. Menjadi seorang pembicara hebat intinya harus mempunyai kompetensi dan kapabilitas yang tinggi. Selain daripada itu, seorang pembicara juga hendaknya mempunyai wawasan yang luas. Akan tetapi, hal itu bukanlah segalanya, jikalau ada kemuan niscaya ada jalan.  Menjadi seorang pembicara yang hebat tentunya mempunyai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjadi “The Real Public Speaker of Musabaqah Makalah Al-Qur’an”. Berikut akan penulis paparkan secara apik dan menarik 7 (tujuh) Jurus Terdahsyat Menjadi Public Speaker yang sukses.

 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al √ 7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an MMQ / LKTA / MKTIA
7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an


1. Pembukaan yang memikat (Ice Breaker)

Untuk mendapat evaluasi yang baik dihadapan para audiens atau dewan hakim/ juri selayaknya kita menampilkan kalimat pembuka yang sanggup memikat hati para audiens atau dewan hakim. Sehingga, ketika mereka telah terpikat dan termakan dengan kesan pertama yang kita sajikan dengan kata bagus dan indah, mereka akan secara sadar tersentak dan kagum bahkan terhipnotis dengan apa yang kita katakan.

2. Menciptakan Teknik VIJAT (Volume, Intonasi, Jeda, Artikulasi, dan Tempo)

Ketika berbicara di depan umum, yang perlu diperhatikan ialah bagaimana mengatur teknik berbicara sesuai dengan nada dan volume yang mempunyai amplitude yang tepat, bisa memperlihatkan intonasi yang baik ketika berbicara, mengatur jeda dari kata atau kalimat menuju kalimat berikutnya serta memperlihatkan artikulasi yang menarik dan tempo yang beraturan. Ketika berbicara tidak terkesan cepat dan tidak juga terkesan lambat, sehingga pesan dari pembicaraan tersebut sanggup segera tersampaikan kepada para pendengar.
                                                                                                               

3. Be focus and  eyes contact (memfokuskan pandangan)

Pada dikala berbicara, pembicara hendaknya memusatkan pandangan tidak hanya pada satu titik tetapi juga bisa menguasai medan yang ada di sekitar kita. Dengan menguasai situasi dan kondisi yang ada, maka kita secara otomatis telah memperlihatkan sugesti yang baik bagi para pendengar. Sehingga, tujuan yang ingin kita sampaikan akan segera tersalurkan sesuai dengan impian para audiens.

4. Memahami Pentingnya Jembatan Tema

Ketika menciptakan suatu statmen pembahasan, perlu bagi seorang pembicara menguasai jembatan tema yang akan disampaikan. Dengan penguasaaan jembatan tema yang baik maka kita akan lebih gampang untuk memberikan topik yang akan kita utarakan di depan publik. Pemahaman jembatan tema ini juga merupakan penentu untuk sanggup menciptakan semua orang yang hadir terkesima dan tertarik dengan topik yang kita hidangkan dihadapan para pendengar yang hadir.

5. Menguasai teknik promosi tema

Setelah memahami jembatan tema, maka yang perlu kita perhatikan ialah bagaimana teknik mempromosikan tema yang akan kita sajikan kepada para audiens. Promosi juga salah satu penentu sukses atau tidaknya tujuan yang ingin kita sampaikan dalam pembahasan atau topik yang disajikan. Supaya menciptakan penerima tertarik dengan tema yang kita hidangkan, maka perlu adanya promosi yang penuh kreatifitas untuk sanggup memperlihatkan kesan yang bermakna di hati para pendengar. Sehingga, para pengengar bisa lebih yakin wacana tema yang sedang kita bahas.

6. Rekayasa isi yang mempesona

Satu hal yang akan lebih menarik ketika kita bisa merekayasa isi yang mempesona, sehingga isi yang kita sampaikan tidak kaku. Dengan gaya bahasa yang apik dan menarik di dalam isi bahasan yang akan kita sampaikan maka itu sanggup menjadi nilai plus. Rekayasa isi ini juga sebagai cara untuk sanggup menggoda para pendengar untuk sanggup lebih jauh masuk dalam nuansa irama yang kita sampaikan kepada para pendengar.

7. Memberikan epilog yang berkesan

Setelah melaksanakan pembicaraan yang begitu panjang. Maka yang terakhir harus dilakukan oleh seorang speaker (pembicara) ialah memperlihatkan epilog yang berkesan. Dengan epilog yang berkesan, hal ini sanggup menciptakan para pendengar akan tetap ingat dengan apa yang kita sampaikan. Sehingga, di mana pun dia berada, dia akan sanggup menerapkan apa yang telah kita sampaikan. Sehingga, hasil pembicaraan kita bisa menjadi manfaat bagi semua orang. Bisa juga divariasikan dengan bahasa daerah.

Berikut ialah referensi presentasi dalam perlombaan makalah ilmiah al quran mahasiswa:



Baca juga: Kiat-kiat Jago Menulis Karya Tulis Ilmiah Quran MMQ

Semoga 7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an ini bisa memperlihatkan manfaat bagi Anda yang ingin jago dan jago dalam Public Speaker of Musabaqah Makalah Al-qur'an. Jangan ragu untuk share jikalau bermanfaat :)

Sumber http://www.pagunpost.com

Wednesday, July 26, 2017

√ Tema Musabaqah Makalah Al-Qur’An (Mmq) Tingkat Provinsi Kalimantan Utara 2015

Tema Musabaqah Makalah Al-Qur’an (MMQ) 2015. Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) baik di tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, dan tingkat Provinsi Kalimantan Utara telah digelar. Semua tempat turut serta meramaikan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Seiring perkembangan zaman yang terus bergulir , setiap orang juga harus bisa melek teknologi yang senantiasa berkembang setiap saat. Namun, yang satu ini tidak bisa dihilangkan dari budaya kita, yaitu penggunaan dan pemanfaatan mesin tik portable yang klasik dan unik. Saking uniknya, perlombaan dalam MTQ pun dikemas sedemikian rupa guna melestarikan mesin tik ini dalam sebuah cabang lomba yang berjulukan Musabaqah Menulis Makalah Al-Qur'an (M2KQ) yang kemudian berganti nama lagi menjadi Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur'an (M2IQ), dan baru-baru ini berganti lagi menjadi Musabaqah Makalah Al-Qur'an (M2Q). 
MTQ-MMQ - Images pagunpost.com
Perubahan tersebut ditengarai oleh kebijakan sentra yang selalu berubah-ubah. Musabaqah Malah Al-Qur'an (M2Q) merupakan cabang lomba dalam MTQ yang mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi dari cabang-cabang lainnya. Sebab, penulisan makalah ini memakai mesin tik portable meskipun zaman kini ini telah banyak perkembangan IT yang tersedia seperti, laptop, gadget, I phone dan lain sebagainya. Kenapa dalam penulisa M2Q tidak diperkenankan memakai laptop dan sejenisnya? Karena dalam penulisan ini bertujuan untuk mencetak penulis-penulis yang bisa mengekplorasi pikirannya ke dalam goresan pena yang mendalam. Jika penulisannya memakai laptop, keaslian goresan pena sudah tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi. 

Oleh alasannya yakni itu, Menulis Makalah Al-Qur'an (M2Q) tidak sembarangan, perlu pengembangan goresan pena yang sarat akan kajian-kajian Al-Qur'an dan tafsir. Sehingga goresan pena ini berbeda dari goresan pena dalam penulisan makalah ilmiah murni. Musabaqah Makalah Al-Qur'an yakni bentuk goresan pena ilmiah yang bersifat narasi dan populer. Populer di sini artinya, goresan pena tersebut sanggup diketahui dan dipahami oleh orang awam atau masyarakat.


Baca juga: Kiat-kiat Jitu Jago Menulis Karya Tulis Ilmiah Alquran


Dalam menciptakan Makalah Al-qur'an yang harus diperhatikan yakni kesesuaian judul yang Anda buat dengan tema besar. Kemudian koherensi goresan pena yang Anda tulis hendaknya saling sambung-menyambung sehingga pesan goresan pena sanggup tersampaikan.

Musabaqah Makalah Al-Qur'an tahun ini hanya hingga pada tingkat provinsi saja. Sebab, pada tahun ganjil hanya berupa STQ bukan MTQ. Pada tahun 2015 ini ada dua tema besar yang akan dijadikan patokan dalam menciptakan judul makalah Al-Qur'an. Berikut yakni tema yang akan digunakan:


TEMA STQ-M2Q Tahun 2015:


1. Nasionalisme dalam Konsep Islam

Nasionalisme dalam Konsep Islam merupakan sebuah kepedulian atau cinta tanah air. Dalam Islam memang nasionalisme ini mempunyai perbedaan pendapat para ulama. Namun, Konsep Nasionalisme berdasarkan Konsep Islam perlu untuk Anda hadirkan dalam tema atau judul yang Anda tulis. Dalam Islam Nasionalisme lebih identik terhadap pembelaan terhadap kebenaran dalam konsep Jihad. Nah, makna jihad kini telah mengalami pergeseran dari fungsi jihad yang sebenarnya. Banyak orang yang menyalahgunakan makna jihad itu sendiri. Oleh alasannya yakni itu, kiprah Anda nantinya bisa meluruskan kembali makna dan fungsi jihad yang sebenarnya. Jihad bukan hanya dipandang dengan kita mengangkat senjata atau pedang untuk berperang. Melainkan jihad bisa ditempuh dengan mengharumkan nama baik nusa, bangsa, dan agama. Misalnya, dengan menuntut ilmu, mengikuti perlombaan sains dan sea games yang bisa mendongkrak nama negara bisa dipandang oleh negara lain. Atau dalam hal ini yakni dengan jihad melalui dakwah. Dakwah bisa berupa verbal dan tulisan. Nah, mengikuti Musabaqah Makalah Al-Qur'an khususnya bidang M2Q dengan goresan pena yang Anda tuangkan Anda sudah berdakwah, apalagi bila goresan pena Anda bisa dipublikasikan ke khalayak ramai atau publik.


2. Keluarga dan Pembentukan Karakter Anak Bangsa 

Tema yang kedua yakni mengenai Keluarga dan Pembentukan Karakter Anak Bsangsa. Degradasi atau kemorosotan moral sampaumur ini sudah tergolong atau berstatus awas. Kenapa demikian? Karena perkembangan teknologi yang berkembang pesat tidak bisa dibentung oleh masyarakat masa kini. Sehingga, bisa kita lihat, semenjak kecil orangtuanya sudah berani membekali anaknya dengan media teknologi tanpa adanya kontrol dan pengawasan yang terpola pada belum dewasa mereka. Sehingga, belum dewasa zaman searang sudah mengenal apa namanya pacaran, sampaumur sebelum waktunya, dan tidak jarang terjadi pembangkangan anak terhadap orangtuanya. Hal ini perlu pertimbangan orangtua secara serius. Sebab, ketika contoh bimbing terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak tidak baik maka, jangan salahkan anak Anda bila ketika ia besar sikapnya tidak menyerupai yang Anda inginkan.


Itulah sekilas isu mengenai tema besar pada STQ-M2Q tahun 2015. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi acuan Anda dalam menciptakan makalah Al-Qur'an yang berkualitas. Semoga dimudahkan dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah Alquran hingga babak final. 

Sumber http://www.pagunpost.com

Saturday, June 24, 2017

√ Mengapa Harus Dominan? Dewan Hakim Mtq Provinsi Kaltara Perlu Uji Kelayakan!

Oleh:
Muhammad Arbain
(Penulis ‘20’ Buku & Mantan Juara I MMQ Tingkat Provinsi Kaltim 2012-2013)


Muhammad Arbain- Mantan Juara I MMQ Provinsi Kaltim 2 Kali Berturut-Turut
         
Bumi Benuanta merupakan hamparan yang luas dengan eksotisme alam yang terbentang indah. Keindahannya menggambarkan kondisi masyarakat yang senantisa tawaduk dalam nuansa religius. Tahun 2016 ini merupakan langkah awal Kalimantan Utara menyelenggarakan MTQ Provinsi yang pertama kalinya. Kalimantan Utara digemparkan oleh lantunan ayat-ayat suci Alquran. Semua manusia Kaltara memuji asma Tuhannya. Kalimantan Utara tempat berkumpulnya para alim ulama dan penghafal, pengkaji, dan pengamal Alquran. 

Dalam perhelatan MTQ Provinsi Kalimantan Utara Ke-I ini dilombakan beberapa cabang lomba yaitu: Tilawah Qur’an, Qira’ah Qur’an, Hifdzil Qur’an, Tafsir Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khotil Qur’an, dan Musabaqah Makalah Al-Qur’an. Beberapa cabang lomba di atas merupakan bab dari syiar Islam kepada seluruh masyarakat Kaltara. 

Setiap penerima dari masing-masing tempat yang ada di Kalimantan Utara yakni; Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Semuanya berbondong-bondong untuk mengikuti MTQ Provinsi Kalimantan Utara yang perdana dengan ‘Tuan Rumah” Ibu Kota Provinsi Kaltara “Bulungan”. Guna memperebutkan kejuaraan dan terciptanya manusia penerima yang berkualitas dan sanggup membawa nama baik tempat di tingkat Nasional maupun Internasional. 

Namun, dalam perhelatan MTQ Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016 ini, apakah gerangan yang terjadi? ada sebuah kejanggalan dan ketidakadilan. Dominasi dari tempat ‘Tuan Rumah’ menyelimuti dan memperlihatkan setitik noktah dalam sanubari masyarakat Kaltara. Setiap tempat yang ada di Kaltara hanya menduduki bangku dewan hakim sebanyak 6 (enam) orang. Tentunya bagi skala Kaltara ini berada dalam posisi yang tidak adil dan tidak wajar. Pasalnya, banyak bidang MTQ yang tidak terwakilkan oleh masing-masing daerah. Kekecewaan mulai bemunculan dikala posisi penting perheltan ini yang menyangkut kejuaraan telah ternodai oleh ambisi yang tidak sewajarnya. Setiap tempat pastinya menginginkan kejuaraan umum. Tentunya untuk meraih kejuaraan umum diharapkan kerja keras dan kejujuran. Dewan hakim merupakan kunci suksesnya penyelenggaran MTQ dengan ditemukannya juara-juara emas Kaltara. Dewan hakim disumpah sebagai posisi strategis yang mempunyai hak priogratif dalam membuat generasi yang Qur’ani. Dewan hakim seharusnya mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Apa syarat yang menimbulkan seseorang sebagai “Dewan Hakim”? Tentunya semua orang tahu, syarat pertama dan utama adalah: (1) Mantan Peserta dan Memiliki Sertifikat Kejuaraan, (2) Pernah Mengikuti Pelatihan Dewan Hakim yang bersertifikat, (3) dan Usulan dari masing-masing daerah. 

Namun, Mengapa harus dominan? Dewan Hakim Perlu Uji Kelayakan! Tentunya uji kelayakan diharapkan untuk sanggup menemukan dewan hakim-dewan hakim yang benar-benar mempunyai kompetensi di bidangnya. Bukan atas status kekerabatan, kekeluargaan, dan kelembagaan yang justru mencoreng nama baik tempat maupun agama. 

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari)


Sumber http://www.pagunpost.com

Wednesday, June 21, 2017

√ Ayat-Ayat Al-Qur’An Perihal Taat Kepada Allah Dan Rasulnya

A.      Mengartikan QS. An-Nuur : 54 dan QS. An-Nisaa : 80 Tentang taat kepada Allah dan RasulNya
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ (٥٤)
Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan bila kau berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu ialah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kau sekalian ialah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan bila kau taat kepadanya, pasti kau menerima petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan memberikan (amanat Allah) dengan terang". (QS. An-Nuur : 54)

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا (٨٠)
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS. An-Nisaa : 80)



B.      Menjelaskan Kandungan QS. An-Nuur : 54
Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan kepada mereka untuk taat kepada Allah SWT dan Rosul-Nya dengan sungguh-sungguh. Jangan selalu berpura-pura beriman, tetapi perbuatan dan tingkah laris mereka bertentangan dengan kat-kata yang mereka ucapkan. Ini ialah sebagai peringatan terakhir kepada mereka. Apabila mereka tetap juga berpaling dari kebenaran dan melaksanakan hal-hal yang merugikan usaha kaum Muslimin maka katakanlah kepada mereka  dosa perbuatan mereka itu akan dipikul diatas bahu mereka sendiri dan tidak akan membahayakan Nabi dan kaum Muslimin sedikitpun. Mereka akan mendapatkan kemurkaan Allah SWT dan siksanNya. Bila mereka benar-benar taat dan keluar dari kesesatan dengan mendapatkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya pasti mereka akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Kewajiban rasul hanya memberikan petunjuk dan nasihat. Menerima atau menolak ialah keputusan masing-masing, diluar tanggung jawab rasul.


Baca artikel dibawah ini: 


Kesimpulan :

  1. Allah SWT melarang Nabi mendapatkan sumpah mereka dan menyuruh Nabi memberi peringatan terakhir biar mereka benar-benar beriman serta taat dan patuh mendapatkan perintah Allah dan Rasul-Nya
  2. Apabila mereka tidak insaf, maka nabi dibebaskan dari tanggungjawab terhadap perbuatan mereka lantaran rasul hanya berkewajiban memberikan petunjuk dan nasihat.

1.    Menjelaskan kandungan QS. An-Nisaa : 80 Tentang taat kepada Allah dan RasulNya

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا (٨٠)
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS. An-Nisaa : 80)

Perintah dan larangan Rasul yang tidak menyangkut urusan keagamaan umpamanya yang berafiliasi dengan keduniaan menyerupai urusan pertanian dan pertahanan, maka rasul sendiri bersedia mendapatkan pendapat dari sahabatnya yang lebih mengetahui masalahnya.
Menurut sejarah, dalam menjaga kesopanan terhadap rasul para sobat bertanya lebih dahulu apakah hal itu datangnya dari Allah SWT atau pendapat Rasul sendiri. Jika ditegaskan oleh Rasul bahwa ini ialah dari Allah SWT maka mereka menaati tanpa ragu-ragu dan bila dikatakan bahwa ini pendapat Muhammad maka para sobat menemukakan pula pendapat mereka. Peristiwa ini pernah terjadi lantaran sobat menghadapi perintah Rasul dalam menentukan suatu daerah yang akrab ke mata air untuk kepentingan seni administrasi pertahanan dikala perang Badar.
Ketika menunjukan lantaran turunnya ayat ini Muqatil meriwayatkan bahwa dikala Nabi Bersabda yang artinya :
”Barang siapa mengasihi saya bahwasanya ia mengasihi Allah. Dan barang siapa yang menaati saya sesunnguhnya ia menaati Allah. Orang munafik berkata, “Tidaklah kau mendengar kata pria ini (Muhammad)? Sesungguhnya ia telah mendekati syirik. Sesungguhnya ia melarang kita menyembah selain Allah dan ia menghendaki kita menjadikannya ilahi sebagaimana orang-orang Kristen menimbulkan Isa tuhan. Maka Allah menurunkan ayat ini.”      (Riwayat Muqatil).
Menaati Rasul tidak sanggup dikatakan perbuatan syirik, lantaran Rasul penyampai perintah Allah. Dengan demikian menaati Rasul ialah menaati Allah, bukan mempersekutukannya dengan Allah.
Di dalam Tafsir al-Maragi dijelaskan bahwa syirik itu sendiri terdiri dari dua macam. Pertama, syirik uluhiyah, yaitu mempercayai adanya adanya sesuatu selain Allah yang memiliki kekuatan mistik dan sanggup memberi manfaat dan memberi mudarat. Kedua, syirik rububiyah,mempercayai bahwa ada sesuati selain Allah yang memiliki hak memutuskan aturan haram dan halal, lantaran semua mahluk tunduk kepada kehendak_Nya.
Allah menghendaki biar Rasul-Nya (Muhammad) tidak mengambil tindakan kekerasan atau paksaan terhadap orang yang tidka mneaatinya, lantaran ia diutus hanya sekedar memberikan informasi bangga dan peringatan keras. Keimanan insan pada kerasulannya tidak digantungkan kepada paksaan, tetapi kepada kesadaran sesudah memakai pikiran.

C.     Menunjukkan  sikap orang yang mengamalkan QS. An-Nuur : 54 dan QS. An-Nisaa : 80 Tentang taat kepada Allah dan RasulNya
Orang mukmin pria maupun wanita harus takut kepada Allah SWT dimana berada dengan maksud takut kepada Allah SWT disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan selalu memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.
Siapa yang mentaati semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya  disebabkan meyakini bahwa mengerjakan perintah Allah SWT itulah yang akan membawa kepada kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat, meninggalkan semua larangan-Nya, akan menjauhkan mereka dari ancaman dan malapetaka di dunia dan alam abadi dan selalu bertaqwa kepada-Nya, dan berbuat baik terhadap sesama manusia, maka mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mencapai keridloaan Ilahi dan bebas dari segala siksaan-Nya di alam abadi nanti. Hal ini sesuai dengan QS. An-Nuur : 52 :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (٥٢)
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka ialah orang- orang yang menerima kemenangan (QS. An-Nuur : 52)

Disamping itu juga, Allah SWT menyuruh yang baik dan mencegah dari yang munkar, mendirikan  sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
 dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;. (QS. Al Taubah: 71)

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا (٦٦)
Pada hari dikala muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul".   (QS. Al Ahzab: 66

قَالَتِ الأعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٤)
Artinya :
14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi Katakanlah 'kami telah tunduk', lantaran keyakinan itu belum masuk ke dalam hatimu; dan bila kau taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."            (QS. Al Hujurat: 14)

D.   Menerapkan dalam kehidupan sikap untuk taat kepada Allah dan RasulNya menyerupai yang terkandung dalam QS. An-Nuur : 54 dan QS. An-Nisaa : 80 Tentang taat kepada Allah dan RasulNya

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ (٥٤)
Katakanlah: "Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan bila kau berpaling MakaSesungguhnya kewajiban Rasul itu ialah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kau sekalian ialah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan bila kau taat kepadanya, pasti kau menerima petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan memberikan (amanat Allah) dengan terang". (QS. An-Nuur : 54)

Allah SWT memerintahkan  kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan kepada mereka untuk taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dengan sungguh-sungguh. Jangan selalu berpura-pura beriman, akan tetapi perbuatan dan tingkah laris mereka bertentangan dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Ini ialah sebagai peringatan terakhir kepada mereka. Apabila mereka tetap juga berpaling dari kebenaran dan melaksanakan hal-hal yang merugikan usaha kaum muslimin maka katakanlah kepada mereka bahwa dosa perbuatan mereka itu akan dipikulkan diatas bahu mereka sendiri dan tidak akan membahayakan Nabi dan kaum muslimin sedikitpun. Mereka akan menerima kemurkaan Allah SWT dan siksaanNya. Apabila mereka benar-benar taat dan keluar dari kesasesatan dengan mendapatkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya pasti mereka akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Kewajiban Rasul hanya memberikan petunjuk dan nasehat. Menerima atau menolak ialah keputusan masing-masing, diluar tanggung jawab Rasul.
Dalam dunia pendidikan, tentunya kita melaksanakan dasar-dasar aturan-aturan telah ditetapkan oleh pendidikan nasional.
Menerapkan dalam kehidupan sikap untuk taat kepada Allah dan RasulNya menyerupai yang terkandung dalam QS. An-Nuur : 54 dan QS. An-Nisaa : 80 Tentang taat kepada Allah dan RasulNya

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا (٨٠)
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS. An-Nisaa : 80)

Perintah dan larangan Rasul yang tidak menyangkut urusan keagamaan umpamanya yang berafiliasi dengan keduniaan menyerupai urusan pertanian dan pertahanan, maka Rasul sendiri bersedia mendapatkan pendapat dari sahabatnya yang lebih mengetahui masalahnya.
Akhlak atau sopan santun sobat berhadap Rasul dikala ada permasalahan lebih dahulu bertanya apakah hal itu datangnya dari Allah SWT atau pendapat Rasul sendiri. Jika ditegaskan oleh Rasul bahwa ini ialah dari Allah SWT maka mereka menaati tanpa ragu-ragu dan bila dikatakan bahwa ini pendapat Muhammad maka para sobat mengemukakan pula pendapat mereka. Peristiwa ini pernah terjadi dikala sobat menghadapi perintah Rasul dalam menentukan suatu daerah yang akrab ke mata air untuk kepentingan seni administrasi pertahanan dikala perang Badar.

Allah SWT menghendaki biar Rasul-Nya (Muhammad) tidak mengambil tindakan kekerasan atau paksaan terhadap orang yang tidak menaatinya, lantaran ia diutus hanya sekedar memberikan informasi bangga dan peringatan keras. Keimanan insan pada kerasulannya tidak digantungkan kepada paksaan, akan tetapi kesadaran sesudah memakai pikiran.

Baca juga: Ayat wacana nikmat Allah dan cara bersyukur


Sumber http://www.pagunpost.com