Showing posts with label Bulutangkis. Show all posts
Showing posts with label Bulutangkis. Show all posts

Monday, May 8, 2017

√ Lin Dan: Pebulutangkis Tiongkok Yang Mulai Meredup

Juara Olimpiade, Juara Asian Games, Juara Asia, dan puluhan gelar juara super series ialah serentetan gelar yang telah diraih Lin Dan. Atlet Tiongkok berjuluk Super Dan ini memang melegenda alasannya ialah sudah mengoleksi gelar-gelar penting dalam bulutangkis secara komplit.

Secara perkasa, berhasil menciptakan Lee Chong Wei gagal mempersembahkan medali emas olimpiade pertama cabang bulutangkis bagi Malaysia. Pasalnya, dua kali pula Lin Dan mengalahkan Chong Wei di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012. Dan kini, keduanya masih turut meraimakan ketatnya persaingan tunggal putra dunia.

Lin Dan (bola.com)

Adalah mengejutkan ketika Lin Dan harus kalah di babak 32 besar pada dua turnamen awal 2018, Perodua Malaysia Masters 2018 dan DAIHATSU Indonesia Masters 2018. Pada Malaysia Masters 2018 (17/01) Lin Dan dipermalukan tunggal putra muda Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, rubber game 16-21 21-18 17-21 selama 1 jam 11 menit. Sedangkan di Indonesia Masters kemarin (24/01), Lin Dan lagi-lagi mengalah dari tunggal putra muda yang kali ini dari Thailand, Kantaphon WANGCHAROEN. Kantaphon menang dua set pribadi 21-15 21-19 dalam 41 menit.

Era Tunggal Putra Baru

Kalahnya Lin Dan di dua turnamen secara beruntun apalagi di babak pertama dan melawan pemain muda ialah penuh tanda tanya. Saya sendiri beranggap bahwa kurun seorang Lin Dan akan segera berakhir. Bahkan Taufik Hidayat dan Peter Gade yang merupakan pemain seangkatan sudah pensiun. Apalagi pemain muda dunia sudah mulai menyampaikan kualitasnya dan siap mendepak para atlet senior.Tiga tunggal putra Indonesia yang menciptakan kejutan di Malaysia Masters 2018Saya memprediksi  peta persaingan tunggal putra dunia tidak lagi pada Tiongkok. Ini ibarat dengan tunggal putri Tiongkok yang dulu ada trio Wang (Wang Yihan, Wang Shixian dan Wang Xin) yang bergantian juara. Sekarang, justru tunggal putri tiongkok kurang berdungung. Bahkan tahun kemudian tak satu pun tunggal putri Tiongkok menjuarai super series. 

F3: Rising Star From Indonesian
Pada sektor tunggal putra kedepan saya prediksi bakal ada persaingan ketat antara Denmark dan Indonesia. Dua negara tersebut akan saling mendominasi. Setelah berakhirnya kurun Jan O Jorgensen, Denmark pribadi mengorbitkan banyak pemain muda bintang ibarat Victor Axelsen (Juara Dunia, Perunggu Olimpiade 2016, Rank 1 Dunia) kemudian ada juniornya yang tak kalah membahayakan ada Anders Antonsen, Emil Host, Rasmus Gemke. 

Indonesia sendiri ada Anthony Sinisuka Ginting (Juara Prancis Open 2017) bersama Jonathan Christie (Runner Up Prancis Open 2017) dan tentu Ihsan Maulana Mustofa yang mengalahkan Lin Dan. Jika berbicara pemain putra Indonesia dan Denmark tentu akan muncul rivalitas. Pasalnya Denmark ialah pemegang Thomas Cup dan Indonesia ialah Runner Up.

Regulasi Baru BWF

Mungkin saya terlalu berspekulasi kalau menganggap kalahnya Lin Dan sebagai bentuk protes Lin Dan secara halus pada BWF terkait dengan jadwal turnamen yang begitu padat. Ya,  perlu diketahui hukum gres BWF mengharuskan seorang atlet mengikuti 12 turnamen, kalau tidak maka akan dikenai denda. Tentu untuk pemain yang sudah berumur akan sangat memberatkan bahkan rentan mengakibatkan cidera.

Victor Axelsen dan Lee Chong Wei bahkan melaksanakan protes terhadap kebijakan gres tersebut. Dikutip dari juara.bolaspots.com Axelsen mengatakan:

"Ada beberapa turnamen berturut-turut pada bulan ini. Dan terlalu banyak turnamen akan mengganggu kebugaran pemain." 

Sedangkan Lee Chong Wei sendiri mengaku siap kalau harus membayar denda ketimbang harus ikut 12 turnamen yang sangat melelahkan.

Istora Masih "Angker"

Kalahnya Lin Dan di babak pertama Indonesia Masters 2018 tentu memperpanjang puasa gelar di publik Indonesia. Ya, Lin Dan sendiri belum pernah sekalipun menjadi juara Indonesia Masters atau pun Indonesia Open. Sepertinya Istora masih begitu sulit ditaklukkan untuk Super Dan. Mungkin efek pecinta bulutangkis Indonesia yang begitu kompak dan berisik menjadi hal yang kurang disukainya. Sounds good!

Kapan Pensiun?

Tanda-tanda Lin Dan akan pensiun mungkin mulai terlihat sekalipun belum ada media yang mengabarkan kapan Lin Dan akan pensiun. Di sisi lain kalahnya Lin Dan dapat saja sebagai penggugur kewajiban ikut turnamen: asal ikut saja semoga tidak kena denda, urusan hasil belakangan. Pun mungkin baginya dua turnamen itu tidak terlalu penting. Bisa jadi kemudian Lin Dan muncul kembali dengan sangat berpengaruh dan menggondol Asian Games 2018 di Jakarta.Lin Dan: Sang Penggagal Lee Chong Wei merebut Emas Olimpiade 2 kali


Terlepas dari itu semua, masih menarik untuk membicarakan karier Super Dan. Apakah masih akan tetap bermain sampai Olimpiade Tokyo 2020 yang berarti dikala itu umurnya 36 tahun? Pun juga Lee Chong Wei yang tiga kali beruntun harus puas dengan 3 perak olimpiade. 

Akankah Lin Dan masih tetap bermain demi menggagalkan Chong Wei meraih emas Olimpiade?

Terlalu spekulatif! 

Tapi patut kita tunggu. apakah 2 tahun lagi keduanya masih aktif meramaikan persaingan tunggal putra dunia dan kembali berlaga Olimpiade Tokyo 2020. Sebagai pecinta bulutangkis, masih berharap ada el clasico Lin Dan vs Lee Chong Wei nantinya.

Salam Badminton Lovers!
*) Tulisan ini pernah saya publikasikan di Kompasiana

Sumber http://www.pagunpost.com

√ Fajar/Rian: Ganda Putra Pelapis Kevin/Gideon

Fajar/Rian Juara Malaysia Masters 2018
Publik Malaysia eksklusif tertunduk lesu ketika wakil satu-satunya di Final, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, gagal mempersembahkan gelar Juara Perodua Malaysia Masters 2018 sesudah kalah dari pasangan muda Indonesia, Fajar Alfian/Rian Ardianto (21/01). Fajar/Rian yang notabene bukan unggulan berhasil menghempaskan peraih medali perak Olimpiade 2016 dengan skor dramatis 14-21 24-22 21-13 dalam waktu 58 menit.

Pada set pertama, Fajar/Rian nampak masih kurang "in"dan banyak melaksanakan kesalahan sendiri, sehingga mengalah mudah. Pada set dua pelapis Kevin/Gideon ini juga sempat tertinggal 13-17 dan hanya empat poin lagi Ganda Malaysia itu bakal juara. Namun, apa hendak dikata mental juara pasangan Indonesia ini terus menyala, sampai pada akibatnya set dua berhasil menang dramatis 24-22.

Pada set penentuan, Goh/ Tan menyerupai kurang ngotot dalam bermain. Mereka hanya meladeni permainan dan mengembalikan smash-smash pemain Indonesia. Dari pengamatan saya, Tan Wee Kiong tidak pada kesehatan prima (seperti terkena flu) sehingga banyak eror dan menjadi incaran pemain muda Indonesia. Fajar/Rian pun berhasil merengkuh gelar Juara di turnamen yang selevel super series ini.

Satu hal yang dilarang dilewatkan yaitu tugas tangan cuek seorang Herry IP. Pelatih yang berjuluk "coach naga api" ini dengan sabar menunjukkan isyarat disetiap jeda biar Fajar/Rian terus bermain dengan seni administrasi tepat. Variasi smash dan pukulan net silang yaitu hal yang selalu didengungkan Koh Herry.

Beberapa kali Koh Herry juga mengingatkan biar Fajar/Rian tidak aib berteriak "so so so" ketika mendapat poin. Ini yaitu sebuah simbol optimisme apalagi menghadapi wakil tuan rumah. Diakui memang sentuhan tangan cuek Herry IP sangat kuat. Beberapa waktu kemudian saya sempat membaca sebuah artikel di media online yang menyebut Koh Herry akan memoles Fajar/Rian sebagaimana Kevin/Gideon dulu. Dan sekarang polesan itu telah membuahkan hasil positif.

Herry IP,coach naga api, menunjukkan arahan

Dengan demikian, Indonesia berhasil meraih satu gelar di ajang Perodua Malaysia Masters 2018. Adapun Malaysia selaku tuan rumah dipaksa gigit jari. Menariknya, dua wakil Tiongkok di Final juga kandas sehingga Tiongkok pulang tanpa gelar.

Hasil lengkap Final Malaysia Masters 2018 (dari Badminton News Flash/fb):

Mixed Doubles
Tang Chun Man/Tse Ying Suet [2][HKG] vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong [5][CHN]
19-21 22-20 21-18 0:52

Women's Doubles
Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen [3][DEN] vs Chen Qingchen [1][CHN]
22-20 21-18 0:44

Men's Singles
Viktor Axelsen [1][DEN] vs Kenta Nishimoto [JPN]
21-13 21-23 21-18 1:12

Women's Singles
Ratchanok Intanon [5][THA] vs Tai Tzu Ying [1][TPE]
21-16 14-21 24-22 1:05

Men's Doubles
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto [INA] vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong [MAS]
14-21 24-22 21-13 0:58

Distribusi Gelar :
Denmark : 2 Gelar Juara
Indonesia : 1 Gelar Juara
Hong Kong China : 1 Gelar Juara
Thailand : 1 Gelar Juara
China : 2 Runner Up
Japan : 1 Runner Up
Chinese Taipei : 1 Runner Up
Malaysia : 1 Runner Up
---

Turnamen selanjutnya yaitu Indonesia Masters 2018 yangakan digelar di Istora Senayan, Jakarta, 23-28 Januari 2018.Indonesia menurunkan kekuatan penuh alasannya sebagai tuan rumah. Kevin/Gideon dan Tontowi/Liliyana hadir sesudah bolos di dua turnamen sebelumnya.

Maju terus bulutangkis Indonesia...!!!
*) Tulisan ini pernah saya publikasikan di Kompasiana
Sumber http://www.pagunpost.com