Showing posts with label Klimatologi. Show all posts
Showing posts with label Klimatologi. Show all posts

Monday, July 16, 2018

√ Cuaca Dan Iklim Itu Bedanya Apa?

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita akan berjumpa dengan hujan, panas, angin, petir dan lain sebagainya bukan?. Saat ini warta perihal cuaca sangat dibuthkan oleh masyarakat. Update infromasi perihal prakiraan hujan, badai, angin dan lainnya sangat membantu insan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Lalu apa bedanya cuaca dan iklim?

Cuaca atau weather merupakan kondisi atmosfer atau udara dalam waktu singkat dan mencakup wilayah yang tidak luas. Contoh dari perubahan cuaca tentu kita rasakan sehari-hari contohnya pagi hari hujan sementara siang panas. Atau di Jakarata kini sedang hujan gerimis sementara di Jogjakarta sedang hujan ringan. Baca juga: Bedanya wadi dan oasis gurun
hari tentu kita akan berjumpa dengan hujan √ Cuaca dan Iklim itu Bedanya Apa?
Cuaca memengaruhi kehidupan sehari-hari
Iklim atau climate adalah kondisi rata-rata atmosfer yang berlangsung usang (minimal 30 tahun) dan mencakup wilayah yang luas. Contoh iklim ialah iklim tropis, iklim subtropis dan iklim kutub. Untuk memilih tipe iklim diperlukan data yang usang sehingga nantinya diambil kesimpulan. 

Baca juga:
Kumpulan rumus hitungan geografi peta dan pemetaan
Mengapa arah utara itu ke atas?

Pada dasarnya unsur cuaca dan iklim ialah sama yaitu suhu, kelembaban, tekanan udara, angin dan awan. Para mahir menentukkan perbedaan kondisi cuaca dan iklim berdasarkan unsur-unsur tadi. Ada banyak pembagian terstruktur mengenai iklim di dunia ini dan yang paling umum ialah Klasifikasi Iklim Matahari. 
hari tentu kita akan berjumpa dengan hujan √ Cuaca dan Iklim itu Bedanya Apa?
Iklim Matahari di Bumi
Iklim Matahari ini diklasifikasikan berdasarkan intensitas panas yang diterima bumi  dalam satu tahun. Garis yang membagi iklim di bumi yaitu garis lintang. Indonesia masuk kategori iklim tropis alasannya berada di wilayah ekuator dengan intensitas matahari yang tinggi sepanjang tahun. Iklim tropis hanya punya dua trend yaitu trend kemarau dan trend penghujan dengan trend pancaroba atau peralihan diantara keduanya. Baca juga: Jenis-jenis presipitasi

Apakah iklim di Indonesia dapat berubah?. Bisa, kalau posisi Indonesia bergeser ke arah subtropis. Mengapa kerak bumi bergeser?, Ini alasannya adanya arus konveksi yang menjadikan lempeng tektonik bergerak. Makara kalau kini Indonesia bergerak 1 cm per tahun ke utara maka perlu jutaan tahun untuk merubah Iklim Indonesia. Dahulu gurun Sahara juga terletak di tempat tropis sehingga tidak tandus menyerupai ketika ini. Namun gerakan kemepng Afrika ke utara menjadikan Sahara pindah dari ekuator ke subtropis sehingga dataran yang tadinya subur penuh air kini menjadi gurun tandus. Baca juga: Memahami pendekatan kelingkungan
Gambr: flickr

Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, July 13, 2018

√ Perbedaan Iklim Di Bumi

Bumi ini berbentuk lingkaran namun agak pepat di kutub dan menggelembung di ekuator. Pernahkah kau bertanya, mengapa dapat ada variasi trend di bumi ini?. Lalu bagaimana jikalau tidak ada variasi trend di bumi?. Perlu diketahui bahwa alam semesta ini sudah didesain dengan sangat tepat oleh Tuhan sehingga dapat tercipta sistem kehidupan yang tepat di Bumi.

1. Perbedaan Belahan Bumi Menghasilkan Musim yang Berbeda
Di Eropa pada ketika bulan Desember mungkin sedang mengalami trend cuek namun di kepingan bumi selatan ibarat Australia maka yang ada yakni trend panas. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?. Ini disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi bumi yaitu 23,5 derajat. Hal ini akan berdampak pada kecondongan wilayah di Bumi yang menghadap matahari pada bulan tertentu. 

Intinya antara kepingan bumi utara dengan selatan akan mengalami perbedaan trend yang kontras. Jika di utara trend panas maka di selatan trend dingin, jikda di utara trend semi maka di selatan trend gugur. Jika sumbu rotasi bumi tidak miring maka yang terjadi yakni wilayah ekuator akan sangat panas dan wilayah utara dan selatan akan sangat cuek sekali.

Winter Soltice = Utara (Desember 21/22), Selatan (Juni 21/22)
Spring Equinox = Utara (Maret 20/21), Selatan (September 21/22)
Summer Soltice = Utara (Juni 20/21), Selatan (Desember 21/22)
Fall Equinox = Utara (September 22/23), Selatan (Maret 22/23)
Bumi ini berbentuk lingkaran namun agak pepat di kutub dan menggelembung di ekuator √ Perbedaan Iklim di Bumi
Perubahan Musim di Bumi
2. Adanya Efek Coriolis di Bumi
Efek Coriolis yakni suatu efek pembelokan yang disebabkan oleh benda yang berputar. Di kepingan bumi utara, efek ini akan membelokan angin dan arus maritim ke kanan sehingga angin puting-beliung akan berputar searah jarum jam. Karena arah rotasi bumi ke timur maka semua tanda-tanda terkait angin, arus, taifun dan lainnya akan dibelokkan ke kanan di kepingan utara dan dibelokkan ke kiri di kepingan selatan.

3. Iklim di Utara Lebih Hangat
Coba kau lihat peta dunia dan bandingkan konisi benua diantara dua kepingan bumi tersebut. Sepintas daratan di kepingan bumi utara lebih besar dibanding di tempat selatan. Ingat bahwa dalam aturan fisika, daratan lebih cepata menyerap dan melepas panas dibanding lautan. Jadinya, secara umum cuaca di utara relatif lebih hangat dibandingkan di selatan. Namun itu secara umum saja lantaran intinya banyak faktor yang memengaruhi kondisi cuaca suatu daerah. Gambar: wikimedia

Sumber http://www.gurugeografi.id

Sunday, June 24, 2018

√ Sebaran Contoh Curah Hujan Di Indonesia

Indonesia secara umum termasuk dalam kategori iklim tropis dengan dua isu terkini yaitu penghujan dan kemarau. Akan tetapi sebaran curah hujan di setiap wilayah di Indonesia bervariasi alasannya ialah banyak sekali faktor. Artinya di Indonesia tidak ada batas yang terperinci antara isu terkini penghujan dan isu terkini kemarau alasannya ialah Indonesia ada di wilayah Daerah Konvergensi Antar Tropik. Baca juga: Perbedaan Mesa, Butte dan Plateau

Jadi jangan heran kalau kau lihat gosip terlevisi kini ini di Jawa Tengah sedang banjir tapi di Manado sedang kekeringan. Jangan beranggapan ketika isu terkini penghujan datang, semua wilayah Indonesia mendapat curah hujan yang besar. Berikut ini rujukan sebaran curah hujan di Indonesia:

1. Daerah pantai barat setiap pulau utama, mendapat curah hujan lebih tinggi dibanding pantai bab timur.
2. Jumlah rata-rata curah hujan di Indonesia bab barat lebih besar dibandingkan bab timur.
3. Curah hujan akan meningkat sesuai ketinggian tempat. Curah hujan tertinggi berada pada ketinggian 600 - 900 mdpl.
4. Di wilayah pedalaman pulau, isu terkini penghujan jatuh pada isu terkini pancaroba.
5. Bulan maksimum hujan berada di akrab DKAT.
6. Curah hujan bergeser dari barat ke timur.

- Pantai barat Sumatera hingga Bengkulu mendapat curah hujan terbanyak di bulan November.
- Lampung dan Bangka yang berlokasi di timur Sumatera mendapat hujan terbanyak di bulan Desember.
- Jawa bab utara, Bali dan Nusa Tenggara memperoleh curah hujan di bulan Januari - Februari.

7. Di wilayah Sulawesi selatan bab timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah isu terkini penghujan jatuh antara Mei - Juni. Saat itu tempat lain sedang mengalami isu terkini kemarau. 
Indonesia secara umum termasuk dalam kategori iklim tropis dengan dua isu terkini yaitu penghuja √ Sebaran Pola Curah Hujan di Indonesia
Peta Pola Hujan Indonesia
Setiap tempat punya rata-rata curah hujan yang berbeda, ada yang tinggi ibarat di Baturaden dan ada yang rendah sekali ibarat di Nusa Tenggara. Menurut BMKG, ada 3 rujukan hujan di Indonesia yaitu:

1. Pola Monsun, punya perbedaan terperinci antara isu terkini penghujan dan kemarau.
2. Pola Ekuatorial, punya 2 puncak isu terkini hujan antara Maret dan Oktober.
3. Pola Hujan Lokal, hanya punya satu puncak isu terkini hujan.

Sumber: BMKG

Sumber http://www.gurugeografi.id

Monday, February 5, 2018

√ Perbedaan Meteorologi Dan Klimatologi

Berita kondisi cuaca sekarang sudah menjadi kebutuhan insan sehari-hari. Data cuaca diolah dan dianalisa oleh meteorologis dan klimatologis. Mereka yaitu dua ilmuwan atmosfer yang mempelajari contoh cuaca dan pengaruhnya bagi insan dan lingkungan. Lalu apa beda meteorologi dan klimatologi?. Meteorologi yaitu ilmu perihal cuaca sementara klimatologi yaitu ilmu perihal iklim. Baca juga: Bedanya lokasi adikara dan relatif

Ahli meteorologi lebih fokus pada kondisi cuaca jangka pendek sementara mahir iklim lebih tertarik pada studi cuaca dalam jangka panjang yaitu iklim. Baru-baru ini isu global warming telah menjadi sumber ketidaksepahaman antara mahir cuaca dan mahir iklim.

Ahli iklim dan meteorologi memakai data radar dan satelit inderaja serta model komputer super canggih untuk mempelajari atmosfer. Ahli meteorologi dibagi dua macam yaitu 1. Penyiar cuaca yaitu seseorang yang menyiarkan dan memberitakan ramalan cuaca kepada khalayak di media. 2. Peneliti cuaca, yaitu seseorang yang bekerja pada forum negara/swasta yang bertugas mengumpulkan data cuaca untuk dianalisa. Baca juga: Front cuaca itu ibarat apa?
Berita kondisi cuaca sekarang sudah menjadi kebutuhan insan sehari √ Perbedaan Meteorologi dan Klimatologi
Cuaca sekarang dapat diprediksi
Ahli iklim atau klimatolog mempelajari kondisi ketika ini dan masa kemudian untuk memprediksi di masa depan ibarat perubahan suhu dan presipitasi. Perbedaan utama meteorologi dengan klimatologi terletak pada perspektif waktu yang mereka bawa untuk mempelajari cuaca dan iklim. Ahli meteorologi menghasilkan prakiraan cuaca dalam jangka pendek yaitu 7 -10 hari ke depan. Baca juga: Fenomena angin Fohn

Ahli klimatologi memakai perspektif jangka panjang untuk membuatkan model perubahan cuaca bulan ke bulan, tahun ke tahun bahkan abad. Seorang mahir meteorologi akan  memprediksi apakah akan turun pada esok hari, namun spesialis iklim akan memprediksi apakah contoh iklim akan merubah jumlah curah hujan rata-rata di tahun mendatang.  Baca juga: Rumus iklim Schmidt Ferguson

Saat ini forum negara yang menyediakan data cuaca iklim di Indonesia yaitu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untuk dapat bekerja di BMKG, kau harus sekolah khusus disana biar dapat meraih sertifika mahir cuaca dan iklim. Saat ini informasi cuaca di Indonesia selalu diupdate oleh BMKG untuk membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika cuaca jelek akan melanda. Baca juga: Pengertian tragedi kekeringan
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, January 31, 2018

√ Pembagian Terstruktur Mengenai Iklim Koppen A, B, C, D Dan E

Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen, saya akan berikan
klarifikasi dulu wacana definisi iklim. Iklim yakni agregat kondisi cuaca untuk satu tempat dalam jangka waktu lama. Sistem iklim di Bumi melibatkan pertukaran energi dan uap air yang terjadi antara atmosfer, hidrosfer dan kriosfer (es dan salju). Baca juga: Permafrost, tanah beku di iklim dingin

Klasifikasi iklim membutuhkan warta alias data yang sangat banyak diantaranya yakni suhu dan presipitasi. Klasifikasi Koppen memakai nilai suhu dan presipitasi rata-rata bulanan dan tahunan dan merupakan sistem pembagian terstruktur mengenai yang sudah dipakai secara luas. Batas-batas yang dipakai Koppen secara umum menurut batas asosiasi tumbuhan tertentu. Ada 5 kelompok utama dengan subdivisi yang telah diakui ketika ini. Baca juga: Karakteristik bioma tundra

Iklim A
Humid tropical (A) climates: tanpa isu terkini dingin, dengan seluruh bulan punya suhu rata-rata diatas 18⁰C.
Wet tropical climates (Af dan Am): berlokasi di sekitar ekuator, konstan mempunyai suhu dan curah hujan yang cukup untuk mendukung tumbuh suburnya vegetasi hutan tropis. Af yakni hutan tropis dan Am adalah hutan musiman ibarat jati.
Tropical wet and dry climates (Aw): terletak di arah kutub dari wet tropic dan di arah ekuator dari subtropical desert dimana hutan hujan digantikan oleh padang rumput dan pohon-pohon yang tahan dengan kondisi kering tersebar pada sabana. Ciri paling khas dari iklim ini yakni curah hujan yang berbeda tiap musim. Baca juga: Reaksi bowen pada siklus batuan
Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen √ Klasifikasi Iklim Koppen A, B, C, D dan E
Hutan hujan tropis
Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen √ Klasifikasi Iklim Koppen A, B, C, D dan E
Sabana Afrika

Iklim B
Dry (B) climates: presipitasi tahunan lebih kecil dari potensi evaporasi atau penguapan.Terbagi ke dalam dua tipe yaitu gurun (Bw) dan stepa (Bs). Perbedaan keduanya hanya kecil dengan stepa yang marjinal dan gurun lebih lembab.

Gurun dan stepa pada lintang rendah akan menghasilkan cuaca yang cerah sebab pergerakan udara yang ke bawah akhir sabuk tekanan tinggi subtropis. Gurun dan stepa lintang tengah secara prinsip pada sebab posisinya berada di kepingan tengah benua yang memisahkan jauh dair lautan. Karena banyak gurun lintang tengah terletak pada tempat bawah angin (leeward) dari pegunungan maka gurun lintang tengah sanggup juga diklasifikasikan sebagai rain shadow desert. Baca juga: Perambatan panas di permukaan bumi
 
Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen √ Klasifikasi Iklim Koppen A, B, C, D dan E
Gurun dan padang rumput stepa
Iklim C
Middle-latitude climates with mild winters (C): suhu rata-rata bulan terdingin yakni dibawah 18⁰C dan di atas -3⁰C. Iklim C terbagi ke dalam beberapa subdivisi yaitu:
Humid subtropical climates (Cfa): terletak di sebelah timur benua, pada lintang 25-40 derajat. Musim panas dicirikan dengan cuaca yang panas dan gerah dan isu terkini hambar yang sejuk.
Marine west coast climates (Cfb, Cfc): imbas massa udara lautan menyebabkan isu terkini hambar dan isu terkini panas yang sejuk.
Dry-summer subtropical climates (Csa, Csb): berlokasi di pantai barat kontinen pada lintang 30-45 derajat. Di isu terkini panas region ini didominasi oleh kondisi yang stabil dan kering, berasosiasi dengan tekanan tinggi subtropis oseanik. Pada isu terkini hambar kemungkinan untuk terkena isu terkini bada siklon dari front kutub. Baca juga: Ciri tanah podzolik
 
Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen √ Klasifikasi Iklim Koppen A, B, C, D dan E
Peta iklim mediteran
Iklim D
Humid middle-latitude climates with severe winters (D): sangat terpengaruh oleh keberadaan daratan, sehingga iklim ini tidak ada di belahan bumi selatan. Iklim ini mempunyai ciri isu terkini hambar yang keras. Suhu rata-rata bulan terdingin yakni -3⁰C atau lebih rendah dan bulan terpanas sanggup di atas 10⁰C.

Humid continental climates (Dfa, Dfb, Dwa, Dwb): dibatasi oleh sisi timur amerika utara dan eurasia dan berkisar pada lintang 40-50 utara. Musim panas dan hambar sanggup digolongkan relatif keras. Presipitasi umumnya lebih besar pada isu terkini panas dibanding isu terkini dingin.

Subarctic climates (Dfc, Dfd, Dwc, Dwd): terletak di utara humid continental climates dan selatan polar tundra. Ciri yang paling menonjol pada iklim ini yakni lebih banyak didominasi isu terkini hambar pada sepanjang tahun. Namun sebaliknya pada isu terkini panas suhunya sangat hangat meski durasinya sangat pendek. Baca juga: Potensi air tanah permukaan dan dalam

Iklim E
Polar (E) climates: tidak ada isu terkini panas, rata-rata suhu pada bulan terhangat di bawah 10⁰C. Dua subdivisi iklim E adalah:
Tundra climate (Et): tidak ada vegetasi, berada di kepingan utara.
Ice cap climate (Ef): tidak satu bulanpun dalam setahun yang suhunya diatas 0⁰C. Dampaknya tidak ada vegetasi dan hanya tutupan salju permanen. Contohnya di pegunungan Alpen. Baca juga: Lokasi sewenang-wenang dan relatif
Sebelum saya menjelaskan wacana pembagian terstruktur mengenai iklim Koppen √ Klasifikasi Iklim Koppen A, B, C, D dan E
Tundra yang tertutup salju

Sumber http://www.gurugeografi.id