Showing posts with label Sistem Komputer. Show all posts
Showing posts with label Sistem Komputer. Show all posts

Friday, May 19, 2017

√ Berguru Sistem Bilangan


Bismillah...


Pada Sekolah Mengah Kejuruan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), didalamnya terdapat mata diklat produktif yaitu Sistem Komputer.  Pada mata diklat ini dipelajari bahan wacana Sistem Bilangan. Materi ini memang butuh proses mencar ilmu yang ekstra untuk sanggup memahaminya. Berikut ini aku coba sampaikan klarifikasi terkait bahan Sistem Bilangan, yang mudah-mudahan sanggup membantu dalam proses mencar ilmu matadiklat  sistem komputer. 


Sistem bilangan ialah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan memakai basis ( base/ radix ) tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan yang di gunakan. Konsep dasar sistem bilangan, senantiasa memiliki Base (radix), absolute digit dan positional (place) value.
Sistem bilangan dipakai dalam pengoperasian suatu mesin digital. Sistem bilangan tersebut ialah sistem Biner, Oktal, Desimal, dan Heksadesimal. Masing-masing bilangan memiliki sejumlah lambang bilangan tertentu yang disebut Radix. 
Radix adalah banyaknya suku angka atau digit yang dipergunakan dalam suatu sistem bilangan. 
Sistem bilangan BINER memiliki radix 2 
Sistem bilangan OKTAL memiliki radix 8 
Sistem bilangan DESIMAL memiliki radix 10 
Sistem bilangan HEKSADESIMAL memiliki radix 16 

Sistem Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya memiliki 2 digit yaitu 0 dan 1.
Nilai daerah sistem bilangan biner merupakan perpangkatan dan nilai 2, sanggup dilihat pada uraian berikut ini:
Urutan posisi digit di awali di sebelah kanan:
Urutan 1, nilai daerah 20 = 1
Urutan 2, nilai daerah 21 = 2
Urutan 3, nilai daerah 22 = 4
Urutan 4, nilai daerah 23 = 8
Urutan 5, nilai daerah 24 = 16, ..... dst.
Atau sanggup juga di tuliskan dengan rumus berikut:

an-1 2n-1 + an-2 2n-2 + …… + a0

Ket:
n = nomor urut ke
a = angka biner 

Contoh:
Bilangan decimal dari 10012 = ....... 10

Penyelesaian:
Cara 1 :
10012 =
 Pada Sekolah Mengah Kejuruan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi  √ Belajar Sistem Bilangan
Kaprikornus : 8 + 1 = 910 ⟹ (4 dan 2 tidak dipilih sebab angka binernya 0 / nol)

Cara 2 :
10012 = 20 + 23
= 1 + 8 = 9
Jadi, 10012 = 910

Cara 3 :
10012 = a3 x 23 + a2 x 22 + a1 x 21 + a0 x 20
= 13 x 8 + 02 x 4 + 01 x 2 + 10 x 1
=1 x 8 + 0 x 4 + 0 x 2 + 1 x 1 
= 8 + 0 + 0 + 1 = 9
Jadi, 10012 = 910

Sistem Bilangan Oktal
Sistem bilangan oktal (octal number system) memakai 8 macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sistem bilangan oktal memakai basis 8 . Nilai daerah sistem bilangan oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8.
Urutan posisi digit di awali di sebelah kanan:
Urutan 1, nilai daerah 80 = 1
Urutan 2, nilai daerah 81 = 8
Urutan 3, nilai daerah 82 = 64
Urutan 4, nilai daerah 83 = 512
Urutan 5, nilai daerah 84 = 4096, ..... dst.

Contoh: 
Bilangan oktal 1213 di dalam sistem bilangan desimal = ........ 10

Penyelesaian:
 Pada Sekolah Mengah Kejuruan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi  √ Belajar Sistem Bilangan
 Jadi, (512 x 1) + (64 x 2) + (8 x 1) + (1 x 3) = 512 + 128 + 8 + 3 = 651
12138 = 65110

Sistem Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan heksadesimal (hexadecimal number system) memakai 16 macam simbol, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C. D, E, dan F. Sistem bilangan heksadesimal memakai basis 16.
Urutan posisi digit di awali di sebelah kanan:
Urutan 1, nilai daerah 160 =1 
Urutan 2, nilai daerah 161 = 16 
Urutan 3, nilai daerah 162 = 256 
Urutan 4, nilai daerah 163 = 4096 
Urutan 5, nilai daerah 164 = 65536. ..... dst

Contoh:
Nilai hexadesimal C7 kalau dirubah dalam sistem bilangan desimal bemilai: 

Penyelesaian:
C716 = ...... 10
C716 = C x 161 + 7 x 160  
Huruf C pada bilangan heksadesimal berada pada urutan 12, jadi :
= 12 x 16 + 7 x 1 
= 192 + 7 
= 19910
Demikian postingan kali ini, yaitu wacana sistem bilangan, biar bermanfaat. 


Sumber http://pabaiq.blogspot.com

Thursday, May 18, 2017

√ Konversi Sistem Bilangan Decimal

Bismillah....

Mengkonversi bilangan ialah salah satu cara merubah nilai yang sudah dinyatakan dalam sistem bilangan tertentu menjadi suatu sistem bilangan yang lain.
Seperti yang sudah kita ketahui dalam sistem bilangan ada yang dikenal dengan sistem bilangan decimal, biner, octal, heksadecimal. 
Bagaimana cara untuk merubah nilai sistem bilangan Decimal menjadi Biner, atau cara merubah Decimal menjadi Octal, atau cara merubah Decimal menjadi Heksadecimal, dan sebaliknya?
 ialah salah satu cara merubah nilai yang sudah dinyatakan dalam sistem bilangan tertentu √ Konversi Sistem Bilangan Decimal

Baiklah, berikut ini kita akan coba pelajari beberapa cara untuk menjawab pertanyaan di atas.

1.     Konversi bilangan decimal menjadi bilangan biner dan sebaliknya
Konversi bilangan decimal menjadi bilangan biner                           
Mengkonversi bilangan decimal menjadi bilangan biner sanggup dilakukan dengan cara membagi dengan angka dua dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil konversi. Metode ini disebut metode sisa (remainder method).
Contoh:
2510 = ...... 2
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
Kaprikornus akhirnya = 11001 (diurutkan dari bawah)
2510 = 110012
Konversi bilangan biner menjadi bilangan decimal
Merubah bilangan biner menjadi sistem bilangan decimal sanggup dilakukan dengan cara mengalikan masing - masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.
Contoh:
110012 = ...... 10
Dimulai dari urutan sebelah kanan
1 x 20 = 1 x 1 = 1
0 x 21 = 0 x 2 = 0
0 x 22 = 0 x 4 = 0
1 x 23 = 1 x 8 = 8
1 x 24 = 1 x 16 = 16
Kaprikornus akhirnya = 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 25
Maka, 110012 = 2510

2.     Konversi bilangan decimal menjadi bilangan octal dan sebaliknya
Konversi bilangan decimal menjadi bilangan octal
Untuk mengkonversikan bilangan desimal kebilangan oktaI sanggup dipergunakan remainder method dengan pembaginya ialah basis dari bilangan oktal tersebut, yaitu 8.
Contoh:
21210 = ...... 8
212 : 8 = 26 sisa 4
26 : 8 = 3 sisa 2
Kaprikornus akhirnya = 324
Maka, 21210 = 3248
Konversi bilangan octal menjadi bilangan decimal
Untuk mengkonversi bilangan octal kebilangan decimal sanggup dilakukan dengan cara mengalikannya masing-masing digit dengan nilai tempatnya.
Contoh:
3248 = ..... 10
3 x 82 = 3 x 64 = 192
2 x 81 = 2 x 8 =16
4 x 80 = 4 x 1 = 4
Kaprikornus akhirnya = 192 + 16 + 4 = 212
Maka 3248 = 21210

3.     Konversi bilangan decimal menjadi bilangan heksadecimal dan sebaliknya
Konversi bilangan decimal menjadi bilangan heksadecimal
Dengan memakai remainder method, dengan pembaginya ialah basis dari bilangan heksadesimal, yaitu 16, maka bilangan desimal sanggup dikonversikan ke bilangan heksadesimal.
Contoh:
151610 = ...... 16
1516 : 16 = 94 sisa 12 = C
94 : 16 = 5 sisa 14 = E
Kaprikornus akhirnya = 5EC
Maka, 151610 = 5EC16
Konversi bilangan heksadecimal menjadi bilangan decimal
Dari bilangan heksadesimal sanggup dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikanmasing-masing digit bilangan dengan nilai tempatnya.
Contoh:
Perlu di ingat pada bilangan heksadesimal digit E = 14 dan C = 12, jadi
5EC16 = .......10
5 x 162 = 5 x 256 = 1280
14 x 161 = 14 x 16 = 224
12 x 160 = 12 x 1 = 12
Kaprikornus akhirnya =1280 + 224 + 12 = 1516
Maka, 5EC16 = 151610



Demikian postingan kali ini ihwal konversi sistem bilangan decimal menjadi biner, octal, heksadecimal dan juga sebaliknya. Semoga bermanfaat, Insya Allah kita lanjut lagi nanti dengan bahan cara konversi sistem bilangan yang lainnya.

Sumber http://pabaiq.blogspot.com