7 Cara Makan Untuk Menjaga Kesehatan
Bismillaahhirrohmaanirrohiim..
Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuuh..
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, washolatu wasalmu’ala ashrofil ambya’i walmursalin, wa ‘ala alihi washohbihi aj’mangin. Ama ba’du…
Bapak Ibu jama’ah pengajian yang dimuliakan Allah, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada kita, terutama nikmat islam, nikmat sehat dan sempat.
Tak lupa salam dan shalawat semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallahu 'alaihi wassalam, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah melaksanakan ajarannya. Aamin yaa robbal ‘alamiin..
Jama’ah yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini aku akan membawakan kultum dengan judul:
Cara Rasulullah Menjaga Kesehatan
Semasa hidupnya, Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam jarang sakit sebab dia bisa mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Ada beberapa kebiasaan nyata yang menciptakan Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam selalu tampil fit, sehat dan jarang sakit, antara lain:
Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada kuliner yang masuk ke ekspresi rasulullah, kecuali kuliner yang halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, ibarat baik tidaknya atau bergizi tidaknya kuliner yang dikonsumsi. Salah satu kuliner kegemaran Rasul yaitu madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan kanal pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian memakai dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).
Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk kuliner (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Hal ini sebagaimana sabda rasulullah,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu kawasan yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang sanggup memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia sanggup mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Ketiga, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Cara makan ibarat ini akan menghindarkan seseorang dari tersedak ataupun tergigit. Makanan bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan lebih ringan. Dari segi medis, kuliner yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu usang bisa mengakibatkan kanker di usus besar.
Keempat, tidak meniup makanan/minuman panas. Dalam Hadits, Ibnu Abbas meriwayatkan “Bahwasanya Rasulullah SAW melarang bernafas pada baskom minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). Secara teori ilmiah, hadits Rasulullah tersebut sanggup dijelaskan bahwa apabila kita menghembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), yang apabila bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, sehingga mengakibatkan minuman itu menjadi acidic (bersifat asam). Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu usang akan sanggup merusak kinerja ginjal serta sanggup meningkatkan risiko serangan jantung.
Kelima, Tidak makan/minum sambil berdiri. Dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam tolong-menolong dia melarang seseorang untuk minum dengan berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana bila makan ?” Anas menjawab, “Kalau makan dengan berdiri itu lebih buruk dan lebih buruk.” (HR Muslim). Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur pribadi menuju kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu oleh sistem dalam tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan disaluran ureter. Endapan ini bila semakin sanggup mengakibatkan penyakit kristal ginjal atau kerikil ginjal.
Keenam, cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah biasa tidur di awal malam dan berdiri pada pertengahan malam kedua. Kemudian dia bersiwak, kemudian berwudhu dan shalat hingga waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan.
Cara tidurnya pun penuh makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang dia memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur ibarat ini merupakan tidur paling efisien. Pada dikala itu kuliner bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga sanggup mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar semoga proses pencernaan kuliner lebih cepat sebab lambung mengarah ke liver, gres kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga final tidur semoga kuliner lebih cepat tersuplai dari lambung.
Ketujuh, istiqomah melaksanakan puasa sunnah, di luar puasa Ramadhan. Ada beberapa puasa sunnah yang dia anjurkan, ibarat Senin Kamis, puasa Daud, puasa enam hari di bulan Syawal, dsb. puasa yaitu perisai terhadap aneka macam macam penyakit jasmani maupun rohani. Puasa sangat ampuh untuk detoksifikasi atau pencucian racun dalam tubuh.
Sebenarnya masih banyak sekali rujukan hidup sehat rasulullah yang layak kita teladani. Namun sebab keterbatasan, hanya sedikit ini yang sanggup aku sampaikan.
Semoga saja kita bisa mengambil hikmah dan manfaatnya. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan.
Billahitaufik walhidayah.. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuuh..
Sponsored by: ZonaKeren.COM

EmoticonEmoticon