4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK_ Bagi ibu guru, orang renta maupun para pelajar yang masih belum terlalu memahami apa sih manfaat dari berguru secara mandiri, sebaiknya anda membaca artikel ini hingga simpulan semoga anda bisa mengetahui manfaat berguru secara mandiri. sebelum kita membahas manfaat berguru secara berdikari bagi siswa alangkah baiknya jikalau pertama-tama kita memahami apa sih pengertian dari belajar
Belajar didefinisikan oleh banyak jago dengan rumusan yang berbeda, namun hakekatnya prinsip dan tujuannya sama. Belajar merupakan acara bagi setiap orang dan dilandasi dengan adanya perubahan tingkah laris yang lebih baik. Perubahan yang ingin dicapai melalui berguru intinya ialah perubahan yang diperhatikan oleh individu dalam bentuk tingkah laris sebagai akhir adanya interaksi individu dengan lingkungannya dengan melalui sesuatu yang mengarah kepada tujuan.
Baca juga:
6 Cara Memilih Sekolah Yang Tepat Untuk Anak
Nagh sesudah mengetahui pengertian dari berguru selanjutnya kita akan sedikit mengulas pengertian dari mandiri. Mandiri secara etimologi diartikan sebagai keadaan sanggup berdiri sendiri atau tidak tergantung pada orang lain. Sedang secara terminologi, berdikari dimaknai sebagai kecenderungan untuk melaksanakan sesuatu tanpa minta tolong kepada orang lain, bebas dan sanggup melaksanakan sendiri. Kata ini sering kali diterapkan untuk pengertian dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda. Belajar berdikari merupakan kemampuan yang tidak banyak berkaitan dengan pembelajaran apa, tetapi lebih berkaitan dengan bagaimana proses berguru tersebut dilaksanakan.
Kegiatan berguru berdikari merupakan salah satu bentuk acara berguru yang lebih menitikberatkan pada kesadaran berguru seseorang atau lebih banyak menyerahkan kendali pembelajaran kepada diri akseptor didik sendiri. Belajar berdikari bukan berarti harus berguru berdikari sebagai berguru sendiri. Peserta didik sering kali menyalahartikan konsep berguru berdikari sebagai berguru sendiri. Sebagai seorang yang mandiri, akseptor didik tidak harus mengetahui semua hal, tetapi tidak juga diharapkan menjadi akseptor didik yang jenius yang tidak membutuhkan pemberian orang lain. Seperti yang dijelaskan oleh Rusman (2010) sesuai dengan konsep berguru mandiri, bahwa seorang akseptor didik diharapkan dapat:
1. Menyadari bahwa relasi antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun relasi tersebut diwakili oleh materi didik atau media belajar;
2. Mengetahui konsep berguru mandiri;
3. Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan pemberian atau dukungan;
4. Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia sanggup atau harus memperoleh pemberian atau dukungan.
Belajar berdikari disebut juga sebagai self-directed learning. Knowles (Bangun, 2012) menyampaikan bahwa self-directed learning ialah sebuah proses dimana sebuah individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa pemberian orang lain, dan proses dalam self-directed learning ini dilakukan dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengatur tujuan pribadi, menciptakan keputusan pada sumber dan taktik berguru dan menilai hasil.
Belajar berdikari dikembangkan untuk meningkatkan tanggung jawab akseptor didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab akseptor didik dalam proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi (intrinsik). Motivasi intrinsik dibangun dengan pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan kini ialah dalam rangka mempersiapkan masa yang akan datang, sehingga akseptor didik mempunyai keyakinan dan dorongan besar lengan berkuasa untuk membuatkan dirinya. Motivasi intrinsik membantu akseptor didik menciptakan pilihan informasi dan mengambil tanggung jawab untuk menetapkan apa yang perlu lakukan dalam rangka untuk belajar.
Tugas guru dalam proses berguru berdikari ialah menjadi fasilitator, yaitu menjadi orang yang siap memperlihatkan pemberian kepada akseptor didik bila diperlukan. Bentuknya terutama pemberian dalam menentukan tujuan belajar, menentukan materi dan media belajar, serta dalam memecahkan kesulitan yang tidak sanggup dipecahkan akseptor didik sendiri.
Kemandirian pada insan bersifat psikologis dan bukan merupakan suatu talenta yang dimiliki individu tapi sanggup dikembangkan dengan baik pada diri seseorang melalui latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Manfaat berguru secara berdikari bagi anak ialah sebagai berikut:
"4 MANFAAT BELAJAR SECARA MANDIRI BAGI ANAK"
1. Memunculkan Inisiatif atau dorongan internal
Konsep berguru berdikari lebih kepada kondisi inisiatif atau motivasi yang ada pada diri akseptor didik. Belajar berdikari bukan dalam artian seseorang berguru sendiri. Proses berguru sanggup dilakukan sendiri (seorang diri), atau dalam kelompok. Peserta didik berdikari selalu mempunyai inisiatif atau dorongan dari dalam dirinya untuk memulai suatu proses pembelajaran.
2. Mampu Menetapkan tujuan
Peserta didik berdikari selalu mempunyai tujuan yang ditetapkan sendiri. Tujuan dari akseptor didik mandiri, akseptor didik di sekolah misalnya, bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban sebagai akseptor didik, yang harus mengikuti proses berguru mengajar, menuntaskan tugas-tugas dari pendidik. Tujuan akseptor didik berdikari sudah lebih komprehensif.
3. Aktif dan kreatif mencari sumber belajar
Ketersediaan sumber berguru sering menjadi masalah bagi penguasaan kompetensi yang dituntut. Sekolah seringkali hanya menyediakan sumber berguru yang sangat terbatas, dan sifatnya sektoral. Pada umumnya sumber berguru hanya tiga, dan seringkali tidak lengkap, yaitu perpustakaan, buku pelajaran pegangan akseptor didik, dan lembar kerja akseptor didik. Penekanan sumber-sumber berguru ini sektoral, memenuhi tuntutan materi semata. Berbentuk penguasaan secara kognitif dan terpisah-pisah.
Bagi akseptor didik mandiri, sumber berguru yang demikian akan selalu dirasakan kurang. Proses penguasaan kompetensi dilakukan dengan memperbanyak sumber belajar. Peserta didik aktif dan kreatif mencari dan memanfaatkan sumber belajar. Baik sumber berguru yang berbentuk cetak, elektronik, maupun pribadi dari masyarakat. Sumber berguru cetak sanggup berupa buku-buku di perpustakaan yang secara pribadi merujuk pada materi didik tertentu, maupun dari kawasan lain yang secara luas memperlihatkan informasi yang terkait, pribadi maupun tidak langsung, dengan materi ajar. Sumber elektronik sanggup berupa multimedia pembelajaran, sumber internet, atau sumber-sumber lain. Langsung kepada masyarakat, sanggup kepada orang-orang yang memang mempunyai kompetensi tertentu, maupun dalam mengamati, menyidik dan menemukan kaitan materi didik dengan kehidupan riil, dan menjadi sumber untuk memahami dan menguasai kompetensi tertentu.
4. Sadar siapa dirinya
Kesadaran dan pengenalan diri sendiri berdampak pada motivasi berguru pada akseptor didik. Kesadaran diri berkaitan dengan kemampuan, bakat, dan minat diri atas ilmu dan pengetahuan, juga terkait dengan tipe berguru yang paling efektif. Peserta didik dikenalkan pada tipe berguru visual, auditori atau kinestetik. Peserta didik yang memahami kemampuan, talenta dan minatnya akan termotivasi mempelajari materi didik dengan tanpa menghiraukan hasilnya. Proses berguru menjadi sesuatu yang sangat bermakna.
Nagh demikianlah 4 manfaat berguru secara berdikari bagi anak selain itu untuk meningkatkan efektivitas berguru berdikari diharapkan lingkungan yang mendukung antara lain: sumber berguru yang gampang diakses, sarana prasarana yang memadai, kesiapan pendidik dalam memfasilitasi.
Sumber http://www.rijal09.com

EmoticonEmoticon