Sunday, June 3, 2018

√ Gugusan Geologi Pulau Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu anugerah Tuhan yang paling indah di dunia. Siapa yang tidak mengenal pulau Jawa?. Pulau yang populer dengan kesuburan tanahnya, keelokan budaya, dan juga kepadatan penduduknya. Meski pulau Jawa tidak begitu luas dibanding Sumatera, Kalimantan dan Papua namun perkembangan dan pertumbuhan pulau ini sangat pesat meninggalkan pulau lainnya. Kepulauan Indonesia di kepingan selatan merupakan jalur vulkanis Sirkum Mediterania yang mengakibatkan banyak muncul gunung api yang menyediakan mineral penyubur tanah disekelilingnya. Baca juga: Terbentuknya kabut di permukaan bumi

Pulau Jawa yakni salah satu teladan unik dari zona vulkanik di tengah pulau yang membujurdari timur ke barat. Dari sekitar 33 gunung api yang melintasi pulau ini sekitar 17 nya masih aktif dan siap-siap meledak sewaktu-waktu. Deretan pegunungan api aktif yang melintasi kepulauan Indonesia ini mengikuti susunan sesar atau patahan besar yang kurang lebih sejajar dengan batas lempeng tektonik.
Pulau Jawa merupakan salah satu anugerah Tuhan yang paling indah di dunia √ Formasi Geologi Pulau Jawa
Pegunungan Kendeng yang mempesona, http:blog.act.id
Barisan pegunungan api ini dimulai dari ujung Sumatera kepingan selatan kemudian memanjang ke Krakatau di Selat Sundadan melintasi kepingan tengah Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Flores dan berakhir di Kepulauan Banda. Ada 4 lempeng tektonik aktif yang memengaruhi struktur geologi Indonesia yaitu Eurasia, Indo-Australia, Pasifik dan Filipina. Interaksi keempat lempeng tersebut menjadikan zona subduksi dan menjadikan Indonesia sebagai wilayah tektonik yang tidak stabil. Hal ini menjadi salah satu daya tarik ilmuwan untuk meneliti prosedur pembentukkan gunung api di dunia.

Baca juga:
Kunci tanggapan UN Geografi 2017
Contoh soal HOTS Geografi dan jawabannya

Pulau Jawa terletak di selatan ekuator dengan luas permukaan mencapai 134.000 km persegi. Salah satu daya tarik yang menciptakan peradaban insan berkembang begitu pesat disini yakni kesuburan tanah vulkaniknya. Selain itu warisan Hindu dan Islam selama beradab-abad turut berperan dalam perkembangan jumlah penduduk di pulau ini.Bagian utara pulau Jawa dibatasi Laut Jawa, di selatan dibatasi Samudera Hindia di timur dibatasi  Selat Balidan di barat dibatasi Selat Sunda. Panjang pulau Jawa mencapai 1.000 km dengan lebar antara 100 - 180 km.

Menurut penelitan geolog dahulu, diketahui bahwa sejarah geologi pulau Jawa tergolong masih muda yaitu tersusun dari Zaman Tersier Kuarter sampai sekarang. Ada juga bukti Zaman Pra Tersier. Pembentukkan Jawa dimulai semenjak era Oligosen dan Miosen melalui serangkaian fase orogenesa yang intens. Namun wujud pulau yang kini ini terbentukpada era Pleistosen. Struktur batuan pulau Jawa terbentuk dari deretan perbukitan dan depresi dataran rendah. Baca juga: Eskplorasi dan eksplotasi SDA

Menurut poros barat ke timur, Jawa dibagi dalam 3 jalur sejajar yaitu:
- lajur utara dibatasi pantai Laut Jawa dengan morfologi dataran rendah aluvial.
- lajur tengah bertipe vulkanik dimana terdapat barisan gunng api dan lipatan pegunungan.
- lajur selatan dibatasi Samudera Hindia dimana terdapat sedimen maritim purba era Eosen, Oligosen, Miosen kemudian tuffa andesit, breksi ditambah kerikil gamping yang mengalami karstifikasi menyerupai Pegunungan Sewu. 
Pulau Jawa merupakan salah satu anugerah Tuhan yang paling indah di dunia √ Formasi Geologi Pulau Jawa
Formasi Geologi Pulau Jawa
Geolog populer yaitu Van Bemmelen mengkaji pulau Jawa lewat serangkaian penelitian dan membagi pulau ini ke dalam 7 zonasi deretan dari selatan ke utara.
1. Pegunungan Selatan merupakan zona kerikil gamping dan vulkanik zaman Miosen yang telah mengalami pengangkatan (uplift) akhir gaya tektonik sampai zaman Kuarter.
2. Zona Vulkanik zaman Kuarter mempunyai banyak gunung api dengan ketinggian rata-rata 2.000 m atau lebih dan sebagian besar masih aktif.
3. Depresi kepingan tengah merupakan poros utama pulau dimana muncul dua depresi besar yaitu Depresi Bandung di kepingan barat dan Depresi Solo di timur. Depresi Solo mempunyai Kubah Sangiran yakni sebuah situs purbakala terkenal.
4. Zona antiklin tengah, terdiri atas endapan-endapan zaman Mio-Pleistosen dengan perbukitan Kendeng yang memanjang dari barat ke timur.
5. Depresi Randublatung, di kaki pegunungan Kendengan yang terbentuk dari endapan-endapan maritim dan daratan dari era Mio-Pleistosen.
6. Antiklin Rembang-Madura terdiri dari deretan bukit gamping dari zaman Miosen.
7. Dataran rendah aluvial berbentuk delta yang menghiasi pemandangan pesisir utara (Pantura). Baca juga: Info bimbel online terbaik di Indonesia

Sumber http://www.gurugeografi.id


EmoticonEmoticon