Showing posts with label Literasi. Show all posts
Showing posts with label Literasi. Show all posts

Friday, February 8, 2019

√ Memahami Pengertian Dan Agenda Gerakan Literasi Sekolah (Gls)

Salah satu upaya menyeluruh yang diprogramkan secara nasional dalam melaksanakan pendidikan di sekolah supaya semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berbagi suatu gerakan yang disebut GerakanLiterasi Sekolah (GLS). Demikian pentingnya, jadwal nasional ini dikukuhkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2015.

Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan membaca dan menulis. Budaya literasi dimaksudkan untuk melaksanakan kebiasaan berfikir yang diawali dengan acara membaca dan menulis hingga tercipta sebuah karya bahkan terjadinya perubahan tingkah laris dan kebijaksanaan pekerti yang baik.

Pengertian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yaitu sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengakibatkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik mulai dari semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah) juga melibatkan Komite Sekolah, orang tua/wali murid penerima didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang sanggup merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.)

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memperkuat gerakan penumbuhan kebijaksanaan pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2015. Salah satu acara di dalam gerakan tersebut yaitu acara 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu mencar ilmu dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca penerima didik serta meningkatkan keterampilan membaca supaya pengetahuan sanggup dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai kebijaksanaan pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan penerima didik.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diperlukan bisa menggerakkan warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk gotong royong memiliki, melaksanakan, dan mengakibatkan gerakan ini sebagai bab penting dalam kehidupan.

Mengacu pada metode pembelajaran Kurikulum 2013 yang menempatkan penerima didik sebagai subjek pembelajaran dan guru sebagai fasilitator, acara literasi tidak lagi berfokus pada penerima didik semata. Guru, selain sebagai fasilitator, juga menjadi subjek pembelajaran. Akses yang luas pada sumber informasi, baik di dunia positif maupun dunia maya sanggup mengakibatkan penerima didik lebih tahu daripada guru. Oleh alasannya itu, acara penerima dalam berliterasi semestinya tidak lepas dari donasi guru, dan guru sebaiknya berupaya menjadi fasilitator yang berkualitas. Guru dan pemangku kebijakan sekolah merupakan figur pola literasi di sekolah.

Silahkan Baca Juga;
Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) - [klik di sini]
Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) - [klik di sini]

Tujuan Umum Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yaitu Menumbuhkembangkan kebijaksanaan pekerti penerima didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah supaya mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Sedangkan Tujuan Khusus Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah:
  1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
  2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah supaya literat.
  3. Menjadikan sekolah sebagai taman mencar ilmu yang menyenangkan dan ramah anak supaya warga sekolah bisa mengelola pengetahuan.
  4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan bermacam-macam buku bacaan dan mewadahi banyak sekali taktik membaca.
Tahapan Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yaitu sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: memakai buku pengayaan dan taktik membaca di semua mata pelajaran
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui acara menanggapi buku pengayaan
  3. Penumbuhan minat baca melalui acara 15 menit membaca.

Demikian sajian warta mengenai Memahami Pengertian dan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sanggup disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/

√ Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (Gls)

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memperkuat gerakan penumbuhan kebijaksanaan pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu acara di dalam gerakan tersebut yakni “Kegiatan 15 Menit Membaca Buku Nonpelajaran Sebelum Waktu Belajar Dimulai”.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca penerima didik / siswa serta dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca biar pengetahuan sanggup dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai kebijaksanaan pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan penerima didik.


Silahkan Baca Juga;
Memahami Pengertian dan Program GLS - [klik di sini]
Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) - [klik dis sini]

Sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, silahkan Download Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk SD (SD), SMP (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) selengkapnya, silahkan klik pada link d0wnl0ad di bawah ini:

1.  Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SD - [klikdi sini]
2.  Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMP - [klikdi sini]
3.  Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengan Atas - [klikdi sini]
4.  Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah kejuruan - [klikdi sini]
5.  Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SLB - [klikdi sini]

Demikian sajian info mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sanggup disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/

Thursday, February 7, 2019

√ Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (Gls)

Praktik pendidikan perlu menyebabkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran semoga semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).


Silahkan Baca Juga;

Dalam upaya untuk lebih melancarkan pelaksanan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah GLS), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk SD (SD), SMP (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Ditambah lagi, untuk lebih memperlihatkan akomodasi pada siswa dalam melakukan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Untuk mendapat Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) atau Buku Saku GLS silahkan Download pribadi - [klikdi sini]

Demikian sajian gosip mengenai Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sanggup disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/

Monday, October 1, 2018

√ Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (Olsn) Smp/Mts 2018

Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP/MTs 2018 || Sebagai upaya memperlihatkan ruang untuk menyebarkan kreativitas dan potensi siswa SMP (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bidang bahasa, seni, sastra, dan budaya melalui acara literasi, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP/MTs Tahun 2018 dan telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP/MTs 2018.

Kegiatan OLSN SMP/MTs ialah suatu kegiatan yang bersifat kompetisi di bidang literasi antar siswa SMP/MTs atau yang sederajat dalam lingkup wilayah atau tingkat lomba tertentu.

Kegiatan OLSN SMP/MTs 2018 tidak hanya berorientasi pada kejuaraan. Esensi kegiatan ini terletak pada nilai pendidikannya, sebagai pengalaman berguru (learning experience), sekaligus sebagai upaya menguatkan pendidikan karakter, ibarat perilaku saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. Dengan begitu, OLSN sebagai bab dari Gerakan Literasi Sekolah(GLS) sanggup menjadi bab untuk mempercepat terwujudnya indonesia literat.

Pada tahun 2018, OLSN SMP/MTs 2018 bertema Dunia Tanpa Batas. Tema ini diusung untuk memberi ruang sebesar-besarnya kepada akseptor didik untuk terus berimajinasi.

Cabang yang dilombakan pada OLSN SMP/MTs 2018 terdiri atas 4 (empat) jenis, yaitu:
  1. Lomba Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia
  2. Lomba Debat Berbahasa Indonesia
  3. Lomba Kreativitas Cerita Berbahasa Inggris (Story Telling)
  4. Lomba Cipta Puisi
Download; File Lengkap Juklak OLSN SMP/MTs 2018[klik disini]

Sekretariat Penyelenggara OLSN SMP/MTs 2018:
Direktorat Pembinaan SMP
up. Kegiatan Bakat dan Prestasi Subdit Peserta Didik
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 17 Senayan, Jakarta Pusat, 10270
Telepon +62 21 5725683 Faks. +62 21 57900459
Sekretariat Lomba +62 87781037040

Demikian sajian info mengenai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Olimpiade Literasi Siswa Nasional SMP/MTs 2018 yang sanggup disajikan pada kesempatan ini.

Semoga Bermanfaat !!!

Sumber http://www.tozsugianto.com/

Thursday, September 20, 2018

√ Teladan Agenda Gerakan Literasi Sekolah


Contoh Program Gerakan Literasi Sekolah || Sebagaimana telah diketahui bahwa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memperkuat gerakan penumbuhan kebijaksanaan pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut yaitu kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu berguru dimulai. Hal ini dilakukan tujuannya tidak lain yaitu untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa mengenai pentingnya membaca. Selain dari itu, beberapa Program Gerakan Literasi Sekolah yang sanggup dilaksanakan sebagai kegiatan pendukung yaitu sebagai berikut.

Jadwal Wajib Kunjung Perpustakaan
Jadwal berkunjung ke perpustakaan yaitu teladan Program Gerakan Literasi Sekolah yang pertama yang sanggup dilaksanakan di sekolah. Program ini sanggup diimplementasikan dengan cara menyusun kegiatan sedemikian rupa sehingga setiap kelas sanggup mengunjungi perpustakaan. Bukan hanya berkunjung saja, tetapi wajibkan pula siswa untuk meminjam buku, menyusun resume dari beberapa lembar buku yang telah dibacanya lalu wajibkan pula siswa untuk mengembalikan buku.

Pemberdayaan Majalah Dinding (Mading) di Setiap Kelas
Pemberdayaan mading di setiap kelas ini sanggup dilakukan dengan cara mewajibkan siswa untuk membaca bebas ataupun mencari acuan apapun di sekitar sekolah setidaknya selama 10 menit. Setelah itu, wajibkan siswa untuk menciptakan laporan, karangan ataupun resum dari apa yang dibacanya ataupun diamatinya, dan karenanya tempelkan pada mading kelas. Sebagai langkah awal, kegiatan ini sanggup dilakukan setiap seminggu sekali.

Membaca Buku NonPelajaran Sebelum Proses Belajar Dimulai
Buku non pelajaran yang dimaksudkan di sini sanggup berupa buku cerita, novel ataupun buku jenis lain yang lebih mengajarkan nilai kebijaksanaan pekerti, kearifan lokal, nasionalisme dan lain-lain yang lebih diadaptasi pada tahap perkembangan siswa.

Posterisasi Sekolah
Membuat poster-poster yang berisi ajakan, motivasi maupun kata mutiara yang ditempel atau digantung di beberapa spot di kelas atau di sekolah.

Membuat Pohon Literasi di Setiap Kelas
Pohon literasi sanggup dibentuk oleh siswa secara mandiri. Nantinya daun-daun yang ada pada pohon literasi sanggup ditulis dengan nama-nama siswa sekelas / keinginan siswa / aksara mulia yang harus dilakukan.

Membuat Sudut Baca di beberapa daerah di sekolah
Sudut baca merupakan suatu daerah khusus di bab kelas/sekolah dimana tersedia kumpulan buku bacaan dan daerah duduk yang nyaman untuk membaca. Tempatnya sanggup di depan kelas, pojok kelas, samping kantin, depan ruang guru, samping mushola sekolah, dll.

Membuat Papan Karya Literasi Siswa di Setiap Kelas
Papan karya literasi yaitu sebuah papan untuk menempelkan hasil karya literasi siswa. Papan karya literasi ini sanggup diprogramkan di setiap kelas.

Membuat Dinding Motivasi di setiap kelas
Dinding motivasi yaitu sebuah hiasan dinding kelas yang berisi kata-kata motivasi untuk menginspirasi siswa.

Mengadakan Lomba Duta Literasi Sekolah
Agenda Lomba Duta Literasi sekolah merupakan salah satu kegiatan alternatif untuk memotivasi anak dalam ber-literasi. Beberapa kriteria untuk menjadi Duta Literasi Sekolah antara lain yaitu siapa peminjam buku perpustakaan terbanyak dalam 1 semester / siapa yang berhasil menuntaskan banyak buku untuk dibaca dalam 1 semester an lain-lain.

Mengadakan Lomba Karya Literasi Antar Kelas
Lomba Karya Literasi antar kelas juga sanggup menjadi salah satu kegiatan gerakan literasi sekolah yang menarik. Lombanya sanggup berupa lomba mading antar kelas, lomba poster antar kelas, lomba menciptakan pohon literasi antar kelas, dan lain-lain.

Demikian sajian gosip mengenai Contoh Program GerakanLiterasi Sekolah yang sanggup disampaikan pada kesempatan ini.

Semoga yang berikut ini bermanfaat ...

Sumber http://www.tozsugianto.com/

Monday, September 17, 2018

√ Download Panduan Taktik Literasi Dalam Pembelajaran Sd

Download Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran SD || Literasi, di awal, dimaknai ‘keberaksaraan’ dan selanjutnya dimaknai ‘melek’ atau ‘keterpahaman’. Pada langkah awal, ‘melek baca’ dan ‘tulis’ ditekankan alasannya yakni kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam banyak sekali hal atau disebut “multiliterasi”. Dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah (GLS), literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan memakai sesuatu secara cerdas melalui banyak sekali aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/berbicara.

Peta jalan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud (2017) mendefinisikan literasi sebagai:
  1. suatu rangkaian kecakapan membaca, menulis, dan berbicara, kecakapan berhitung, dan kecakapan dalam mengakses dan memakai informasi;
  2. sebagai praktik sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteks;
  3. sebagai proses pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai medium untuk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mengkritisi ilmu dan gagasan yang dipelajari; dan
  4. sebagai pemanfaatan teks yang bervariasi berdasarkan subjek, genre,dan tingkat kompleksitas bahasa.
Baca Juga;
    Memahami Pengertian Literasi Digital - [klik di sini]
    Gerakan Literasi Digital di Sekolah - [klik di sini]

Agar bisa bertahan di kurun 21, masyarakat harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi warta dan komunikasi, literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Tiga literasi lainnya yang perlu dikuasai yakni literasi kesehatan, literasi keselamatan (jalan, mitigasi bencana), dan literasi kriminal (bagi siswa SD disebut “sekolah aman”). Literasi gestur pun perlu dipelajari untuk mendukung keterpahaman makna teks dan konteks dalam masyarakat multikultural dan konteks khusus para disabilitas.

Komunitas sekolah akan terus berproses untuk menjadi individu ataupun se kolah yang literat. Untuk itu, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pun merupakan sebuah proses biar siswa menjadi literat, warga sekolah menjadi literat, yang akibatnya literat menjadi kultur atau budaya yang dimiliki individu atau sekolah tersebut.

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) dilaksanakan melalui tiga tahap, (1) tahap pembiasaan, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pembelajaran. Sehubungan dengan Tahap ke-3, Implementasi GLS dalam Pembelajaran, berikut disajikan Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran SD.

DOWNLOAD File Lengkap;
Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran SD - [klik disini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SMP - [klik di sini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SMA - [klik di sini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SMK - [klik di sini]

Demikian sajian warta mengenai Panduan Strategi Literasidalam Pembelajaran SD yang sanggup disampaikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat ...

Sumber http://www.tozsugianto.com/

Sunday, September 16, 2018

√ Download Panduan Taktik Literasi Dalam Pembelajaran Smp

Download Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama || Literasi, di awal, dimaknai ‘keberaksaraan’ dan selanjutnya dimaknai ‘melek’ atau ‘keterpahaman’. Pada langkah awal, ‘melek baca’ dan ‘tulis’ ditekankan alasannya yaitu kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam banyak sekali hal atau disebut “multiliterasi”. Dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah (GLS), literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan memakai sesuatu secara cerdas melalui banyak sekali aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/berbicara.

Peta jalan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud (2017) mendefinisikan literasi sebagai:
  1. suatu rangkaian kecakapan membaca, menulis, dan berbicara, kecakapan berhitung, dan kecakapan dalam mengakses dan memakai informasi;
  2. sebagai praktik sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteks;
  3. sebagai proses pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai medium untuk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mengkritisi ilmu dan gagasan yang dipelajari; dan
  4. sebagai pemanfaatan teks yang bervariasi berdasarkan subjek, genre,dan tingkat kompleksitas bahasa.
Agar bisa bertahan di kala 21, masyarakat harus menguasai enam literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi warta dan komunikasi, literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Tiga literasi lainnya yang perlu dikuasai yaitu literasi kesehatan, literasi keselamatan (jalan, mitigasi bencana), dan literasi kriminal . Literasi gestur pun perlu dipelajari untuk mendukung keterpahaman makna teks dan konteks dalam masyarakat multikultural dan konteks khusus para disabilitas.

Komunitas sekolah akan terus berproses untuk menjadi individu ataupun se kolah yang literat. Untuk itu, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pun merupakan sebuah proses biar siswa menjadi literat, warga sekolah menjadi literat, yang kesudahannya literat menjadi kultur atau budaya yang dimiliki individu atau sekolah tersebut.

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) dilaksanakan melalui tiga tahap, (1) tahap pembiasaan, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pembelajaran. Sehubungan dengan Tahap ke-3, Implementasi GLS dalam Pembelajaran, berikut disajikan Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran SMP.

DOWNLOAD File Lengkap;
Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran SMP[klik di sini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SMK - [klik di sini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SMA - [klik di sini]
Panduan Strategi Literasi dalam Pemelajaran SD - [klik di sini]

Demikian sajian warta mengenai Panduan Strategi Literasidalam Pembelajaran SMP yang sanggup disampaikan pada kesempatan ini. Semoga sajian berikut bermanfaat ...

Sumber http://www.tozsugianto.com/