Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Friday, July 28, 2017

√ Tips Semoga Shalat Dapat Khusyuk

Tips Agar Shalat Bisa Khusyuk. Setelah kita mengetahui arti penting dari kedudukan shalat serta fungsinya bagi diri seorang muslim. Kita harus memahami bahwa ada salah satu kunci supaya shalat kita menghasilkan buah kelezatan dalam setiap gerakan dan bacaannya. Meraih sebuah kunci sukses yang hakiki ialah sukses dalam meraih khusyuk. Kemampuan untuk menghadirkan kekhusyukan dalam shalat bukanlah hal yang mudah. Khususnya, pada zaman penuh syahwat, syubhat, dan banyak sekali fitnah serta kerusakan yang bertebaran menyerupai dikala ini. 

Shalat Khusyuk - Images wikipedia.org
Alangkah ruginya bila kita, dengan sepuas-puasnya, memakai 24 jam sehari semalam untuk kepentingan dunia yang sesaat namun enggan untuk memanfaatkan waktu sejam saja untuk kehidupan kekal yang tiada batas. Kita habiskan waktu untuk bermain-main dan sibuk dengan urusan dunia, namun tidak memberi waktu sesaat saja untuk khusyuk menghadap Tuhan kita. sungguh shalat khusyuk ialah karunia yang istimewa. Setelah menghadapi penat duniawi yang melelahkan hati, kita diberikan kesempatan untuk mengembalikan hati ke posisi terbaiknya yang memiliki koneksi di hadapan Allah Swt. jiwa kita akan menemukan kesejatian, semakin higienis dan bersinar, meraih kesuksesan dunia dan akhirat, serta melahirkan nilai-nilai yang mulia.

Khusyuk secara etimologi berarti al-khudhu’ wa as-sukun (tunduk dan diam/tenang). Secara teminologi, khusyuk ialah ketundukan hati di hadapan Tuhan dengan penuh kepasrahan dan kesadaran akan kehinaan diri. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Quran surah Thaha ayat 108, yang artinya, Dan merendahlah semua bunyi kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Maka kau tidak mendengar kecuali bisikan saja”.
     
Ibnu Abbas ra, berkata : “Orang yang khusyuk ialah orang yang takut kepada Allah Swt dan orang yang shalat dengan tenang”.

Qatadah berkata: “Hati yang khusyuk ialah hati yang takut kepada Allah Swt dan menundukkan matanya ke bawah”. Dalam hadis lain, Abu Darda ra, menyebutkan, “Saya mendengar dari Rasulullah Saw bahwa ia bersabda, yang artinya: “Beribadahlah kepada Allah Swt seolah-olah ia berada dihadapanmu dan bila kau tidak merasa seolah-olah kau melihat-Nya, maka gotong royong Dia melihatmu”. (HR. Muslim)
                
Khusyuk dalam shalat merupakan taufik dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang sungguh-sungguh dalam menyembah-Nya, yang tulus dalam menyerahkan diri pada-Nya, dan sepenuh hati dalam melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Orang yang hatinya tidak khusyuk di luar shalat, sehingga ia enggan menjalankan segala perintah-Nya, tidak akan merasakan nikmatnya khusyuk di dalam shalatnya. Karena shalat yang dilandasi akan kekhusyukan akan mencegah pelakunya dari berbuat dosa. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”. (QS. Al-Ankabut: 45).

Orang yang shalatnya tidak mencegahnya dari kemungkaran, tidak akan menemukan jalan khusyuk. Orang yang keadaannya demikian, walaupun ia shalat, shalatnya tidak akan tegak sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah.

Hal ini termaktub dalam firman Allah surah Al-Baqarah ayat 45, yang artinya, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan gotong royong yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.

Berikut ada beberapa tips semoga shalat Anda bisa khusyuk:


Makrfifatullah
Mengenal Allah merupakan pilar utama dan terpenting bagi tercapainya khusyuk. Dengannya hati menjadi bening, pikiran menjadi higienis dan anggota tubuh tetap konsisten (istiqamah) di jalan-Nya. Mengenal dan memahami nama-nama dan sifat-Nya melahirkan kesadaran akan keagungan, pengawasan dan kebersamaan-Nya. Allah Swt berfirman, “Maka gotong royong tidak ada Tuhan melainkan Allah”. (QS. Muhammad: 19).
    
Pengetahuan yang mendalam bahwa gotong royong bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah menumbuhkan ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya serta kesadaran akan kehinaan dan ketidakberdayaan di hadapan-Nya di setiap saat. Pengetahuan tentang-Nya melahirkan rasa aib pada diri seorang mukmin. Ia aib kepada-Nya lantaran ia yakin akan terwujud, kebersamaan, kedekatan, pendengaran, dan penglihatan-Nya.

Sebagaimana Allah Swt berfirman, “Dan Dia bersama kau dimana saja kau berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kau kerjakan”. (QS. Al-Hadid: 4).

Kesadaran akan kebersaaan dan pengawasan-Nya melahirkan rasa takut terhadap-Nya dan khusyuk dalam shalat. Setiap kali kita merasakan kehadiran-Nya dalam ibadah, setiap itu pula ibadah kita mencapai derajat ihsan. Ihsan, menyerupai dikatakan hadis Nabi Saw, “Kamu menyembah Allah seolah-olah kau melihat-Nya. Walaupun kau tidak melihat-Nya, gotong royong Dia melihat-Mu”. (HR. Muslim).

Kesadaran akan kedudukan shalat
Kesadaran terhadap kedudukan dan kemuliaan shalat akan tumbuh ketika seseorang muslim mengetahui keagungan, kemuliaan dan kekuasaan Tuhannyam serta ia “menghadirkan” Allah dalam hati dan pikirannya sepanjang shalat. Ketika itu ia sadar bahwa dirinya sedang berada di hadapan Allah, tepat di depan-Nya. Kesadaran inilah yang menyebabkan seluruh jiwanya khusyuk, hatinya tunduk, dan matanya mencucurkan tangis.

Rasulullah Saw bersabda, “Jika kalian shalat maka janganlah berpaling, lantaran gotong royong Allah menghadapkan wajah-Nya ke wajah hamba-Nya dalam shalatnya selam ia tidak berpaling”. (HR. Tarmidzi).

Tidak heran bila kaum salaf, apabila mereka hendak shalat, keadaan mereka tiba-tiba berubah. Ali bin Huasain misalnya,  wajahnya tiba-tiba memerah apabila ia berwudhu untuk shalat. Saat ditanya mengapa demikian, ia menjawab, “Tahukah kalian, dihadapan siapa saya akan berdiri?”
  
Mempersiapkan diri untuk shalat
Sejauh kesiapan kita untuk shalatm sejauh itu pula cinta kita kepada Allah. Seberapa semangat kita untuk menunaikan shalat pada waktunya, seukuran itu pula cinta kita kepada-Nya. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, “Tidak ada sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku sukai selain apa yang telah Aku fardhukan atasnya”. (HR. Bukhari).

Dengan kata lain, Allah paling suka melihat hamba-Nya mendekatkan diri pada-Nya dengan melaksanakan apa yang telah diwajibkan atasnya. Shalat yang benar merupakan hal pertama  yang mendatangkan kecintaan dan keridhaan Allah. Oleh lantaran itu persiapan dan kesiapan kita untuk menunaikan shalat haruslah benar-benar sempurna.

Menguasai fikih (tata cara shalat)
Ketidaktahuan perihal aturan dan tata cara shalat menjadikannya tidak sanggup melaksanakan sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Saw. Dalam shalat yang dilakukan secara serampangan, tidak sanggup diperlukan adanya khusyuk. Dalam shalat yang dilakukan secara asal-asalan, tidak sanggup diperlukan adanya ihsan. Seseorang pria masuk masjid kemudian shalat. Selesai shalat, ia menghampiri Nabi Saw dan mengucapkan salam kepada beliau. Nabi Saw menjawab salamnya kemudian bersabda kepada pria itu, “Kembali dan shalatlah! Sesungguhnya kau belum shalat”. Laki-laki itu kembali dan shalat lagi menyerupai shalat sebelumnya. Lalu ia menumui Nabi Saw dan mengucapkan salam kepada beliau. Nabi Saw menjawab salamnya, kemudian bersabda padanya, “Kembali dan shalatlah! Sesungguhnya kau belum shalat”. Lelaki itu pun kembali shalat untuk ketiga kalinya, kemudian berkata, “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak bisa shalat lebih baik dari ini. Maka, ajarilah aku!” Nabi Saw bersabda padanya, “Jika kau telah berdiri untuk shalat, takbirlah, kemudian bacalah apa yang kau hafal dari Al-Quran. Lalu rukuklah hingga kau benar-benar tenang dalam rukuk, kemudian bangunlah hingga kau benar-benar lurus berdiri. Lalu sujudlah hingga kau benar-benar tenang dalam sujud, kemudian bangunlah hingga kau benar-benar tenang dalam duduk. Lakuk
anlah itu dalam shalatmu semuanya”. (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

Takbiratul ihram
Saat kita mengenal Tuhan, sehabis kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan mengabaikan segala bentuk bujuk rayu dunia, kita menghadapkan diri kepada-Nya dengan sebaik-baiknya, dengan ketulusan, kebeningan dan keikhlasan, sehabis itu semua, ketahuilah bahwa takbiratul ihram merupakan pohon pertama yang dipetik darinya buah khusyuk, ketundukan, dan kesadaran akan kehinaan serta ketidakberdayaan diri. Buah-buah itu kita petik dan kita cicipi kelezatannya dikala kita berdiri tepat dihadapan-Nya, ketika benak dan pikiran kita larut dalam keagungan makna takbir.

Karena itu kita rasakan betapa agung kuasa-Nya di semesta ini. Keagungan-Nya memenuhi setiap relung hati yang selama ini lalai dan tidak memedulikan-Nya. Keagungan-Nya menyadarkan hati dan mengingatkan betapa besarnya amanat yang dipikul manusia.

Saat kita berdiri, dikala kita takbiratul ihram, temukanlah hakikat takbir dan rahasianya. Lalu lihatlah kesadaran diri kita dengan segala kekurangan  dan kehinaannya. Kemudian yakinkan diri bahwa Dia dengan segala kesempurnaan dan keagungan-Nya sekarang berada tepat di depan kita. Saat itu kita berada di antara harap dan cemas, harap akan kasih sayang-Nya, cemas akan azab-Nya. Sungguh sebuah momentum yang menggetarkan jiwa, mendebarkan hati, dan melumat semua kepongahan serta segala atribut kesombongan kita.

Menghayati doa iftitah
Doa iftitah mengandung makna-makna tauhid serta legalisasi akan keagungan Allah, kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Makna-makna ini menggetarkan hati, memacu kerinduan kepada-Nya dan memperkuat kesadaran akan kebersamaan-Nya. Meresapi dan menghayati makna-makna ini melahirkan kekhusyukkan. Hal ini sanggup diketahui dari makna dan diam-diam doa iftitah, yang artinya:

Aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang membuat langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan berserah diri, dan saya bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya ; dan demikian itulah yang diperintahka kepadaku dan saya ialah orang yang pertama-tama menyerahkan diri”. (HR. Muslim).

Menadaburkan bacaan Al-Qur’an
Menadaburkan (menghayati dan meresapi) ayat-ayat Al-Quran merupakan salah satu pendukung utama khusyuk dalam shalat. Itu lantaran ayat-ayat Al-Quran berisikan wa’d (janji), wa’id (ancaman), info perihal kematian, hari kiamat, keadaan para penghuni surga, keadaan para penghuni neraka,  kisah para nabi, serta ujian berat yang harus mereka tanggung menyerupai hinaan, gangguan, penyiksaan bahkan pembunuhan, juga info perihal orang-orang  yang mendustakan para rasul serta siksa dan kehinaan yang menimpa mereka. Penghayatan perihal ini semua melahirkan cahaya iman dalam hati, mempertebal tawakal dan menambah kekhusyukan.

Anjuran bagi kita untuk sanggup menadaburkan bacaan Al-Quran. Sebagaimana Allah berfirman, “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, niscaya kau akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk insan supaya mereka berfikir”. (QS. Al-Hasyr: 21).

Allah Swt  juga menyindir orang-orang yang tidak mau menadaburkan (memerhatikan dan mencerna dengan nalar sehat) ayat-ayat Al-Quran, “Maka apakah mereka tidak memerhatikan Al-Quran atau kah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).

Sadari dan rasakan kehinaan diri dikala rukuk
Rukuk merupakan simbol ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan seseorang hamba kepada Allah Swt. Dalam rukuk, seseorang hamba merenungkan keagungan Allah, kekuasaan, dan kerajaan-Nya. Rukuk merupakan momen yang tepat untuk mengakui dosa, kelalaian dan keanehan diri, sembari bertafakur perihal kemuliaan, keagungan dan kekayaan-Nya. Dalam rukuk, kita tunjukkan kebutuhan, ketidakberdayaan, dan ketergantungan kita kepada-Nya seraya berucap, “Ya Allah, kepada-Mu saya rukuk, kepada-Mu saya beriman, kepada-Mu saya berserah diri, dan kepada-Mu saya bertawakal. Engkau Tuhanku, saya rukuk pada-Mu. Segenap pendengaranku, penglihatanku, dagingku, darahku dan otakku milik Allah, Tuhan semesta alam”. (HR. Muslim).

Merasakan kedekatan dengannya dikala sujud
Jika berdiri, rukuk, dan tasyahud merupakan faktor penyebab kekhusyukkan, kepasrahan dan keberserahan diri kepada Allah, maka sujud erupakan simbol paling tinggi dan citra paling faktual bagi kekhusyukkan, kepasrahan dan keberserahan diri itu. Ketika kita sujud, ketika itu kita sangat bersahabat dengan-Nya. Ketika kita merasakan kedekatan dengan-Nya, ketika itu kita akan tunduk dan khusyuk. 

Salah satu hal penting yang harus dicatat bahwa sujud ialah satu keadaan yang sangat bersahabat untuk dikabulkannya doa, diampuninya dosa, dan ditinggikan derajat. Rasulullah Saw bersabda, “Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya ialah dikala ia bersujud. Maka perbanyaklah doa (ketika bersujud)”. (HR. Muslim)

Baca juga: Cara Praktis Umroh Backpacker

Memahami dan menghayati makna tasyahud
Tasyahud mengandung makna yang sangat agungdan mulia. Jika kita benar-benar memahami dan meresapinya dengan hati, maka kita akan diliputi kedamaian dan kasih sayang-Nya. Tentu saja sehabis itu khusyuk dan kedamaian tiba menyelimuti jiwa. Dalam tasyahud, kita sampaikan salam kepada Allah Swt. Sungguh merupakan momen yang amat dinikmati dan diresapi oleh hati. Berikutnya kit sampaikan salam bagi Rasulullah Saw dan bagi kita serta hamba-hamba yang shaleh. Hingga, di sini kita merasakan makna persaudaraan dalam bingkai masyarakat Islam. Selajutnya kita memohon sumbangan dari azab kubur, azab neraka, godaan Dajjal, ujian sewaktu hidup dan ujian dikala kematian. Semua ini memenuhi hati dengan makna-makna permohonan perlindungan, pertobatan dan pendekatan diri kepada Allah.

Sumber http://www.pagunpost.com

Wednesday, June 28, 2017

√ 7 Tokoh Agama Kuat Di Kalimantan Utara

7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara. Hallo sahabat Pagunpost.com, sudah usang tidak bersua. Tentunya masih selalu menyimak info yang kami sajikan bukan? Kali ini Pagunpost.com akan memperlihatkan sajian hangat, terpercaya, dan tentunya kali pertama di angkat di dunia maya, dan pastinya akan membuat heboh para Netizen. Kita niscaya tahu, setiap kawasan tentunya mempunyai penyiar agama. Dan kali ini Pagunpost.com akan menginformasikan wacana 7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara.



1. Alawy bin Syekh Alkaff Qatmyr (1837-1942)
    Alawy bin Syekh Alkaff Qatmyr merupakan keturunan pribadi dari Baginda Rasulullah Saw. Beliau ialah keturunan dari seorang ulama besar yakni Syekh bin Alwy Alkaff. Alawy bin Syekh Alkaff merupakan seorang ulama yang berasal dari Kota Tarim, Yaman. Dari Kota Tarim, Yaman ia berangkat menuju Indonesia untuk membuatkan syiar agama tepatnya di Kota Palembang. Pada ketika ia berdakwah tentunya tidak sedikit perlawanan dan kecaman tiba silih berganti, baik dari kalangan masyarakat hingga pada masa periode masuknya pihak Belanda ke Indonesia. Namun, Usahanya untuk sanggup menyiarkan Islam tetap terpatri di jiwanya. Setelah itu, ia kemudian Hijrah menuju wilayah Indonesia bab utara, yakni Kalimantan Utara. Beliau melanjutkan syiarnya di kawasan Kabupaten (sekarang) Tana Tidung. Kitab-kitab ia amatlah banyak, namun, kitab ia tidak tahu ke mana rimbanya. Bahkan, berdasarkan kesaksian masyarakat dan murid-muridnya semasih hidup, ia merupakan seorang ulama yang disegani dan ditakuti oleh para pihak Belanda pada masa itu. Di Kabupaten Tana Tidung-lah misi terakhirnya dalam membuatkan syiar agama hingga ia menutup mata dan wafat di sana.

Baca juga: Tips Agar Shalat Bisa Khusyuk

2. Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq (1756-1796)
    Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq ialah sosok seorang ulama yang alim dan bijaksana. Ia lahir pada tahun 1668 M di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (periode Kerajaan Kutai Kartanegara). Ayahnya Abdullah bin Alwy Al-Marzaq ialah seorang ulama yang mashur. Bahkan pada zaman dinasti Kerajaan Kutai Kartanegara ia diangkat sebagai penasehat kerajaan. Ibunya merupakan seorang adik dari Bangsawan Lamohang Daeng Mangkona (Kerajaan Bugis). Muhammad bin Abdullah bin Alwy Al-Marzaq mempunyai misi syiar ke wilayah  Kalimantan Timur bab utara (Kalimantan Utara sekarang). Ia berdakwah di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Ketika ia berdakwah, tentunya mendapati perlawanan keras dari masyarakat yang tidak mau adanya agama. Namun, ia berupaya keras untuk sanggup menanamkan kalimat tauhid di hati setiap manusia di bumi paguntaka. Dan kesannya sedikit-demi sedikit masyarakat memegang teguh agama Islam. Namun, tidak lepas dari itu, perlawanan dari para elit Belanda juga tiba silih berganti padanya. Ia tetap berpendirian teguh untuk sanggup membuatkan syiar Islam hingga kesannya ia menutup mata dan wafat di Kota Tarakan, tepatnya di samping Rumah Adat Tidung di Telaga Indor Kota Tarakan.

3. Sultan Amiril Mukminin (1731-1777)
    Sultan Amiril Mukminin ialah seorang pemuka agama yang berasal dari keturunan ningrat kesultanan Bulungan. Beliau ialah sosok yang dikenal sebagai seorang yang cerdas, berilmu dan bijaksana dalam menetapkan keputusan. Tidak ada yang tidak mengenal sosok Sultan Amiril Mukminin. Pada masanya, ia berhasil mendirikan sekolah Islam sebagai wadah berguru dan menuntut ilmu bagi kerabat kerajaan dan rakyatnya. Untuk sanggup menjalankan pendidikan pada masa itu, ia mengambil para pengajar dari kalangan ulama Arab yang sempat singgah dalam urusan dagang. Proses pembelajaran berlangsung di langgar atau mushola yang ia dirikan. Proses pembelajaran berjalan efektif dan efesien meskipun terdapat beberapa kendala, ia pun terdaftar sebagai seorang pengajar di sekolah yang ia bangun. Namun upayanya dalam membuat pendidikan sanggup dibilang berhasil. Sultan Amiril Mukminin sangat dicintai oleh rakyatnya. Kecintaan rakyatnya sanggup terlihat dengan antusias mereka dalam mengikuti segala perintah yang ia jalankan. Namun,  masa keemasan Sultan Amiril Mukminin tidak berlangsung lama, ia pun meninggal pada tahun 1777 M, dan Takhta Kepemimpinan pun diambil alih oleh putranya yang berjulukan Aji Ali yang bergelar Sultan Alimuddin.

4. Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin (1901-1925)
    Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin juga merupakan sosok yang sangat dikenang oleh rakyatnya. Pada masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin kawasan Bulungan semakin berkembang alasannya adanya penerimaan royalty tambang minyak di Kota Tarakan, dimana pada ketika yang sama Raja Tarakan Datu Adil sedang berada di Manado melangsungkan masa tahanan. Sultan Kasimuddin begitulah sapaan dekat rakyanya padanya. Agar kehidupan rakyatnya semakin maju, ia pun membangun sebuah forum pendidikan dan pengajaran dari sebuah mushola yang ia dirikan. Proses pembelajaran pun berlangsung khidmat. Dimana mushola tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai wadah untuk menuntut ilmu. Kebijaksanaan dan kebaikan Sultan Muhammad Kasimuddin membekas di hati rakyatnya. Namun, masa kepemimpinan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin tidak berlangsung lama. Ia pun wafat pada tahun 1925 sepulang memburu rusa dikarenakan sakit. Dan untuk mengenang nama ia hingga kini penduduk setempat meresmikan mushola yang pernah ia bangkit menjadi sebuah masjid Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Islam Melarang Makan, Minum, dan Kencing Berdiri

5. H. Yusuf bin H. Muda (1896-1916)
    Siapa sih yang tidak mengenal tokoh yang satu ini. Dialah H. Yusuf bin H. Muda yang merupakan penduduk orisinil paguntaka. H. Yusuf bin H. Muda merupakan seorang tokoh agama dan juga seorang saudagar yang kaya raya di masanya. Beliau ialah seorang saudagar sapi yang telah merambah dunia nasional maupun internasional. Bahkan penjualan sapinya hingga ke sampoerna Sabah Malaysia. Pada masa pemerintahan Raja Datu Adil, H. Yusuf bin H. Muda diangkat sebagai seorang Sekretaris Kerajaan. Beliaulah yang mengatur segala urusan manajemen kerajaan pada waktu itu. Selain sebagai ningrat kerajaan, ia juga ialah seorang ulama mashur yang mempunyai dampak yang besar. Bahkan kemashuran H. Yusuf bin H. Muda ini terdengar hingga ke Makkah. H. Yusuf bin H. Muda ialah seorang yang diberikan kuasa oleh Raja Datu Adil sebagai pemegang Cap/Stempel Kerajaan, tanpa Cap dari H. Yusuf segala urusan manajemen akan kacau. Beliau pada masanya populer sebagai seorang ulama yang tegas namun baik dan bijaksana. Pada ketika Raja Datu Adil diasingkan ke Manado, H. Yusuf sebagai Sekretaris juga ikut dalam pengasingan tersebut akhir adanya propaganda politik di seputar Kesultanan Bulungan pada waktu itu. Namun, H. Yusuf hanya mendapat eksekusi 1 tahun penjara di Bulungan. Selepas dari masa tahanan H. Yusuf bin H. Muda berhasil mendirikan serikat Islam melalui sebuah Partai Islam. Namun, partai yang ia dirikan mendapati perlawanan oleh pihak Belanda. Dan kesannya ia pun hijrah menuju Malinau dan ia menetap dan meninggal di sana.

6. H. Abdul Hamid (1920-1950)
    H. Abdul Hamid meruapakan seorang pemuka agama dan juga merupakan seorang imam pertama di Masjid Nurul Islam Marconi Kota Tarakan. Masjid Nurul Islam ialah masjid pertama yang didirikan di Kota Tarakan atau masjid tertua. H. Abdul Hamid selain sebagai imam di masjid ia juga bertugas sebagai seorang penghulu dalam hal menikahkan orang-orang yang sudah layak menikah. H. Abdul Hamid ialah Keturunan dari Syekh Arsyad Al- Banjari Kalimantan Selatan. Beliau populer sebagai sosok yang alim dan sangat besar lengan berkuasa dalam syiar Islam di Tarakan. Di masjid Nurul Islam inilah ia sering melantunkan bacaan Al-Qur'an, mengajarkan mengaji dan tata cara shalat yang baik dan benar berdasarkan Anjuran Rasulullah Saw. Hingga kini, Masjid Nurul Islam Marconi merupakan masjid tertua yang kini masih tegak berdiri di Jalan Marconi Kota Tarakan.

7. H. Saad Selayung (1960-2004)
    H. Saad Selayung merupakan imam besar yang mashur. Kemashurannya tidak hanya terdengar di Kota Kelahirannya yakni Kota Tarakan. Akan tetapi kemashurannya hingga ke Kota Makkah. Beliau ialah salah seorang tokoh agama yang sangat besar lengan berkuasa bagi masyarakat Tarakan. Beliau merupakan pelopor berdirinya Masjid Al-Ma'arif Selumit yang terletak di poros jalan sentra kota. Beliau juga merupakan murid Habib Alawy bin Syekh bin Alkaff Qatmyr. Keilmuan ia tidak sanggup diragukan lagi. Terlebih bacaan Qur'annya. Ia sangat andal dalam melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan bunyi yang merdu dan makhorijul aksara yang fasih. Beliau juga pernah menjadi finalis Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an bidang Lagu dan Suara. Murid-murid ia ada di mana-mana. Bahkan lulusan dari didikannya rata-rata pernah menjuarai MTQ Nasional hingga Internasional. Meskipun H. Saad Selayung telah wafat, jasa dan ilmunya terus mengalir dan menjadi amal jariyah buatnya. Dan kenangan terhadap sosok ia selalu dikenang hingga kini oleh warga Kota Tarakan.

Inilah 7 Tokoh Agama Berpengaruh di Kalimantan Utara. Semoga goresan pena ini sanggup bermanfaat buat Anda dan sanggup menambah gosip dan memperkaya khasanah ilmu. Salam Owner Pagunpost.Com. Jangan lupa membaca goresan pena kami lainnya yah......   :-)
Sumber http://www.pagunpost.com

Wednesday, June 14, 2017

√ Diam-Diam Tetap Fit Dan Bugar Ketika Puasa

Rahasia Tetap Fit dan Bugar Saat Puasa - Saat puasa kita perihal akan mengalami gaya hidup yang berubah. Biasanya ketika pagi sarapan namun ketika puasa hal tersebut dilarang. Namun, menjalankan ibadah puasa bukan menjadi alasan untuk malas-malasan apalagi cuma tidur-tiduran. Oleh alasannya itu penting untuk menjaga kesehatan semoga tetap fit dan bugar meskipun ketika puasa.

Rahasia Tetap Fit dan Bugar Saat Puasa

Cara Menjaga Kesehatan Saat Puasa

Pilih Makan Sahur dan Berbuka Yang Sehat

Makanan dan minuman yang sehat tidak harus mahal. Yang terpenting ialah kandungan gizi tercukupi sekalipun sajian sederhana. Asupan masakan merupakan sumber tenaga dan energi bagi kita untuk menjalani puasa seharian penuh. Saat berbuka dapat makan kurma yang sangat baik bagi kesehatan sekaligus sunnah Nabi Muhammad SAW. Hindari masakan instan (cepat saji) ibarat mie alasannya mempunyai kandungan gizi yang rendah.

Istirahat Yang Cukup

Istirahat dengan tidur seharian itu berbeda ya. Istirahat cukup artinya juga boleh untuk sekedar tidur siang hari dalam rentang waktu yang sewajarnya. Jangan hingga hari-hari puasa dihabiskan dengan tidur-tiduran. Sangat disayangkan apabila melewatkan berkah ibadah di ramadhan. Dengan tidur siang ketika sholat tarawih juga tidak ngantuk, dan berdiri sahur juga menjadi semangat


Tetap Olahraga

Meskipun puasa olahraga jangan hingga kendor. Olahragalah yang ringan-ringan untuk menjaga kesehatan sekaligus refreshing agar tubuh tetap segar ketika berpuasa. Sederhana, contohnya ke kampus jalan kaki atau ke masjid jalan kaki itu sudah termasuk olahraga. Tidak perlu memaksakan diri melaksanakan olahraga berat yang justru menyebabkan sakit tubuh bahkan hingga tidak berpengaruh alias membatalkan puasa.


Itulah beberapa tips atau cara semoga puasa kalian anti loyo dan mager. Semoga ibadah puasa kali ini semakin berkah dan kita menjadi eksklusif yang semakin baik. Apabila kalian punya tips lainnya silahkan tulis dikomentar.


Sumber http://www.pagunpost.com

√ 5 Manfaat Dan Khasiat Buah Terap

Manfaat dan Khasiat Buah Terap. Buah terap atau dalam bahasa ilmiahnya disebut artocarpus odoratissimus. Buah terap atau tarap yaitu buah hutan dari jenis buah nangka. Buahnya ibarat mirip nangka, tapi ukurannya lebih kecil dari buah nangka. Ada juga yang menyampaikan bahwa buah terap ini ibarat buah sukun. Buah ini juga dikenal sebagai ‘merang’ berdasarkan bahasa Filipina. Buah ini kurang dikenal alasannya yaitu hanya menyebar di kawasan Asia Tenggara. Buah terap ini lebih dikenal di Filipina, bahkan telah dibudidayakan secara luas, ibarat di Mindoro, Mindanao, Basilan, dan Sulu. Dan buah ini juga menyebar di borneo serpihan utara ibarat di Brunei, Sabah, Serawak, Thailand, dan juga Kalimantan Timur. Asal-usul buah terap ini diperkirakan berasal dari serpihan utara borneo di mana ditemukan jenis liarnya di alam. Ternyata buah terap ini tidak hanya dibudidayakan di Asia Tenggara melainkan juga telah dibudidayakan di Queensland, Australia. Buah terap mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh. Berikut akan dijelaskan 

5 Manfaat dan Khasiat Buah Terap:

Meningkatkan Stamina

Buah terap merupakan buah yang kaya akan mafaat bagi kesehatan tubuh. Buah terap mengandung zat yang sanggup menambah energi dalam badan yang sanggup meningkatkan stamina. Tubuh hendaknya memerlukan pasokan energi yang cukup untuk membantu kegiatan kinerja badan dalam beraktivitas. Sama halnya dengan nasi yang mengandung karbohidrat, akan tetapi buah ini lebih rendah kadar kabohidratnya namun kinerjanya mengalahkan energi yang diciptakan oleh kandungan karbohidrat dalam nasi.

Melancarkan Pencernaan

Buah terap juga berfungsi untuk melancarkan pencernaan. Buah terap mengandung zat yang bisa menghancurkan gas dalam perut yang mengakibatkan perut kembung, serta sanggup melancarkan buang air besar. Bahkan khasiat buah terap ini bisa menyembuhkan penyakit wasir.

Memberikan Nutrisi Pada Tulang

Kandungan zat kalsium yang terdapat pada buah terap ini juga bisa membantu menutrisi tulang. Selain itu juga bisa untuk mencegah dari penyakit pengapuran sendi pada tulang. Sehingga dengan mengkonsumsi buah terap ini secara teratur bisa meningkatkan dan menguatkan kualitas tulang dalam tubuh.

Menyembuhkan Sariawan


Dalam buah terap juga terdapat kandungan Vit C yang bisa membantu mencegah dan mengobati sariawan. Dengan rutin mengkonsumsi buah terap virus yang mengakibatkan sariawan akan menjauh dan Anda akan terbebas dari panas dalam dan wangi mulut.

Buah Terap - Images buscamanzanillo.com

Mencerahkan Kulit

Buah terap juga sanggup dibentuk lulur atau pupur untuk membantu mencerahkan kulit. Selain itu, khasiat buah terap ini juga berfungsi mengangkat kulit mati, serta memperkecil pori-pori pada kulit wajah. Gunakan scrub wajah dan taburi pupur buah terap atau oleskan saripati buah terap pada muka dan diamkan selama kurang lebih tiga puluh menit, lalu lepaskan dan bilas dengan air bersih, muka Anda akan tampak lebih kencang dan segar.






Itulah sekilas gosip perihal Manfaat dan Khasiat Buah Terap. Semoga bermanfaat bagi Anda yang menginginkan hidup sehat dengan memakai bahan-bahan yang alami dari alam. 


Sumber http://www.pagunpost.com

Friday, May 12, 2017

√ 3 Kelebihan Membeli Hijab Online

Hijab yaitu salah satu jenis item fashion yang ketika ini kepopulerannya terus menanjak. Semakin populernya item busana yang satu ini, maka semakin berkembangnya jenis item tersebut dari mulai jenis material, desain dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan jaman yang ketika ini sudah semakin canggih, kita bahkan bisa membeli item yang satu ini dengan gampang melalui sistem beli hijab online yang bisa anda pribadi lakukan hanya dengan memakai smartphone yang biasa anda gunakan atau memakai laptop/komputer. Berikut ini akan saya jelaskan 3 kelebihan membeli hijab melalui internet.


1 . Praktis dan Instan

Sistem jual beli online merupakan salah satu sistem belanja yang sanggup mempermudah siapa saja dalam melaksanakan pembelian barang menyerupai salah satunya hijab ini. Anda hanya perlu mengakses situs yang menjual jenis item tersebut kemudian melaksanakan pemesanan melalui cara yang instan dan juga cepat dimana pun dan kapan pun juga. Sistem yang satu ini tentunya banyak dijadikan alasan kenapa membeli produk melalui internet menjadi suatu alasan yang sempurna bagi setiap orang ketika ini.


2 . Penawaran Harga Menarik

Salah satu keunggulan lainnya ialah mengatakan harga yang menarik. Bahkan sama menyerupai halnya suatu toko konvensional, beli hijab online pun mengatakan bermacam-macam penawaran menarik menyerupai diskon dan juga promo yang bisa anda jadikan sebagai pilihan terbaik dalam berbelanja. Penawaran tersebut tentunya bisa menghemat pengeluaran biaya belanja anda terlebih belanja melalui internet yaitu salah satu acara belanja yang tidak memerlukan pengeluaran biaya transportasi dan juga biaya fasilitas sehingga belanja bisa menjadi lebih hemat dan juga mudah. Dengan demikian, sistem belanja online ini bisa mengatakan sistem belanja murah untuk menghemat pengeluaran biaya belanja anda.

3 . Aman dan Nyaman

Seiring dengan berkembangnya zaman yang kian modern, ketika ini perkembangan bisnis online menjadi semakin lebih canggih dan maju. Beberapa diantaranya sanggup kita lihat dari sistem keamanan dan pelayanannya yang nyaman untuk setiap konsumen. Salah satu situs jual beli online yang mengatakan hijab ialah situs Hijup.com yang mana anda bisa mendapat banyak sekali macam jenis produk muslim yang berkualitas dengan sistem pelayanan belanja online yang benar – benar nyaman dan juga aman. Kenyamanan dan keamanan merupakan suatu hal yang penting dalam melaksanakan pembelian melalui internet alasannya yaitu dengan keamanan dan kenyamanan inilah setiap orang bisa belanja dengan leluasa. 

Sumber http://www.pagunpost.com

Thursday, May 11, 2017

√ Tips Membeli Hijab Melalui Internet

Belanja online merupakan salah satu acara dan gaya hidup setiap orang di zaman yang serba canggih kini ini. Ada banyak barang atau produk yang sanggup kita beli melalui internet ibarat salah satunya ialah aneka macam macam jenis produk hijab berkualitas dan terkini. Beli hijab online merupakan salah satu gaya hidup yang ketika ini sudah sering dilakukan oleh banyak orang terlebih ketika ini banyak barang – barang yang ditawarkan dengan harga diskon atau promo bagi setiap orang. bagi anda yang berencana membeli hijab melalui internet, berikut ini akan saya paparkan beberapa tips bermanfaatnya.


1 . Memilih Situs Jual Beli Terpercaya

Ada ratusan situs jual beli online yang ketika ini sudah mendapat label reputasi yang baik di mata masyarakat khususnya mereka yang gemar belanja di internet. Penting sekali bagi setiap orang untuk sanggup menentukan tempat yang sempurna untuk beli hijab online alasannya ialah dengan menentukan situs terbaik anda sanggup mendapat pelayanan yang baik dan juga keamanan yang terjamin. Salah satu situs jual beli online terbaik yang memperlihatkan busana muslim berkualitas khususnya hijab ialah Hijup.com yang mana anda sanggup memilihnya sebagai tempat belanja yang nyaman.

2 . Perhatikan Metode Pemesanan dan Penjualan

Pada dasarnya bagi yang sudah biasa melaksanakan belanja online, sistem pemesanan dan pembelian memang begitu – begitu saja. Namun bagi anda yang belum berpengalaman, usahakan untuk memperhatikannya terlebih dahulu. Perhatikanlah sistem pemesanan yang sanggup anda lakukan sesuai dengan kenyamanan anda sendiri khususnya dalam segi pembayaran.Pembayaran biasanya sanggup dilakukan melalui sistem kartu kredit, ATM, e bankin dan beberapa metode lainnya.

3 . Pengiriman Barang

Biasanya setiap toko online memperlihatkan beberapa jasa pengiriman atau eksplorasi ke aneka macam kawasan dengan tingkat pelayanan yang berbeda – beda. Akan tetapi, tentunya setiap layanan pengiriman barang ketika ini ditawarkan khusus jenis jasa pengiriman barang yang sudah dipercaya oleh banyak orang dengan layanan yang terbaik. Anda tinggal menentukan perusahaan jasa pengiriman mana yang ketika ini sedang anda butuhkan.

Kedua hal di atas penting untuk anda ketahui sebelum anda berencana untuk melaksanakan pembelian melalui internet. Selain hijab, Hijup.com pun mempunyai aneka macam macam jenis produk busana muslim terbaik lainnya yang sanggup anda sesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda masing – masing dari mulai atasan, vest, bawahan dan aneka macam macam jenis produk busana muslim lainnya dengan bermacam-macam kategori yang terbaik yang sanggup anda pilih sendiri. 

Sumber http://www.pagunpost.com

Sunday, April 2, 2017

√ Celana Sirwal Sebagai Celana Paling Nyaman

Belakangan ini sedang mulai terkenal serta menjadi pilihan banyak orang terutama bagi laki-laki muslim adalah celana panjang cingkrang jenis sirwal. Bagi para laki-laki yang ingin lebih tampil syar’i, maka sanggup mencoba menggunakan celana panjang cingkrang jenis sirwal ini. Ciri khas dari celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut adalah mempunyai ukuran yang longgar atau leluasa. Selain itu ciri khas lain dari celana panjang cingkrang jenis sirwal ini juga mempunyai panjang antara kawasan pertengahan betis hingga bab di atas area mata kaki. Bisa disebut juga celana panjang cingkrang jenis sirwal ini tidak isbal.

 Belakangan ini sedang mulai terkenal serta menjadi pilihan banyak orang terutama bagi laki-laki √ Celana Sirwal Sebagai Celana Paling Nyaman

Penggunaan celana panjang cingkrang jenis sirwal ini juga penting dalam segi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan ukuran serta bentuk dari celana panjang cingkrang jenis sirwal ini yang tidak ketat. Dengan begitu, maka sistem peredaran darah di dalam badan terutama di bab bawah menjadi semakin sempurna. Selain manfaat penggunaan celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut, pergerakan Anda dalam acara sehari-hari sanggup juga dilakukan dengan lebih nyaman.

Sekarang ini sudah muncul banyak sekali model celana panjang cingkrang jenis sirwal yang berada di pasaran pakaian dengan banyak sekali merk atau merek. Berbagai model celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut diperuntukkan untuk sanggup memenuhi kebutuhan orang-orang terutama laki-laki muslim Indonesia yang ingin berbuasa syar’i. Supaya sanggup mempermudah Anda dalam menentukan celana panjang cingkrang jenis sirwal, berikut ini tipsnya. Tips menentukan celana panjang cingkrang jenis sirwal yang tepat adalah pertama-tama harus sanggup menentukan ukuran celana panjang cingkrang jenis sirwal yang sesuai atau pas. 

Baca juga: Tips Saat Mengenakan Celana Pendek Pria

Berbagai macam dan merek celana panjang cingkrang jenis sirwal ada yang hanya menyediakan ukuran celana sirwal yang all size. All Size yang dimaksud disini berarti bahwa produk celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut hanya terdiri dari satu jenis ukuran saja. Ada juga merek celana panjang cingkrang jenis sirwal lainnya yang mempunyai banyak sekali ukuran untuk para orang dewasa. Biasanya ukuran celana panjang cingkrang jenis sirwal untuk orang remaja mulai dari L hingga XL. Dari banyaknya jenis celana panjang cingkrang jenis sirwal, Anda harus jeli dalam pemilihan ukuran celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut agar celana yang dipilih tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Baca juga: 5 Aksesoris Pria yang Bisa Membuat Penampilanmu Kece

Selain menentukan ukuran celana panjang cingkrang jenis sirwal, Anda juga harus menentukan model celana panjang cingkrang jenis sirwal ini yang tepat. Supaya sanggup menentukan produk celana panjang cingkrang jenis sirwal, Anda sanggup melihat dari segi modelnya. Ada beberapa model produk celana panjang cingkrang jenis sirwal tersebut adalah model celana dengan saku 2, mempunyai saku 4, bermotif loreng dan model celana panjang cingkrang jenis sirwal lainnya. Maka dari itu, Anda harus menentukan produk celana panjang cingkrang jenis sirwal yang sesuai kebutuhan Anda. 

Baca juga: Khasiat Kopi Mangrove untuk Vitalitas

Jika memang Anda butuh produk celana panjang cingkrang jenis sirwal yang mempunyai banyak saku, lebih baik pilihlah model celana panjang cingkrang jenis sirwal tempur. Jika ada dari Anda yang suka berpetualang, model celana panjang cingkrang jenis sirwal army sanggup menjadi pilihan sangat tepat. Dengan adanya celana panjang cingkrang jenis sirwal ini, maka acara sehari-hari sanggup dilaksanakan dengan lebih nyaman. Penampilan Anda dikala menggunakan celana panjang cingkrang jenis sirwal ini juga sanggup terlihat modis alasannya ada banyak sekali macam model dan desain.

Sumber http://www.pagunpost.com

Wednesday, February 15, 2017

√ Diam-Diam Asma Allah Serta Fadhilahnya

A. Bismillah
1. Nabi bersabda : segala sesuatu tujuan baik yang diawali dengan membaca Bismillahirrohmaanirrohiim maka terputus dari keberkahan ( Abi Daud )
2. Nabi bersabda : Tiada seorang hamba yang sedang membaca bismillahirrahmanirrahim kecuali hancurlah syaiton sebagaimana hancurnya timah atas api ( Abi Dawud )
3. Kasiat : Apabila seseorang membaca Bismillahirrahmanirrahim 21 kali dikala hendak tidur, maka malam itu selamat dari setan, rumahnya selamat dari pencuri, selamat dari mati mendadak dan selamat dari marabahaya. ( A. Showi )

B. Fatihah
1. Barang siapa membaca sebanyak 41 kali diantara shalat sunat shubuh dan fardhunya, pasti permintaannya akan dikabulkan. Jika sakit lekas sembuh, dan pasti dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh.

2. Barang siapa membaca sebanyak 20 kali sesudah tiap-tiap shalat fardhu, pasti rezekinya dilapangkan oleh Tuhan, dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

C. Al-Baqarah
Nabi bersabda : Wahai Ali, barang siapa membaca surat Al-baqarah dimalam jum'at maka terbitlah cahaya yang ada diantara langit tujuh hingga dibawah bumi yang ke tujuh ( Wasiyatul Mustofa ).

D. Ayat Kursi
Nabi bersabda : Wahai Ali, apabila engkau menginginkan suatu hajat maka bacalah ayat dingklik dan berdoalah kepada Allah didalam segala murung cita dan segala kekesalan hati:
" maka Allah akan menghilangkan segala murung citamu dan melapangkan segala kesulitanmu dan menawarkan segala kebutuhannya" ( Wasiyatul Mustofa )

E. Al-Ikhlas ( Dengan Basmalah )
Dari ibnu Abbas RA Nabi bersabda : dikala saya diperjalanan ke langit saya melihat Arsy diatas 360 ribu tiang dari tiang ke tiang menempuh perjalanan 300 ribu tahun dan dibawah tiap-tiap tiang ada dua belas ribu lapangan tiap-tiap lapangan luanya dari masyrik hingga magrib dan tiap-tiap lapangan terdapat delapan puluh ribu malaikat yang membaca surat al-ikhla, dan dikala simpulan membaca mereka berkata : " Wahai Tuhan kami berikan hadiah pahala bacaan surat lapang dada kepada siapa saja yang membacanya, pria maupun wanita maka nabi bersabda :" Apakah kau sekalian takjub wahai sahabatku ? " mereka menjawab '' ya, ya Rasul" maka nabi bersabda : Demi Dzat yang diriku dalam kuasaNya, sebenarnya qulhu Allahu minggu itu tertulis di sayap Jibril AS, Allahushshamad tertulis di sayap Mikail AS, lam yalid walam yuulad tertulis di sayap izro'il AS  dan Walam Yakullahu kufuwan minggu tertulis di sayap Isrofil AS. Maka siapa saja  dari umatku yang membaca surat lapang dada Allah akan memberi pahala menyerupai pahalanya orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Alqur'anul karim. Kemudian Nabi bersabda :'' Apakah kau sekalian takjub wahai sahabatku ?''mereka menjawab "ya, ya Rasul ". Maka nabi bersabda : " Demi Dzat yang diriku dalam kuasaNya, sebenarnya Qulhu Allahu minggu tertulis dikening Abu Bakar As Shiddiq RA, Allahushsamad tertulis dikening Umar Al Faruq RA, Lam yalid Walam Yuulad tertulis dikening Usman Dzinnurain dan Walam Yakullahuu kufuwan minggu tertulis dikening Ali Karomallahu Wajjah. Maka siaa saja membaca surat lapang dada Allah akan memberi pahala menyerupai pahala Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radhiyallahu'anhu ( Hayatul Qulub ) D.N 296.

F. Al Alaq
Al- kutub Syech Abil Hasan Ali Asyadzili berkata :
Apabila kau menghendaki gampang rizki maka perbandingan membaca surat Al-Alaq setiap hari paling sedikit 70 hingga 700.

G. Annas
Al-kutub Syekh Abil Hasan Ali Asyadzili berkata :
Apabila kau menghendaki selamat dari segala keburukan maka perbanyak membaca surat Annas setiap hari paling sedikit 70-700.

H. Surat Yasin
Nabi bersabda : Wahai Ali lazimkan olehmu dengan membaca surat yasin pada pagi hari dan sore hari maka sebenarnya orang membacanya demikian itu ada didalam lindungan Allah. ( Wasiyatul Mustofa)

I. Istighfar
Nabi bersabda : Wahai Ali barang siapa yang mengucapkankan setiap 25 kali :
" Aku memohon ampun kepada Allah yang maha Agung untuk saya dan kedua orang tuaku dan seluruh muslim pria dan perempuan, mu'min pria dan mukmin wanita yang hidup maupun yang sudah wafat " maka Allah akan mencatat tergolong dari para waliNya.

J. Sholawat
Nabi bersabda : Jibril tiba kepada ku dengan membawa kabar bangga yang tidak menyerupai biasanya, ia berkata  "siapa saja dari umatku yang membaca sholawat kepadamu sekali maka Allah akan membalas sholawat 10 kali, dan siapa saja dari umatmu yang membaca sholawat sepuluh kali maka Allah akan membalasnya  dengan sholawat 100 kali, dan siapa yang membaca sholawat 100 kali maka Allah akan membalasnya  seribu kali dan siapa yang membaca seribu kali maka Allah akan mengharamkan jasad orang itu atas api neraka. ( Al-hadist ) Fathul Mujib Al-qowis

K. Dzikir
Sesungguhnya Nabi Saw bersabda : Apabila seorang mukmin mengucapkan :
Lailahaillallah Muhammadurasulullah.
Maka keluar dari mulutnya gerangan Malaikat menyerupai burung berwarna hijau yang mempunyai dua sayap putih dihiasi dengan intan permata salah satu sayapnya ada di masyrik dan satunya ada di magrib, apabila ia mengipaskannya maka melewati masyrik dan magrib lalu ia terbang kelangit sehingga hingga arsy. Maka malaikat yang menjaga arsy berkata : " Singgahlah disini dengan kemuliaan dan keunggulan Allah". Kemudia ia menjawab "aku tidak akan singgah, sehingga Allah mengampuni dosa-dosa si pembaca yang mempunyai aku, kemudia Allah memberi Lisan 70 ribu lisan yang memintakkan ampunan pada sipemilik dzikir hingga hari Kiamat. Maka apabila tiba hari Kiamat malaikat itu menjemputnya dengan memegang tangannya lalu melewati shirothol mustaqim dan memasukkannya ke surga. ( Roudhotul Ulama ) D.N 36

Keterangan :
* D.N : Durotun Nashihin








Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com

Sunday, February 12, 2017

√ 200 Kali Berzina

200 KALI BERZINA

Pagi itu di Madinah Al-Munawarah dalam sebuah kesempatan Umrah di tahun 2007, seorang ustaz pembimbing dihadang oleh seorang jemaahnya dikala sarapan pagi di restoran hotel. Jemaah tersebut meminta waktu sang ustaz untuk berkonsultasi sedikit dari permasalahan. “Ustaz apakah bila seseorang memiliki dosa yang menggunung kemudian dia bertaubat dan minta ampun kepada Allah maka taubatnya akan diterima?”

Sambil tersenyum sang ustaz menjawab enteng, “Tentu taubatnya akan Allah terima!”

“Tapi ustaz, ada seorang sahabat saya yang kebetulan sedang berumrah dan ada di Madinah dikala ini, dan ia ragu kalau taubatnya tidak diterima oleh Allah!” Sambung sang jemaah.

“Mengapa ia masih ragu?!” sahut pak ustaz.

“Sebab dia pernah melaksanakan dosa zina, Ustaz!” tandas sang jemaah.

Sambil menampakkan wajah penuh keteduhan dan keseriusan, sang ustaz berkomentar, “Peluang untuk bertaubat akan senantiasa terbuka untuknya!”

“Tapi ustaz, zina yang dia lakukan nggak cuma sekali!” terperinci sang jemaah.

“Memangnya berapa kali zina yang dilakukannya?” tanya sang ustaz penasaran.

“100 kali zina mungkin pernah dia lakukan, Ustaz!” imbuh sang jemaah.

“Astaghfirullahal Adzhim!” terdengar sang ustaz beristighfar lantaran kaget mendengarnya. Terlihat rona dan mimik wajah sang ustaz berubah lantaran keterkejutan itu.

Mendapati hal itu sang jemaah bertanya sekali lagi kepada gurunya tadi, “Kalau dosa zina sebanyak itu, apakah ada kesempatan bertaubat untuknya, Ustaz?!”

Sang ustaz mengela nafas kemudian berkata, “Tentu, kesempatan bertaubat akan selalu terbuka untuknya. Kedua tangan Allah Swt. akan terbentang di waktu malam, semoga orang yang berdosa di waktu siang sempat bertaubat. Kedua tangan-Nya pun akan selalu terbuka di waktu siang, semoga orang yang berdosa di waktu malam sempat untuk bertaubat.”

Dan Abu Musa ra. dan Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa jallah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk mendapatkan taubat orang yang berbuat kejahatan di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk mendapatkan taubat orang yang berbuat kejahatan di malam hari hingga matahari terbit dari barat (kiamat).”

“Pintu taubat selalu terbuka untuk hamba Allah sepanjang waktu, baik siang, malam, pagi maupun petang!!!”

Mendengar klarifikasi ini sang jemaah merasa agak nyaman. Terdengar jemaah itu bergumam kemudian ia pun melanjutkan bicara, “Kayaknya sahabat saya itu tidak berzina sebanyak 100 kali deh, Ustaz!” Mendengarnya sang ustaz berharap dalam hati bahwa angka zina yang dilakukannya tidak mencapai sebanyak itu. Namun sang ustaz teramat kaget begitu mendengar sang jemaah melanjutkan kalimatnya.

“Kayaknya 200 kali zina juga lebih dia lakukan!!!” Imbuh sang jemaah.

“ASTAGHFIRULLAHAL AZHIM. !!!“ Sang ustaz beristighfar kepada Allah dengan bunyi yang lebih keras dari sebelumnya. Tak terbayang oleh sang ustaz ihwal sosok hamba Allah Swt. yang berani melaksanakan dosa zina sebanyak itu. Sang ustaz merenung dan memikirkan kelakukan insan bejat ini, hingga rona wajah sang ustaz sungguh berubah secara drastis.

Melihat reaksi menyerupai itu sang jemaah kembali mengejar. “Ustaz, kalau dosa sebanyak itu, apakah bila ia bertaubat maka akan diterima oleh Allah?!”

Berat bergotong-royong sang ustaz menata hati dikala mendengar bencana ini. Namun sang ustaz mencoba untuk tersenyum dan meyakinkan jemaahnya dengan ucapan, “Meski dosa tiada terhitung. Meski dosa setinggi langit, bahkan bila dosa itu sepenuh bumi. Selagi sang hamba bertaubat dan beristigfar kepada Allah, maka niscaya Allah Swt. akan mendapatkan taubat dan memberi ampunan untuknya!”

Anas bin Malik berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Allah Swt. berkata, ‘Wahai anak manusia, selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharapkan ampunan-Ku, Aku ampuni dosa-dosamu yang telah kemudian dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku ampuni dosa-dosa-Mu, dan Aku tidak peduli. Wahai insan seandainya engkau mendatangi-.Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku, niscaya Aku akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi. “ (HR. At-Tirmidzi)

Jawaban ustaz terakhir menciptakan sang jemaah merasa lega. Ia mulai tersenyum dan kemudian mengatakan, “Alhamdulillah, kalau memang demikian maka saya akan memberikan kabar ini kepada sahabat saya itu. Semoga ia yakin bahwa taubatnya akan Allah terima. Tapi ustaz, supaya dia bisa dengar langsung... bisakah saya ajak dia untuk bertemu dengan ustaz?”

“Dengan bahagia hati saya bersedia berjumpa dengannya. Silakan tiba ke kamar 709. Saya tunggu ya di kamar pukul 8 pagi ini!” Terang Pak Ustaz. Sejurus kemudian sang ustaz meninggalkan jemaahnya di meja restoran. Beliau pergi menuju kamarnya sambil terus berucap istighfar kepada Allah Swt. lantaran sulit membayangkan betapa besar dosa yang dilakukan oleh hamba Allah Swt. menyerupai yang diceritakan jemaahnya.

Setelah dia istirahat di kamar, kemudian sempurna pukul 8 pagi, sang ustaz mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Sang ustaz sigap bangun untuk membuka pintu, dan ia menduga di balik pintu kini sudah berdiri dua orang manusia. Pertama ialah jemaah yang sudah dikenalnya, dan satunya lagi ialah sahabat jemaahnya yang katanya pernah melaksanakan dosa zina bahkan 200 kali lebih!

Sayang..., begitu sang ustaz membuka pintu ternyata di sana hanya berdiri sesosok laki-laki yang tiada lain ialah jemaahnya sendiri, “Mana sahabatmu yang mau konsultasi?” Sang ustaz menanyakan.

“Tadinya dia sudah mau ke sini, namun sesudah berpikir beberapa usang ia mengutusku saja untuk menemui ustaz. Dia bilang, ia aib berjumpa dengan Ustaz!” Jelas sang jemaah.

“Ya sudah kalau begitu, silakan masuk!” Sahut Pak Ustaz. Jemaah itu kemudian masuk ke kamar sang ustaz.

Dia duduk di salah satu bangku yang ada dalam kamar itu. Sedikit terdengar pembicaraan pembuka suasana, hingga sang jemaah itu kembali bertanya hal yang sama kepada sang ustaz, “Apakah bila dosa zina, bahkan hingga lebih 200 kali akan bisa diampuni oleh Allah bila sang hamba mau bertaubat?!”

Sang ustaz mencoba meyakinkan dengan banyak sekali macam dalil Al-Quran dan hadits yang menyatakan bahwa Allah Swt. ialah Maha Penerima Taubat. Berkali-kali usai membacakan dalil sang ustaz menegaskan, “Pasti Allah Swt. akan mendapatkan taubat hamba-Nya!!! Tentu dengan syarat ia TIDAK AKAN mengulagi lagi perbuatan itu lagi dan meratapi sepanjang hidupnya kemudian mengikuti dengan banyak sekali amal sholeh yang bisa menunjang peniadaan dosa-dosa itu” Jawaban-jawaban ustaz itu rupanya sudah cukup melegakan bagi sang jemaah.

Usai berdiskusi selama setengah jam lamanya kesudahannya sang jemaah kemudian menyalami tangan sang ustaz, Dengan mata berkaca-kaca dan tangis serta derai air mata yang terus mengalir tiada henti, jemaah itu kemudian berkata, “Ustaz mohon maaf ya,orang cecunguk yang berzina lebih dari 200 kali itu tiada lain ialah saya sendiri orangnya!!!” Bagai disambar petir sang ustaz teramat kaget mendengarnya.

Seolah tak percaya mendengar penuturan itu, kedua mata sang ustaz memandangi jemaahnya yang kini sedang menangis di hadapannya mulai dari atas ke bawah hingga dia pandangi dengan cara yang sama berulang-ulang. “Kok bisa ya, ia melaksanakan semua dosa ini?!” Gumam sang ustaz dalam hati.

Namun sang ustaz menyadari bahwa ia telah mengungkapkan jaminan Allah membuka pintu taubat bagi pelaku zina sebanyak ini. Ia tidak akan menarik ucapannya lagi! Akhirnya sang ustaz memeluk jemaahnya dengan penuh kehangatan iman yang kini menjalar masuk menembus relung hati sang jemaah.

“Maafkan saya, Ustaz! Saya harus berbohong dalam duduk kasus ini. Saya semula khawatir ustaz akan murka kepada saya bila tahu saya melaksanakan dosa sebanyak ini... Makanya saya berpura-pura bahwa yang melaksanakan ini ialah sahabat saya. Sungguh saya ingin bertaubat kepada Allah Swt atas semua dosa zina yang pernah saya lakukan.

Apalagi kini Allah Swt sudah beri saya seorang istri shalihah yang berjilbab Bahkan dua anak saya ialah perempuan. Setiap kali mau pergi meninggalkan rumah, saya merasa amat khawatir bila mereka bertiga akan digagahi oleh laki-laki lain, menyerupai yang sering saya lakukan dengan banyak wanita. Saya gak sanggup menanggung dosa ini, Ustaz!!!” demikian ucapan jujur sang jemaah sambil terus menangis menumpahkan air matanya di dekapan sang ustadz.

Sang ustaz merasa iba dan haru mendengar penuturan taubat seorang jemaahnya. Beberapa petuah untuk bertaubat dan beristighfar diajarkan oleh sang ustaz untuk ketenangan hati jemaahnya. Akhirnya usai mendapatkan ketenangan batin itu, sang jemaah berpamitan dan ustaz pun melepasnya hingga ke depan pintu kamar. Lalu pintu itu pun tertutup kembali.

Sang ustaz menghirup nafas yang dalam usai tamunya pergi. Kini sang ustaz mulai mengerti betapa berat beban dosa yang dipikul pelakunya. Dan betapa dengan bertaubat dan beristighfar kepada Allah itu terdapat banyak kedamaian, ketenangan dan ketentraman jiwa. “Sungguh taubat dan istighfar akan membawa orang yang melaksanakannya higienis jiwa dan pikirannya kembali !!!” Simpul Sang Pak Ustaz.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar [39]: 53)

Sahabat, Allah SWT memang Maha Pengampun, itu bukan berarti kemudian kita salahgunakan untuk melaksanakan dosa yang sebesar-besarnya, kemudian kemudian kalo kita sudah puas gres bertaubat, kendati Allah Maha Pengampun tapi Allah juga MAHA TAU isi hati kita ketika kita berbuat maksiat tersebut, disengaja atau lantaran khilaf ? kalo kita sengaja mempermaikan kemahampunan Allah, maka hati kita akan dengan gampang direbut oleh Setan dan Setan tidak akan melepas sedetikpun hati kita untuk mendapatkan cahaya hidayah Allah SWT, tapi kalo lantaran khilaf atau ‘kebodohan’ kita, maka Allah masih sangat peduli untuk merebut hati kita dari genggaman Setan yang menguasai kita.

SUBHANALLAH...

Semoga goresan pena ini sanggup membuka pintu hati kita yang telah usang terkunci. Aamiin

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.

(Cantumkan jikalau ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya, semoga kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com

Saturday, February 11, 2017

√ 27 Imbas Negatif Perbuatan Zina

27 Dampak Negatif Perbuatan Zina

ZINA merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Allah Azza wa jalla berfirman :

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

“Dan janganlah kau mendekati zina; gotong royong zina itu yakni suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [al-Isrâ’/17: 32]

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jalla berfirman :

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melaksanakan demikian itu, pasti dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari selesai zaman dan dia akan infinit dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” [al-Furqân/ 25:68-69]

Dalam ayat ini, Allah Azza wa jalla menyebutkan perbuatan zina sehabis perbuatan syirik dan sehabis pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan Allah Azza wa jalla. Ini memperlihatkan betapa perbuatan zina itu sangatlah buruk.

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jallamenyebutkan hukuman bagi pelaku perbuatan nista ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢)

“Perempuan yang berzina dan pria yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kau kepada keduanya mencegah kau untuk (menjalankan) agama Allah, bila kau beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) eksekusi mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” [an-Nûr/24:2]

Para ulama menyampaikan : “ini hukuman bagi wanita dan lelaki yang berzina apabila keduanya belum menikah. Sedangkan bila telah bersuami atau pernah menikah maka keduanya dirajam (dilempari) dengan kerikil hingga mati.

Dalam hadits yang shahih dinyatakan

لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهْوَ مُؤْمِنٌ

“Tidaklah orang yang berzina itu beriman ketika dia melaksanakan perbuatan zina.” [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Dalam hadits lain dinyatakan:

مَنْ زَنَى وَشَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللَّهُ مِنْهُ الإِيمَانَ كَمَا يَخْلَعُ الإِنْسَانُ الْقَمِيصَ مِنْ رَأْسِهِ .

“Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang insan melepas bajunya dari arah kepalanya.” [HR al-Hâkim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan as-Suyûthi memberi symbol sahih]

Zina yang terburuk yakni menzinahi ibunya sendiri, putrinya, saudari atau mahramnya yang lain. Dalam hadits dinyatakan:

مَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ فَاقْتُلُوهُ

“Siapa yang menzinahi mahramnya maka bunuhlah!”[HR al-Hâkim dan ia shahihkan]

Zina berisi seluruh kejelekan diantaranya:

1. Zina mengurangi agama seseorang

2. Zina menghilangkan sifat wara’

3. Zina merusak kehormatan dan harga diri

4. Zina mengurangi sifat cemburu

5. Pezina mendapat marah Allah Azza wa jalla.

6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap

7. Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya

8. Zina menimbulkan kefakiran yang terus menerus.

9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia.

10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji ibarat ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela ibarat fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina.

11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang serpihan atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiksa para pezina. [HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu].

12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina

13. Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kegelisahan hati buat para pezina

14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain

15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang sanggup mempercayainya mengurusi anak dan istrinya

16. Allah Azza wa jallamemberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina

17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapat kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga

18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga

19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Makara perbuatan nista ini tidak akan terlaksana kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi bermacam-macam maksiat lainnya. Perbuatan keji mengakibatkan keburukan dunia dan akherat

20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari wilayahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) kerikil hingga mati

21. Zina merusak nasab

22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang

23. Zina mengakibatkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis

24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa. Dalam pepatah dikatakan :

كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ

“Engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu”

25. Zina menyebab akhir amalan shalihnya hilang sehingga ia gulung tikar pada hari kiamat.

26. Dihari selesai zaman pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun

27. Anggota badan ibarat tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan verbal akan memperlihatkan persaksian yang menyakitkan. Allah Azza wa jalla berfirman :

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)

“Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” [an-Nûr/ 24:24].

Itulah diantara sekian banyak pengaruh negatif dari perbuatan zina. Semua ini memperlihatkan citra betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Efek negatif perbuatan tak senonoh ini tidak hanya akan dirasakan oleh si pelaku tapi juga oleh sang anak yang tidak tahu-menahu. semoga Allah Azza wa jallamelindungi kami dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini.

Diterjemahkan dari Kitab Khatarul Jarîmah al khuluqiyah, Syaikh Abdullah bin Jârullah bin Ibrâhîm al jârullâh.

Subhanallah..

(Cantumkan bila ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah sanggup mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu semoga kau dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan sanggup meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com

Tuesday, February 7, 2017

√ Tata Cara Shalat Tasbih

TATA CARA SHALAT TASBIH (LENGKAP DAN BENAR)

Share on :
 Oleh: Afiful Ikhwan[*]


A.     Pengertian dan Cara Shalat Tasbih

Shalat tasbih termasuk salah satu shalat sunat yang dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Kalau bisa dilakukan setiap malam, jikalau tidak bisa seminggu sekali, jikalau tidak bisa juga sebulan sekali, jikalau tidak bisa juga setahun sekali atau tidak bisa juga seumur hidup sekali. Demikianlah ajuan agama Islam yang tidak memaksa untuk melaksanakan ibadah secara ikhlas.

Shalat sunat tasbih semua riwayat setuju dengan empat rokaat, jikalau pada siang hari dengan satu kali salam (langsung niat empat rakaat), sedang di malam hari dua rokaat-dua rokaat dengan dua kali salam (dua kali shalat dengan masing-masing 2 rakaat) dengan tasbih sebanyak 75 kali tiap raka’atnya, jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300 kali tasbih.

Kata Syaikh Ali al-Khawwash, ‘Sebaiknya shalat tasbih dilakukan sebelum shalat hajat, lantaran shalat tasbih ini menghapus dosa-dosa, dengan demikian menjadi alasannya yakni terkabulnya hajat’

B.     Niat Shalat Tasbih

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Sedang untuk yang satu kali salam (4 rakaat) sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada suplemen bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
  • Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
  • Ketika ruku’ setelah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
  • Ketika bangun dari ruku’ setelah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
  • Ketika sujud pertama setelah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
  • Ketika duduk diantara dua sujud setelah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali,
  • Ketika sujud yang kedua setelah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
  • Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangun (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (Terus gres berdiri tuk rakaat yang kedua).
Demikianlah rinciannya, bahwa shalat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekalitasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat kemudian salam (jika dilakukan pagi hari). Bisa juga dilakukan dengan cara dua raka’at-dua raka’at (jika dilakukan malam hari), Sesuai yang diterangkan oleh Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.Waktu shalat tasbih yang paling utama adalahsesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr. Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Anjuran shalat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَاللهُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَاعَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً.

Artinya:
“Dari Ibnu ‘Abbâs, bersama-sama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kau apabila saya beri? Bolehkah sekiranya saya beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jikalau kau melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya sampai akhirnya, yang usang maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak. 
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kau membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kau ruku’ kemudian bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak bisa lakukan setiap pekan, kalau tidak bisa setiap bulan, kalau tidak bisa setiap tahun dan jikalau tidak bisa maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu."[†] (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka dia bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍوَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًاثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّىأَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:
"Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kau kehendaki, pasti Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu)." (perawi) berkata, dalam cuilan ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi'. Abu Isa berkata, hadits anas yakni hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya beropini akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin 'Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak wacana shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta'ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairukakemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbarsebanyak lima belas kali, kemudian ia berta'awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku' dan membaca kalimat itu sepuluh kali, kemudian mengangkat kepala dari ruku' dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melaksanakan ibarat itu sebanyak empat raka'at, yang setiap satu raka'atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka'atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jikalau ia shalat malam, maka yang lebih disenagi yakni salam pada setiap dua raka'atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka'at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Abdul 'Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku' hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal 'Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaanSubhaana Rabbiyal A'la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin 'Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam'ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Abdul 'Aziz dia yakni Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jikalau seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali. (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas yakni hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah beropini bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan dihentikan lebih dari itu.

C.     Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih

  1. Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam problem shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  2. Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam problem keutamaan Al-Qur`ân yakni (hadits wacana keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam problem keutamaan shalat yakni hadits wacana shalat Tasbih.”
  3. Al-Âjurry.
  4. Ibnu Mandah.
  5. Al-Baihaqy.
  6. Ibnu As-Sakan.
  7. Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  8. Abu Musa Al-Madiny.
  9. Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  10. Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  11. Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  12. Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih yakni sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya digunakan berinfak dengannya.”
  13. An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al - Asma` Wa Al-Lughât .
  14. Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  15. Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  16. Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia memiliki jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia yakni sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  17. Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih yakni shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  18. As-Subki.
  19. Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  20. Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  21. Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  22. As-Suyûthy.
  23. Al-Laknawy.
  24. As-Sindy.
  25. Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  26. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  27. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  28. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain .
D.    Do’a Setelah Shalat Tasbih:

·       اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .
·       اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى اُنَاصِحَكَ فِى التَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِ كُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَا اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

E.     Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:
  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun setelah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih ketika sebelum atau setelah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

F.      Kesimpulan
Hadits wacana shalat tasbih yakni hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

- Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb -

[*]Penulis Mahasiswa Pascasarjana Program Doktor S3 UIN Malang yang sedang mencari jati diri dihadapan Tuhannya.
[†]Diriwayatkan oleh Abu Dawud, 1297; Ibnu Majah, 1387; Ibnu Khuzaimah, 1216; al-Hakim dalamal-Mustadrak, 1233; al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra, 3/51-52, dan lainnya dari jalan Abdurrahman bin Bisyr bin Hakam, dari Abu Syu’aib Musa bin Abdul Aziz, dari Hakam bin Abban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Sanad ini berderajat hasan.

Sumber http://zulfiaditrumon.blogspot.com