Showing posts with label Materi Kelas 12. Show all posts
Showing posts with label Materi Kelas 12. Show all posts

Monday, July 16, 2018

√ Pemanfaatan Sig Di Kehidupan

SIG atau Sistem Informasi Geografi sekarang sudah menjadi kebutuhan manusia dan menjadi disiplin ilmu bantu geografi yang sangat modern. Keunggulan atau kelebihan SIG yaitu bisa menyajikan dunia kasatmata atau real world pada layar komputer menyerupai lembaran peta. SIG menyimpan semua isu berkenaan dengna unsur geografis ke dalam basis data digital. SIG sanggup menyimpan data keruangan dalam bentuk tabel dan disimpan dalam hardisk. 

Data tersebut sanggup dipanggil kembali, diedit dan dimanipulasi sessuai harapan penggunanya. SIG sanggup dipakai luas di banyak sekali bidang kehidupaan diantaranya:
1. Bidang Pendidikan
SIG sanggup dimanfaatkan untuk memilih lokasi sekolah, untuk menciptakan sistem isu pendidikan dan sebagai alat bantu pemahaman siswa dikala pembelajaran geografi.

2. Bidang Geologi, Petambangan dan Perminyakan
SIG di bidang ini dilakukan untuk memilih lokasi keterdapatan mineral/cebakan materi galian yang akan dieksploitasi. SIG juga dipergunakan untuk menganalisa limbah yang merupakan hasil buangan industri tambang.

3. Bidang Sumber Daya Alam
SIG bermanfaat untuk inventarisasi, administrasi dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, analisa daerah rawan tragedi alam, dan pemantauan daerah kebakaran hutan dan lahan.

4. Bidang Perencanaan Wilayah
SIG sanggup dijadikan media yang sempurna untuk perencanaan pemukiman dan transmigrasi, perencanaan kota, pengembangan desa tertinggal, perencanaan lokasi industri, pasar, pemukiman dan lainnya.

5. Bidang Lingkungan
SIG sanggup dijadikan alat untuk menganalisa dan pemantauan pencemaran udara, limbah berbahaya, pencemaran air, sunga, laut, tanah, penilaian pengendapan lumpur dan sedimen di pantai dan pemantauan pencemaran minyak di laut.
SIG atau Sistem Informasi Geografi sekarang sudah menjadi kebutuhan insan √ Pemanfaatan SIG Di Kehidupan
Pemanfaatan SIG semakin pesat, pic:ww.wrsc.org
6. Bidang Hidrologi dan Kelautan
SIG dipakai untuk aktivitas inventarisasi dan administrasi pengamatan pasang surut laut, administrasi daerah pesisir, administrasi daerah wisata laut, taman bahari dan hutan bakau.

7. Bidang Transportasi dan Perhubungan
SIG dipakai untuk administrasi pemeliharaan, perencanaan dan ekspansi jaringan jalan tol, rel kereta dan jalan raya, penentuan jalur transportasi, analisa rawan kemacetan dan ancaman kecelakaan dan pemantauan jalur mudik.

8. Bidang Telekomunikasi
SIG dimanfaatkan pada dikala perencanaan, pemeliharaan dan analisa ekspansi jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem isu pelanggan dan kemudahan umum telekomunikasi seperti, telepon umum, warnet dan lainnya. SIG juga sanggup dipakai untuk menginventarisasi jaringan telekomunikasi dan pelanggan TV kabel, antene parabola dan jaringan internet.

9. Bidang Ekonomi, Bisnis dan Marketin
SIG dimanfaatkan untuk memilih lokasi bisnis prospektif menyerupai bank, pasar, mall, ATM, kantor cabang, showroom, outlet makanan, gudang dan lainnya dengan memerhatikan lokasi konsumen dan pelanggan di sekitar. SIG juga sanggup menganalisa rute terpendek yang harus dilalui oleh salesmen.

10. Bidang Perpajakan
SIG sanggup dimanfaatkan untuk memprakirakan potensi pendapatan dari sektor pajak dengan menciptakan sistem isu untuk penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, baliho yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.

11. Bidang Militer
SIG diperlukan untuk penyediaan data spasial untuk analisa rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang, pembuatan peta elektronik yang dihubungkan dengan radar yang bisa mendeteksi kendaraan atau pesawat musuh di wilayah teritorial negara.

12. Bidang Kesehatan
SIG sanggup dipakai untuk memilih distribusi penderitan suatu penyakit, contoh atau sebaran pandemi penyakit serta penentuan lokasi unit-unit pelayanan kesehatan beserta tenaga medisnya.

13. Bidang Utilitas
SIG dimanfaatkan dalam proses inventarisasi dan administrasi isu jaringan pipa air minum, sistem isu pelanggan, perencanaan jaringan tiang listrik, gardu listirk, tower BTS dan lainnya. Sumber: Iwan Hermawan, Geografi Sebuah Pengantar.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Saturday, July 7, 2018

√ Perbedaan Sudut Bearing Dan Azimuth

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut bearing dan azimuth. Kedua sudut tersebut biasa dipakai untuk memilih lokasi suatu titik dan memilih orientasi suatu gerak/arah. Satuan pengukuran biasa memakai secagesimal system yaitu mengacu pada derajat, menit dan detik. Baca juga: Konjungsi, oposisi dan elongasi planet

Karakteristik Sudut Bearing
- digambarkan dalam bentuk garis dan sudut dan kuadran
- bearing tidak dapat lebih dari 90⁰
- bearing diambil dari utara atau selatan dan sudut ke timur atau barat dari utara-selatan meridian.
- True Bearing diambil dari true north.
- Magnetic bearing diambil dari magnetic north. 

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut  √ Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
True Bearing
Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut  √ Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Magnetic Bearing

Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut  √ Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Bearing Direction
Karakteristik Sudut Azimuth
- sudut dihitung searah jarum jam dengan patokan meridian.
- azimuth berkisar dari 0⁰ -  360⁰
- azimuth dimulai dari arah utara.
- true azimuth berpatokan dari utara sesungguhnya (true north).
- magnetic azimuth berpatokan dari utara magnetik (magnetic north). 
Dalam ilmu peta dan pemetaan dikenal istilah sudut  √ Perbedaan Sudut Bearing dan Azimuth
Sudut Azimuth
Kita seringkali memakai istila bearing sama dengan azimuth, padahal sesungguhnya berbeda. Bearing menggambarkan sudut dari utara atau selatan dan nilai sudut menuju timur ke barat. Makara kita dapat menyatakan 20 derajat Timur dari Utara atau dapat disingkat S 20 E. Dalam azimuth kita menyebutnya 160 derajat. Baca juga: Ayat Alquran perihal fenomena geografi
Sumber: engineering.purdue.edu

Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, July 6, 2018

√ Jenis Gambaran Foto Inderaja

Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh ialah citra. Citra ini sanggup berwujud gambaran foto dan gambaran non foto. Kali ini kita akan bahas dulu wacana jenis-jenis gambaran foto inderaja. Citra foto sanggup dibedakan menurut spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi sumbu kamera, sudut liputan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan dan wahana yang dipakai. Baca juga: Simbol dan warna peta

Menurut spektrum elektromagnetik
a. Foto pankromatik, merupakan foto memakai semua spektrum cahaya tampak sehingga objek yang terekam sesuai dengan kepekaan mata manusia. Oleh sebab itu foto pankromatik disebut juga foto udara konvensional. Makara akhirnya menyerupai foto yang biasa kita cetak sehari-hari.

b. Foto ortokromatik, merupakan foto yang memakai spektrum dari 0,4 - 0,56 mikrometer dengan dominasi warna biru sampai hijau. Foto ini mempunyai kemampuan untuk mengenali objek yang ada di bawah permukaan air jernih sampai kedalaman 20 m. Makara foto ini cocok untuk survei perairan dangkal.

Baca juga:
Seri reaksi bowen batuan beku, mau tahu?
Perambatan panas di permukaan bumi

c. Foto ultraviolet, merupakan foto yang memakai spektrum ultraviolet dari 0,29 - 0,4 mikrometer. Foto ini paling baik untuk mendekteksi tumpahan minyak di bahari sebab lapisan minyak akan memantulkan radiasi matahari dan membentuk rona cerah dengan kontras yang besar.

d. Foto inframerah, merupakan foto yang merekam spektrum inframerah jarak erat dengan panjang gelombang antara 0,7 - 0,9 mikrometer. Umumnya foto ini cocok untuk melihat perbedaan kondisi vegetasi yang sehat dengan yang tidak sehat. Makara sangat baik untuk keperluan pertanian dan kehutanan.
Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh ialah gambaran √ Jenis Citra Foto Inderaja
Citra foto warna dan hitam putih
Menurut posisi sumbu kamera
a. Foto vertikal, dibentuk dengan sumbu tegak lurus dengan permukaan bumi. Foto tegak akan mempunyai ciri yaitu tidak adanya bayangan benda dan gambar yang dihasilkan menyerupai dengan peta dan punya skala yang konsisten. Kekurangannya foto hanya menampikan belahan atas objek saja. Baca juga: Pola pengembangan wilayah negara berkembang

b. Foto miring, dibentuk dengan sumbu kamera yang miring terhadap objek di permukaan bumi. Ciri dari foto miring atau condong mempunyai huruf yaitu adanya bayangan dari objek di permukaan bumi. Gambaran yang didapat lebih detail sebab tidak hanya nampak belahan atas nya saja.

Menurut sudut liputan kamera
1. Foto sudut kecil, panjang fokus 304,8, sudut liputan < 60⁰
2. Foto sudut normal, panjang fokus 209,5, sudut liputan 60-70⁰
3. Foto sudut lebar, panjang fokus 152,4, sudut liputan 75-100⁰
4. Foto sudut sangat lebar, panjang fokus 88,8, sudut liputan >100⁰

Menurut jneis kamera yang digunakan
a. foto tunggal, merupakan foto yang dibentuk dengan kamera tunggal.
b. foto jamak, merupakan foto yang dibentuk dengan memakai beberapa jenis spektrum elektromagentik berbeda.

Produk yang dihasilkan oleh penginderaan jauh ialah gambaran √ Jenis Citra Foto Inderaja
Variasi gambaran foto inderaja
Menurut warna yang digunakan
a. Citra foto semu/inframerah (false color), warna objek tidak sema dengan warna foto. Contohnya vegetasi yang berwarna hijau tampak merah pada foto sebab memakai sinar inframerah.
b. Citra fot orisinil (true color), warna objek sesuai dengan aslinya sebab memakai spektrum warna tampak.

Menurut wahana yang digunakan, gambaran foto dibagi menjadi gambaran dirgantara (balon udara, pesawat terbang, drone, helikopter) dan gambaran satelit (di luar angkasa). 

Baca juga: 
Memahami ciri tanah podzolik
Teknik interpretasi gambaran inderaja
Gambar: physicalgeography.net, tankonyvtar.hu

Sumber http://www.gurugeografi.id

Thursday, July 5, 2018

√ Perkembangan Kota Di Indonesia

Kota merupakan hasil dari perwujudan aktifitas insan dengan lingkungannya. Pekembangan sebuah kota dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kondisi insan yang bermukim di dalamnya. Dalam sejarahnya, kota intinya berkembang dari satu unit kampung yang berkembang dari waktu ke waktu. Namun ketika ini, kota sanggup dibangun secara instan alasannya yaitu faktor tertentu ibarat adanya jadwal pemerintah. Di Indonesia sendiri, sejarah kota-kota besar sangat bervariasi dan kebanyakan berasal dari sejarah awal mula kehidupan insan di dalamnya terjadi. Berikut ini sejarah perkembangan kota di Indonesia. Baca juga: Pengertian peristiwa kekeringan

1. Kota Pusat Perkebunan
Indonesia populer mempunyai morfologi yang bervariasi terutama dataran tinggi. Kota-kota di Indonesia beberapa berasal dari aktivitas perkebunan yang sudah dimulai semenjak zaman kolonial. Kota tersebut diantaranya Bandung, Bogor, Deliserdang dan Brastagi. Baca juga: Metode sudut bearing dan azimuth
Kota Bandung ketika ini, pic: bandung.bisnis.com
2. Kota Pusat Pertambangan
Ditemukannya bijih mineral di beberapa lokasi mengakibatkan munculnya pertambangan. Kegiatan pertambangan lambat laun tumbuh pesat dan menghasilkan kota. Beberapa kota besar yang lahir dari aktivitas pertambangan diantaranya Sawahlunto, Tembagapura dan Bontang.
Kota Bontang di Kalimantan Timur, pic: badaklng.co.id
3. Kota Pusat Industri dan Perdagangan
Pertumbuhan insan menciptakan kebutuhan semakin banyak. Pelaku industri lalu masuk menancapkan pabriknya di beberapa lokasi. Lokasi pabrik lalu berkembang dengan dibangunnya jalan, pemukiman dan lahirlah kota baru. Contoh kota yang berbasis industri diantaranya Karawang, Jababeka dan Batam.
Kawasan Industri Karawang
4. Kota Pusat Pendidikan dan Kebudayaan
Adanya lembaga-lembaga pendidikan terkemuka dan budaya lokal yang khas menjadi suatu kawasan menjadi sentra aktivitas pendidikan dan kebudayaan. Contohnya yaitu Jogjakarta dan Denpasar. Baca juga: Bedanya lokasi otoriter dan relatif
Jogjakarta sentra kebudayaan dan pendidikan, pic: oia.ukdw.ac.id
5. Kota Pusat Pemerintahan
Adanya aktivitas pemerintahan menciptakan aneka macam aktifitas semakin pesat sehingga menghasilkan kutub pertumbuhan. Contoh paling aktual yaitu Jakarta dan Surabaya.
Kota Jakarta di pagi hari, flikr.com
6. Kota Pusat Pelabuhan
Aktivitas bongkar muat barang menciptakan kawasan sekitar pelabuhan berkembang semakin menyebar. Jakarta, Semarang dan Surabaya pada awalnya merupakan sebuah pelabuhan yang bermetamorfosis kota sentra pemerintahan sampai ketika ini.

Pelabuhan Sunda Kelapa, pic: port.trikarsa.com
Perkembangan kota juga sanggup dilihat dari jumlah penduduknya. Menurut jumlah populasinya, kota dibagi menjadi:
- kota kecil, populasi 20.000 - 100.000 jiwa.
- kota besar, populasi 100.000 - 1 juta jiwa.
- kota metropolitan, populasi > 1 juta jiwa. 

Baca juga ya!:
Faktor perkembangan kota di Indonesia
Ciri masyarakat pedesaan berdasarkan Parson

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, July 4, 2018

√ Jenis-Jenis Wilayah: Formal, Fungsional Dan Vernakular

Ada banyak cara untuk membagi permukaan bumi ke dalam beberapa wilayah atau region. Wilayah yakni suatu area di permukaan bumi yang punya ciri khusus dan sanggup dibedakan dengan area lainnya. Dalam kesempatan kali ini, kita akan melihat jenis-jenis wilayah yang umum dalam geografi diantaranya wilayah formal, wilayah fungsional dan wilayah vernakular. Baca juga: Pembentukan angin darat dan angin laut

Bayankan kau sedang ebrdiri di tengah kota dan mulai berjalan. Kamu berjalan sejauh beberapa km kemudian hingga di wilayah pinggiran kota, kemudian berjalan lagi maka kau akan menemukan pedesaan. Apakah kau tahu di batas mana kau pindah dari wilayah kota ke desa?.

Wilayah Formal
Coba kau pergi ke pusat kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia. Kamu pergi ke Kelurahan Tebet, Jakarta Selatan erat Sudirman dan Cawang. Wilayah yang sanggup didefiniskan secara formal baik oleh pemerintah atau bentuk lainnya dinamakan wilayah formal.  Kota, kecamatan, provinsi dan desa yakni wilayah formal begitupula dengan pegunungan.

Wilayah formal sering berkaitan satu sama lain. Jika kam berada di kota Tasikmalaya, maka itu bab dari Provinsi Jawa Barat dan bab dari wilayah Pulau Jawa. Semua yakni wilayah formal, kau berada di tiga wilayah. Baca juga: Bedanya lava Aa dan Pahoehoe

Wilayah Fungsional
Oke, anggap kau masih berada di pusat kota Jakarta. Sekarang mari mulai berjalan lagi. Setelah beberapa ke timur misalnya kau akan melihat sebuah tanda yang menyampaikan "Selamat Datang di Kota Bekasi". Namun dilihat di kiri dan kanan tidak terasa sekali perbedaan antara kota Jakarta dengan Bekasi. Masih banyak jalan tol, mall, toko, rel kereta dan jalan layang. 

Wilayah Fungsional tersusun atas satu tempat sentral dan kawasan di sekitarnya yang terkena dampaknya. Sering sekali ini merupakan kawasan metropolitan yang terdiri dari kota besar dan banyak kota kecil atau satelit yang mengelilinginya.
Ada banyak cara untuk membagi permukaan bumi ke dalam beberapa wilayah atau  √ Jenis-Jenis Wilayah: Formal, Fungsional dan Vernakular
KRL Jabodetabek sarana mobilitas penduduk kaum urban
Jabodetabek yakni pola gampang dari wilayah fungsional. Kota Jakarta sebagai tempat sentral dan kota satelit di sekitarnya berkembang pesat mirip kota inti atau sentralnya. Baca juga: Apa itu bounce rate blog?

Wilayah Vernakuler
Wilayah vernakuler sangat berkaitan dengan budaya. Daerah ini dibangun secara sosial dan ditandai dengan tidak adanya batas terang yang memisahkannya. Ada juga keterkaitan emosional dengan lokasi yang dihuni oleh penduduk. Contoh sederhana yakni kalau kau ingat Bogor maka kau niscaya akan menyebut kota Hujan dan semua orang niscaya umum tahu bahwa Bogor yakni kota hujan. Contoh lain kalau kau pergi ke Palembang niscaya akan menyebut kota Pempek alasannya banyak penjual pempek disana.

Jika kau menyebut Kota Pahlawan maka yang akan teringat niscaya Surabaya dan itu sudah ada di pikiran lebih banyak didominasi orang Indonesia semenjak dulu. Makara memang wilayah vernakuler sendiri tebentuk dari interaksi faktor-faktor yang ada dalam ruang tersebut. Bogor kawasan pegunungan ya niscaya banyak hujan sementara Surabaya dulu menjadi medan pertempuran para p0juang maka dijadikan istilah kota Pahlawan. Baca juga: Simbol dan warna peta
Pica: hetanews.com

Sumber http://www.gurugeografi.id

Saturday, June 30, 2018

√ Ciri Sosial Masyarakat Desa

Jika kau memilih, mendingan hidup di kota atau di desa?. Kalau saya lebih menentukan untuk tinggal di pedesaan. Desa dan kota merupakan dua kawasan yang mempunyai karakteristik yang berbeda namun tidak sanggup dipisahkan dalam interaksi kehidupan dikala ini. Kali ini kita akan bahas dulu perihal karakteristik sosial masyarakat desa. Desa sanggup diartikan sebagai suatu perwujudan dari interaksi insan dengan lingkungan fisiknya. Secara administratif, desa berada di bawah kabupaten. 

Baca juga:
Peta sebaran fauna di dunia Wallacea
Potensi fisik dan non fisik desa

1. Sistem Kekerabatan Erat
Masyarakat desa mempunyai korelasi yang sangat bersahabat satu sama lain. Kehidupan mereka relatif berkelompok dan berlandaskan asas kekeluargaan. Kegiatan bertani sering dilakukan gotong royong dan tidak berasaskan spesialisasi keahlian, yang penting beliau punya tenaga dan fisik yang baik. Jika ada pembangunan kemudahan umum, masyarakat desa sering bergotong royong untuk menyelesaikannya menyerupai jembatan, mesjid, jalan dan rumah.  Dalam hal ini, Emile Durkeim menyebutnya sebagai solidaritas mekanik atua geminschaft yang artinya kelompok yang semua anggotanya saling terikat secara emosional.

2. Pola Kehidupan Diatur Kondisi Alam
Penduduk desa umumnya mempunyai acara sehari-hari menyerupai petani atau nelayan.  Artinya mereka sangat bergantung dengan kondisi alam menyerupai cuaca. Jika demam isu hujan tiba, maka masyarakat desa akan turun ke sawah untuk bercocok tanam sedangkan dikala demam isu kemarau datang mereka tidak pergi ke sawah namun mencari pekerjaan lain menyerupai menjadi buruh bangunan atau berdagang. Nelayan di pantai akan libur melaut bila cuaca jelek dan kembali melaut bila cuaca sudah membaik. Baca juga: Klasifikasi awan berdasarkan bentuk dan ketinggian
 Kalau saya lebih menentukan untuk tinggal di pedesaan √ Ciri Sosial Masyarakat Desa
Salah satu desa budbahasa tradisional di Bali
3. Mata pencaharian homogen
Masyarakat di desa secara umum mempunyai jenis pekerjaan lebih banyak didominasi homogen. Ada desa yang lebih banyak didominasi petani, nelayan atau pengrajin. Hanya beberapa orang saja yang menekuni pekerjaan lain menyerupai berdagang atau menjadi guru dan lainnya.  

4. Terikat Adat Istiadat
Masyarakat desa umumnya yang masih tradisional masih sangat terikat oleh budbahasa istiadat. Aturan budbahasa sangat mengikat kehidupan setiap orang. Usia dan ketokohan sangat berperan dalam kehidupan penduduknya. Golongan orang renta atau sesepuh adalah orang penting yang sering dimintai nasihat bila ada kesulitan. Tokoh-tokoh budbahasa sangat disegani dan semua kebijakan harus disetujui terlebih dahulu oleh kepala adat. Adat istiadat harus dipegang teguh dan dilaksanakan oleh setiap orang. Hal ini menjadi kearifan lokal tersendiri yang yang harus dilestarikan.

5. Pola Pikir Tradisional
Karena jauh dari modernisasi dan pendidikan memadai, maka teladan pikir masyarakat desa cenderung masih tradisional atau kuno. Ada beberapa desa yang masih enggan mendapatkan perubahan. Mereka menganggap perubahan dan modernitas hanya akan menghancurkan tatanan kehidupan mereka yang sudah berlaku semenjak zaman nenek moyang. 

Baca juga: Perkembangan kota di Indonesia

Gambar: barunatirtaagung.com

Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, June 29, 2018

√ Pengertian Kota Berdasarkan Mahir Geografi

Kamu yang tinggal di kota tentu akan gampang menjawab jikalau diberikan pertanyaaan, apa itu definisi kota?. Ada yang menjawab macet, banyak gedung, jalan, mall dan lainnya. Namun dalam perjuangan merumuskan pengertian kota, para hebat geografi mempunyai pendapat masing-masing yang beralasan. Berikut ini pengertian berdasarkan para ahli:

Mayer, melihat kota sebagai kawasan bermukim penduduknya, baginya yang penting bukan rumah, jalan, rumah ibadah, kantor, taman, sungai dan lainnya melainkan penghuninya yang membuat semua bangunan tadi. Meski sebagai pemukiman dan wadah komunikasi insan penting, untuk memahami kota lewat faktor manusianya yang sangat esensial.

Ini menyangkut nilai, perasaan, kenangan mereka dalam berorganisasi. Kota memang mewujudkan penciptaan peradaban meski awal mulanya berasal dari pedesaan.

Mumford, lebih melihat kota sebagai suatu kawasan pertemuan yang berkiblat ke luar. Malahan sebelum kota menjadi kawasan tinggal tetap, orang-orangnya bolak-balik dari desa untuk berkunjung secara teratur. Di situ kota ibarat magnet yang semakin besar tarikannya baik dari sisi ekonomi maupun keagamaan. Sebaliknya desa ialah bentuk pemukiman yang penduduknya berkiblat ke dalam dan menolak orang luar, sifat orangnya relatif kaku dan serba curiga.
Kamu yang tinggal di kota tentu akan gampang menjawab jikalau diberikan pertanyaaan √ Pengertian Kota Menurut Ahli Geografi
Kota Bandung Paris van Java
Max Weber, memandang kota ialah jikalau penghuninya sebagian besar penghuninya bisa memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat. Adapun barang kebutuhannya dibuat setempat pula dan ada yang dipasok dari pedesaan. Ini ialah sifat dasar dari kosmopolitan kota yang menjadi hakikat kota. Kaprikornus sifat kota lebih pada pasarnya.

Christaller, dengan central place theory nya menerangkan fungsi kota sebagai penyelenggaraan dan penyediaan jasa bagi wilayah di sekitarnya. Kota merupakan sentra pelayanan. Kaprikornus kota bukan sentra pemukiman pada awalnya melainkan sentra pelayanan. Sejauh mana sebuah kota menjadi sentra pelayanan bergantung kepada sejauh mana pedesaan disekitarnya memanfaatkan jasa-jasa kota.

Sjoberg, melihat lahirnya kota lebih dari timbulnya suatu golongan seorang hebat non agraris dimana yang berpendidikan merupakan bab penduduk yang terpenting. Mereka itu ialah para kaum literat ibarat pujangga, sastrawan, hebat agama. Setelah semua berkumpul barulah ada pembagian kerja tertentu dalam kehidupan kota.

Wirth, memandang kota sebagai suatu sentra permukiman yang relatif besar padat dan permanen dengan penduduk yang heterogen kedudukan sosialnya. Karena itu korelasi sosial antara penghuninya longgar, hirau dan kekerabatan nya sangat kendur atau kekerabatan tidak erat.

Marx dan Engels, memandang kota sebagai perserikatan yang dibuat guna melindungi hak milik dan guna memperbanyak alat produksi untuk memertahankan diri para penduduknya. Bedanya dengan desa, di kota terjadi pemisahan yang besar antara acara rohani dan materi. Individu-individu terbagi atas dua golongan acara itu sehingga terasa ada pemisahan.

Harris dan Ullaman, melihat kota sebagai sentra untuk pemukiman dan pemanfaatan bumi oleh manusia. Manusia disana unggul dalam mengeksploitasi bumi, buktinya pertumbuhan kota pesat dan terus mekar. Namun selain mekar, pemiskinan juga terjadi pada manusianya sehingga muncul banyak sekali duduk masalah sosial.

Sumber: Geografi Kota Dan Desa, Daldjoeni.
Gambar: news.bbc.co.uk

Sumber http://www.gurugeografi.id