Showing posts with label Media Belajar Geografi. Show all posts
Showing posts with label Media Belajar Geografi. Show all posts

Friday, May 25, 2018

√ Pelajaran Geografi Sulit, Benarkah?

Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk rumpun Ilmu Sosial di jenjang Sekolah Menengah. Benarkah pelajaran geografi itu sulit?. Mungkin ketika mendengar kata geografi, yang ada di benak pikiran kalian ialah negara, gunung api, peta, ibukota atau sungai. Pada dasarnya geografi memang mempelajari wacana lokasi, namun apakah hanya sebatas menghapal lokasi saja?. 

Di level SMA, geografi lebih mengarahkan siswa untuk berfikir kritis wacana suatu permasalahan atau fenomena yang terdapat pada sebuah lokasi atau daerah. Kaprikornus geografi bertugas untuk mengasah kecerdasan spasial seseorang supaya ia bisa menggunakan, mengelola dan memprediksi suatu fenomena dalam suatu ruang permukaan bumi. 

Ambil teladan fenomena Mudik yang selalu terjadi tiap tahun ketika lebaran tiba. Mudik merupakan sebuah fenomena migrasi masif yang terjadi di Indonesia. Apa saja yang bisa dianalisa wacana pulang kampung dalam geografi. Anak bisa berguru menganalisa:
1. Lokasi mana saja yang menjadi tujuan pemudik?
2. Dimana tempat rawan kemacetan?
3. Kapan prediksi arus pulang kampung dan balik?
4. Bagaimana cara mengatur jalur pemudik supaya tidak terjadi kemacetan?
Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk rumpun Ilmu Sosial di jenjang Seko √ Pelajaran Geografi Sulit, Benarkah?
Mudik merupakan fenomena keruangan yang unik
Pertanyaan-pertanyaan tersebut memerlukan tanggapan yang lebih mendalam dan anak bisa dituntut berfikir kritis, analisis, logis sehingga otaknya terasah. Hingga sekarang masih banyak anak yang menganggap geografi pelajaran sulit sehingga mereka tidak begitu tertarik padahal bergotong-royong geografi itu ialah pelajaran menantang. Coba lihat di luar negeri ada Channel National Geographic, BBC, Explorer dan lainnya. Itu semua berbasis geografi dan menjadi channel favorit untuk menambah wawasan geografi. Fenomena unik dijelaskan secara detail dengan banyak sekali fakta, video dan data yang begitu akurat. Berbagai fenomena baik yang bersifat fisik maupun sosial disajikan dalam video-video yang ditunjang oleh narasumber yang berkualitas, jago di bidangnya. Lalu dimana channel geografi di Indonesia?. Kaprikornus berbahagialah keluarga yang memakai TV berlangganan alasannya ialah bisa menonton video geografi berkualitas untuk anak anda. Kaprikornus masih ada yang mau berguru geografi?.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Thursday, May 17, 2018

√ Lesson Plan Peta Dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta

Halo sahabat blogger, kali saya akan sedikit membuatkan perihal menciptakan lesson plan materi peta pemetaan. Pada materi peta pemetaan ini guru geografi sanggup melaksanakan banyak sekali macam variasi pembelajaran biar siswa menjadi aktif. Salah satu acara yang pernah saya lakukan yaitu "mengidentifikasi lokasi ibukota negara dan propinsi pada peta". Kegiatan ini beisa dilakukan secara individu atau kelompok. Jika dilakukan individu, usahakan tiap anak bawa atlas. Baca juga: Tipe-tipe gumuk pasir di dunia

Kegiatan ini dilakukan pada indikator: mengidentifikasi komponen peta dan mengidentifikasi simbol peta. Alat dan materi yang harus ada yaitu peta geografis Indonesia dan benua. Apa yang saya lakukan di kelas?. Berikut ini rincian lesson plan sederhananya:

1. Guru memperlihatkan apersepsi
2. Guru menampilkan gambar peta/membawa peta dunia ke kelas
3. Guru memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk membaca komponen peta 
4. Siswa diminta untuk mengkomunikasikan hasil telaahnya secara random
5. Guru memperlihatkan klarifikasi perihal komponen peta
6. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
7. Siswa diminta menuliskan ibukota propinsi/ibukota negara yang berada di wilayah dataran rendah, perbukitan atau dataran tinggi. 
 
 kali saya akan sedikit membuatkan perihal menciptakan lesson plan materi peta pemetaan √ Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta
Belajar Peta
 kali saya akan sedikit membuatkan perihal menciptakan lesson plan materi peta pemetaan √ Lesson Plan Peta dan Pemetaan: Identifikasi Kota Pada Peta
Belajar peta
Intinya anak harus memahami dulu perihal fungsi warna peta. Warna hijau membuktikan dataran rendah, warna kuning perbukitan, warna cokelat dataran tinggi/pegunungan.

Baca juga:
Teknik apersepsi kelas dunia, mau?
Mekanisme arus katabatik dan anabatik

Sesudah beres, kita sanggup berdiskusi menganalisa perihal lokasi ibukota tersebut. Mengapa kota-kota besar banyak dibangun di dataran rendah, mengapa sedikit yang di kawasan perbukitan. Apa laba dan kerugiannya?. Ini akan menjadi sebuah model saintifik. Dengan memakai peta kita sanggup mencar ilmu komponen peta sekaligus menganalisa lokasi pada peta?. Bagaimana, tertarik untuk melakukannya?.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, May 16, 2018

√ Lesson Plan Kelas X Objek Studi Geografi

Merencanakan aktivitas pembelajaran merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru. Tanpa lesson plan atau perencanaan yang baik maka aktivitas mencar ilmu mengajar niscaya adakan tidak karuan arah. Saya sendiri sampai sekarang masih mencar ilmu menciptakan lesson plan setiap akan masuk kelas. Biasanya di kantor jikalau waktu senggang atau malam hari di rumah. Oke, kali ini saya hanya sedikit aneka macam pengalaman dikala mengajarkan bahan objek studi geografi. Baca juga: cara menghitung kemiringan peta topografi

Objek studi geografi terdiri dari objek formal dan objek material. Baca juga: Bedanya objek formal dan objek material. Tatap muka di kelas umumnya yakni 45 menit per jam pelajaran. Pengalaman saya mengajar selama 7 tahun menyimpulkan bahwa anak itu cenderung bosan jikalau diajari dengan metode ceramah. Tanda anak bosan di kelas sudah dapat dilihat yaitu: nguap, tiduran di meja dan ngobrol. Oleh alasannya yakni itu dikala ini aktivitas mencar ilmu harus didesain biar aktif dan tidak hanya mendengarkan. Kaprikornus jikalau saya mengajar 2 JP maka desainnya yakni 1 Jam pertama klarifikasi dan 1 jam lagi praktik/unjuk kerja. Baca juga: Rumus Iklim Schmidt Ferguson

Bahkan ada beberapa pakar yang menasihati saya biar tuntaskan presentasi secepat mungkin dan biarkan anak bekerja. Kita hanya sutradara. Kaprikornus guru memang harus mendesain pelajaran dengan baik. Saya sering kasihan lihat guru yang mengajar sampai lebih dari 24 jam seminggu, bahkan ada yang lebih dari 40 JP seminggu. Kapan menciptakan lesson plannya ya?. 
Ayo baca dan menulis kemudian komunikasikan!
Saat mengajarkan objek studi geografi, pertama saya mengatakan mereka fenomena geosfer mulai dari erupsi, tsunami, kemacetan, kebakaran lahan dan lainnya. Kemudian saya berikan sedikit klarifikasi wacana objek bahan geografi yaitu geosfer yang terdiri dari lapisan atmosfer, biosfer, hidrosfer sampai antroposfer. Lalu disini saya mulai mengajak siswa aktif yaitu saya buat tabel lapisan geosfer di papan tulis dan setiap anak diminta ke depan untuk menuliskan fenomena yang terkait salah satu lapisan geosfer dan harus cocok. Contoh erupsi di litosfer, angin di atmosfer, urbanisasi di antroposfer dan lainnya. Semua anak harus kebagian. Lumayan kan, semua anak gerak ke depan. 

Setelah itu gres saya membrikan pemahaman wacana objek formal yaitu cara pandang geografi untuk memahami tanda-tanda geosfer. Cara pandang ini harus dapat menjawab pertanyaan 5W + 1 H. Nah disini saya sudah sediakan koran yang memuat aneka macam gosip terkini. Satu anak diberi satu koran. Mereka saya minta membaca dan menganalisa gosip yang ada di koran. Mereka harus menciptakan kesimpulan gosip dalam format 5 W + 1 H. Setelah itu mereka ke depan dan mengkomunikasikan hasil temuannya. Saya tinggal duduk anggun saja mengamati di meja, sekali-kali melihat pekerjaan anak jikalau ada yang tidak paham. Bagaimana, tertarik untuk melakukannya?. Baca juga: teknik apersepsi yang mengagumkan, mau?

Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, May 11, 2018

√ Lesson Plan Praktik Memperbesar Peta Kelas Xii

Selamat pagi rekan-rekan sekalian, kali ini saya akan mencoba banyak sekali lesson plan geografi di kelas xii sosial. Pada kurikulum Sekolah Menengan Atas kelas xii tentu bahan awal yakni terkait konsep dasar peta dan pemetaan. Siswa diminta bisa mempraktikkan keterampilan dasar peta dan pemetaan. Ada beberapa acara pembelajaran praktik yang bisa dilakukan siswa dalam bahan peta ini. Saya ambil pola yaitu memperbesar peta. Praktik memperbesar peta ini memakai metode sistem grid. Baca juga: Bentuk-bentuk intrusi magma

Kegiatan memperbesar peta ini bisa dilakukan di kelas dengan alat-alat yang gampang dan tidak mahal. Beda halnya kalau harus praktik mengukur sudut azimuth yang harus memakai kompas. Lalu bagaimana langkah-langkah pembelajaran memperbesar peta?. Saya berikan panduannya di bawah ini. Baca juga: Tipe Bahan galian A, B, C di Indonesia
 kali ini saya akan mencoba banyak sekali lesson plan geografi di kelas xii sosial √ Lesson Plan Praktik Memperbesar Peta Kelas XII
Praktik memperbesar peta
1. Guru meminta siswa menyediakan alat-alat berupa pensil, penghapus, pensil gambar dan kertas A3.
2. Guru mend0wnl0ad pola peta propinsi tertentu dan di print dalam ukuran sekitar 15x20 cm.
3. Di hari/minggu selanjutnya, satu orang siswa diberikan satu buah  peta dan diminta untuk memperbesar peta tersebut dua kali lipat. 
4. Guru menjelaskan urutan pengerjaannya di depan, mulai dari menciptakan kotak-kotak di peta pertama sampai di peta kedua.

Kegiatan praktik memperbesar peta bisa dilakukan dua kali pertemuan di kelas. Kaprikornus guru hanya tinggal melihat dan mengamati pekerjaan anak satu per satu di kelas. Siswa aktif dan guru tinggal menilai mereka saja. 

Baca juga:
Teknik apersepsi mengagumkan di kelas, mau tau?
Syarat terbentuknya geyser, itu lho air panas yang memancar ke langit!

Setelah acara selesai, guru sanggup menunjukkan nilai dan memajang hasil karya siswa yang terbaik atau semuanya di kelas. Carilah peta yang berformat HD di google biar kenampakan simbol di peta jelas.

Sumber http://www.gurugeografi.id

Tuesday, March 6, 2018

√ Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta

Halo teman-teman, kali ini aku akan banyak sekali sedikit perihal Power Point Interaktif Materi Jenis-Jenis Peta. Materi ini disajikan untuk anak kelas XII Sosial KTSP. Tentu sebagai guru kita sering menciptakan power point bukan?. Namun power point ada yang bertipe biasa saja dan ada yang interaktif. Power point biasa akan menciptakan anak bosan dan jenuh namun kalau kita menciptakan power point interaktif maka belum dewasa akan lebih antusias.

Memang menciptakan power point interaktif ini agak tidak mengecewakan usang alasannya yaitu kita harus menciptakan hidangan dan permainan link. Saya sendiri tidak menciptakan semua bahan dalam bentuk interaktif alasannya yaitu tidak mengecewakan cape juga. Namun kali ini aku bagikan referensi ppt punya aku dan isinya silahkan pelajari dan edit saja kalau mau ditambah-tambah. Nanti lain kali aku akan buat tutorial menciptakan ppt interaktif, biar aku dapat membuatnya supaya guru-guru lain dapat membuatnya juga. Di ppt ini aku kasih referensi dua sola latihan, kalau ingin ditambah silahkan tambah saja sesuai ketinginan. Silahkan utak-atik saja, diskusi ma guru TIK atua sobat lain, niscaya nanti akan paham cara penggunaannya. PPT interaktif ini intinya hanya memakai hidangan "link" dari satu point/slide/objek. Selamat mencoba.
 kali ini aku akan banyak sekali sedikit perihal Power Point Interaktif Materi Jenis √ Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
 kali ini aku akan banyak sekali sedikit perihal Power Point Interaktif Materi Jenis √ Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta
Power Point Interaktif Jenis-Jenis Peta



Sumber http://www.gurugeografi.id

Friday, February 9, 2018

√ Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum
2013 sanggup dilakukan dengan memakai pendekatan berbasis keilmuan ialah pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah sains dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah diantaranya model discovery learning, project based learning, duduk kasus based learning, inquiry learning dan lainnya.

Pendekatan ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan, berkenaan dengan materi pembelajaran melalui pengalaman berguru mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Dengan pendekatan sains ini diperlukan siswa mempunyai curiosity atau impian untuk menemukan sesuatu. Inilah yang memicu lahirnya karya-karya kreatif di masa kini. Siswa tidak lagi harus menuruti apa yang guru sampaikan di kelas ketika pembelajaran. Kali ini saya akan berikan dulu gambaran teladan langkah pembelajaran model discovery learning. Baca juga: Lesson plan praktik  interpretasi citra

Berikut ini beberapa langkah pembelajaran saintifik Discovery Learning kurikulum 2013
 sanggup dilakukan dengan memakai pendekatan berbasis keilmuan ialah pembelajaran yang m √ Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery Learning
Langkah pembelajaran discovery learning

1. Stimulation (Stimulus)
Menyajikan materi kajian di awal, teladan berupa potensi kawasan setempat yang berkaitan dengan konsep geografi.
2. Problem Statement (Identifikasi Masalah)
Mengidentifikasi potensi kawasan satu per satu.
3. Data Collecting (Mengumpulkan data)
Mencari dan mengumpulkan data perihal potensi kawasan setempat dari sumber lain (internet, observasi atau majalah dll).
4. Data Processing (Mengolah data)
Upaya mengolah potensi kawasan setempat melalui banyak sekali sumber referensi/waawncara pakar ahli.
5. Verification (Memverivikasi)
Membandingkan hasil diskusi antar kelompok untuk mendapat warta dan solusi terbaik dalam memajukan potensi daerah
6. Generalization (Menyimpulkan)
Menyimpulkan hasil diskusi dari kajian potensi kawasan setempat.

Jadi model discovery learning di atas menciptakan siswa menemukan hal gres terhadap suatu fenomena dan bagaimana tindak lanjut kedepannya. Dalam hal ini kajian yang dibahas tentnag potensi daerah. Tentu setiap kawasan punya potensi masing-masing dan harus dicari untuk menemukan gambaran pengembangan ke depannya. Di tamat sesi, siswa sanggup diminta menciptakan poster atau power point atau kliping yang memuat materi tersebut. Untuk teladan model pembelajaran lainnya silahkan cek di artikel berikut: Model pembelajaran duduk kasus based learning

Sumber http://www.gurugeografi.id

Saturday, January 13, 2018

√ Praktik Indentifikasi Batuan Di Kelas

Assalamualaikum wr.wb, teman-teman sekalian kali ini saya akan dongeng sedikit wacana praktik indentifikasi batuan di kelas X. Batuan merupakan salah satu bahan yang masuk potongan litosfer. Nah supaya belum dewasa aktif, tidak bosan berguru batuan cuma liatin gambar aja di slide maka saya buat praktik sederhana saja. Tujuannya semoga mereka sedikit mengenal ciri fisik batuan. Indikator yang saya pakai ialah warna, tekstur, lubang udara, jumlah mineral dan berat. 

Bapak/Ibu guru boleh memodifikasi wacana model pembelajarannya sesuai kebutuhan, saya hanya mencontohkan saja. Saya yakin bapak/ibu dapat lebih cantik dan baik lagi melakukannya di kelas. Kaprikornus kurang lebih lesson plannya menyerupai ini:

1. Di pertemuan sebelumnya, guru sudah menawarkan kiprah kepada anak untuk mencari batuan di sekeliling rumah (bisa di sungai, pekarangan atau lainnya). Setiap siswa harus membawa satu buah kerikil saja dan dibawa ke sekolah di pertemuan mendatang.

2. Pada ketika pertemuan tata muka, pertamakali guru menyiapkan lembar kerja praktik dan menjelaskan wacana indikator fisik batuan.

3. Siswa diberikan satu buah lembar kerja praktik identifikasi batuan.

4. Siswa diminta menyimpan kerikil di meja. Setiap anak nanti diminta mengidentifikasi batuan di tiap meja, giliran. Kaprikornus jikalau ada 40 anak berarti akan ada 40 kolom identifikasi, tidak mengecewakan lama. Isiannya singkat saja, pola gambarnya nanti di bawah.

5. Setelah semua acara identifikasi selesai, maka guru akan menawarkan penjelasan/ikhtisar wacana siklus/jenis/sifat/ciri batuan. Nanti siswa dan guru akan menyimpulkan jenis batuan dilihat dari ciri fisiknya dan dibantu dengan gambar slide di papan tulis untuk mempermudah penarikan kesimpulan.

Itulah pola acara identifikasi batuan di kelas yang saya lalukan. Silahkan modifikasi saja semoga lebih baik dan asik di kelas. Lebih cantik lagi jikalau puya komparator batuan yang isinya banyak dan menarik. Terimakasih. 

teman sekalian kali ini saya akan dongeng sedikit wacana praktik indentifikasi batuan di k √ Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
teman sekalian kali ini saya akan dongeng sedikit wacana praktik indentifikasi batuan di k √ Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
teman sekalian kali ini saya akan dongeng sedikit wacana praktik indentifikasi batuan di k √ Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
teman sekalian kali ini saya akan dongeng sedikit wacana praktik indentifikasi batuan di k √ Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas
Praktik Indentifikasi Batuan di Kelas

Sumber http://www.gurugeografi.id