Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts
Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts

Sunday, June 17, 2018

√ Sebaran Tempat Rawan Musibah Indonesia

Bencana atau disaster merupakan suatu kejadian yang mengancam kehidupan mahluk hidup disekitarnya. Bencana sanggup dibagi menjadi musibah dan peristiwa sosial. Bencana alam merupakan peristiwa yang disebabkan oleh fenomena alam. Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan musibah yang tinggi. Setiap tahun banyak sekali musibah sering terjadi baik ketika ekspresi dominan hujan maupun kemarau. 

Berikut ini sebaran kawasan rawan musibah di Indonesia: Baca juga: cara menghitung azimuth dan back azimuth

Gempa Bumi
Gempa bumi yang paling membahayakan ialah gempa tektonik atau lantaran pergeseran lempeng tektonik. Gempa tektonik banyak terjadi di kawasan zona subduksi atau patahan. Daerah tersebut ialah Aceh, Padang, Nias, Jambi, Bengkulu, Lampung. Tasikmalaya, Jogjakarta, Sulawesi, Maluku dan Papua. Baca juga: Jenis pengikisan sungai

Erupsi
Erupsi ialah kejadian meletusnya gunung api. Daerah-daerah yang berada disekitar gunung api aktif termasuk zona rawan peristiwa ini ibarat Gunung Sinabung, Merapi, Tangkubanperahu, Lokon, Kelud, Semeru, Bromo dan Soputan.

Longsor
Longsor ialah pergerakan tanah di kawasan yang curam. Semua kawasan yang berada di lereng bukit mempunyai potensi longsor misalnya di Banjarnegara, Wonosobo, Ponorogo, Ciwidey dan Purworejo. Longsor sering terjadi di Indonesia lantaran curah hujan yang tinggi.
merupakan suatu kejadian yang mengancam kehidupan mahluk hidup disekitarnya √ Sebaran Daerah Rawan Bencana Alam Indonesia
Longsor paling banyak menelan korban jiwa
Banjir
Banjir banyak terjadi ketika ekspresi dominan hujan tiba. Biasanya banjir terjadi di kawasan dataran rendah atau kawasan yang dialiri sungai ibarat Jakarta, Bandung dan Bekasi. Banjir juga sanggup diakibatkan oleh pasang maritim (banjir rob) ibarat di kawasan Semarang.
Tsunami
Tsunami dipicu dari adanya gempa runtuhan di dasar maritim atau erupsi gunung api di laut. Daerah yang menghadap samudera luas berpotensi terkena tsunami ibarat pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Kekeringan
Kekeringan disebabkan oleh ekspresi dominan kemarau panjang atau lantaran anomali cuaca ibarat El Nino. Daerah rawan kekeringan di Indonesia diantaranya Gunung Kidul, Pacitan, Sulawesi Tengah dan Lombok. Baca juga: Jenis-jenis tanah longsor di Indonesia

Kebakaran lahan
Kebakaran lahan banyak terjadi di kawasan yang banyak hutan gambut ibarat Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan dan Jambu.

Gas Beracun
Gas beracun berasal dari tanda-tanda post vulkanik ibarat di Kawah Domas, Ijen dan Dieng. Gas beracun ini tidak berasa dan berbau sehingga agak sulit dideteksi oleh manusia. Baca juga: Faktor penyebab peristiwa kekeringan

Angin Puting Beliung
Angin puting beliung terjadinya lantaran adanya sentra tekanan rendah di suatu wilayah. Bebrapa kawasan yang pernah diterjang angin puting beliung diantaranya Sukabumi, Banten, Jawa Timur dan Sumatera potongan barat. Baca juga: mau tahu black hole itu ibarat apa?

Gambar: metrotvnews.com

Sumber http://www.gurugeografi.id

Wednesday, April 18, 2018

√ Jenis-Jenis Tanah Longsor Berdasarkan Bnpb

Tanah longsor merupakan salah satu jenis tragedi geologi yang paling berbahaya bagi manusia. Menurut sentra Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tanah longsor diartikan sebagai perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, materi rombakan, tanah atau material adonan yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Longsor ini bisa dipicu oleh insan atau diawali dari aktivitas manusia. Baca juga: Faktor cuaca iklim suatu daerah

Faktor alam yang bisa menyebabkan longsor antara lain topografi yang miring, curah hujan tinggi, jenis dan struktur tanah, erupsi gunung api dan gempa. Sementara itu sikap insan yang bisa memicu longsor antara lain pertanian di lereng terjal, penebangan liar dan pemotongan lereng. Jenis tanah longsor berdasarkan BNPB ada 6 tipe yaitu:

1. Longsoran Translasi 
Longsoran translasi merupakan gerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau bergelombang-landai.
2. Longsoran Rotasi 
Longsoran rotasi yaitu bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir cekung
3. Pergerakan Blok 
Pergerakan blok yaitu perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata.
4. Runtuhan Batu 
Runtuhan kerikil terjadi dikala sejumlah besar batuan bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas dan terjadi pada lereng yang
5. Rayapan Tanah 
Rayapan Tanah merupakan jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran agresif dan halus dan bergerak hampir tidak sanggup dikenali.
6. Aliran Bahan Rombakan 
Aliran materi rombakan ini terjadi dikala massa tanah bergerak di dorong oleh air. Kecepatan ajaran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan bisa mencapai radius ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa hingga ribuan meter menyerupai di kawasan ajaran sungai disekitar gunung api. Aliran tanah ini sanggup menelan korban cukup banyak. Contoh longsor ini terjadi awal tahun 2017 di Ponorogo Jawa Timur. Baca juga: Faktor keterdapatan sumber daya alam Indonesia
Tanah longsor merupakan salah satu jenis tragedi geologi yang paling berbahaya bagi manusi √ Jenis-Jenis Tanah Longsor Menurut BNPB
Longsor besar di Ponorogo tahun 2017
Itulah jenis-jenis tanah longsor berdasarkan BNPB. Tanah longsor yaitu tragedi geologi yang paling banyak menelan korban jiwa alasannya yaitu sifatnya yang cepat dan tiba-tiba. Oleh alasannya yaitu itu masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor harus berhati-hati. Baca juga: Bioma wilayah perairan

Sumber http://www.gurugeografi.id

Tuesday, April 17, 2018

√ Kawasan Rawan Gempa Bumi Di Indonesia

Gempa bumi atau earthquake merupakan fenomena getaran yang terjadi di permukaan bumi lantaran karena tertentu dan paling banyak lantaran pergerakan lempeng. Indonesia merupakan negara yang rentan sekali terhadap serangan gempa bumi lantaran lokasinya yang terletak di pertemuan 3 lempeng aktif yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Interaksi ketiga lempeng tersebut menghasilkan busur kepulauan vulkanik. Dua pegunungan muda yang melewati Indonesia yakni Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Baca juga: Perbedaan Sirkum Pasifik dan Mediterania
Indonesia merupakan tempat pertemuan lempeng (daerah subduksi) sehingga tempat yang akrab dengan zona subduksi tersebut rawan gempa, daerah-daerah tersebut antara lain adalah:

1) Sepanjang pantai barat Sumatera dan pantai selatan Jawa
2) Daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan sebelah selatan Pulau Jawa
3) Daerah kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Bali
4) Pulau Sulawesi dan Maluku
5) Irian bab utara
merupakan fenomena getaran yang terjadi di permukaan bumi lantaran karena tertentu dan paling √ Daerah Rawan Gempa Bumi di Indonesia
Busur vulkanik kepulauan Indonesia
Untuk wilayah pembagian tempat aktifitas gempa menurut sejarah gempa yang pernah terjadi antara lain sebagai berikut :
1) Daerah sangat aktif. Magnitude lebih dari 8, mencakup Halmahera dan pantai utara Papua
2) Daerah aktif. Magnitude 8 mungkin terjadi dan magnitude 7 sering terjadi, mencakup lepas Pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara dan Banda.
3) Daerah lipatan dan retakan. Magnitude kurang dari 7 mungkin terjadi, mencakup pantai barat Sumatra, kepulauan Suna dan Sulteng.
4) Daerah lipatan dengan atau tanpa retakan. Magnitude kurang dari tujuh dapat terjadi.Yaitu di Sumatra, Jawa bab utara dan Kalimatan bab timur.
5) Daerah gempa kecil. Magnitude kurang dari 5 jarang terjadi. Yaitu di tempat pantai timur Sumatera dan Kalimantan tengah.
6) Daerah stabil, tak ada catatan sejarah gempa. Yaitu tempat pantai selatan Irian dan Kalimantan bab barat. Gambar: disini

Baca juga
Konsep Geografi versi Peter Hagget
Faktor kerentanan peristiwa di Indonesia

Sumber http://www.gurugeografi.id

Monday, April 9, 2018

√ Mengapa Angin Puting-Beliung Sering Terjadi Di Amerika?

Halo sahabat geografi sekalian, kali ini aku akan sedikit membahas
tentang megadisaster yang sedang melanda Amerika yaitu Badai Irma. Badai Irma meskipun namanya cantik, tapi dia yaitu sebuah angin kencang siklon raksasa yang sangat berbahaya. Badai Irma termasuk Tornado kategori 5 atau yang tertinggi levelnya. Terus, mengapa kok Amerika Serikat sering diserang tornado setiap tahun, padahal mereka kan negara canggih?. Itu gak ada kaitannya dengan kecanggihan negara bro, tapi memang kondisi fisikalnya memungkinkan tornado terjadi di Amerika. Lebih dari 1.000 tornado terjadi di Amerika setiap tahunnya.

Baca juga:
Pembahasan SBMPTN Geografi 2014
Pembahasan SBMPTN Geografi 2015

Amerika Serikat banyak dihantam tornado alasannya kehadiran Pegunungan Rocky dan Teluk Meksiko. Kedua kondisi alam tersebut membuat tiga materi utama yang diharapkan untuk terbentuknya tornado. Selain itu ada 3 faktor lain yang membentuk tornado yaitu, udara hangat yang lembab, udara sejuk yang kering danangin horisontal yang naik.
tentang megadisaster yang sedang melanda Amerika yaitu Badai Irma √ Mengapa Tornado Sering Terjadi di Amerika?
Hurikan Irma yang berbahaya
Selain itu alasannya rotasi bumi, angin hampir selalu belok ke arah barat alasannya dampak Coriolis. Garis lintang tengah dunia yaitu antara 30 dan 50 derajat yaitu lingkungan terbaik bagi sebuah angin kencang torndao untuk berkembang. Ini yaitu wilayah dimana udara cuek kutub bertemu dengan udara hangat dari khatulistiwa dan memunculkan hujan konvektif di batas pertemuannya. Selain itu udara di lintang tengah selalu berhembus dengan kecepatan berbeda dan arah berbeda pada tingkat atmosfer tertentu sehingga memfasilitasi rotasi sel tornado.

Jadi yang namanya tornado/taifun itu selalu muncul di lintang tengah ya dan gak bakal ada di khatulistiwa ibarat indonesia. Tornado akan berbelok arah ketika mencapai khatulistiwa alasannya dampak Coriolis. Paling jikalau di Indonesia hanya skala lokal yaitu Angin Puting Beliung. Baca juga: Bedanya siklon dan puting beliung

Tornado paling banyak menghantam wilayah timur Amerika Serikat ibarat Oklahoma, Kansas dan baru-baru ini Florida. Hurikan Irma memaksa lebih dari 6 juta orang mengungsi untuk menghindari tragedi besar ini. 

Lalu kenapa angin kencang siklon di Amerika selalu pakai nama wanita yaitu Katrina, Harvey, Irma, Moore dll. Itu sejarahnya semenjak Perang Dunia II ketika para tentara AS sering memakai nama anak/isterinya untuk isyarat penerbangan/kondisi cuaca ketika perang. Makara nama tornado di Amerika juga untuk mengklasifikasikan kekuatan dan jenis tornado yang berbeda. Baca juga: Soal konsep geografi dan jawabannya
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id

Tuesday, February 6, 2018

√ Definisi Peristiwa Kekeringan

Kekeringan atau drought selalu sulit untuk didefinisikan sebab sering dipakai dalam banyak sekali jenis konteks. Secara sederhana, ketiadaan air dalam jangka waktu usang di suatu kawasan sanggup dikatakan tidak normal dari biasanya, sanggup dikatakan mengalami kekeringan. Distribusi air di permukaan bumi tidaklah merata meskipun volume air di bumi tetap. Beberapa lokasi mempunyai banyak air tawar menyerupai danau, sungai, laguna, bak dan lainnya yang terus diisi ulang oleh curah hujan, limpasan dan air bawah tanah. Sementara di kawasan lain dikenal mempunyai jumlah air sangat minim. Baca juga: Faktor penyebab peristiwa kekeringan

Oleh karenanya, jikalau suatu kawasan biasanya mempunyai curah hujan tinggi kemudian tiada hujan dalam beberapa ahad sehingga manusia, tumbuhan dan binatang mengalami kekurangan air, itu sanggup dikatakan kekeringan. Pada ketika yang sama kondisi ini mungkin sangat normal untuk lokasi yang  sulit air dan selama beberapa bulan tanpa hujan pun itu ialah normal.
selalu sulit untuk didefinisikan sebab sering dipakai dalam banyak sekali jenis konteks √ Definisi Bencana Kekeringan
Kekeringan mengakibatkan aktivitas pertanian terganggu
"petani mengeluh kelembaban tanah sangat minim dan mempengaruhi masa tanam, ini dikatakan kekeringan".
"ahli cuaca menyampaikan kekeringan bila dalam jangka waktu relatif usang tidak ada curah hujan dalam suatu wilayah"
"ahli hidrologi melihat tidak ada pedoman permukaan di sungai atau susukan air lain, ini sanggup dikatakan kekeringan"

Dengan pemikiran di atas, kita sanggup menggambarkan kekeringan sebagai suatu fenomena suatu kawasan yang mengalami ketidakcukupan air dalam jangka waktu relatif usang yang mempengaruhi kehidupan mahluk di dalamnya.

Kekeringan mungkin tidak menjadi dilema serius hanya sebab kurangnya atau tidak adanya presipitasi. Namun ini sanggup menjadi dilema jikalau mulai mempengaruhi persediaan air untuk bermacam-macam fungsi menyerupai irigasi, kota, industri, energi dan ekosistem.

Manusia sering tidak melihat kekeringan menyerupai peristiwa lain yaitu tornado, angin angin puting-beliung atau banjir sebab sifatnya yang tidak merusak sekaligus. Namun dalam jangka waktu usang yang berkelanjutan, kekeringan sanggup mengakibatkan kerusakan serius dan mengancam kehidupan insan dan mahluk lainnya. Di Indonesia kawasan yang rawan kekeringan ialah kawasan menyerupai karst di Gunung Kidul dan kawasan di Nusa Tenggara yang mempunyai curah hujan rendah. Baca juga: Ayat quran terkait geografi
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id

Thursday, February 1, 2018

√ Penyebab Dan Perjuangan Mengurangi Resiko Banjir Di Daerah

Musim hujan niscaya akan tiba di semua
wilayah Indonesia dan masyarakat harus siap menghadapinya. Banjir merupakan kejadian terbenamnya daratan yang biasanya kering selama beberapa waktu lantaran meningkatnya volume air pada sungai atau badan air lainnya. Banjir umumnya terjadi saat jumlah air di permukaan daratan melebihi jumlah air ang sanggup ditampung oleh ajaran sungai atau badan tanah.

Ada dua penyebab utama banjir yaitu curah hujan tinggi dan acara manusia. Curah hujan tinggi di kawasan terutama di demam isu hujan sanggup menimbulkan banjir. Hal ini disebabkan kemampuan sungai untuk meloloskan air hujan dan limpasan permukaan tidak sebanding dengan jumlah air yang diterima. Curah hujan tinggi menciptakan tanah tidak kuat menahan dan menyerap air dikarenakan telah jenuh sehingga air hujan kemudian mengalir sebagai limpasan di permukaan tanah atau tergenang. Apa bedanya banjir dengan genangan air?. Genangan air sifat airnya tidak mengalir deras, sementara banjir sifat airnya deras dan bervolume tinggi.

Kegiatan insan juga menghipnotis peningkatan potensi banjir di daerah. Pembuatan jalan beraspal, bangunan beton, penebangan hutan semuanya kuat pada peningkatan kerentanan tragedi banjir. Fenomena banjir sanggup dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
 wilayah Indonesia dan masyarakat harus siap menghadapinya √ Penyebab dan Usaha Mengurangi Resiko Banjir di Daerah
Banjir di Pacitan final tahun 2017
a. Banjir sungai, yaitu banjir yang terjadi akhir meluapnya air sungai melewati tanggul sungai.
b. Banjir pesisir, yaitu tergenangnya wailayah daratan sepanjang pantai akhir air pasang tinggi serta ditambah hujan deras dan hembusan angin laut.
c. Gelombang badai, yaitu banjir yang disebabkan kenaikan permukaan air diatas batas rata-rata akhir badai.
d. Banjir pedalaman, yaitu banjir yang disebabkan hujan sedang terus-menerus selama berhari-hari, hujan deras dalam waktu singkat atau timbunan material yang menghambat ajaran sungai.
e. Banjir bandang, yaitu banjir yang disebabkan hujan sangat deras dalam wkatu singkat. Ciri banjir ini yaitu ajaran air yang sangat deras dan meluas sampai menyapu wilayah sekitar sungai.

Limpasan hujan yang melalui hutan gundul atau kawasan minim tutupan vegetasi sanggup menimbulkan banjir. Beberapa pengaruh yang ditimbulkan banjir adalah:
a. merusak rumah, jalan dan jembatan.
b. menggenangi daerha pertanian
c. menimbulkan polusi air di pemukiman sehingga menjadi media penyebaran penyakit
d. memutus jalan penghubung antar wilayah

Daerah yang rawan banjir diantaranya kawasan dataran rendah cekungan atau kawasan perbukitan dengan sungai yang memanjang menuruni lereng. Usaha-usaha yang sanggup dilakukan untuk mengurangi resiko banjir adalah:
1. Reboisasi di wilayah hulu biar menambah daya resap air.
2. Pembuatan teras-teras di lahan miring untuk mengurangi erosi.
3. Pembuatan tanggul di tepi sungai.
4. Pengerukan dasar sungai secara periodik.
5. Melarang pembuangan limbang ke sungai.
6. Membuat bendungan penampung air.
7. Membuat gorong-gorong di bawah tanah untuk meloloskan air dari permukaan tanah/jalan. Baca juga: Genesa batuan beku
Gambar: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id

Tuesday, January 30, 2018

√ Jenis Dan Faktor Tragedi Kekeringan

Pada artikel sebelumnya aku sudah jelaskan perihal definisi kekeringan
dari banyak sekali sudut. Kali ini aku akan jelaskan jenis dan penyebab kekeringan. Ada beberapa indikator yang dipakai para pakar untuk melihat apakah suatu kondisi disebut kekeringan atau tidak. Indikator ini  membantu pemerintah tempat untuk merencanakan mitigasi tragedi kekeringan yang sempurna sesuai kondisinya. Berikut ini jenis-jenis kekeringan:

1. Kekeringan meteorologi
Kekeringan meteorologi ini dipengaruhi minimnya kelembaban cuaca yang diakibatkan curah hujan minim dan kondisi lain menyerupai angin fohn, suhu tinggi dan lainnya. Hal ini sanggup dilihat dari kondisi rata-rata tempat dalam jangka waktu panjang. Biasanya indikator yang dipakai ialah potensi krisis air berkepanjangan. Kekeringan meteorologi sanggup berawal dan berakhir dengan cepat. 

Baca juga:
Dampak revolusi hijau kurun modern
Pola angin muson di Indonesia dan dampaknya

2. Kekeringan pertanian
Kekeringan ini terjadi dikala kelembaban udara berkurang drastis hingga mensugesti pada kelembaban tanah. Dalam hal ini flora dan binatang terpengaruh dan evaporasi juga terpengaruh. Tanah retak-retak ialah bukti kekeringan melanda area pertanian.

3. Kekeringan hidrologi
Kekeringan ini terjadi akhir kurangnya air permukaan dan suplai air di dalam tanah. Kekeringan ini biasanya tidak terjadi bersamaan dengan kekeringan meteorologi. Di sisi lain penurunan kuantitas dan kualitas air permukaan dan sub permukaan ialah dampak dari kekeringan meteorologi.

4. Kekeringan sosial ekonomi
Kekeringan ini terjadi ketika pasokan beberapa barang dan jasa menyerupai energi, masakan dan air minum berkurang alasannya perubahan kondisi cuaca dan hidrologi. Membludaknya populasi insan dan meningkatnya kebutuhan barang dan jasa menciptakan volume air menyusut. Butuh waktu usang untuk merecovery kekeringan ini. Baca juga: Lapisan atmosfer dan ciri-cirinya
Pada artikel sebelumnya aku sudah jelaskan perihal definisi kekeringan √ Jenis dan Faktor Bencana Kekeringan
Kekeringan mengancam umat insan

Faktor-Faktor Terjadinya Kekeringan
1. Kurangnya curah hujan
Kekeringan bisa terjadi bila minimnya curah hujan (hujan dan salju) di satu daerah. Perhatikan bahwa kekurangan hujan saja tidak berarti bisa disebut kekeringan. Beberapa tempat bisa berbulan-bulan tanpa hujan, dan itu akan terlihat 'normal' bagi mereka. 

2. Aliran air permukaan sedikit
Beberapa tempat juga terdistribusi dengan baik dengan air permukaan (sungai dan sungai) yang mempunyai sumber dari gunung dan tempat anutan sungai yang jauh. Permukaan air ini bisa mengering kalau anutan dari sumbernya ke hulu terpengaruh. Debu hidrolik dan sistem irigasi merupakan beberapa aktivitas ekonomi yang sanggup mengurangi jumlah air yang mengalir ke tempat lain di hilir. Baca juga: Jenis-jenis contoh anutan sungai

3. Kegiatan manusiaHutan (pohon) memainkan tugas kunci dalam siklus air, alasannya membantu mengurangi penguapan, menyimpan air dan juga berkontribusi pada kelembaban atmosfer dalam bentuk transpirasi. Ini berarti, menebang pohon (deforestasi) atas motof ekonomi, akan meningkatkan laju air permukaan menjadi penguapan. Ini juga akan mengurangi kemampuan tanah untuk menahan air dan memudahkan kekeringan terjadi. Ini bisa memicu kondisi pengeringan, terutama untuk tubuh air yang lebih kecil. Menebang pohon diketahui bisa mengurangi potensi tempat anutan sungai.

4. Global Warming
Meskipun beberapa orang tidak mendapatkan bahwa suhu rata-rata bumi telah meningkat, perlu dicatat bahwa tindakan insan telah memberi donasi pada lebih banyak gas rumah beling di atmosfer. Akibatnya suhu yang lebih hangat, sering mengakibatkan lebih banyak kekeringan dan kebakaran semak/lahan. Kondisi ini juga cenderung mempercepat kondisi kekeringan. Baca juga: Genesa batuan beku

Baca juga: disini

Sumber http://www.gurugeografi.id