Borosnya anggaran penyelenggaraan pemerintah menjadi perhatian serius di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 anggaran rapat seluruh kementerian sebesar Rp 18 triliun. Oleh alasannya itu ditindaklanjuti Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi dengan mengeluarkan surat edaran semoga semua acara penyelenggaraan pemerintah dilaksanakan dengan memakai kemudahan negara, serta dilarang gunakan hotel untuk rapat atau acara dinas.
“Kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh acara penyelenggara pemerintah semoga memakai kemudahan negara,” kata Yuddi kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Kamis.
Hal tersebut disampaikan usai dirinya diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendapatkan arahan, saran dan petunjuk berkaitan dengan tugas-tugas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait melaksanakan gerakan revolusi metal melaksanakan reformasi birokrasi di seluruh organisasi di acara pemerintah.
Setelah Menteri PAN & RB, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menginstruksikan kepada semua kepala daerah, mulai dari Gubernur, Walikota, hingga Bupati, untuk menggelar rapat di kantor masing-masing. Mendagri menyampaikan bahwa langkah itu sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo semoga setiap kementerian melaksanakan penghematan.
“Kalau kita punya gedung milik pemda, tetapi tahu-tahu bikin rapat di hotel, ya nggak lucu dong. Punya gedung, ngapain rapat di hotel?” kata Tjahjo di Semarang, Selasa (11/11/2014), menyerupai dikutip Antara. Fasilitas negara harus sanggup dipakai secara maksimal untuk aneka macam acara kiprah sehingga tidak lagi harus dilakukan di luar kantor, menyerupai di hotel.
Jokowi pun pernah mengungkapkan, dirinya akan banyak memangkas anggaran yang dirasa menjadi sumber pemborosan. Beberapa mata anggaran yang disebut Jokowi ialah biaya perjalanan dinas dan anggaran rapat kementerian.
“Itu saya rasa yang akan dipotong ya dana-dana menyerupai itu, anggaran rapat, perjalanan dinas. Hal-hal menyerupai itu yang perlu diefisienkan. Apalagi cash flow kita dalam kondisi berat, memang harus dilihat secara detail jikalau mau menganggarkan menyerupai itu, sesuatu harus dilihat secara detail. Sehingga sanggup terlihat logis atau tidak logis. Nalar atau nggak nalar,” ujar Jokowi.‎
Jokowi pun mengungkapkan, di masa pemerintahannya nanti dirinya akan banyak memangkas anggaran yang dirasa menjadi sumber pemborosan. Beberapa mata anggaran yang disebut Jokowi ialah biaya perjalanan dinas dan anggaran rapat kementerian.
“Itu saya rasa yang akan dipotong ya dana-dana menyerupai itu, anggaran rapat, perjalanan dinas. Hal-hal menyerupai itu yang perlu diefisienkan. Apalagi cash flow kita dalam kondisi berat, memang harus dilihat secara detail jikalau mau menganggarkan menyerupai itu, sesuatu harus dilihat secara detail. Sehingga sanggup terlihat logis atau tidak logis. Nalar atau nggak nalar,” ujar Jokowi.‎
Mungkin inilah dikala yang sempurna untuk pemerintah melaksanakan penghematan pada anggaran penyelenggaraan pemerintah dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kawasan dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah.net
Sumber aciknadzirah.blogspot.com
EmoticonEmoticon